wanita itu setiap hari selalu datang mengantarkan laundrynya. tanpa sepatah katapun yang Ia ucapnkan saat mengadakan transaksi terhadap Amyra.
namun karena sudah menjadi pelanggan tetapnya, Amyra tak begitu menggubrisnya. Ia hanya melayaninya dengan baik, agar pelanggan tidak lari.
pelanggan wanita datang setiap pukul 8 pagi. saat Amyra masih baru bersiap membukanya usaha Laundrynya.
wanita cantik yang menjadi langganannya selalu memberikan uang kembalian dari harga jada laundry.
setelah selesai, wanita itu pulang begitu saja, tanpa sepatah katapun. setelah pukul 5 sore hari, Ia kembali datang mengambil laundrynya, memandang sekejap pada Amyra dan kembali pulang.
"siapa sebenarnya wanita cantik ini.? mengapa sikapnya sangat aneh..?" Amyra berguman dalam hatinya. lama kelamaan Ia merasa penasaran dengan wanita yang menjadi langganannya.
Amyra sibuk dengan packingnya, kehamilannya kini memasuki usia tiga bulan. perutnya terlihat semakin lama semakin membuncit.
keringat mengucur deras dari tubuhnya. terkadang Ia mudah lelah. sore ini Jadwal si pelanggan setia untuk mengambil laundrynya.
Amyra menunggu pelanggan itu. sudah lewat beberapa menit. namun si pelanggan tak juga datang. Amyra celingukan memandang kesegala arah. melihat sang pelanggan setia yang tak menampakkan dirinya.
para karyawan sudah berpulangan. Amyra ingin pergi pulang. namun hatinya mengatakan jangan.
Amyra mencoba menunggunya beberapa menit lagi, hari semakin senja. Ia ingin mengunci pintu ruko.
namun, dari kejauhan Ia melihat sosok wanita yang menjadi pelanggan setianya menaiki sepeda motor.
Amyra bernafas lega. Ia kembali membuka sedikit pintu rukonya, lalu mengambil laundryan milik wanita tersebut.
jika diperhatikan, wanita itu memiliki hidung yang mancung, bibir tipis menawan yang berwarna merah muda.
rambut lurusnya diikat ekor kuda. Amyra menyodorkan laundry miliknya. Wanita itu kini tersenyum menatap Amyra. senyum yang sangat manis. namun tanpa bicara.
setelah Wanita itu menerima Laundrynya, Amyra bergegas ingin menutup pintu ruko. dan segera ingin keluar.
wanita itu masih berdiri memandangi Amyra, dengan tatapan penuh arti. Amyra sedkiti bergidik.
Amyra ingin keluar dari dalam ruko, dan tanpa sengaja menabrak meja kasir, keseimbangannya roboh dan hampir terjatuh. dengan sigap wanita cantik itu menangkap Amyra.
lalu membantu Amyra berdiri. dada Amyra bergemuruh. wanita melakukan sentuhan yang tak biasa. dengan cepat Amyra melepasakan tubuhnya dari cengkraman wanita itu.
"ma..af mbak.. toko mau tutup." ucap Amyra dengan terbata. Ia tak tau mengapa debaran didadanya bergemuruh.
wanita itu menatap sendu. lalu tersenyum dengan sangat manisnya kepada Amyra.
Amyra merinding seketika. Ini hal yang tak biasa. setelah wanita itu pergi, Amyra buru-buru mengunci pintu. Ia sangat gemetar. entah apa yang sedang dirasakannya.
Amyra menemukan angkot, menaikinya dengan terburu-buru. didalam angkot, Amyra terus memikirkan wanita cantik tersebut.
"mengapa pandangannya begitu dalam padaku..?" Amyra berguman lirih dalam hatinya.
--------
hari semakin meremang. waktu maghrib telah tiba. Amyra mempercepat langkahnya masuk kedalam rumah. Ia membuka kamar dan segera membersihkan dirinya.
saat mandi, Ia teringat kembali akan wanita misterius itu. sentuhannya begitu berbeda. Amyra mempercepat mandinya.
Amyra melaksanakan shalat maghrib. Ia bermunajad pada Rabby nya untuk kebahagiaan rumah tangganya.
--------------
Amyra melihat jam dinding, sudah pukul 8 malam, Denny belum juga pulang. "mengapa mas Denny belum pulang..?" Amyra sedikit mencemaskan suaminya. akhir-akhir ini suaminya selalu meminta makanan yang aneh-aneh.
Amyra teringat, jika suaminya menyukai tempe goreng buatannya. Ia mencoba memasakkan untuk Denny. meskipun Denny selalu cuek terhadapnya Ia tetaplah suaminya. Ia harus berbakti pada suaminya.
Amyra mulai memasak, meracik semua bahannya. lalu menggorengnya. harum gurih aroma masakan tercium disemua ruangan.
setelah masakan matang, Amyra meletakkannya di meja makan, dan menutupnya dengan tudung saji.
Amyra beranjak dari dapur ke ruang tengah, sembari menunggu kepulangan Denny.
-----------------
tampak lampu sorot dari sebuah mobil. Amyra mendongakkan kepalanya. "ini pasti mas Denny. lalu Ia melihat mobil itu menuju teras rumahnya, lalu berhenti.
tampak Denny keluar dari mobil dengan wajah kusut. Amyra membuka pintu rumah. Ia menyambut kepulangan Denny dengan senyum termanisnya, meski Denny menanggapinya dengan dingin.
Amyra meraihbtas kerja milik Denny, lalu menentengnya masuk kedalam kamar.
Denny mengikuti masuk kedalam kamar. tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Ia menuju kamar mandi.
Amyra yang sudah terbiasa dengan siakp Denny hanya cuek saja. Ia mencoba berdamai dengan hatinya.
Amyra merasa lelah. Ia membaringkan tubuhnya ditepian ranjang. setelah itu Ia memainkan gadgetnya.
Denny keluar dari kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk dipinggangnya. Amyra mencuri pandang dengan meliriknya.
Terlihat Denny seperti mengacak-ngacak isi lemari mencari sesuatu.
Amyra mencoba menghampiri, sebelum seluruh isi lemari diacaknya. karena akan menguras tenaga untuk metapikannya lagi.
"cari apa mas.?" ucap Amyra lembut. aroma sabun tercium dari tubuh suaminya. Amyra sedikit gugup. setelah kejadian malam pertama uang dilakukan dengan tidak begitu berkesan, Denny tak pernah memberikannya kehangatan lagi.
meskipun dalam hati Amyra menginginkannya, namun apalah dayanya. karena Ia hanyalah istri yang dinikahi secara terpaksa.
"dimana celana dalamku..?" ucap Denny dengan datar.
Amyra lalu membuka laci kecil didalam lemari. "nanti kalau lain kali mau cari CD disini ya mas. jangan ngacak-ngacak isi lemari yang lain." ucap Amyra dengan lembut.
"tinggal beresin apa susahnya sih..?" jawab Denny ketus.
saat akan berbalik, handuk denny tersangkut pada kunci lemari dan melorot kebawa.
"aaaahh.." Amyra berteriak sembari menutup wajahnya. Dengan cuek Denny memakai CD nya.
"gak perlu teriak-teriak jugalah. dikirain tetangga kamu itu aku perkosa." ucapnya seenaknya saja.
Amyra melongo mendengar jawaban suaminya. Ia menarik nafasnya dengan berat, membuangnya dengan kasar.
Amyra beranjak pergi dari lemari tersebut. namun langkahnya terhenti karena Denny memanggilnya. "pakaianku mana..? atau kamu sengaja mau membuatku tidur dengan hanya memakai ****** ***** saja..?" ucapnya dengan kesal.
Amyra melongos mendengar ucapan Denny. Ia lalu kembali ke lemari, mencari piyama untuk Denny, tanpa sengaja, sikunya menyenggol perut Denny. "aaawww.." kamu sengaja ya..?" ucap Denny dengan kesal.
Amyra segera memberikan pakaian tidur untuk Denny, lalu berjalan menuju ranjang. berpura-pura acuh kepada suaminya.
setelah selesai berpakaian, Denny merasa perutnya lapar. "ambilin saya makan, bukannya melayani malah molor." ucapnya tanpa dosa.
Amyra bangkit dari ranjangnya, pergi kedapur mengambil sepiring nasi plus lauk tempe goreng kunyitnya. lalu membawanya kekamar. dan memberikannya kepada suaminya.
"ne..makannya" ucap Amyra sembari menyodorkan piring tersebut.
Denny menerimanya lalu memakannya dengan lahab. semejak Amyra mengandung, sepertinya Ia mengalami mengidam. selalu kepengen makanan yang aneh-aneh.
"Dia yang hamil, kenapa aku yang ngidam ya..?" Denny berguman dalam hatinya. namun rasa gensi lebih kuat untuk mengakuinya.
Amyra kembali pusing, karena Ia harus bekerja lagi untuk merapikan isi lemari yangbsudah teracak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
Nnacren
disini,,aku, bingung 😕 ko baru,, sekali, anu,, langsung hamil,ya,,mama,,aku ,,aja, lama sekitar,,1tahun,, baru hamil Abang,,aku,,?
2022-12-10
2
farend
apa bisa hnya sekali hub langsung jadi ??🤭🤔
2022-11-14
1
V3
the firs coment 😘
makan tuh gengsi ,, mmg dg gengsi perut mu bisa kenyang ,, ttp saja kenyataan nya perut mu bisa kenyang dg makan nasi + tempe goreng kunyit nya istri mu 🤣🤣
tinggal minta atau ngomong baik - baik apa susah nya sih ,, dasar suami bejad 😡🤬😈
2022-09-09
2