Amyra menatap halaman depan ruko. Ia menatap dengan tatapan nanar.
"kemana pemilik ruko ini..? mengapa tidak pernah kembali..?" Amyra berguman lirih.
sudah sekian bulan lamanya Ia memegang kendali ruko dengan usaha laundry tersebut. namun tak ada tanda-tanda Reno kembali.
"Mbak..ini packingnya dijemput nanti sore. pelanggan kulkas itu mbak." ucap Ana mengingatkan.
Amyra tersentak dari lamunannya. Ia menoleh kearah Ana. "ya..letakkan saja disana Na.." ucap Amyra sembari menunjuk laci-laci kabinet tanpa tutup.
Ana mematuhi perintah Amyra. setelah itu Ia menghampiri Amyra. "mbak ngelamuni apaan sih..? koq kelihatannya gelisah banget..?" ucap Ana dengan penasaran.
Amyra menghela nafasnyandengan berat.."itu lho Na.. bos kita koq gak pernah nongol lagi..? apa dia lupa dengan usahanya ini..?" ucap Amyra dengan lirih.
"jangan-jangan Ia sudah tewas diperjalanan." ucap Ana seenaknya.
"huuus..!! gak baik ngomongin orang begitu.." ucap Amyra menyela.
"hehehe.. abisnya gak pernah nongol lagi sih mbak.." ucap Ana adal ceplos saja.
Amyra mencerna ucapan Ana. "apa mungkin juga yang diucapkan Ana benar.?" Amyra berguman dalam hatinya.
"ya udah mbak.. kita tetap bekerja saja, mana tau si bos nongol tiba-tiba.." celetuk Ana sembari berlalu.
Amyra mendengus kesal. Ia membuka laci kasir, saat itu Ia melihat sebuah paket skin care yang ditinggalkan Reno untuknya. Amyra meraihnya. kira-kira ini cocok gak ya untuk ibu hamil .? " ucap Amyra penasaran.
" ntar sore sebaiknya aku bawa pulang saja, trus aku cobain deh.." ucap Amyra penasaran. selama ini Ia tidak pernah memakai skin care apapun.
----------
hari menjelang sore. para karyawan yelah kembali pulang. kali ini Amyra kesorean lagi menunggu pelangganya.
dari kejauhan tampak seorang wanita cantik memgendarai sepeda motor matiknya. wanita cantik itu datang untk mengambil laundry.
sesampainya didepan kasir, Ia menatap Amyra penuh makna. setelah Amyra menyerahkan laundrynya, tanpa sengaja Ia menyentuh jemari Amyra, lalu dengan refleks Amyra menariknya.
Amyra merasa bergidik dengan perlakuan wanita tersebut. Meskipun wanita itu tak pernah berbicara padanya, namun setiap kali Ia memeperhatikan Amyra, seperti memiliki makna yang tersembunyi. Amyra mempercepat pekerjaannya.
"maaf mbak..kami sudah tutup." ucap Amyra, mengusir secara tak langsung.
wanita cantik itu hanya tersenyum datar lalu beranjak pergi.
Amyra merasa bergidik dengan kejadian barusan. Ia segera menutup pintu ruko, dan tak lupa mengambil satu paket skin care tersebut.
Amyra menunggu angkot, namun tak ada satupun yang melintas. Ia berjalan menyusuri tepian jalan raya. semabari sesekali melirik kearah belakang, mungkin saja ada angkot yang masih melintas.
dari kejauhan, Denny sedang menyetir dengan kecepatan sedang. Ia baru saja memgantar Rania yang melalukan terapi diklinik kecantikan.
Ia melihat wanita yang sedang berjalan tertatih. "apa itu Amyra..?" Ia berguman dengan lirih.
Ia melambatkan laju mobilnya, lalu menoleh kearah wanita yang sedang berjalan tersebut.
"haah..! beneran Amyra..! mengapa Ia pulang sesore ini..?" Ia berguman lirih.
tampak seorang pria tampan menghampiri Amyra dengan menggunakan sepeda motor.
"mau kemana mbak..?" sapanya dengan ramah.
"ke kontrakan "A" sebut Amyra polos.
"wah..kita satu arah mbak.. mau barengan? soalnya sudah mau hampir maghrib. gak baik wanita hamil berjalan di waktu senja" ucap Pria tampan itu polos.
Amyra berfikir sejenak. jika tak menumpang, Ia akan kemalaman dijalan, jika menumpang, Ia tidak mengenali pria tersebut. "tetapi sepertinya pria ini tulus untuk menolong." Amyra berguman dalam hatinya.
"tapi bener, gak ngerepotin kamu..?" ucap Amyra memastikan.
"ya enggaklah mbak..bukankah sesama manusia harus saling tolong menolong" ucap pria itu dengan ketulusan.
dari kejauhan Denny yang hendak meninggalkan Amyra segera memutar mobilnya. "sial..siapa pria itu..? apa diam-diam Amyra punya selingkuhan ditempatnya bekerja..?" Denny mengumpat dalam hatinya. mobilnya lalu menghampiri Amyra yang akan menaiki sepeda motor sport tersebut.
[tiiiiinnnn..] suara klakson mobil Denny mengagetkan Amyra dan pria tampan tersebut. lalu Denny membuka kaca mobil bagian depannya. " masuk.." ucapnya dengan nada ketus.
Amyra terperangah melihat Denny yang berada disisi kirinya.
dengan perlahan Ia berpamitan kepada Pria tampan tersebut "makasih atas niat baiknya mas.. tetapi itu suami saya. "ucap Amyra dengan perasaan sungkan.
"masuuuuk..malah ngobrol lagi.." Denny sedikit berteriak.
pria tampan itu hanya tersenyum melihat sikap kekanak-kanakan pria dalam mobil yang disebut suami wanita yang hendak ditolongnya.
Amyra segera memasuki mobil Denny. baru kali ini Ia merasakan menaiki mobil Denny.
dengan perasaan jengkel, Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Amyra merasa ketakutan.
"mas...pelan-pelank saja mas.. Amyra takut nika mas membawa mobilnya seperti ini.." ucap Amyra dengan gemetar.
wajah Denny terlihat sangat kesal. entah mengapa perasaannya begitu marah ketika melihat Amyra hendak berbonceng dengan pria tampan tersebut.
"siapa dia..?" ucap Denny dengan kesal.
"si..siapa..?" ucap Amyra dengan terbata. Ia tidak pernah melihat Denny semarah itu padanya.
"pria yang hendak memboncengmu..?" ucap Denny sembari menatap Amyra dengan kesal.
"oooohh.. aku tidak kenal.." ucap Amyra seenaknya.
Denny mengernyitkan keningnya, lalu membulatkan matanya. "tidak kenal..? lalu mengapa kamu mau diboncengnya kalau tidak kenal..?
"abisnya aku kesorean, angkot sudah tidak ada yang lewat." ucap Amyra jujur.
"trus..kalau misalnya kamu dibawa lari.?" ucap Denny dengan sengit.
"ya biarkan saja.. apa peduli Mas pada Amyra ? bahkan jika aku mati sekalipun mas tidak akan peduli." ucap Amyra meluncur begitu saja.
"kaauu..!! sudah mulai membantah sekarang ya..?" ucap Denny dengan kesal.
Amyra diam tak bergeming. selama ini Ia merasakan kika pernikahannya hanya sebuah perjanjian diatas kertas. tanpa ada keharmonisan cinta dari suaminya.
-------
Amyra memasuki kamarnya. Ia akan segera bersuci dan berwudhu. setelah itu Ia melaksanakn shalat maghribnya. meskipun perutnya sedikit menghalangi pergerakannya, namun tak membuatnya untuk meninggalkan kewajibannya.
Denny yang sedari tadi merasa kesal, hanya memandangi Amyra dengan tatapan tajam. "mengapa aku marah dia dekat dengan.pria lain..? ah mada bodoh ucapnya." lalu pergi untuk mandi.
setelah melakukan kewajiban shalatnya, Amyra ingin mandi, meskipun tidak baik untuk kesehatannya, namun Ia mencoba mandi dengan air hangat.
setelah mempersiapkan semua perlengkapannya Ia memulai ritual mandinya. Ia menggosk tubuhnya dengan lulur aroma sakura. membuatnya merasakan rileks.
ternyata aroma dari lulur tersebut menyeruak kedalam kamar. Denny meresapi aroma lulur yang menenangkan.
Amyra keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang sangat pendek. dengan perut perutnya yang membuncit, tentu handuk tersebut tak mampu menutupi selyruh tubuhnya. hingga tanpa sadar, sekelumit area sensitifnya mengintip keluar dari balik handuk.
Ia berjalan tertatih dari kamar mandi. perut buncitnya membuat Ia sedikit kesusahan berjalan.
Denny yang tanpa sengaja melirik ke arah Amyra, mearasakan jakunnya naik turun. "ne orang sengaja menggodaku atau gimna sih..? mana si otong gak bisa diajak kompromi lagi..?" Denny mendengus kesal.
saat Amyra membungkuk mengambil pakaian gantinya, Denny tak mampu menahan hasratnya. Ia mendekap Amyra dari belakang. "heei..mas..apa-apaan kamu..?" ucap Amyra meronta ingin melepas diri.
"kenapa..? ini hukuman bagi kamu yang sudah mencoba-coba selingkuh." ucapnya beralibi. lalu Ia membopong tubuh Amyra keatas ranjang. dengan sedikit perasaan lembut Ia membaringkan tubuh Amyra, lalu melampiaskan hasratnya. hingga mencapai puncak surgawi.
Amyra mendengus kesal. "kamu melakukannya hanya sebagai pelampiasan mas, bukan karena cinta.." Amyra berguman dalam hatinya, dengan perasaan yang teramat pedih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
ghina amd
sabar amira...pasti ada balasan buat suami durhaka mu itu
2024-06-25
0
Bzaa
aku kok gak ridho ya kl Denny jdi baik sama amyra😉☺️
2024-04-20
0