Amyra dan Denny tiba dirumah papanya, rumah megah dengan penuh kemewahan. "gandeng tanganku..biar papa tak curiga..kamu jangan ceritakan apapun masalah kita dirumah."ucap Denny mengancam.
Amyra mengangguk. tangannya digandeng seperti itu membuat Amyra berdebar-debar. ada rasa yang tak biasa.
Amyra memandangi rumah mewah milik mertuanya."mengapa mas Denny tidak mau tinggal dirumah semewah ini..? dan lebih memilih tinggal di kontrakan milik ayahnya." Rena beguman dalam hatinya.
disana mama Denada dan papa sudah menanti kedatangan mereka. papa Rudi tampak begitu senang melihat puteranya kini sudah bersikap dewasa.
Ia berharap dengan pernikahan ini membuat Denny lebih menjadi dewasa dan mandiri. bahkan Ia memutuskan untuk tinggal di rumah kontrakan miliknya karena keinginannya sendiri.
"anak mama.." ucap Denada sembari memeluk dan mencium pipi Denny. Ia merindukan anak lelakinya.
sebenarnya Ia tak rela melihat Denny menikahi Amyra, gadis miskin dan yatim piatu. namun karena suaminya yang meminta, Ia tak mampu menolak. karena Ia tau bagaimana watak suaminya yang keras kepala.
Amyra menyalim ayah mertuanya, lalu beralih kepada ibu mertuanya, tanpa sepengetahuan Rudi Suaminya, Ia menepis tangan Amyra, Ia tak sudi jika tangannya kotor karena bersentuhan dengan Amyra.
mendapati perlakuan seperti itu, Amyra hanya bisa pasrah dan mengelus dadanya.
"kenapa lama sekali kamu " ucap Rudi dengan penasaran.
" taxi-nya lama banget tadi pa..?"
"a..apa...kamu naik taxi..? mo..." ucapan Rudi terjeda
"mari makan pa...? Denny sudah lapar.." Denny menyela ucapan papanya.
Ia tidak ingin jika Amyra tau, kalau Ia memiliki mobil. karena selama ini, Ia mengatakan kepada Amyra jika ingin memulai semuanya dari nol.
Rudi dan Denada saling tatap satu sama lain. mereka sedang menerka-nerka jika ada sesuatu yang disembunyikan anaknya.
Rudi memilih diam, Ia akan mencari jawabannya nanti setelah selesai makan malam. Ia akan berbicara empat mata, tentang apa yang disembunyikan puteranya.
mereka menikmati makan malam, berbeda dengan Denada, yang merasa begitu tak suka dengan menantunya itu. Ia seperti tidak berselera untuk makan.
Denada awalnya berharap Rania menjadi menantunya, dimana Rania memiliki wajah cantik serta penampilan yang sesuai dengannya. maka jika diperkenalkan dengan ibu-ibu sosialitanya tidak akan malu-maluin.
"kapan papa akan menimang cucu..? sudah sepantasnya diusia papa mendapatkan cucu sebagai penerus keluarga Rudi Prasetyo.."
"kalau mereka belum siap jangan dipaksalah pa...biarkan mereka menikmati masa bulan madunya." ucap Denada yang sebenarnya tak sudi jika memiliki cucu dari rahim Amyra.
"emmmmm..iya pa..gak mesti terburu-buru..nanti kalau Denny sudah siap, akan Denny beri cucu yang tampan buat papa."
"gimana mau kasih cucu? malam pertama saja tidak, bahkan melihatku saja Ia seperti jijik" Amyra menahan kesedihannya. hatinya tersayat jika seseorang mengatakan kapan Ia memiliki keturunan. jangankan untuk hamil, haknya sebagai istri untuk mendapat nafkah bathin saja tak Ia dapatkan.
"tapi apa benar mas Denny tidak memiliki uang..? jika dilihat dari kekayaan yang dimiliki papannya, tidak mungkin Ia tak memiliki uang.? tapi mengapa Ia selalu mengaku tak memiliki uang jika aku meminta nafkah..? entahlah..hanya Tuhan yang tahu.
Amyra hanya diam saja saat mertuanya membahas tentang cucu untuk mereka.
"Denny, papa ingin membicarakan sesuatu hal pada kamu..? " ucap Rudi sembari beranjak dari kursinya. Denny mengikutinya.
Denada memandang sinis kepada Amyra. " kalau bukan karena ayahmu yang telah menyelamatkan suamiku, tak sudi aku mengambil kamu jadi menantuku. cuuui...najis.." ucap Denada sembari pergi meninggalkan Amyra yang masih terdiam di meja makannya. suapannya terhenti. makan malamnya berakhir dengan menyedihkan.
"ya Rabb...jika saja ayah masih hidup dan aku tidak sebatang kara, mungkin aku tak ingin menerima pernikahan ini." ucap Amyra lirih. lalu menahan air matanya yang akan jatuh.
****
"Denny..kemana mobil kamu..? mengapa kamu tidak menaiki mobil..?" ucap Rudy dengan tatapan selidik.
"Emmm..mobil Denny masuk bengkel pa.." ucapnya berbohong.
"Lagian kenapa sih kamu tinggal dirumah kontrakan..? Rumah papa besar, apartemen kamu mewah..?! Lalu mengapa memilih dikontrakan milik papa..? Apakah kamu tidak ingin membahagiakan istrimu..?" Rudy menarik nafasnya dengan berat.
"Emm...Denny hanya ingin hidup mandiri pa.. sudahlah jangan diperdebatkan."ucap Denny kesal.
"Papa inginkan cucu..jika papa tak mendapatkan cucu, maka jangan salahkan papa jika semua aset kamu papa tarik kembali." Rudy mengancam
Denny membelalakkan matanya. "Apa pa..?" No...no..aku tidak setuju pa.." Denny menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kalau begitu kamu penuhi keinginan papa. ingat Den..jika bukan karena ayah Amyra, maka papa tidak akan mungkin bisa selamat. jangan pernah sia-siakan pengorbanan ayahnya" Ucap Rudy sembari pergi meninggalkan ruangan kerjanya, dengan Denny yang masih bengong.
Ia dalam pilihan sulit. Jika sampai Amyra hamil, maka bukan tidak mungkin Ia akan kehilangan Rania. Dimana Ia sangat mencintai Rania. Karena sudah lama menjadi kekasihnya, dan tentunya Ia menghabiskan uang dalam jumlah banyak untuk membuat Rania secantik barbie dengan menjalani berbagai oplas dibagian tubuhnya.
"mana mungkin aku memberikan cucu untuk papa melalui Amyra, sedangkan aku saja tak mencintainya. namun jika aku tak memberikan cucu, maka semua asetku akan terancam ditarik oleh papa." Denny dalam dilema.
"apa aku minta bantuan mama saja..? sepertinya mama tidak menyukai Amyra..?" Denny beranjak meninggalkan ruangan papanya. lalu bergegas mencari mamanya.
****
Denada sedang berada di balkon rumahnya. Ia begitu kesal dengan kehadiran Amyra. baginya, Amyra hanya batu sandungan dan pembawa sial dalam kehidupannya.
"ma..." ucap Denny yang mengagetkannya.
Denada menghela nafasnya dengan berat. "ada apa sayang mama..? ucap Denada sembari duduk dikursi balkon.
"ma bantuin Denny donk ma..?" ucapnya manja.
"bantuin apa sayang..?"
Denny mendekatkan dirinya ke Denada. lalu Ia membisikkan sesuatu.
Denada lalu membisikkan sebuah rencana kepada Denny. dan Denny menyetujuinya.
****
Denny dan Amyra telah sampai dirumah kontrakan. Amyra segera menuju kama, menyalin pakaiannya. perkataan Rudi mertuanya membuatnya terngiang-ngiang. namun apalah dayanya, Ia hanya seorang Istri yang tak dianggap.
Amyra membaringkan wajahnya disisi ranjang. Ia mencoba memejamkan matanya. membuang jauh semua angannya yang mendambakan perhatian dari sang suami.
"emmmm...Amyra..." ucap Denny lembut.
"ya.." jawab Amyra datar
"gak biasanya mas Denny bicara selembut ini..apa Ia memiliki sedang menginginkan sesuatu..?" Amyra berguman dalam hatinya.
Denny terdiam sejenak, sepertinya Ia sedang memikirkan sesuatu. "emmm..bolehkan aku meminta hakku sebagai suamimu..?" ucap Denny dengan sangat hati-hati.
"a..apa mas..?" ucap Amyra membalikkan tubuhnya menghadap Denny. matanya yamg bulat Indah dengan bulu mata lentik, membuat hati Denny begitu berdebar. "tidak...tidak..aku tidak boleh tergoda olehnya. aku menginginkan malam pertama ini hanya agar memberikan cucu untuk papa..tak lebih dari itu." Denny berguman dalam hatinya.
Amyra yang mendengar ucapan suaminya merasa bahagia . Ia berharap suaminya akan berubah setelah malam ini, menyanginya seperti istri yang sesungguhnya.
tak menunggu persetujuan dari Amyra, lalu Denny mengambil haknya. Ia menunaikan malam pertamanya, meski demi sebuah rencana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
ghina amd
suami ama.ibu mertua gak ada akhlak.. sabar amyra...nanti juga suamimu menyesal sdh menyia nyiakan kamu.. rania selingkuh ya thor? seharian gak ada kabar?
2024-06-25
0
ALADIN
karena mata tak dapat melihat sesuatu yang sempurna jadi mutiara yang berselimut lumpur dianggap seogok sampah bahkan kotoran yang seharusnya dibuang dan tak dipedulikan tapi giliran ada sesuatu yang akan menghasilkan keegoisan yang akan merugikan salah satu pihak maka setannya akan berubah menjadi malaikan guna meluluskan niat buruk nya....
2023-06-05
1
linamaulina18
alesan biar Deny bs selingkuh dr rania
2023-05-31
0