mobil yang dikendarai Rania telah sampai didepan rumah Denny. hari sudah gelap. Denny menoleh ke arah Rania. "aku balik dulu ya yank.." ucap Denny sembari mengecup kening Rania.
Rania memasang wajah cemberut "jangan sampai tergoda kamu dengan istri kampungan kamu itu ya yank.." ucap Rania mengingatkan.
"gak akan sayangku..aku gak akan tergoda dengannya." ucap Denny, sembari turun dari mobil.
Rania melajukan mobilnya bergerak meninggalkan rumah Denny, sebelum para tetangga mencurigai mereka.
Denny mendekati pintu, menarik handle pintu, dan membukanya. suasana gelap dan sepi. tidak menemukan siapapun.
Denny kembali keluar rumah, mencari meteran listrik yang tertempel didinding depan rumah.
seumur hidupnya Ia tidak pernah mengisi token listrik. karena selama.ini Ia hidup tinggal menikmati saja.
dengan membaca panduan dari aplikasi google Ia sukses memasukkan token listrik. lalu lampu menyala.
Denny kembali masuk kedalam rumah. Ia melihat rumah sudah tertata rapi, Tiba-tiba Ia merasa lapar. setelah bercinta dengan Rania dihotel, Ia lupa untuk makan terlebih dahulu. lalu Ia menyingkap tudung saji yang ada dimeja makan. Ia hanya melihat ada tempe goreng dan ikan asin yang terjadi.
karena sudah lapar dan sangat malas hendak keluar, akhirnya Denny makan hanya menggunakan tempe goreng kunyit dan ikan asin goreng.
saat memakan tempe goreng itu, ia merasa masakan istrinya lumayan juga. entah karena lapar atau karena rasa tempe goreng itu memang enak, Ia sampai menghabiskan nasi dipiringnya.
setelah kenyang, Ia baru sadar jika tak melihat keberadaan Amyra, istri yang terpaksa dinikahinya itu. Ia mencari Amyra kedalam kamar, ternyata Amyra sedang tertidur diatas pakaian yang baru saja distrikanya.
Ia tertidur sangat pulas. mungkin karena kelelahan membersihkan rumah. Denny memperhatikan wajah yang selama ini tak pernah Ia pandang. wajah yang selalu Ia abaikan itu terlelap dalam lelah. Tanpa sadar, Denny menyibakkan rambut yang menutupi wajah Amyra.
"cantik juga" Denny berkata dalam hatinya. Ia terfokus pada hidung mancung Amyra, Ia tergoda ingin menyentuhnya, namun tiba-tiba saja Ia teringat akan janjinya pada Rania. Ia menghentikan keinginannya
"tidak..tidak..aku tidak boleh tergoda olehnya. aku sudah bersumpah kepada Rania. lalu Ia mengguncang tubuh Amyra. "hei...bangun.. ngapain kamu tidur diatas pakaianku. kalau niat mau strika ya strika saja, jangan sampai kena ilermu." ucap Denny sembari mengomel.
Amyra mengerjapkan matanya, bulu matanya yang lentik seperti boneka begitu tampak indah.
"busyet..dia bangun tidur kenapa terlihat cantik ya..? koq aku gak pernah sadar selama ini..?" ucap Denny dalam hatinya. Amyra yang melihat Denny sudah dihadapannya menguap karena masih mengantuk.."mas Denny sudah balik..?" ucap Amyra dengan parau.
"mas sudah beli token listrik belum..?" ucap Amyra mengingatkan.
"belum.." ucap Denny jutek..
Amyra menguap kembali.."kalau tiba-tiba listrik padam gimana..?" ucap Amyra dengan wajah mengantuk..
"biarin saja listrik padam, biar gelap.." ucap Denny kesal.
"kog gitu mas..? aku takut gelap..?" ucap Amyra dengan wajah memelas.
"iiihhh..gemes banget sih wajah kamu" ucap Denny dalam hatinya.
"biarin gelap, biar aku gak bisa lihat wajah kamu sekalian." ucap Denny sembari melangkah kekamar mandi.
Amyra merasa hatinya begitu sakit..Ia merasa sehina itukah dirinya sehingga suaminya tak ingin melihatnya. "emang apa salah wajahku..?" ucap Amyra lirih
Denny yang sudah berada di ambang pintu kamar mandi menghentikan sejenak langkahnya. "wajahmu menyeramkan" ucap Denny sembari masuk kadalam kamar mandi.
Amyra memanyunkan mulutnya. Ia beranjak bangkit, lalu menata pakaian yang telah disetrika kedalam lemari dengan rapi.
Amyra beranjak ke ranjang tidur, Ia tidur ditepian ranjang. Denny yang baru saja selesai mandi, keluar dengan hanya memakai handuk dari pinggang saja.
Ia memperlihatkan tubuh kekarnya. Ia mencoba mencari pakaian untuk bersalin. namun lama Ia berdiri didepan lemari. Ia terlihat menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Amyra yang memperhatikannya bangkit dari tidurnya "cari apa mas..?" ucap Amyra lembut.
"Celana Dalamku tidak ada.."ucap Denny dengan nada bingung.. Ia mengedarkan pandangannya kedalam lemari.
Amyra beranjak dari ranjangnya, lalu menuju lemari. saat itu kulit tangannya tanpa sadar menyenggol perut Denny yang juga berada didepan lemari. (serrr....)..desiran hangat menjalar kepembuluh darah Denny.
Amyra mengambil sebuah gulungan kain berbentuk risol. "Ne..****** ***** kamu mas.." ucap Amyra sembari menyodorkannya kepada Denny.
Denny mengamatinya "mana ku tau kalau ini ****** *****." ucapnya sembari memakainya.
Amyra mendengus, lalu beranjak kekamar mandi. ternyata Ia lupa kalau Ia belum mandi karena ketiduran tadi.
Amyra merawat tubuhnya hanya menggunakan perawatan murah, seperti lulu dan handbody yang banyak dijual ditoko. berbeda dengan Rania yang semua perwatannya menggunakan merk mahal dan salon kecantikan.
setelah selesai lukuran dan mandi, Ia ingin keluar dari kamar mandi. namun Ia melupakan sesuatu. yaitu handuknya. Ia lupa membawa handuk.
"mas...mas Denny..tolong ambilin handuk Myra mas..tadi lupa bawa.." ucap Myra yang kebingungan.
Denny yang sedang ber-chatting ria dengan Rania mendengus kesal.
"berisik banget si kamu.." umpat Denny, sembari beranjak mengambil handuk yang tersangkut didinding kamar. Ia berjalan menuju kamar mandi. harum lulur tercium sampai keluar kamar mandi.
"ne orang sengaja menggoda aku kali ya..? ciiih...dia fikir aku akan tertarik padanya." umpat Denny dengan kesal. Ia mengetuk kamar mandi.
"Ne handuknya.. buruan..aku lagi sibuk" ucap Danny kesal.
Amyra membuka sedikit pintu kamar mandi, Ia hanya menjulurkan tangannya keluar. mengayun-ngayunkan tangannya mencari handuk yang dipegang oleh Denny. melihat itu Denny tersenyum geli sendiri. Ia mendapat ide konyol, Ia sengaja menjauhkan handuk itu agar Amyra kebingungan.
"mana handuknya mas.." ucap Amyra panik..tanpa sepengetahuan Denny, Amyra mendapatkan ujung handuk. tanpa sengaja Ia menarik handuk itu dengan hentakan yang sangat kuat. Denny yang tidak siap, lalu tertarik menabrak pintu yang terbuka sedkit. Ia limbung dan menabrak Amyra tanpa sehelai benangpun.
[brrruuuuk....] Deni menubruk tubuh Amyra. Amyra jatuh kelantai bersamaan dengan tubuh Denny diatasnya.
mata mereka beradu, bulu mata lentik serta dua bola mata indah milik Amyra menyihir Denny dalam sekejap. Ia tak pernah menyadari bahwa istrinya sangat menawan.
tubuh harum Amyra yang baru saja habis luluran, membangkitkan hasrat kelakiannya. gelenyar-gelenyar dipembuluh darahnya bergerak dengan cepat.
Denny mencoba meredamnya, karena Ia telah melakukan perjanjian dengan Rania, agar tidak tergoda oleh Amyra.
Ia menjaga image nya. Denny buru-buru bangkit, lalu meninggalkan Amyra begitu saja.
Amyra bangkit sembari meringis menahan sakit di area bokong dan di pingangganya. apalagi Ia baru saja tertimpa tubuh kekar suaminya.
Ia keluar kamar mandi, sembari memegangi pinggangnya yang sakit. Ia berjalan menuju lemari pakaian. lalu mencari piyamanya.
Denny yang sedang membalas pesan WA Rania menjadi tidak fokus.
kejadian dikamar mandi barusan, membuatnya seperti uring-uringan. ekor matanya melirik Amyra yang sedang berganti pakaian.
sesuatu diantara pahanya terasa mendesak. Ia merasa tersiksa. tubuhnya panas dingin menahan hasratnya.
setelah selesai berganti pakaian, Amyra merasa lapar. Ia pergi kedapur ingin makan. sesampai didapur, Ia menyendokkan nasi dari magic com. lalu membuka tudung saji..Ia bingung mengapa tempe goreng kunyitnya ludes. Ia ingat benar, jika tadi masih ada sisa 5 potong lagi.
"siapa yang memakannya..? tidak mungkin mas Denny? selama ini Denny tidak pernah makan dirumah." ucap Amyra lirih.
Ia mengambil sepotong ikan asin yang tersisa. lalu makan malam dengan lahabnya.
setelah selesai, Ia ingin mencuci piring. saat itu, Ia melihat sebuah piring kotor di washtafel. "mas Denny, Ia makan malam dirumah..?" ucap Amyra sangat senang.
Ia mencuci piring dengan semangat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
N Wage
maksudnyà belanjanyan100rbu atw 1000.000 seminggu thor?
gak mungkin lah ya 100rb seminggu,walau cuma berdua.
2024-06-18
0
Alea
Amyra hebat bisa beli lulur dan handbody dgn duit segitu
2023-08-03
1
Alea
punya mulut nggak digunain malah ngomong dalem hati
2023-08-03
0