Denny memenuhi janjinya untuk membelikan apertemen atas nama Rania. Ia akan melakukan apapun agar Rania tak lagi marah padanya.
mereka sepakat untuk pergi menemui devloper untuk kepengurusan surat-surat kepemilikan atas nama Rania.
setelah semua urusan administrasi selesai, mereka memasuki apertemen itu dengan sangat bahagia, terutama Rania orang yang paling bahagia.
mereka menuju ranjang berukuran king size yang sangat mewah.
Rania memeluk Denny dengan hati yang sangat senang. "makasih ya sayang..tambah cinta deh sama kamu.." ucap Rania bergelayut manja.
"iya sayang..aku mencintaimu..apapun akan ku lakukan untukmu." ucap Denny membalas Rania dengan kecupan dikeningnya.
"Apertemen ini benar-benar mewah sayang.."
"aku senang jika membuatmu bahagia" ucap Denny lembut.
"tapi bagaimana jika anak itu nanti lahir..? apakah kamu akan luluh melihatnya..?" ucap Rania dengan wajah cemberut.
Denny tersenyum manis kepada Rania. "tidak akan ada yang meluluhkan hatiku selain kamu.." ucap Denny meyakinkan Rania.
"janji ya sayang..." ucap Rania manja.
Denny menjawab dengan anggukan. terlintas di benaknya tentang ucapan Rania. bagaimana kondisi Amyra saat ini. apakah Ia baik saja-saja sejak kecelakaan waktu itu.
"Sayang..aku balik dulu ya..?" ucap Denny dengan tiba-tiba.
"tuu..kan..baru saja janji, dah langsung ingkar." ucap Rania dengan memanyunkan bibirnya.
Denny mengelus rambut Rania "bukan gitu sayang, jika sampai aku gak balik, trus papa nelfon kan bisa berantakan rencana kita." ucap Denny membujuk hati Rania.
"iya deh..aku ijinin..tapi jangan sampai tergoda ya.. awas kalau kamu sampai menyentuh dia lagi.!" Ancam Rania.
Denjy memgangguk.."Ok..aku janji..baik-baik disini ya sayang..semoga kamu betah dengan apertemen yang baru aku beli untukmu." ucap Denny dengan lembut.
Denny beranjak dari apertemen yang dihadiakan untuk Rania. Ia ingin segera pulang.
****
hari mulai malam. Denny telah sampai di depan rumah kontrakannya. Ia membuka pintu rumah dengan kunci cadangan.. suasana gelap, sepi, tidak ada sesiapa dirumah ini.
"kemana Amyra..? mengapa Ia tidak ada dirumah..? apakah masih bekerja di laundry?" Denny berguman dalam hatinya, sembari menghidupkan saklar lampu.
Dari kejauhan, Denny melihat sosok Amyra sedang berjalan menuju pulang. Ia mengintai dari tirai jendela.
setelah Amyra semakin mendekat, Ia buru-buru memasuki kamarnya. berpura-pura tidak melihat kepulangan Amyra.
"ini mobil mas Denny, katanya tiga malam tidak pulang, tetapi mengapa pulang lebih awal..?" Amyra berguman dalam hatinya.
Amyra memasuki rumahnya, memberi salam, namun tak ada sahutan.
Amyra melangkah ke dapur. malam ini Ia makan malam dengan menu bakso. tadi pagi Ia yidak sempat untuk memasak, karena banyak laundry-an yang akan diambil oleh pihak rumah sakit yang menjadi pelanggan tetap mereka..
Amyra memandang seporsi bakso yang diletakkannya diatas meja makan."aku cuma beli satu porsi, habisanya mas Denny gak ngabari mau pulang lebih awal." Amyra berguman dalam hatinya.
Ia berfikir bagaimana agar bakso ini dapat menjadi dua porsi. Ia berfikir akan membeli mie instan dan menambahkannya kedalam bakso tersebut.
Amyra menutup bakso itu dengan tudung saji, lalu bergegas ke warung Buk Dhe membeli untuk mie instan.
****
Denny baru saja selesai mandi. Ia keluar dari kamarnya. seharian mengurus administrasi pembelian apertemen untuk Rania, membuatnya sampai lupa makan.
Ia meningkap tudung saji yang ada dimeja makan. entah mengapa saat ini Ia mulai sedikit memyukai masakan Amyra. sejak saat pertama Ia memakan sepotong tempe goreng kunyit buatan Amyra.
Ia mengelus perut sixpacknya. Ia merasa sangat lapar. Ia mencium aroma bakso. baginya makanan itu tidak pernah Ia sentuh. selama ini Ia selalu memakan makanan yang memiliki merk dagang ternama.bukan makanan pinggir jalan.
Denny begitu alergi jika memakan makanan pinggir jalan, karena Ia menganggap tidak higienis.
saat Ia menyingkap tudung saji, Ia melihat ada seporsi bakso didalamnya. entah mengapa Ia begitu ingin memakannya. biasanya Ia tidak memiliki selera yang rendah dalam hal makanan yang tentunya murah meriah.
Ia tak mampu menahan hasrat perutnya yang ingin memakan bakso itu."apa aku makan saja ya..? tapi nanti akan menurunkan imageku dimata Amyra...tapi aku sangat ingin memakannya." ucap Denny dilema dengan seporsi bakso.
****
Amyra memasuki rumah dengan membawa dua bungkus mie instan. Ia sedikit lama berbelanja, karena tadi sedikit ada beberapa pembeli yang mengantri.
Amyra menuju dapur, Ia menyalakan kompor, Ia ingin memasak mie instan, merebus mie menggunakan kuah bakso yang ia beli tadi.
Amyra menyingkap tudung saji, Ia terperangah dengan apa yang Ia lihat. Ia hanya menemukan sisa kuah bakso yang tinggal beberapa sendok saja. "siapa yang memakannya..? apa mungkin mas Denny..?" Amyra berguman dalam hatinya.
Ia menggelengkan kepalanya. tak ingin berdebat, Ia memilih untuk mengalah. entah mengapa selama masa kehamilannya, Amyra menjadi pribadi yang penyabar dan menerima hidup apa adanya.
****
perutnya kini telah kenyang dengan dua bungkus mie instan tumis. Amyra beranjak ke kamarnya. Ia berniat mandi menggunakan air hangat. Ia baru saja selesai merebus air panas.
"Ia membawa air panas itu menggunakan ember kecil, lalu membawanya kekamar mandi.
sekilas Amyra melirik suaminya yang sudah memakan baksonya tanpa merasa salah sedikitpun. Amyra memasuki kamar mandi, menyiapkan air hangat, lalu mengguyur tubuhnya.
air hangat itu memberikan effect relaksasi pada otot-ototnya. Amyra mandi dengan menggunakan lulur, selain menjadi penyabar, Ia juga berubah menjadi wanita telaten dan rajin.
aroma wangi bunga sakura yang berasal dari lulur tersebut, memberikan sensasi menenangkan dan membuat tubuhnya terasa lebih segar. Amyra mempercepat ritual mandinya.
Amyra bergegas keluar dari kamar mandi. Ia mengenakan handuk sebagai pembalut tubuhnya. Ia membiarkan rambutnya yang basah tergerai begitu saja.
Denny yang sedang duduk ditepi ranjang sembari bermain gadgetnya melirik kearah Amyra yang berdiri membelakanginya, Ia sedang didepan pintu lemari untuk mencari pakaian. diam-diam Denny mengamati tiap lekuk tubuh istrinya yang dinikahi secara terpaksa.
Entah mengapa hasratnya muncul dengan cepat, Ia begitu tersihir dengan kemolekan tubuh Istrinya. adik kecilnya mendadak bangun, namun Ia telah berjanji kepada Rania, agar tidak yergoda dengan Amyra.
Denny mencoba meredam hasratnya yang bangkit bergelora. ketika Amyra memutar tubuhnya, Denny buru-buru memgalihkan pandangannya kegadgetnya. Ia berpura-pura sedang membalas chat media sosialnya, meski fikirannya sangat kacau saat ini.
Amyra membaringkan tubuhnya di sisi ranjang sebelah kanan, sedangkan Denny sisi ranjang sebelah kiri.
rasa lelah seharian bekerja, membuatnya lelah. akhirnya Amyra tertidur lelap.
Denny yang sejak tadi kelimpungan, semakin gelisah. Ia beranjak dari tepi ranjang, berdiri dan berjalan mondar-mandir seperti orang kebingungan. adik kecilnya berubah nakal saat melihat Amyra. Ia begitu tersiksa.
****
pagi hari Denny bangun dengan wajah kusut. Ia tak bisa tidur semalaman, itu semua karena adik kecilnya yang mulai nakal.
Denny memandang kesisi kanan ranjang, tak menemui Amyra disisinya. Ia beranjak dari ranjang kekamar mandi. Ia membersihkan dirinya. sembari menggerutu menyalahkan adik kecilnya yang tidak bisa diajak kompromi. Ia mempercepat mandinya.
***
Denny keluar menuju dapur. entah mengapa pagi ini Ia ingin sekali memakan tempe goreng kunyit buatan Amyra, Ia begitu menginginkannya. "kenapa aku seperti orang mengidam sih..? kan yang hamil Amyra? kenapa aku yang seperti ingin ini itu.?" Denny berguman lirih.
saat didapur Ia tak mendapati Amyra didapur. lalu sebuah pesan masuk kedalam gadgetnya. "mas, Amyra permisi berangkat kerja dulu ya.? hari ini banyak pekerjaan dan gak sempat buat sarapan." isi pesan tersebut.
Denny menyingkap tudung saji, dan benar saja tidak ada apapun disana. "berarti Amyra tidak memasak tempe goreng hari ini." ucap Denny manyun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 286 Episodes
Comments
suharwati jeni
thor, buat deni mengalami morning sickness n ngidam berat.
ngidam nya hilang klo didekat amyra. biar tau rasa
2024-06-26
0
Alea
makan tu cinta
2023-08-03
0
Zzahra Ayuna
ya ampuunn.... mas deny mau tempe goreng nya rupanya...
2023-05-24
1