"mas.. Minta untuk beli perlengkapan bayi donk mas." ucap Amyra pada suatu pagi.
Denny mengeluarkan uangnya dengan jumlah satu juta rupiah. " ne.. Sekalian untuk belanja kebutuhan sehari-hari" ucap Denny sembari memberikan uang tersebut diatas tempat tidur.
"oh iya, besok kita pindah dari sini. Kita ke apertemen saja." ucap Denny kepada Amyra.
Amyra menatap Denny sekilas. "apakah letak Apertemen itu dekat dari laundry..?" tanya Amyra.
"ya..sekitar 15 menitlah. " ucap Denny dengan santai.
Jangan lupa kamu kemasin barang-barang yang akan dibawa. " Denny mengingatkan. Lalu pergi berangkat bekerja.
Setelah Denny pergi bekerja, Lalu Ia bergegas untyk berangkat ke laundry. Sesampainya di laundry, Ia mencari Ana, lalu menyerahkan tanggung jawab laundry untuk hari ini saja.
"Na, mbak titip laundry ya.. Soalnya mbak mau pindahan rumah. Mungkin dua hari lagi mbak baru balik ke laundry." ucap Amyra kepada Ana, lalu menyerahkan kunci kasir dan kunci toko.
Setelah memberikan arahan kepada Ana, Ia ingin kembali kerumah. namun Ia teringat akan membeli perlengkapan untuk calon bayinya.
Menurut pemeriksaan usg, jika anak uang dikandungnya adalah perempuan. Maka Amyra akan membeli semua perlengkapan bernuansa pink.
Amyra pergi ke Mall untuk berbelanja keperluan calon bayinya. Setelah membayar dikasir, ternyata biayanya lebih dari yang dibayangkannya. Totalnya hingga 2 juta rupiah.
Amyra merasa kikuk, soalnya Ia hanya membawa uang 1 juta rupiah, itupun harus dibaginya untuk membeli sembako. Bahkan Ia lupa membawa uang lebih hasil selama bekerja.
saat itu seseorang sedang mengantri dibelakangnya. "hei mbak.." sapa seorang pria tampan dari arah belakangny, ternyata pria itu mengetahui isi dompet Amyra sudah kosong, katena Amyra membukanya dan tanpa sengaja pria itu melihatnya.
Amyra cuma membalas dengan nyengir. Rasanya malu bukan kepalang ketahuan uangnya kurang. "sini biar aku bayarin." ucapnya sembari menyodorkan minuman yang dibelinya kepada kasir lalu mengatakan kepada kasir akan membayar kekurangan uang Amyra. Ia menyerahkan kartu kreditnya.
Setalah Amyra mendapatkan barangnya,bIa menunggu di deoan Mall, menanti kedatangan pria itu, setelah melihatnya, Amyra menghampirinya. "terimakasih ya.. Nanti akan saya bayar hutang saya." ucap Amyra tulus.
"santai sajalah mbak. Masih ingat sama saya kan..?" ucap pria itu.
Amyra mencoba mengingatnya, memang seperti tmpak pernah bertemu, namun Ia lupa dimana.
"saya yang kemaren mau boncengin mbak waktu dijalan kemaren" Pria itu mencoba mengembalikan ingatan Amyra.
"oooo.. Iya saya lupa. Kalau begitu berapa nomor rekening kamu, nanti biar saya transfer hutang saya." ucap Amyra masih merasa tak enak.
"santai saja mbak, bagaimana kalau gantinya mbak saya ajak makan siang." ucap Pria itu. Amyra mencoba mempertimbangkannya.
"maaf, tapi hari saya benar-benar sedang tidak bisa. Tapi lain kali saya janji akan temenin kamu." jawab Amyra sungkan.
"oh ya sudah.. Tidak apa-apa mbak. Kalau begitu saya meminta nomor handphone mbakmya saja boleh..?" ucap pria itu lagi.
"ok..bolehlah." ucap Amyra, lalu memberikan nomor handphonenya kepada pria tampan itu.
Lalu Amyra berpamitan dan berlalu.
"sangat menarik, dan juga menantang.." ucap Pria tampan tersebut.
-----------
Sesampainya dirumah kontrakan, Amyra segera mengemasi barang-barangnya. Ia memasukkan semua pakaiannya kedalam koper besar dan begitu juga dengan pakaian Denny.
Setelah selesai, Amyra merebahkan yubuhnya diranjang, rasa lelah menghampirinya.
Lalu masuk sebuah pesan. "hai cantik.." isi pesan tersebut.
Karena nomor itu tidak dikenalnya. Maka Amyra mencoba mengabaikannya. Hingga akhirnya Amyra ketiduran.
Saat Ia terbangun, hari sudah sore. Perutnya terasa lapar. Ia segera memasak dan makan siang yang sudah kesorean.
Setelah itu Ia membersihkan dirinya. Lalu adzan ashar berkumandang. Amyra segeta melakukan kewajibannya, meskipun perutnya menghalangi pergerakannya, namun itu tak menjadi jalan untuk Ia melalaikan kewajibannya.
Amyra merasakan gerakan-gerakan lincah dari sang calon bayinya. Terkadang gerakan memutar dan menendang, terlihat siku tangan atau kakinya yang menekan didinding perutnya.
Amyra menatapanya dengan senyum manis.
Saat itu mendengar ada pesan masuk dari handphonenya, Ia melihat ada puluhan pesan masuk. "haah..siapa uang mengirimiku pesan sebanyak ini.?" Amyra berguman lirih.
Lalu Ia membukanya, dan Ia terperangah "astaghfirullah hal adzhim.. pesan sebanyak ini.? Apa ini dari pria uang menolongku tadi..?" Amyra berguman lirih.
Lalu Ia membalas pesan itu "maaf, baru balas. Tadi ketiduran" lalu Amyra mengirimkan balasnnya.
Tak lama kemudian, satu panggilan masuk, ternyata itu dari Denny suaminya.
"hallo mas.." jawab Amyra lembut.
"kamu siap-siap saja, mita malam ini juga pindahannya." ucap Denny datar. Lalu menutup telefonnya.
Amyra menghela nafasnya dengan kasar. Ternyata Denny itu tidak romantisnya sedikitpun kepadanya.
Amyra yang sedari tadi sudah mempersiapkan barang pindahannya, hanya bersantai saja.
Tak selang waktunsatu jam, Denny sudah berada di rumah. Ia lalu membawa koper-koper pakaian yang sudah dikemas oleh Amyra.
Saat Amyra ingin membawa kompor untuk memasak, Denny mencegahnya, karena disana sudah tersedia semua peralatannya.
Amyra hanya menggelengkan kepalanya. Ia merasa sayang untuk meninggalkan barang-barang itu.
----------
Mobil Denny berhenti disebuah apertemen mewah. Ia menyeret koper berisi pakaian miliknya, sedangkan Amyra menyeret koper miliknya beserta perlengkapan bayinya.
Mereka harus menggunakan lift untuk sampai kelantai 5 apertemen milik mereka.
Menaiki lift tentu membuat Amyra merasakan jantungnya serasa ingin copot. Ia mencengkram lengn Denny karena merasa takut.
Melihat tingkah Amyra, ada perasaan geli dihati Denny. Ia merasa jika istri yang dinikahinya secara terpaksa itu sangatlah polos sekali, sehingga naik lift saja ia ketakutan.
lutut Amyra serasa gemetaran, wajahnya pucat. Akhirnya Denny merasa iba juga. Ia menuntun Amyra menuju kamar apertemen mereka.
Amyra terperangah melihat isi dari apertemen tersebut. Baginya itu sangatlah mewah. Namun bagi Denny itu adalah hal yang biasa. Bahkan rumah milik papanya jauh lebih mewah dari apertemen ini.
Udara dingin yang berasal dari pendingin ruangan, membuat Amyra menggigil. Baginya kipas anhin saja sudah membuatnya merasa dingin, apalagi dengan AC. Sepertinya Ia harus terbiasa dengan alat pendingin itu.
Amyra mengemasi pakaiannya dan milik suaminya. Setelah itu memasak untuk makan malam.
Amyra menghidangkan makan malam itu kepada Denyy, meskipun suaminya bersikap acuh tak acuh, Ia tetap ingin menjadi istri yang baik bagi suaminya.
Denny memakan masakan yang dihidangkannya. Hal sekecil itu saja sudah membuat Amyra merasa senang.
Amyra mulai mengantuk. Ia berbaring ditepian ranjang. Ternyata rasa dingin dari AC membuatnya merasa tak nyaman. Namun karena rasa kantuk yang menderanya. Membuatnya tertidur dengan cara meringkuk seperti udang.
Denny yang baru saja selesai mandi, lalu mengganti pakaiannya dengan hanya menggunakan celana boxer ketat. Saat Ia sedang menyisir rambutnya dicermin Ia melihat Bayangan Amyra dicermin yang tertidur dengan cara meringkuk.
"apa dia kedinginan..?" Denny berguman lirih, lalu Ia menurunkan suhu AC tersebut. Sebenarnya Ia tidak bisa tidur dengan suhu yang tidak dingin. Namun entah mengapa Ia merasa kasihan melihat Amyra tidur dengan posisi meringkuk seperti itu.
Lalu Ia menghampiri Amyra yang sudah tidur terlelap, Ia mengambil bed cover lalu menutupkannya ketubuh Amyra. Ia memandang sejenak wajah itu. "sebenarnya kalau diperhatikan cantik" Denny berguman lirih.
Amyra tidur dalam posisi miring, karena perutnya yang membesar, menyulitkannya untuk tidur terlentang, dan itu juga dilarang bagi wanita yang hamil tua.
Amyra menggeliatkan tubuhnya, karena posisinya yang terlalu ditepian ranjang membuat Amyra terjatuh, lalu Denny menangkapnya. Dan menahan tubuh yang kini terasa semakin berat karena ada sang calon bayi disana.
Denny lalu mengangkat tubuh Amyra, Ia memindahkan Amyra di tengah ranjang. Ternyata Ia merasa khawatir jika Amyra terjatuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
V3
ternyata di balik sikap dingin nya Denny punya rasa iba dan kasihan jg yaa pd Amira
2022-09-24
4
V3
yaaaa ..... aku takut nya cowok yg bayarin Amira itu mo jd penggoda nih , hbs baru jg mulai chat sdh ngomong Cantik sgla 😱🤦🏻♀️🤦🏻♀️
2022-09-24
3
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
waduuh..Amyra punya penggemar baru niiih..😎😚
2022-09-23
5