Amyra mengguyur tubuhnya dengan air.. Ia meresapi setiap bulir air yang jatuh menyentuh kulitnya. saat ini Ia merasakan betapa bahagianya Ia jika setiap saat suaminya memperlakukannya seperti ini.
Bayangan wajah tampan suaminya, membangkitkan gelora jiwanya. Ia menyadari jika suaminya ternyata seorang pejantan tangguh.
Setelah selama satu bulan diangguri, Ia akhirnya merasakan seperti apa rasanya malam pertama. Meski terlambat.
Ia wanita normal. Memiliki naluri yang sama untuk mendapatkan belaian kasih sayang. Ia berharap suaminya mulai menerima kehadirannya. Menganggapnya ada.
***
Amyra bergegas ke dapur, Ia memulai untuk memasak tempe goreng kunyit. Ya..hanya itu yang dapat Ia olah untuk menunya setiap hari. Terkadang Ia menggantinya dengan tahu, atau sambal terasi yang bisa tahan hingga 2 hari.
Hari ini perasaannya tengah bahagia. Ia membuat sambal terasi dan tempe goreng kunyit.
Amyra menghidangkan menu masakannya di meja makan, lalu menutupnya dengan tudung saji.
Denny baru saja keluar dari kamarnya, Ia ingin berangkat bekerja. Sepertinya sedang terburu-buru.
"Mas..sarapannya sudah siap.." ucap Amyra dengan senyum manisnya. Ia berharap suaminya akan berubah setelah peristiwa malam tadi.
Denny hanya menatapnya dengan tatapan dingin. Wajah Amyra yang semula berbinar, kini kembali datar. Ada luka dihati.
[Tiiiiin....tiiiin...] suara klakson mobil diluar sana. Seperti biasa, mobil yang setiap pagi menjemput suaminya untuk pergi bekerja.
"Siapa sebenarnya yang selalu menjemput mas Denny.? Apa mungkin sesama rekan kerjanya.?" Amyra mencoba berfikir positif.
Amyra telah menyediakan segelas kopi mix untuk suaminya. "Mas..minumlah kopinya dahulu.." ucap Amyra dengan lembut dan penuh harap.
Denny bergegas keluar tanpa menjawab ucapan Amyra. jangankan meminum kopinya, menoleh saja untuk sekedar berpamitan bekerja tak Amyra dapatkan.
Ada sedikit goresan dihatinya. Namun Ia mencoba bersabar. Mungkin membutuhkan
Waktu untuk menerima kehadiran dirinya, Amyra mencoba membesarkan hatinya.
***
Amyra pergi kewarung langganannya. Uang pemberian suaminya seratus ribu rupiah saat di Mall kemarin, Ia akan gunakan untuk membeli kebutuhan pokok. Ia harus berhemat untuk seminggu kedepan. Agar perutnya terus terisi.
"Bu dhe.. beli berasnya 4 kg ya.. lalu Ia memilih minyak goreng, tahu, tempe, dan perlengkapan untuk membuat sambal terasi.
"Ikan asinnya gak sekalian ,Myr..?" Ucap Buk dhe yang sudah hafal dengan belanjaan Amyra.
"Gak, buk dhe..rencananya mau buat sambal terasi, bisa tahan 2 hari." Ucap Amyra dengan polosnya.
Buk dhe mengangguk mengerti.."tapi Myr...kamu tiap hari menunya seperti itu apa suamimu gak bosan..?" Buk dhe mulai kepo.
Amyra hanya tersenyum datar. "Suami saya jarang makan dirumah buk dhe..Ia mendapat jatah dari tempatnya bekerja." Ucap Amyra, asal bicara.
Karena Ia juga tidak pernah bertanya kepada suaminya. Karena Ia takut mendapatkan masalah.
Bahkan suaminya mengaku hanya seorang karyawan rendahan diperusahaan ayahnya. Gajinya tidak mencukupi. karena Ia mengaku memiliki hutang yang sangat besar saat sebelum menikah dengannya.
Namun Amyra tak mempermasalahkannya. Selagi Ia masih dapat jatah makan dan tempat tinggal, itu sudah merupakan hal yang sangat lebih dari kata cukup.
"Berapa totalnya buk dhe..?"
"Seratus dua puluh lima ribu .." ucap buk dhe..
Amyra berfikir sejenak. "Buk dhe..uang saya kurang 25 ribu lagi.. apa bisa masuk nota bon..? Nanti akan segera saya bayar.." janji Amyra kepad pemilik warung.
Pemilik warung menatap Amyra penuh arti. "Myr...suami kamu setiap hari bekerja, masa iya memberi kamu uang belanja cuma seratus ribu seminggu..?" Ucap buk dhe.
"Hanya itu yang Ia punya buk dhe..saya harus bisa bersyukur seberapa pemberian suami saya" ucap Amyra jujur.
"Myr..jadi perempuan tu jangan polos-polos banget..jangan terlalu percaya dengan yang namanya laki2.."ucap buk dhe.
"Bersyukur mah boleh, tapi kalau kenyataannya ada wanita lain? trus Dia Yang kenyang morotin uang suami kita, itu mah namaya suatu kebodohan." Ucap buk dhe yang begitu mengena dihati Amyra.
Amyra terdiam dengan penuturan buk dhe. Namun yang Ia mampu untuk dilakukannya.
"Sebaiknya kita perempuan harus pintar cari uang Myr..jangan cuma ngandelin uang suami." Ucapan buk dhe membuat Amyra memikirkan sesuatu.
"Nanti saya fikirkan ya buk dhe.. saya pulang dulu." Amyra melangkah pergi.
Sesampainya dirumah, Ia menata semua barang belanjaannya. Menyimpan bahan basah pada lemari es, dan bahan kering dibawah kolong meja dapur.
****
Mungkin perkataan buk dhe benar..aku harus mencari pekerjaan. Tapi apa..?" Amyra juga bingung harus bekerja apa.
Akhirnya Ia memutuskan untuk mencari pekerjaan. Ia mendatangi setiap toko yang ada dikota dengan berjalan kaki.
Setiap toko yang disinggahinya selalu menolaknya, karena mereka lagi tidak memerlukan karyawan baru.
Setelah lelah berjalan, Ia merasa kehausan dan perutnya terasa lapar. Namun Ia tak memiliki sepeserpun uang. Karena uang pemberian dari Denny suaminya sudah habis buat belanja kebutuhan dapur. Bahkan Ia terpaksa berhutang untuk kekurangannya.
Ia berhenti disebuah ruko, yang menjalani usaha jasa Laundry. disana tertulis lagi membutuhkan tenaga kerja wanita untuk mencuci dan strika. Amyra begitu sangat bahagia. Ia memasuki ruko tersebut.
Seorang Pria tampan sedang berada dikasir. "Mas..apa benar laundry ini membutuhkan karyawan..?" Ucap Amyra bersemangat.
Pria itu menoleh kearah Mala. " wah..bener sekali mbak.. apakah mbak-nya ingin melamar kerja disini..?" Ucap pria itu dengan sumringah.
Amyra mengangguk. "Kalau boleh tau kapan saya dapat mulai kerja mas..?" Ucap Amyra tak sabar.
"Kalau mau hari ini juga bisa mbak.." ucap pria itu.
Amyra mengangguk menyetujui. Lalu Ia bergegas masuk kedalam ruko.
"Perkenalkan mbak, saya Reno. Saya yang punya usaha laundry ini. Kalau boleh tau, nama mbak..siapa ya..?" Ucap pria bernama Reno dengan lembut.
"Nama saya Amyra." Ucapnya dengan sumringa.Mulai hari ini, mbak dapat mulai bekerja. Gaji mbak sesuai dengan timbangan laundry ya mbak..per kilonya dihargain seribu lima ratus rupiah. Apakah mbak bersedia..?" Ucap Reno menjelaskan dengan senyum lembut.
"Iya..saya bersedia." Ucap Amyra menyetujui.
"Kalau begitu, mari saya tunjukkan dimana lokasinya." Reno melangkah kearah tempat dimana Amyra me-laundry pakaian.
"Caranya biar saya jelasin ya mbak..1. Setiap pakaian milik pelanggan dipisahkan dalam wadah masing-masing. Memberi nama setiap wadah atas nama pelanggan agar tidak tertukar. dan seterusnya.." Reno memberikan pengarahan.
Amyra dengan cepat mengingat semuanya.Lalu Ia memulai pekerjaannya.
menjelang senja, Ia mampu menyeselesaikan pekerjaannya dengan baik. Ia ingin melangkah pulang.
"'mas...sudah selesai pekerjaannya, saya apa boleh pulang...?ucap Amyra kepada pemilik Laundry.
" boleh mbak... " ucap Reno sembari tersenyum.
Amyra melangkah pergi.." mbak...tunggu bentar.."Reno menahan langkahnya. Amyra memutar tubuhnya. "iya..ada apa mas..?" tanya Amyra.
"'ini gaji untuk mbak hari ini..ads 40 kg jadi totalnya ada 60 ribu ya mbak.." ucap Reno sembari menyerahkan uang tersebut kepada Amyra.
Amyra terperangah.." benarkah.." Amyra tak menyangka jika Ia dapat mengumpulkan uang 60 ribu hari ini. Ia meraihnya dengan berbinar. "makasih ya mas.." ucap Amyra sembari tersenyum. Ia melangkah pulang.
" terimakasih Ya Allah..aku bisa bayar hutang diwarung buk dhe, sisanya aku tabung untuk membelikan kado ulang tahun mas Denny. yang sebelas bulan lagi." ucap Amyra.
aku pulang naik angkot saja, biar cepat sampai rumah. saat menaiki angkot [kriiiiiiiuk....] cacing diperutnya meronta meminta diisi sesuatu. perutnya terasa nyeri. "sepertinya perutku belum diisi sejak siang tadi." Amyra meremas perutnya.
setelah sampai disimpang rumahnya, Ia turun dari angkot, lalu menuju rumahnya.
Ia tergesah-gesah kedapur, mengambil air hangat didespenser, memberi dengan sedikit campuran gulanpasir, mengadukknya lalu meminumnya. Ia buru-buru membuka tudung saji, lalu makan dengan lahabnya.
****
Amyra memasuki kamar, Ia membagi 3 uangnya, sebagian untuk bayar hutang, sebagian untuk tabungan jika ada keperluan mendesak, dan sebagian lagi untuk membeli kado istimewa di hari ulang tahun suaminya.
Ia sangat senang hari..karena telah menghasilkan uang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
suharwati jeni
sekali kali rudy ngeceklah ke rumah deny
2024-06-25
0
V3
td nya ku kira upah nya 15rb / kg nya ,, eeee ... gak thu nya pas di perjelas lg baca nya cm 1500 toh 🤣🤣
Alhamdulillah akhirnya Almyra punya uang sndri.
dasar Suami bodoh tuh 😡🤬
2022-08-19
5
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
yeay Amyra akhirnya kerja,,punya uang sediri,,gak bergantung penuh sm Deny gentolet itu
2022-08-19
5