Denny memasuki mobil yang dikendarai Rania dengan wajah masam. Ia sangat kesal karena semalaman Rania tak dapat dihubunginya.
"jangan cemberutlah sayang..semalam handphone aku terjatuh dan rusak, jadi aku bawa ke counter untuk dibenahi." ucap Rania manja.
Ia mengelus pundak Denny. lalu memberikan kecupan dipipi Denny.
Denny masih diam tak bergeming. Rania melajukan mobilnya. menuju kantor. mereka berjalan beriringan tanpa berbicara satu sama lainnya.
mereka memasuki lift. didalam lift Rania mencoba merayu Denny agar tak lagi marah dengannya. Ia mencumbu Denny dengan lihainya.
pintu lift terbuka, Rania mengjentikan cumbuannya. lalu Denny berjalan masuk kedalam ruang kerjanya. Rania yang juga merangkap menjadi sekretarisnya. Ia mengikuti Denny masuk keruang kerja. Denny masih marah padanya.
"ayolah sayang..jangan marah seperti ini..? aku kan sudah meminta maaf.." ucap Rania dengan genitnya.
namun Denny tak menggubrisnya. Ia sibuk dengan membuka laptopnya, mengerjakan tugasnya. Rania mencoba merayunya dengan cumbuan mesra, namun Denny masih kesal.
lihainya Rania dalam permainanannya, membuat Denny menyerah pada sikap diamnya. akhirnya Ia menanggapi cumbuan Rania.
Namun entah mengapa, Ia terbayang wajah Amyra saat bercumbu mesra bersamanya tadi malam.
meskipun Amyra tak selihai Rania, namun pesona Amyra menganggu fikirannya. Ia menyudahi cumbuannya tanpa penuntasan.
Rania menaruh curiga kepada Denny. Ia merasa Denny mulai berubah. Rania kecewa karena tak mendapatkan puncak surgawinya hari ini.
"sepertinya kamu mulai menyukai istri kampunganmu itu..?"ucap Rania dengan selidik.
Denny menoleh kearah Rania. "gak akan..aku tidak mencintainya." ucap Denny kesal. seharusnya Ia marah kepada Rania karena semalaman tak memberinya kabar. lalu mengapa berbalik dia yang marah.
"buktinya kamu tidak menuntaskan permainan kita."ucap Rania sembari membenahi pakaiannya.
"awas saja jika kamu sampai tergoda padanya." ancam Rania.
"ingat ya sayang..kamu sudah berjanji akan menikahiku..?" ucap Rania mengingatkan.
Denny hanya terdiam tak menanggapi ucapan Rania. Ia seperti buah simalakama. tapi Ia meyakinkan hatinya jika tak akan tergoda dengan Amyra.
"aku akan menikahimu..tapi bukan sekarang. beri aku waktu.." ucap Denny. lalu melanjutkan pekerjaannya.
Rania melangkah keluar dari ruangan Denny, namun Ia mengucapkan kata "jangan buat aku lama menunggu", lalu Ia melangkah keluar dari ruangan Denny.
Denny memggaruk kepalanya yang tak gatal. lalu bersandar pada kursi. Ia teringat akan dua bola mata indah dengan bulu mata lentik alami milik Amyra. mata itu penuh dengan pesona.
namun sesaat, Denny membuang jauh semua ingatannya terhadap Amyra. Ia telah bersumpah tidak akan mencintai Amyra.
****
Denny pulang kerumah dengan sedikit kesal. Ia masih bertikai dengan Rania. bahkan Ia pulang dengan menaiki taxi online.
sesampainya dirumah, Ia mendapati Amyra sedang membersihkan kamar. Ia begitu telaten dalam membersihkan rumah. semua terta rapi.
Denny memasuki kamar, lalu mengganti pakaiannya. Ia hanya menggunakan celana boxer dan bertelanjang dada. memamerkan tubuh kekarnya.
"sudah pulang mas..?" sapa Amyra lembut.
"hem.." hanya itu yang keluar dari mulut Denny, tanpa menoleh sedikitpun. seolah wajah Amyra sangat menjijikkan baginya.
Amyra mencoba melirik suaminya. wakah tampan itu begitu mendebarkan hatinya.
Denny duduk bersandar ditepian ranjang. asyik bermain gadgetnya. Amyra yang merasa diacuhkan mencoba menahan perasaannya..
Ia menghela nafas beratnya. setelah Ia selesai menata kamarnya, Ia beranjak kedapur. Ia memgambil sedikit uang tabungannya dari hasil melaundry hari ini. Ia membeli mie instant saat membayar hutang diwarung buk dhe. sudah lama sekali Ia ingin masak mie instan. namun baru hari ini keuturutan.
Amyra memasak mie instant dengan telur ceplok. harum masakan saat menumis bumbu, mengganggu penciuman Denny yang asyik dengan gadgetnya.
rasa lapar meronta-ronta diperutnya. namun Ia malu untuk meminta mie instant tersebut.
Amyra masuk kekamar membawa dua piring mie instan. lengkap dengan topping telur ceplok dan bawang goreng.
Amyra meletakkan seporsi di meja nakas dekat Denny." dimakan mas mie tumisnya. " ucap Amyra. lalu Ia beranjak ke sisi kanan ranjang. makan dengan duduk diatas lantai. setelah selesai makan, Ia kembali kedapur untuk mencuci piring.
Ia mempercepat cucian piringnya. Ia ingin segera tidur, karena esok akan kembali bekerja di laundry.
Ia sengaja merahasiakan pekerjaannya dari suaminya.
Ia masuk kekamar, Ia melirik Denny belum juga menyentuh makanannya. ada sedikit luka dihatinya. Ia berfikir suaminya akan menyayanginya setelah malam pertama itu. namun sepertinya hanya panggang jauh dari api.
harapan kosong semata.
Amyra membaringkan tubuhnya disisi ranjang kanan. Ia tidur dalam posisi miring. menarik selimutnya dan memejamkan matanya.
Denny yang sedari tadi tak tahan dengan godaan mieninstan disampingnya, melirik Amyra. Ia memastikan Amyra sudah tertidur, terdengar dari dengkuran halus milik Amyra.
Ia menyantap mie instan dengan sangat cepat dan lahab.
setelah itu Ia meletakkan piring kotor diatas meja nakas. lalu tertidur.
ketika pukul 12 malam, Amyra merasa sesak pipis. lalu Ia beranjak dari kamarnya untuk pergi kekamar mandi. saat itu Ia melirik mie instan yang diatas nakas. ternyata mie instan itu sudah ludes.
Amyra terrsenyum melihat suaminya menghabiskan makanan yang dimasaknya.
Amyra mengambil piring itu lalu membawanya ke washtafel. esok pagi ia akan mencucinya.
setelah menyelasaikan hajadnya, Ia kembali kekamar. saat itu Ia melihat suaminya hampir terjatuh, dengan posisi kaki yamg sudah terjuntai di tepian ranjang.
Amyra menghampiri Denny. Ia membenahi letak posisi tidur suaminya.
Ia memandangi wajah tampan itu. hanya dalam kondisi tidur Ia dapat menatap dengan puas wajah suaminya.
meskipun diawal Ia tak mencintai suaminya, namun perlahan rasa cinta itu hadir dengan sendirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
suharwati jeni
thor bikon deni yg bucin ke amyra.
jangan amyra yg bucin ke deni
2024-06-25
0
ghina amd
suami pelit,.kuburannya sempit
2024-06-25
0
Bzaa
aih Amira.... padahal jangan mao unboxing dl😉
2024-04-20
0