Undangan Makan Malam

Denny gelisah karena kejadian tak terduga saat dikamar mandi tadi.

Debaran dihatinya kian tak menentu. Tubuhnya panas dingin menahan hasrat yang tak tersalurkan.

Saat bersama Rania, Ia memang begitu menggebu. Namun saat ini Ia merasakan getaran yang tak biasa.

Rania memang cantik dan menawan. Dan kecantikan Rania itulah yang membuatnya percaya diri. Dimana penampilan Rania yang sexy dan menawan, akan membuatnya begitu bangga, dianggap dapat memiliki wanita idaman.

Bahkan Ia rela mengeluarkan kocek dalam jumlah besar, untuk meng-oplas Rania agar mendapatkan wajah secantik barbie. Denny telah mengupayakan penampilan Rania sebaik mungkin, sesuai keinginannya.

Denny menginginkan wanitanya seperti artis ibukota yang bisa merubah bentuk tubuh sesuai dengan impiannya.

Bahkan, dua buah melon milik Rania Ia tanamkan silikon agar terlihat lebih menarik.

Karena jika pergi bertemu dengan koleganya, Ia akan sangat merasa bangga, memiliki wanita yang cantik sempurna.

***

Amyra sudah menyelesaikan cuci piringnya, Ia merasa sangat mengantuk, lalu melangkah masuk ke kamar.

Perasaannya malam ini begitu berbunga, mesikpun Denny mengacuhkannya selama ini, namun akhirnya Ia memakan masakannya. Bahkan mengisi token listrik.

Hal sekecil itu mampu membuatnya merasa bahagia.

Amyra memasuki kamar. Mendengar handle pintu kamar ditarik, Denny membenahi duduknya menjadi berbaring. Ia berpura-pura tidur. Lalu Menarik selimut menutupi tubuhnya.

Amyra masuk kedalam kamar, lalu menutup kembali pintu kamar. Ia melangkah dengan hati yang begitu bahagia.

Ia melirik keranjang, mendapati suaminya telah tertidur. Entah perasaan dari mana, Ia memberanikan diri mendekati suaminya.

Amyra berjongkok disamping ranjang, menatapi wajah suaminya. Ia menyadari jika suaminya adalah pria yang tampan. Namun terlalu dingin padanya.

Sebulan pernikahan mereka, tak pernah sedikitpun Denny memandangnya. Ia sering memalingkan wajahnya jika sedang berpapasan dengannya. Seolah-olah dirinya begitu amat menjijikkan. Terkadang Ia harus mengelus dada, mendapati dirinya tak pernah dianggap ada.

Ia mengamati setiap inci wajah suaminya. Hidung mancung, bibir tipis nan sexy, kulit kuning langsat yang menambah ketampanannya begitu kontras.

Tanpa Ia sadari, jari telunjuknya menyusuri tiap lekuk wajah tampan itu. Tak dapat dipungkiri, peristiwa dikamar mandi tadi membuatnya bergejolak. Ia hanyalah manusia biasa yang memiliki naluri surgawi.

Namun Ia harus menelan keinginannya, karena itu hanya khayalan semata.

Malam pertama yang indah, seperti yang sering dikatakan orang tak pernah Ia rasakan. Karena suaminya tak menginginkannya.

Jemari Amyra berhenti pada bibir indah itu. "Jika tak dapat merasakan malam pertama, tak apa. Setidaknya aku merasakan bagaimana mengecup bibirnya." Ucap Amyra yang tak mampu menahan naluri hasratnya.

Memastikan suaminya sudah tertidur lelap, Ia mencuri ciuman itu. Menahannya hingga meresapinya. Takut jika suaminya tiba-tiba bangun, Ia segera beranjak ketepi keranjang sisi sebelah kiri.

Mereka satu ranjang, namun terpisah dua buah guling sebagai pembatasnya.

Amyra menarik selimutnya, mencoba memejamkan matanya. Bayangan dikamar mandi tak mampu hilang dari ingatannya.

Ia mencoba memaksa melupakannya, karena sampai kapanpun Ia takkan pernah mendapatkan impian bercinta bagi orang yamg sudah menikah.

Amyra menitikkan air matanya. Ia tak mengerti, mengapa harus terjebak dalam pernikahan ini. Sebenarnya Ia memiliki seorang kekasih. Namun karena kekasihnya belum cukup dalam hal financial, terpaksa mereka menunda rencana indah mereka.

Kekasih hatinya pergi merantau kekota lain, untuk mengumpulkan uang agar dapat melamarnya. Namun takdir berkata lain, ayahnya meninggal dunia dalam peristiwa naas karena menyelamatkan Rudi, yang kini menjadi ayah mertuanya.

Hidup sebatang kara dikota tanpa sanak keluarga, membuatnya menerima lamaran keluarga Rudi, untuk menikahi puteranyaYang bernama Denny. Ia sudah mencoba menghubungi zain kekasihnya. Namun sudah dua minggu Ia kehilangan komunikasi. Tak memiliki pilihan lain, Ia akhirnya menyetujui pernikahan itu.

Sampai kini Ia juga belum mengetahui keberadaan zain..

Seketika Amyra beristighfar, Ia tak mungkin membayangkan lelaki lain, sedangkan Ia sudah bersuami.

Ia membuang jauh perasaannya terhadap Zain. Meskipun Denny mengacuhkannya, namun Denny tetaplah suami yang harus dihormatinya.

Ia memejamkan matanya. Mencoba melupakan masalalunya. Perlahan dia terlelap dalam mimpinya.

****

Denny semakin panas dingin, perbuatan Amyra barusan membuatnya gelisah. Ia menarik selimut hingga kekepala. "Sialan banget ne si Amyra..buat aku panas dingin saja. Mana si adik minta jatah lagi..kalau sudah beginikan repot." Ucap Denny uring-uringan.

Ia mendengar Amyra sudah mendengkur halus. Ia bangkit, mondar mandir dengan adik kecilnya yang sudah bangun.

Ia mendekati Amyra, lalu memandangi wajah polos istri yang terpaksa dinikahinya.

"Enak saja, sudah bangunin adik kecilku, dia malah tidur tak bertanggung jawab." Ucap Denny kesal.

"Akan kupastikan kubalas kau.." ucap Denny yang ingin membalas mencuri ciuman. Namun belum sempat terlaksana, gadgetnya berdering, satu pesan WA masuk.

Ia membatalkan niatnya. Lalu membuka pesan WA, satu nama 'Rania' yang mengirimkan pesan tersebut.

Denny membukanya. "Hai sayang...ingat ya dengan sumpahmu..jangan sampai tergoda oleh istri kampunganmu itu." Isi pesan dari Rania. Mencoba mengingatkannya.

Denny membelalakkan matanya, lalu menepuk jidatnya. "Kenapa aku sampai lupa dengan sumpahku..?" Ucapnya dengan lirih. Lalu mencoba membaringkan tubuhnya, menghadap kepada tubuh Amyra yang tidur memunggunginya.

Ia mendengus kesal "..tidak...tidak...aku tak mencintainya, aku tak boleh tergoda olehnya. Ucap Denny kesal sampai keubun-ubun.

****

Denny telah sampai dikantornya pagi-pagi sekali. Ia sudah berulang-ulang menghubungi Rania agar segera menjemputnya. namun nomor gadis itu tak tersambung. akhirnya dengan hati kesal Ia memesan ojek online untuk mengantarkannya sampai kekantor.

sebuah pesan WA masuk, ada pemberitahuan, jika malam ini akan ada jamuan makan malam dari Rudy papanya. papanya meminta Ia membawa Amyra turut serta.

Denny menggaruk kepalanya, mau tidak mau Ia harus membawa Amyra memenuhi undangan makan malam dari papanya.

menolak papanya adalah hal yang sangat mengerikan Ia sangat hafal betul seperti apa sifat papanya.

apalagi papanya sangat menyayangi Amyra, menantunya itu.

"aku harus membelikan Amyra pakaian baru, tidak mungkin Ia datang kerumah papa dengan pakaian kucel seperti itu. bisa-bisa aku disembur papa nanti." ucap Denny berfikir keras.

lama Denny menanti Rania, namun gadis itu tak juga muncul.."apa yang sedang terjadi denganny..? mengapa nomornya hingga sekarang tidak aktif..?"semua pertanyaan itu muncul dibenaknya.

"apa sebaiknya aku aku berkunjung ke Apertemen saja ya..?mungkin saja Ia sedang sakit..?" Denny masih berperang dengan hatinya.

****

hari menunjukkan pukul 4 sore. Denny bergegas menyelesaikan pekerjaannya.Ia bingung harus menjenguk Rania atau membawa Amyra berbelanja pakaian. dengan keputusan yang matang Ia memilih membawa Amyra membeli pakaian, karena waktu yang tak dapat Ia bagi lagi.

Ia menghubungi Amyra terlebih dahulu, "Hallo Mir....kamu bersiap-siap, nanti akan ada ojek online yang jemput kamu. aku tunggu di Maal X. segera." ucap Denny dengan jutek.

****

Denny telah lama menunggu kedatanangan Amyra. 20 menit kemudian, Ia melihat ojek online yang membawa Istrinya. "terimakasih ya bang" ucap Amyra sembari tersenyum kepada abang ojek.

"sama-sama mbak.."ucap abang ojek. melihat Amyra yang bertegur sapa dengan abang ojek, entah mengapa Ia merasa kesal. dengan perasaan jengkel Ia menekan 3 bintang saja untuk kepuasan layanan jasa applikasi tersebut.

abang ojek merasa kecewa. Ia menancapkan gas motornya.

"lama banget sih kamu..?"ucap Denny kesal kepada Amyra.

"maaf Mas, tadi banyak pekerjaan." ucap Amyra lirih.

Denny mendengus kesal. "beneran kita mau belanja di Mall mas..? apa gak sayang..?kan mahal..? mending untuk beli beras saja uangnya..?" ucap Amyra polos. Ia sedang berfikir karena beras dirumahnya hanya tinggal untuk makan Ia esok.

"berisik banget sih kamu..malam ini ada undangan dari papa untuk makan malam, jadi kamu harus tampil sedikit rapi." ucap Denny dengan nada jengkel.

Amyra tampak murung.."minyak goreng dirumah juga habis mas..lauk pauk juga.." ucap Amyra dengan lirih.

Denny mengambil uang seratus ribu, lalu memberikannya kepada Amyra. "Ne...untuk belanja kamu seminggu. belajar berhematlah."ucap Denny dengan juteknya.

"ayo...masuk, hari sudah mulai senja. bisa kemalaman kita nanti." ucap Denny sembari beranjak masuk kedalam Mall.

Amyra celingukan memperhatikan setiap toko yang ada disana..entah mengapa matanya tertuju pada sebuah toko Arloji dengan merk terkenal. Ia menghampirinya. sebuah arloji untuk pria, berwarna hitam dengan harga bandrol yang fantastik, untuk seorang seperti Amyra. "sepuluh juta..?" ucap Amyra dalam hatinya.

Ia begitu menginginkan jam tangan itu untuk Denny. 11 bulan lagi adalah hari ulang tahun suaminya. Ia bertekad ingin membelikan arloji itu untuk kado ulang tahun Denny.

"heei...disini kamu rupanya, sampai letih aku cari kamu. menyusahkan saja" ucap Denny kesal.

Amyra sampai kaget mendengar omelan Denny. ternyata ulahnya yang singgah ke toko jam tersebut, membuatnya terpisah dari Denny. sehingga membuat Denny harus kebingungan mencarinya.

"ayo.." ucap Denny sembari menarik pergelangan tangan Amyra dengan kasar, menuju toko pakaian. sebuah toko pakaian yang menyediakan pakaian dengan diskon besar-besaran. itulah alasan Denny membawanya ke Mall, untuk mencari harga Diskon yang sedang diadakan oleh Mall tersebut.

"cepetan pilih..satu lembar saja." ucap Denny kesal. lalu Amyra menjatuhkan pilihannya sebuah jumpsuit motif kupu-kupu lengan pendek, dada serut.

"yang ini mas..." ucap Amyra.. dengan lirih.

"ya sudah, ayo bawa kekasir" jawab Denny tanpa menoleh, Ia sibuk menghubungi nomor Rania yang juga belum terhubung.

sesampainya di kasir dan menunggu antrian, Ia membayar notanya. lalu bergegas untuk pulang.

****

mereka tiba dirumah sudah senja. "buruan mandi, nanti kita kemalaman". ucap Denny. dengan nada perintah.

tetapi kamar mandi yang hanya satu, membuat mereka akan terlambat jika mandi bergantian.

Amyra masuk kekamar mandi, baru saja akan mengguyurkan air ketubuhnya, Ia mendengar pintu digedor dari luar. Ia yang hanya menggunakan underware tak menyadarinya.

Ia melangkah membuka pintu kamar mandi. "ada apa sih mas..?"ucap Amyra membuka pintu kamar mandi.

Denny yang melihat dua buah melon milik Amyra terperangah, Ia menelan salivanya. "lambat banget kamu mandinya." ucap Denny, lalu menyerobot masuk kamar mandi. dan Ia mandi dengan sangat terburu-buru.adik kecilnya mulai nakal untuk bangun.

tak ingin ketahuan Amyra, Ia buru-buru menyudahi mandinya, lalu membalut tubuhnya dengan handuk. Ia keluar dari kamar mandi dan menutup pintu dengan kasar.

Amyra segera menyudahi mandinya. Ia berfikir suaminya sedang marah karena Ia yang mandi begitu lamban.

***

Amyra mengenakan jumpsuit, pakaian pertama yang dibelikan oleh Denny. bandrol 125 ribu merupakan harga yang mahal untuknya. karena harga baju itu lebih mahal dari jatah belanjanya seminggu yang hanya 100 ribu saja dalam seminggunya.

Denny meliriknya. entah perasaan apa yang sedang ada dibenaknya. Ia melihat jam didinding telah menunjukkan pukul 7 malam. Ia harus bergegas sampai dirumah papa.

"ayo buruan...nanti kita terlambat." ucap Denny beranjak keluar dari kamar dan ikuti oleh Amyra.

didepan rumah sudah menunggu taxi online yang telah dipesan oleh Denny..

Terpopuler

Comments

suharwati jeni

suharwati jeni

rania lagi pacaran sama cowo lain

2024-06-25

0

ghina amd

ghina amd

kasian banget amyra, punya suami gak ada akhlak

2024-06-25

0

Alea

Alea

ngapaiiiin beli arloji buat dedemit itu
makan aja sussah kamunya
sedangkan dedemit itu biayain si kunti

2023-08-03

0

lihat semua
Episodes
1 Burhan
2 Tempe dan ikan Asin
3 Rasa itu
4 Undangan Makan Malam
5 Dilema
6 Setelah Malam itu
7 Berselisih
8 Perhatian dari yang lain
9 Garis Dua
10 Dia sudah bersuami pov Reno
11 Pov Amyra
12 Apertemen mewah untuk Rania
13 Pelanggan Tetap
14 Ngidam Tempe
15 pelanggan setia
16 Rania
17 Reno yang tak pernah kembali
18 Membeli perlengkapan bayi
19 Mulai Berubah
20 Tetanggaan
21 Rayuan
22 Melupakan Janji
23 Serbah Salah
24 Perlahan Hambar
25 Cemburu
26 Semakin Gencar
27 USG untuk pertama kalinya
28 Operasi Mendadak
29 Terperangah
30 Kunjungan Rudi dan Denada
31 Kembali ke Apertemen
32 Reno Yang Pernah Hilang
33 Ego
34 Harapan Yang Tersia
35 Dirumah Nenek
36 Kedatangan Tamu
37 Hampa
38 Buah Simalakama
39 Malam pertunangan
40 Kegelisahan Amyra
41 Kedatangan Seorang Pria
42 Identitas Rania
43 Pencarian
44 Sisa Rasa
45 Jebakan
46 Seperti Mengenal
47 Surat Cerai
48 Perjanjian Kontrak
49 Pertengkaran Kecil
50 pov Rudy
51 episode 51
52 episode 52
53 kaku
54 Adnan
55 episode 55
56 episode 56
57 episode 57
58 episode 58
59 episode 59
60 Sekian Persen
61 Hilang
62 Pemilik
63 Akankah
64 Pertama Bekerja
65 Tutor Nakal
66 Hati
67 Kesal dan Hancur PoV Rudi
68 Bertindak Cepat
69 Panik
70 Panik-2
71 Mual
72 Pertemuan Yang Menyebalkan
73 Semakin Kuat
74 Rasa Itu
75 Tak Biasanya
76 Therapy
77 Pindah
78 Pindah-2
79 Pindah-3
80 Rasa Cemburu
81 Berwajah Kesal
82 Kesal
83 Kesal Tak Berkesudahan
84 Rumah Kontrakan
85 Rencana
86 Rencana-2
87 Paksaan
88 Dilema Cinta
89 Liburan
90 Kesan Indah
91 Pencarian
92 Hubungan Baru
93 Panik
94 Panik-2
95 Bergerak
96 Heboh
97 Menghiba
98 Undangan Pesta
99 Pov Amyra
100 Kantor Polisi
101 Hilang
102 Operasi
103 Menjadi Tahanan
104 Permohonan
105 Sebal
106 Merana
107 Persidangan Ramli dan Donita/Renata
108 Pengakuan Renata/Donita
109 Merana-2
110 Merana-3
111 Bertemu
112 POV Reno
113 pov Reno-2
114 Pov Reno-3
115 Menata
116 Teror
117 Teror-2
118 Sabotase
119 Kuat
120 Awal
121 Tak Berdaya
122 Tertawa
123 Tak Tersentuh
124 Hikmah
125 Panas
126 Memulai
127 Memulai-2
128 Memulai-3
129 Memulai-4
130 Kejutan
131 Berubah
132 Gak Ada judul
133 Kejutan
134 Kejutan-
135 Memperbaiki dan Musibah
136 Karma
137 Karma-2
138 Menapaki
139 Karma-3
140 Hari Penuh Kegalauan
141 Renata
142 Kehidupan
143 episode 143
144 PoV Renata, awal perkenalan dengan Ramli
145 Tentang Rasa
146 Cemburu
147 Rudy
148 Memulai
149 Kepulangan
150 Kepulangan-2
151 Balada Cinta
152 Balada Cinta-2
153 Siapa Dia
154 Tetangga
155 Tak Terduga POV Denny
156 Semakin cinta
157 Lamaran
158 Pernikahan
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 episode 165
166 episode 166
167 Episode 167
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 179
180 Episode 180
181 episode 18
182 Epusode 182
183 Episode 183
184 Episode 184
185 Episode 185
186 Episode 186
187 Episode 187
188 Episode 188
189 Episode 189
190 Episode 190
191 Episode 191
192 Episode 192
193 Episide 193
194 Episode 194
195 Episode 195
196 Episode 196
197 Episode 197
198 Episode 198
199 Episode 199
200 Episode 200
201 Episode 201
202 Episode 202
203 Episode 203
204 Episode 204
205 Episode 205
206 Episode 206
207 Episode 207
208 Episode 208
209 episode 209
210 Episode 210
211 Episode 211
212 episode 212
213 Episode 213
214 Episode 214
215 Episode 215
216 Episode 215
217 Episode 217
218 episode 218
219 Episode 219
220 Episode 220
221 Episode 221
222 Episode 222
223 Episode 223
224 episode 224
225 episode 225
226 episode 226
227 episode 227
228 episode 228
229 episode 229
230 Episode 230
231 episode 231
232 Episode 232
233 Episode 233
234 Episode 234
235 Episode 235
236 episode 236
237 episode 237
238 episode 238
239 Episode 239
240 episode 240
241 episode 241
242 episode 242
243 episode 243
244 episode 244
245 episode 245
246 episode 246
247 episode 247
248 episode 248
249 episode 249
250 episode 250
251 episode 251
252 episode 252
253 episode 253
254 episode 254
255 episode 255
256 episode 256
257 episode 257
258 episode 258
259 episode 259
260 episode 260
261 episode 261
262 Episode 262
263 episode 263
264 Episode 264
265 episode 265
266 episode 266
267 episode 267
268 Episode 268
269 Episode 269
270 episode 270
271 episode 271
272 episide 272
273 episode 273
274 episode 274
275 episode 274
276 episode 276
277 episode 277
278 episode 278
279 episode 279
280 episode 280
281 epjsode 281
282 episode 282
283 episode 283
284 episode 284
285 pengumuman
286 Rilis season 2 skuel Hati yang tersakiti
Episodes

Updated 286 Episodes

1
Burhan
2
Tempe dan ikan Asin
3
Rasa itu
4
Undangan Makan Malam
5
Dilema
6
Setelah Malam itu
7
Berselisih
8
Perhatian dari yang lain
9
Garis Dua
10
Dia sudah bersuami pov Reno
11
Pov Amyra
12
Apertemen mewah untuk Rania
13
Pelanggan Tetap
14
Ngidam Tempe
15
pelanggan setia
16
Rania
17
Reno yang tak pernah kembali
18
Membeli perlengkapan bayi
19
Mulai Berubah
20
Tetanggaan
21
Rayuan
22
Melupakan Janji
23
Serbah Salah
24
Perlahan Hambar
25
Cemburu
26
Semakin Gencar
27
USG untuk pertama kalinya
28
Operasi Mendadak
29
Terperangah
30
Kunjungan Rudi dan Denada
31
Kembali ke Apertemen
32
Reno Yang Pernah Hilang
33
Ego
34
Harapan Yang Tersia
35
Dirumah Nenek
36
Kedatangan Tamu
37
Hampa
38
Buah Simalakama
39
Malam pertunangan
40
Kegelisahan Amyra
41
Kedatangan Seorang Pria
42
Identitas Rania
43
Pencarian
44
Sisa Rasa
45
Jebakan
46
Seperti Mengenal
47
Surat Cerai
48
Perjanjian Kontrak
49
Pertengkaran Kecil
50
pov Rudy
51
episode 51
52
episode 52
53
kaku
54
Adnan
55
episode 55
56
episode 56
57
episode 57
58
episode 58
59
episode 59
60
Sekian Persen
61
Hilang
62
Pemilik
63
Akankah
64
Pertama Bekerja
65
Tutor Nakal
66
Hati
67
Kesal dan Hancur PoV Rudi
68
Bertindak Cepat
69
Panik
70
Panik-2
71
Mual
72
Pertemuan Yang Menyebalkan
73
Semakin Kuat
74
Rasa Itu
75
Tak Biasanya
76
Therapy
77
Pindah
78
Pindah-2
79
Pindah-3
80
Rasa Cemburu
81
Berwajah Kesal
82
Kesal
83
Kesal Tak Berkesudahan
84
Rumah Kontrakan
85
Rencana
86
Rencana-2
87
Paksaan
88
Dilema Cinta
89
Liburan
90
Kesan Indah
91
Pencarian
92
Hubungan Baru
93
Panik
94
Panik-2
95
Bergerak
96
Heboh
97
Menghiba
98
Undangan Pesta
99
Pov Amyra
100
Kantor Polisi
101
Hilang
102
Operasi
103
Menjadi Tahanan
104
Permohonan
105
Sebal
106
Merana
107
Persidangan Ramli dan Donita/Renata
108
Pengakuan Renata/Donita
109
Merana-2
110
Merana-3
111
Bertemu
112
POV Reno
113
pov Reno-2
114
Pov Reno-3
115
Menata
116
Teror
117
Teror-2
118
Sabotase
119
Kuat
120
Awal
121
Tak Berdaya
122
Tertawa
123
Tak Tersentuh
124
Hikmah
125
Panas
126
Memulai
127
Memulai-2
128
Memulai-3
129
Memulai-4
130
Kejutan
131
Berubah
132
Gak Ada judul
133
Kejutan
134
Kejutan-
135
Memperbaiki dan Musibah
136
Karma
137
Karma-2
138
Menapaki
139
Karma-3
140
Hari Penuh Kegalauan
141
Renata
142
Kehidupan
143
episode 143
144
PoV Renata, awal perkenalan dengan Ramli
145
Tentang Rasa
146
Cemburu
147
Rudy
148
Memulai
149
Kepulangan
150
Kepulangan-2
151
Balada Cinta
152
Balada Cinta-2
153
Siapa Dia
154
Tetangga
155
Tak Terduga POV Denny
156
Semakin cinta
157
Lamaran
158
Pernikahan
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
episode 165
166
episode 166
167
Episode 167
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 179
180
Episode 180
181
episode 18
182
Epusode 182
183
Episode 183
184
Episode 184
185
Episode 185
186
Episode 186
187
Episode 187
188
Episode 188
189
Episode 189
190
Episode 190
191
Episode 191
192
Episode 192
193
Episide 193
194
Episode 194
195
Episode 195
196
Episode 196
197
Episode 197
198
Episode 198
199
Episode 199
200
Episode 200
201
Episode 201
202
Episode 202
203
Episode 203
204
Episode 204
205
Episode 205
206
Episode 206
207
Episode 207
208
Episode 208
209
episode 209
210
Episode 210
211
Episode 211
212
episode 212
213
Episode 213
214
Episode 214
215
Episode 215
216
Episode 215
217
Episode 217
218
episode 218
219
Episode 219
220
Episode 220
221
Episode 221
222
Episode 222
223
Episode 223
224
episode 224
225
episode 225
226
episode 226
227
episode 227
228
episode 228
229
episode 229
230
Episode 230
231
episode 231
232
Episode 232
233
Episode 233
234
Episode 234
235
Episode 235
236
episode 236
237
episode 237
238
episode 238
239
Episode 239
240
episode 240
241
episode 241
242
episode 242
243
episode 243
244
episode 244
245
episode 245
246
episode 246
247
episode 247
248
episode 248
249
episode 249
250
episode 250
251
episode 251
252
episode 252
253
episode 253
254
episode 254
255
episode 255
256
episode 256
257
episode 257
258
episode 258
259
episode 259
260
episode 260
261
episode 261
262
Episode 262
263
episode 263
264
Episode 264
265
episode 265
266
episode 266
267
episode 267
268
Episode 268
269
Episode 269
270
episode 270
271
episode 271
272
episide 272
273
episode 273
274
episode 274
275
episode 274
276
episode 276
277
episode 277
278
episode 278
279
episode 279
280
episode 280
281
epjsode 281
282
episode 282
283
episode 283
284
episode 284
285
pengumuman
286
Rilis season 2 skuel Hati yang tersakiti

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!