Amyra sedang sibuk dengan pekerjaannya. Ia menyetrika dengan semangat. karena semakin banyak Ia mendapat jumlah kilonya, maka makin besar Ia mendapatkan pendapatannya.
Ia bekerja dengan penuh semangat. Ia harus mengumpulkan banyak uang. agar dapat membeli arloji untuk hadiah ulang tahun Denny yang tinggal sepuluh bulan lagi.
meskipun suaminya tidak begitu peduli dengannya, namun rasa cinta telah tumbuh dihatinya. hal itu yang membuatnya bertahan pada pernikahannya.
"mbak..mau beli skincare gak..?"ucap Ana kepada Amyra.
Amyra yang sibuk dengan setrikaannya menghentikannya sekejab. lalu menoleh pada Ana sahabat barunya. "skincare..? mahal gak Na..?" Ucap Amyra penasaran.
"emmm..lumayan sih mbak..satu paketnya 250 ribu..kalau mbak mau, besok akan saya bawakan." ucap Ana sembari terus menyetrika.
Amyra berfikir sejenak." emmm...nanti saya fikirkan ya dik Ana.." ucap Amyra dengan senyum datar. baginya membeli skincare dengan harga 250 ribu sangatlah mahal.
Ia sedang berusaha mengumpulkan pundi-pundi uang untuk membeli kado ultah Denny, serta untuk tabungannya.
baginya membeli kado ultah Denny sangatlah utama baginya.
****
waktu menunjukkan pukul 12 siang. Ia dan rekannya sedang makan siang, untuk menghemat keuangan, mereka membawa bekal dari rumah masing-masing. saat makan siang bersama, akan terasa rasa kebersamaan. saling berbagi lauk dan bercengkrama. hal itulah yang membuat Amyra betah bekerja, karena Ia mendapatkan teman berbagi.
saat itu Reno datang membawa 8 cup minuman boba. memberikannya kepada para anggota karyawannya. namun yang berbeda ialah, cup milik Amyra dengn ukuran jumbo. "ini minuman buat mbak Amyra.."ucapnya, sembari memberikan cup minuman itu. Amyra menerimanya dengan kikuk, sebab cup miliknya berbeda dengan yang lainnya.
mata para karyawan lainnya memandang dengan tatapan penuh arti. Amyra merasa serba salah."emmmm..makasih mas Reno.."ucapnya dengan datar.
Reno tersenyum, lalu berlalu dari hadapan para karyawannya.
Amyra menyudahi makannya. Ia menyedot minumannya. segar..ya itu yang iya rasakan. karena sangat jarang sekali Ia dapat merasakan makanan ayau minuman yang lezat.
****
seluruh karyawan telah selesai dengan pekerjaannya, namun Amyra sedikit terlambat. karena Ia mengambil lembur 5 kg lagi agar Ia mendapatkan 100 ribu untuk hari ini.
setelah pukul 6 sore, Ia menyelesaikan pekerjaannya. rasa penat dan lelah ditubuhnya begitu mendera. namun Ia tetap berusaha untuk tetap besemangat mengumpulkan pundi-pundi uangnya.
Ia berpamitan kepada Reno sang bos nya. setelah mendapatkan upahnya, Amyra bergegas pulang. Ia mencari angkot. karena hampir sore, Ia sulit mendapatkan angkot. lalu Ia memutuskan untuk berjalan kaki, sembari mencari angkot yang melintas.
saat berjalan sejauh 100 meter dari tempatnya bekerja, Ia ingin menyeberangi jalan untuk membeli seporsi lotek untuk menu makan malamnya.
namun, saat akan menyeberangi jalan, Ia merasakan kepalanya seperti pusing, mendadak pemandangan kabur, lalu tiba-tiba...[bruuuuuukh..] Amyra limbung dan hampir saja tertabrak sebuah mobil yang sedang melintas.
pemilik mobil melakukan pengereman mendadak..[ciiiiiiit....]suara rem itu mencicit dengan sangat kuat. sehingga mengundang perhatian warga yang berada disekitar lokasi dan warga yang sedang melintas.
mereka berkerumun melihat Amyra yang sedang pingsan. "sial.." umpat Denny dari dalam mobil. saat ini Ia sedang bercumbu dengan Rania. Ia memgambil alih untuk menyetir.
"hah...kamu menabrak orang..jika sampai mati akan menyulitkanmu."Ucap Rania dengan kesal.
"diamlah..apa kau fikir aku yang menabraknya..dia yang menyeberang yidak melihat dulu..."ucap Denny dengan kesal.
seorang warga mengetuk pintu mobil, meminta agar Denny segera keluar untuk bertanggung jawab atas perbuatan yang tak dilakukannya.
untuk menghindari amukan massa, Ia mengalah untuk keluar.. namun tidak untuk Rania, Ia memilih untuk didalam mobil.
Denny keluar dari mobil dengan mengangkat kedua tangan pertanda Ia menyerah dan tak bersalah.
Ia melihat wanita yang hampir saja menjadi korban tabrakan dengan mobilnya. Ia mendekati wanita yang tak sadarkan diri terbaring dijalan tersebut.
"hah..Amyra..? kenapa kamu sampai pingsan ditengah jalan segala sih...? "ucapnya sembari membangunkan Amyra, namun tak sadarkan diri juga.
"apakah napak mengenalnya..?" ucap salah seorang warga.
Denny menganggukkan kepalanya.."Iya..dia istri saya..ya sudah..saya akan membawanya kerumah sakit. ucap Denny sembari meembopong tubuh Amyra, warga membubarkan diri setelah mengetahui bahwa Denny adalah suami korban.
Rania uang melihat bahwa korbannya adalah Amyra menjadi kesal, karena Ia melihat Denny seperti ada perasaan khawatir terhadap istri kampungannya itu.
Denny membopong tubuh Amyra kedalam mobil bagian tengah. setelah didalam mobil, Ia meminta Rania menyetir untuk membawa Amyra kerumah sakit.
"kerumah sakit Ran.." ucapnya dengan nada perintah.
Rania melongo memdengar ucapan Denny.."ha...? aku yang harus menyetir membawanya kerumah sakit..? gak..akan." ucap Rania menolak.
"sudahlah Rania..! jangan berdebat lagi.. emang kamu mau jika diamuk massa..? ucap Denny kesal.
akhirnya dengan terpaksa Rania menyetir mobilnya.
****
"selamat ya pak...bapak mendapatkan kabar baik, jika bapak sebentar lagi akan mendapatkan momongan.." ucap seorang dokter.
Denny dan Rania saling tatap. Rania menatap penuh amarah. setelah dokter memberikan penjelasan dan resep obat, Ia permisi dan berlalu pergi.
kini tinggal Amyra yang masih terbaring tak sadarkan diri, beserta dua orang yang masih saling tatap dengan sejuta pertanyaan.
Rania menarik tangan Denny keluar ruangan dengan kasar.
Rania mengacak kasar rambutnya.."tolong...jelaskan padaku..? apa ini..? mengapa Ia sampai mengandung..? jelaskan..?!" ucap Rania dengan emosi..
Denny menundukkan kepalanya. "aku terpaksa dan tak punya pilihan.."ucap Denny.
"bulshit..apa aku mempercayai ucapanmu..?! atau kau memang mulai tertarik padanya..?!" ucapnya dengan tawa mengejek.
Denny menggelengkan kepalanya.."aku bersumpah..aku tak mencintainya..ini hanya katena paksaan papa..Ia mengancamku jika aku tak memberikannya cucu, maka semua asetku akan ditariknya. tolong mengerti aku sayang..apakah kau mau semua kemewahan yang ada padamu akan ikut disita..?" ucap Denny mencoba membujuk Rania yang sedang emosi.
Rania yang sedang emosi, beranjak dari rumah sakit dan menuju parkiran. Denny mencoba mengejarnya, dan meninggalkan begitu saja Amyra yang masih tak sadarkan diri diruang pasien.
saat ini Denny sibuk membujuk Rania sedang ngambek didalam mobil. "please Rania..mengerti aku..aku terpaksa..hanya kamu dihatiku.." ucap Denny dengan segala rayuannya.
Rania menyandarkan kepalanya disandaran mobil. "antarkan aku pulang..sekarang!.."ucapnya dengan kesal.
Denny mengangguk lalu melajikan mobilnya menuju apartemen miliknya. setelah itu Ia membawa mobil bersamanya.
Ia berniat menjemput Amyra tanpa sepengetahuan Rania.
Amyra tersadar dari pingsannya. Ia menatap kesekeliling ruangan. Ia bingung mengapa Ia berada di dalam ruangan pasien rumah sakit.
Ia berjalan keluar ruangan. lalu menuju koridor rumah sakit dan berniat pulang. Ia memesan taxi online. uang hasil menyetrika terpaksa berkurang untuk membayar ongkos taxi.
saat Ia bertanya kepada receptionis tentang biaya perobatannya katanya sudah ada yang membayarnya, namun orang tersebut merahasiakan namanya.
****
Denny sampai dirumah sakit, Ia berlari keruangan tempat Amyra dirawat. saat membuka ruangan tempat Amyra dirawat Ia mendapati Amyra tak lagi diruangannya.
Denny mencoba bertanya kepada resceptionis kemana pasien yang ada dikamar tersebut, petugas itu menyatakan jika Amyra sudah pergi beberap menit yang lalu menggunakan taxi online.
Denny menanyakan berapa biaya perawatan Amyra. namun hal yang mengejutkan jika biaya sudah dilunasi oleh seseorang yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Denny menjadi penasaran dengan orang tersebut. "siapa yang membayar biaya perobatan Amyra..?" ucap Denny penasaran.
Ia melangkah pergi meninggalkan rumah sakit.
disudut koridor, tanpa sepengetahuan Denjy, seorang pemuda tampan sedang menatapnya. Ia menatap penuh dengan kekesalan, namun bersikap tenang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
suharwati jeni
akhirnya reno tau klo amyra sdh punya suamii.
baguslah
2024-06-25
0
ghina amd
pasti Reno
2024-06-25
0
Nnacren
apakah,,,itu,, bos ,, amyra?
2022-12-08
2