Denny gelisah karena kejadian tak terduga saat dikamar mandi tadi.
Debaran dihatinya kian tak menentu. Tubuhnya panas dingin menahan hasrat yang tak tersalurkan.
Saat bersama Rania, Ia memang begitu menggebu. Namun saat ini Ia merasakan getaran yang tak biasa.
Rania memang cantik dan menawan. Dan kecantikan Rania itulah yang membuatnya percaya diri. Dimana penampilan Rania yang sexy dan menawan, akan membuatnya begitu bangga, dianggap dapat memiliki wanita idaman.
Bahkan Ia rela mengeluarkan kocek dalam jumlah besar, untuk meng-oplas Rania agar mendapatkan wajah secantik barbie. Denny telah mengupayakan penampilan Rania sebaik mungkin, sesuai keinginannya.
Denny menginginkan wanitanya seperti artis ibukota yang bisa merubah bentuk tubuh sesuai dengan impiannya.
Bahkan, dua buah melon milik Rania Ia tanamkan silikon agar terlihat lebih menarik.
Karena jika pergi bertemu dengan koleganya, Ia akan sangat merasa bangga, memiliki wanita yang cantik sempurna.
***
Amyra sudah menyelesaikan cuci piringnya, Ia merasa sangat mengantuk, lalu melangkah masuk ke kamar.
Perasaannya malam ini begitu berbunga, mesikpun Denny mengacuhkannya selama ini, namun akhirnya Ia memakan masakannya. Bahkan mengisi token listrik.
Hal sekecil itu mampu membuatnya merasa bahagia.
Amyra memasuki kamar. Mendengar handle pintu kamar ditarik, Denny membenahi duduknya menjadi berbaring. Ia berpura-pura tidur. Lalu Menarik selimut menutupi tubuhnya.
Amyra masuk kedalam kamar, lalu menutup kembali pintu kamar. Ia melangkah dengan hati yang begitu bahagia.
Ia melirik keranjang, mendapati suaminya telah tertidur. Entah perasaan dari mana, Ia memberanikan diri mendekati suaminya.
Amyra berjongkok disamping ranjang, menatapi wajah suaminya. Ia menyadari jika suaminya adalah pria yang tampan. Namun terlalu dingin padanya.
Sebulan pernikahan mereka, tak pernah sedikitpun Denny memandangnya. Ia sering memalingkan wajahnya jika sedang berpapasan dengannya. Seolah-olah dirinya begitu amat menjijikkan. Terkadang Ia harus mengelus dada, mendapati dirinya tak pernah dianggap ada.
Ia mengamati setiap inci wajah suaminya. Hidung mancung, bibir tipis nan sexy, kulit kuning langsat yang menambah ketampanannya begitu kontras.
Tanpa Ia sadari, jari telunjuknya menyusuri tiap lekuk wajah tampan itu. Tak dapat dipungkiri, peristiwa dikamar mandi tadi membuatnya bergejolak. Ia hanyalah manusia biasa yang memiliki naluri surgawi.
Namun Ia harus menelan keinginannya, karena itu hanya khayalan semata.
Malam pertama yang indah, seperti yang sering dikatakan orang tak pernah Ia rasakan. Karena suaminya tak menginginkannya.
Jemari Amyra berhenti pada bibir indah itu. "Jika tak dapat merasakan malam pertama, tak apa. Setidaknya aku merasakan bagaimana mengecup bibirnya." Ucap Amyra yang tak mampu menahan naluri hasratnya.
Memastikan suaminya sudah tertidur lelap, Ia mencuri ciuman itu. Menahannya hingga meresapinya. Takut jika suaminya tiba-tiba bangun, Ia segera beranjak ketepi keranjang sisi sebelah kiri.
Mereka satu ranjang, namun terpisah dua buah guling sebagai pembatasnya.
Amyra menarik selimutnya, mencoba memejamkan matanya. Bayangan dikamar mandi tak mampu hilang dari ingatannya.
Ia mencoba memaksa melupakannya, karena sampai kapanpun Ia takkan pernah mendapatkan impian bercinta bagi orang yamg sudah menikah.
Amyra menitikkan air matanya. Ia tak mengerti, mengapa harus terjebak dalam pernikahan ini. Sebenarnya Ia memiliki seorang kekasih. Namun karena kekasihnya belum cukup dalam hal financial, terpaksa mereka menunda rencana indah mereka.
Kekasih hatinya pergi merantau kekota lain, untuk mengumpulkan uang agar dapat melamarnya. Namun takdir berkata lain, ayahnya meninggal dunia dalam peristiwa naas karena menyelamatkan Rudi, yang kini menjadi ayah mertuanya.
Hidup sebatang kara dikota tanpa sanak keluarga, membuatnya menerima lamaran keluarga Rudi, untuk menikahi puteranyaYang bernama Denny. Ia sudah mencoba menghubungi zain kekasihnya. Namun sudah dua minggu Ia kehilangan komunikasi. Tak memiliki pilihan lain, Ia akhirnya menyetujui pernikahan itu.
Sampai kini Ia juga belum mengetahui keberadaan zain..
Seketika Amyra beristighfar, Ia tak mungkin membayangkan lelaki lain, sedangkan Ia sudah bersuami.
Ia membuang jauh perasaannya terhadap Zain. Meskipun Denny mengacuhkannya, namun Denny tetaplah suami yang harus dihormatinya.
Ia memejamkan matanya. Mencoba melupakan masalalunya. Perlahan dia terlelap dalam mimpinya.
****
Denny semakin panas dingin, perbuatan Amyra barusan membuatnya gelisah. Ia menarik selimut hingga kekepala. "Sialan banget ne si Amyra..buat aku panas dingin saja. Mana si adik minta jatah lagi..kalau sudah beginikan repot." Ucap Denny uring-uringan.
Ia mendengar Amyra sudah mendengkur halus. Ia bangkit, mondar mandir dengan adik kecilnya yang sudah bangun.
Ia mendekati Amyra, lalu memandangi wajah polos istri yang terpaksa dinikahinya.
"Enak saja, sudah bangunin adik kecilku, dia malah tidur tak bertanggung jawab." Ucap Denny kesal.
"Akan kupastikan kubalas kau.." ucap Denny yang ingin membalas mencuri ciuman. Namun belum sempat terlaksana, gadgetnya berdering, satu pesan WA masuk.
Ia membatalkan niatnya. Lalu membuka pesan WA, satu nama 'Rania' yang mengirimkan pesan tersebut.
Denny membukanya. "Hai sayang...ingat ya dengan sumpahmu..jangan sampai tergoda oleh istri kampunganmu itu." Isi pesan dari Rania. Mencoba mengingatkannya.
Denny membelalakkan matanya, lalu menepuk jidatnya. "Kenapa aku sampai lupa dengan sumpahku..?" Ucapnya dengan lirih. Lalu mencoba membaringkan tubuhnya, menghadap kepada tubuh Amyra yang tidur memunggunginya.
Ia mendengus kesal "..tidak...tidak...aku tak mencintainya, aku tak boleh tergoda olehnya. Ucap Denny kesal sampai keubun-ubun.
****
Denny telah sampai dikantornya pagi-pagi sekali. Ia sudah berulang-ulang menghubungi Rania agar segera menjemputnya. namun nomor gadis itu tak tersambung. akhirnya dengan hati kesal Ia memesan ojek online untuk mengantarkannya sampai kekantor.
sebuah pesan WA masuk, ada pemberitahuan, jika malam ini akan ada jamuan makan malam dari Rudy papanya. papanya meminta Ia membawa Amyra turut serta.
Denny menggaruk kepalanya, mau tidak mau Ia harus membawa Amyra memenuhi undangan makan malam dari papanya.
menolak papanya adalah hal yang sangat mengerikan Ia sangat hafal betul seperti apa sifat papanya.
apalagi papanya sangat menyayangi Amyra, menantunya itu.
"aku harus membelikan Amyra pakaian baru, tidak mungkin Ia datang kerumah papa dengan pakaian kucel seperti itu. bisa-bisa aku disembur papa nanti." ucap Denny berfikir keras.
lama Denny menanti Rania, namun gadis itu tak juga muncul.."apa yang sedang terjadi denganny..? mengapa nomornya hingga sekarang tidak aktif..?"semua pertanyaan itu muncul dibenaknya.
"apa sebaiknya aku aku berkunjung ke Apertemen saja ya..?mungkin saja Ia sedang sakit..?" Denny masih berperang dengan hatinya.
****
hari menunjukkan pukul 4 sore. Denny bergegas menyelesaikan pekerjaannya.Ia bingung harus menjenguk Rania atau membawa Amyra berbelanja pakaian. dengan keputusan yang matang Ia memilih membawa Amyra membeli pakaian, karena waktu yang tak dapat Ia bagi lagi.
Ia menghubungi Amyra terlebih dahulu, "Hallo Mir....kamu bersiap-siap, nanti akan ada ojek online yang jemput kamu. aku tunggu di Maal X. segera." ucap Denny dengan jutek.
****
Denny telah lama menunggu kedatanangan Amyra. 20 menit kemudian, Ia melihat ojek online yang membawa Istrinya. "terimakasih ya bang" ucap Amyra sembari tersenyum kepada abang ojek.
"sama-sama mbak.."ucap abang ojek. melihat Amyra yang bertegur sapa dengan abang ojek, entah mengapa Ia merasa kesal. dengan perasaan jengkel Ia menekan 3 bintang saja untuk kepuasan layanan jasa applikasi tersebut.
abang ojek merasa kecewa. Ia menancapkan gas motornya.
"lama banget sih kamu..?"ucap Denny kesal kepada Amyra.
"maaf Mas, tadi banyak pekerjaan." ucap Amyra lirih.
Denny mendengus kesal. "beneran kita mau belanja di Mall mas..? apa gak sayang..?kan mahal..? mending untuk beli beras saja uangnya..?" ucap Amyra polos. Ia sedang berfikir karena beras dirumahnya hanya tinggal untuk makan Ia esok.
"berisik banget sih kamu..malam ini ada undangan dari papa untuk makan malam, jadi kamu harus tampil sedikit rapi." ucap Denny dengan nada jengkel.
Amyra tampak murung.."minyak goreng dirumah juga habis mas..lauk pauk juga.." ucap Amyra dengan lirih.
Denny mengambil uang seratus ribu, lalu memberikannya kepada Amyra. "Ne...untuk belanja kamu seminggu. belajar berhematlah."ucap Denny dengan juteknya.
"ayo...masuk, hari sudah mulai senja. bisa kemalaman kita nanti." ucap Denny sembari beranjak masuk kedalam Mall.
Amyra celingukan memperhatikan setiap toko yang ada disana..entah mengapa matanya tertuju pada sebuah toko Arloji dengan merk terkenal. Ia menghampirinya. sebuah arloji untuk pria, berwarna hitam dengan harga bandrol yang fantastik, untuk seorang seperti Amyra. "sepuluh juta..?" ucap Amyra dalam hatinya.
Ia begitu menginginkan jam tangan itu untuk Denny. 11 bulan lagi adalah hari ulang tahun suaminya. Ia bertekad ingin membelikan arloji itu untuk kado ulang tahun Denny.
"heei...disini kamu rupanya, sampai letih aku cari kamu. menyusahkan saja" ucap Denny kesal.
Amyra sampai kaget mendengar omelan Denny. ternyata ulahnya yang singgah ke toko jam tersebut, membuatnya terpisah dari Denny. sehingga membuat Denny harus kebingungan mencarinya.
"ayo.." ucap Denny sembari menarik pergelangan tangan Amyra dengan kasar, menuju toko pakaian. sebuah toko pakaian yang menyediakan pakaian dengan diskon besar-besaran. itulah alasan Denny membawanya ke Mall, untuk mencari harga Diskon yang sedang diadakan oleh Mall tersebut.
"cepetan pilih..satu lembar saja." ucap Denny kesal. lalu Amyra menjatuhkan pilihannya sebuah jumpsuit motif kupu-kupu lengan pendek, dada serut.
"yang ini mas..." ucap Amyra.. dengan lirih.
"ya sudah, ayo bawa kekasir" jawab Denny tanpa menoleh, Ia sibuk menghubungi nomor Rania yang juga belum terhubung.
sesampainya di kasir dan menunggu antrian, Ia membayar notanya. lalu bergegas untuk pulang.
****
mereka tiba dirumah sudah senja. "buruan mandi, nanti kita kemalaman". ucap Denny. dengan nada perintah.
tetapi kamar mandi yang hanya satu, membuat mereka akan terlambat jika mandi bergantian.
Amyra masuk kekamar mandi, baru saja akan mengguyurkan air ketubuhnya, Ia mendengar pintu digedor dari luar. Ia yang hanya menggunakan underware tak menyadarinya.
Ia melangkah membuka pintu kamar mandi. "ada apa sih mas..?"ucap Amyra membuka pintu kamar mandi.
Denny yang melihat dua buah melon milik Amyra terperangah, Ia menelan salivanya. "lambat banget kamu mandinya." ucap Denny, lalu menyerobot masuk kamar mandi. dan Ia mandi dengan sangat terburu-buru.adik kecilnya mulai nakal untuk bangun.
tak ingin ketahuan Amyra, Ia buru-buru menyudahi mandinya, lalu membalut tubuhnya dengan handuk. Ia keluar dari kamar mandi dan menutup pintu dengan kasar.
Amyra segera menyudahi mandinya. Ia berfikir suaminya sedang marah karena Ia yang mandi begitu lamban.
***
Amyra mengenakan jumpsuit, pakaian pertama yang dibelikan oleh Denny. bandrol 125 ribu merupakan harga yang mahal untuknya. karena harga baju itu lebih mahal dari jatah belanjanya seminggu yang hanya 100 ribu saja dalam seminggunya.
Denny meliriknya. entah perasaan apa yang sedang ada dibenaknya. Ia melihat jam didinding telah menunjukkan pukul 7 malam. Ia harus bergegas sampai dirumah papa.
"ayo buruan...nanti kita terlambat." ucap Denny beranjak keluar dari kamar dan ikuti oleh Amyra.
didepan rumah sudah menunggu taxi online yang telah dipesan oleh Denny..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
suharwati jeni
rania lagi pacaran sama cowo lain
2024-06-25
0
ghina amd
kasian banget amyra, punya suami gak ada akhlak
2024-06-25
0
Alea
ngapaiiiin beli arloji buat dedemit itu
makan aja sussah kamunya
sedangkan dedemit itu biayain si kunti
2023-08-03
0