Amyra masih sibuk dengan pekerjaannya. semenjak Ia memegang kendali usaha Laundry yang dititipkan oleh Reno, Ia semakin begitu terlihat sibuk.
Ia harus mengontrol stok parfum laundry, deterjen dan sebagainya. Ia harus dapat mencari reseller yang memasok dengan harga lebih murah, agar dapat menyeimbangkan modal, tenaga dan laba.
Amyra membantu bagian packing. meskipun Ia dipercayakan untuk menghandle usaha tersebut, namun Amyra tetap merasa bahwa Ia tetaplah sama dengan yang lainnya, sesama pekerja.
Amyra masih sibuk dengan packingnya, lalu seseorang datang membawa laundry-nya.
Ia membawa Laundry hanya sehelai pakaian yang terbuat dari sutera. Ia Seorang wanita yang sangat cantik.
"hari ini atau besok mau diambil laundry-annya mbak..?" ucap Amyra berusaha ramah. wanita itu hanya menatapi Amyra, tanpa bicara sedikitpun.
Amyra jadi kikuk dibuatnya. "mau diambil sore ini mbak laundry-nya..?" ucap Amyra dengan tetap berusaha tenang. karena Ia ingat akan pepatah mengatakan 'pelanggan adalah Raja'.
wanita mengangguk lembut, dan tak hentinya menatap Amyra.
"karena ini kain sutera, pengerjaannya sedikit perlu kehati-hatian, kita kenakan 6 ribu rupiah ya mbak..?" ucap Amyra menjelaskan.
wanita cantik itu hanya mengangguk. Ia memberikan uang 50 ribu, lalu beranjak pergi. Amyra yang sedang mengambil uang kembaliannya dilaci kasir, tidak menyadari jika pelanggan itu sudah pergi.
"hah..kemana si mbak tadi..? uang kembaliannya..?"
"ah..sudahlah.. ntar sore saja sekalian dia ambil laundry-nya." Amyra berguman dalam hatinya.
Amyra kembali sibuk dengan packingnya. Eni muncul dari arah belakang. "Mbak Amyra, deterjen habis mbak.." ucap Eni memberitahu.
Amyra menghentikan sejenak pekerjaannya. "ya sudah, ntar Mbak beliin ke toko ya, pemasok kita belum datang sudah 2 hari ini.." jawab Amyra.
"oh..ya En.. tadi ada laundry bahan sutera, ntar kamu kerjain ya..?" ucap Amyra dengan lembut.
"Wah..maaf Mbak, kalau saya tidak berani, takut rusak atau apa gitu..maaf Mbak.." ucap Eni sembari menundukkan kepalanya, merasa segan karena tak dapat melakukan pekerjaannya.
"ya sudah..ntar biar saya saja yang mengerjakannya. ucap Amyra.
"saya tinggal dulu buat beli diterjen, ntar kalau ada pelanggan datang mengantar laundry, kamu timbang dulu ya Na.. trus nama orangnya dicatat didalam pembukuan.." ucap Amyra kepada Ana yang masih sibuk dengan setrikaannya.
"siiaap bos.." ucap Ana sembari mengacungkan jari jempolnynya.
"mbak bukan bos disini, kita sama-sama pekerja.." ucap Amyra ketus.
Ana terkekeh mendengar ucapan Amyra. lalu kembali mengerjakan tugasnya.
Amyra melangkah ingin membeli deterjen yang berjarak sekitar 100 meter dari rukonya dengan berjalan kaki saja. sembari berjalan Ia berfikir "kemana sebenarnya Bos Reno pergi..? mengapa bekum pulang hingga kini..?" Amyra sedikit bingung dengan kepergian Reno yang mendadak.
Amyra telah sampai di toko grosir yang menyediakan segala keperluan sembako dan sebagainya. setelah membeli semua belanjaannya, Amyra segera membayarnya. lalu pergi.
****
Amyra menyempatkan diri me-laundry sehelai pakaian berbahan sutera tersebut, Ia menyikat dengan sikat gigi bagian yang terlihat kotor saja, lalu mengucek dengan lembut. pakaian kemeja pria berlengan pendek dengan kerah sanghai. "apa mungkin ini milik suami wanita tadi..? ah..sudahlah..bukan urusan saya." Amyra segera mempercepat pekerjaannya.
****
"yang...aku harus perawatan salon.."
"kuku tangan dan kuku kakiku sudah mulai kusam."
"warna kutex-nya juga sudah memudar.." ucap Rania kepada Denny dengan manja. Ia duduk diatas meja kerja Denny dengan menghadap tepat dihadapan pria beristri itu.
Denny mengambil sejumlah uang, lalu memberikan 2 juta rupiah kepada Rania.. "apakah ini cukup sayang..?" ucap Denny dengan lembut.
"ya...ayank.. duit segini mana cukup..? aku mau perawatan SPA juga.. tambahin donk yank.." Rania memanyunkan bibirnya.
"emang berapa uang perawatannya..?" ucap Denny sembari mengetik pekerjaannya.
Rania mulai melancarkan aksinya, merayu Denny dengan melancarkan jemarinya, berseluncur di dada bidang milik Denny. "10 juta yank.." ucap Rania dengan nada menggoda.
Denny segera mengmbil uang tunai 8 juta dari dalam tasnya. "Nih..pergilah kesalon.. aku ingin melihatmu cantik malam ini.." ucap Denny sembari tersenyum.
Rania mengedipkan mata kanannya, menarik dasi Denny dan mendekatkan wajahnya "akan kupuaskan kau malam ini sayang.." ucap Rania sembari meliukkan lidahnya, mengecup bibir Denny lalu beranjak pergi. Rania berjalan sembari meliukkan tubuhnya, menghilang dibalik pintu.
****
Rania berada disebuah restaurant, sedang menunggu seseorang. sembari menikmati pesanannya, Ia memainkan gadgetnya yang berharga mahal.
tampak dari kejauhan seorang pria bertubuh kekar berjalan menuju kearahnya. Ia menghampiri Rania. "Hai sayang..ucap Pria itu dengan gaya coolnya. Ia mengecup pipi Rania.
Rania tersenyum dengan wajah sumringah..
"Gimana..? kamu sudah dapat uangnya..?" ucap Pria itu dengan tatapan licik.
"sudah donk sayang."
"Nih.. .kita bagi dua, 5 juta untukmu dan 5 juta lagi untukku.." ucap Rania dengan tersenyum.
Pria itu mengambilnya dengan senyum sumringah "lain kali kamu minta yang lebih banyak lagi. Uang segini mana cukup.." ucap pria itu.
" Ntar aku coba ya Fer.." ucap Rania dengan senyum manis.
"kamu minta beliin mobil donk sama dia. ."
"Atau perhiasann Mahal, aku butuh modal besar.!" ucap Ferry dengan nada perintah.
Rania berfikir sejenak.."kalau mobil belum bisa sekarang, soalnya aku baru mendapat apertemen darinya.." ucap Rania.
Ferry melirik Rania dengan kaget.."Gila..lu.. kenapa gak bilang ke gue lu dibeliin Apertemen..?"
"kalau gitu, gadaikan saja suratnya, buat nambahin modal aku..?" ucap Ferry dengan nada membujuk.
Rania berfikir sejenak.." Ntar aku fikirkan.." ucap Rania.
"Emmm..apakah kau tidak ingin membalas kebaikanku, yang sudah memberimu uang..?" ucap Rania.
Ferry yang mengerti maksud Rania langsung beranjak bangkit "Tentu sayang..Mari ikut dengaku, aku akan membawamu terbang hingga kelangit" ucap Ferry sembari melangkah yang diikuti oleh Rania.
Rania bergelayut manja dilengan pria itu.."kemana kita sayang..?" ucap Rania.
"Kemanapun kau Mau.." ucap Ferry, sembari mencolek dagu Rania.
****
Amyra dan Ferry sudah berada di Apertemen milik Rania. mata Ferry tak henti-hentinya menatap seisi ruangan Apertemen. Dia berdecak kagum akan fasilitas mewah yang ada.
Ferry seperti sedang memikirkan sesuatu. Ia merencanakan sebuah siasat jahat untuk Rania.
Rania yang sudah tak sabar, langsung menyerang Ferry, dengan Hasrat menggebu Ia seperti singa lapar yang tak pernah terpuaskan. Rania adalah seorang pengidap hyper ***, Ia tak pernah terpuaskan hanya dengan Denny.
Ferry sudah mengetahui pribadi Rania, maka Ia lebih mengetahui dibanding Denny yang memacarinya.
bersama Denny, Rania tidak pernah melakukan penyatuan tubuh, mereka hanya sebatas berciuman dan saling raba saja. Denny selalu menolak jika selalu diajak berhubungan terlarang.
"ketika mengetahui Amyra mengandung, Rania merasa sakit hati, karena dengan mudahnya Denny melakukan itu, sedangkan padanya Ia selalu menolak. bahkan Rania pernah mencoba menjebaknya dengan menuangkan minuman keras dengan mencampur obat perangsang, namun tak juga berhasil.
Ia sangat mencintai Denny, Ia mendapatkan hatinya, namun tak mendapatkan tubuhnya. sedangkan Amyra, wanita malang itu, tak mendapatkan hati Denny, namun dalam sekejap mendapatkan tubuh pria yang amat dicintainya.
Rania sangat sakit hati, Ia tidak terima. apalagi Ia mengetahui jika Amyra mengandung anak Denny. itu membuatnya sakit.
setiap kali Rania menginginkan hubungan terlarang, namun Denny selalu menolak dengan alasan belum menikah. mereka hanya memuaskan satu sama lain, tanpa pernah melakukan yang lebih jauh.
Rania yang seorang pengidap hyper ***, mencari pelampiasan melalui Ferry, pria yang dikenalnya diclub malam. Ia selalu menuruti keinginan Ferry, hanya demi pemuasan hasrat semata.
mampir di karya author yang lain ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
suharwati jeni
dasar rania.
bikin deni mergoki rania dong thor
2024-06-26
0
ghina amd
Denny...kalo jadi nikah sama rania bukan cuma dpt pepesan kosong, tp bener2 jadi manusia yg merugi
2024-06-25
0
Bzaa
oooh ternyata Denny blm makan Rania
2024-04-20
0