"Jadi, ada penurunan permintaan bahan dari klien kita, dan kalian belum tahu penyebabnya ?" tanya Dirandra
"belum tuan" ujar mereka bersama sama
"Arya, sudah telusur ke bagian mana saja ?" tanya Dirandra kembali sambil membolak balik kertas halaman laporan
"sudah ke bagian penerima pesan, bagian packing, bagian distribusi, dan bagian transportasi, semua tidak ada masalah, bahkan di bagian komplain pelanggan pun tak terbaca di sistem, tuan " jelas Arya
"tapi ini sudah berlangsung selama 3 hari dan tak diketahui sebab musababnya, Arya buka password keamanan program 'kerupuk' kita di sini, pakai komputer ku saja sekarang" ujar Dirandra
Arya segera mendekat dan membuka kode pengaman dari sistem program yang di kembangkan olehnya untuk menunjang kerjasama Narashima Company dengan perusahan lain yang bekerja sama
Dirandra membuka satu persatu sistem tersebut dan memilihnya
"kembalilah ke tempat masing masing, saya tunggu kabar baik dari kalian, kecuali Arya" ujar Dirandra tak menatap ke anak buahnya sama sekali
Tinggallah Arya yang Dirandra saja di ruangan itu, "Arya apakah tidak kau temukan hal aneh dari sistem ini ? tanya Dirandra
"tidak tuan, semua sesuai prosedur " jawab Arya
"Tapi kenapa JJ company membuat permintaan bahan baku yang sama dengan jumlah yang sama hanya berbeda 1 hari?" tanya Dirandra kembali
"saya tidak tahu, tuan " jawab Arya
Dirandra bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Arya sambil memegang piring kecil yang diatasnya ada gelas berisi kopi
Arya hanya menundukan kepalanya, kali ini ia gagal memenuhi permintaan tuannya, hanya dalam 3 hari saham yang di bangun Dirandra berangsur melemah dan sedikit lagi akan ambruk
"Arya, minumlah, ini belum ku sentuh sama sekali, kau tampak lelah, setelah itu mendekatlah ke sofa itu, aku tunggu kau di sana " ucap Dirandra
"baik tuan " Arya segera minum habis kopi tersebut dan meletakkannya kembali di meja, kemudian dia hendak berbalik badan dan melangkah menuju sofa yang di maksud Dirandra
bughhh, seketika Arya terjatuh ke lantai dengan posisi telungkup
"apa kau baik saja, Arya " tanya Dirandra
Arya kemudian bangun dan mengusap leher belakangnya yang sakit seperti ada yang menusuk, dan kemudian ia meraba ada sesuatu yang menancap di lehernya
"aku baik baik saja, tuan" jawab Arya
"baguslah, apa kau akan diam saja, berubah fikiran atau melanjutkan niatmu? "ujar Dirandra
"aku akan menuju padamu, tuan" jawab Arya
ketika Arya akan berbalik badan tiba tiba kaki kirinya terasa sakit dan memaksa Arya untuk duduk
"masih bertekad, Arya ?" tanya Dirandra kembali
kali ini Arya tidak menjawab, ia hanya diam dan kemudian berlutut dalam posisi masih menghadap meja kerja Dirandra yang sudah kosong, sementara tuannya masih duduk di sofa di belakang Arya
"baiklah, apa yang mau kau katakan? "tanya Dirandra kembali
Arya masih diam dan tak bergeser sama sekali dari posisi berlututnya
Dirandra melangkah menuju Arya, dan tepat di samping telinga Arya, Dirandra berbisik pelan " Telpon adikmu Kamaniya, katakan aku akan ajak dia jalan jalan seperti dulu !"
Tak terdengar jawaban apapun dari Arya, namun di sudut matanya nampak buliran air mata menggenang di sana
Dirandra kemudian mencabut jarum akupuntur yang tadi dia lemparkan ke tubuh Arya tepat di belakang leher dan kakinya, dan Arya masih diam berlutut
Wisnu dalam keadaan marah masuk tiba tiba ke kantor Dirandra, dan segera menampar pipi Dirandra
"apa yang kau lakukan, mau membuat Narashima Company Gulung tikar, mau menjadikan ribuan orang yang berkerja di bawah kita kehilangan mata pencaharian mereka ?" tanya Wisnu masih dalam keadaan amarah
"ayah tenang saja, akan ku selesaikan secepatnya" ujar Dirandra
Wisnu tak menjawab ucapan Dirandra, tapi langsung berlalu pergi
"akhh, sepertinya aku akan kembali turun kasta" cibir Dirandra
Arya masih terdiam dan berlutut tak menjawab ucapan Dirandra
tok tok tok
"masuklah" ujar Dirandra
pintu pun terbuka
"Arya, Kamaniya adikmu" ucap seorang wanita paruh baya
Arya segera bangkit dari berlututnya dan menghampiri wanita tua itu
"Bibi, apa Kamaniya sudah pulang ?" tanya Arya
Bibi Nova menganggukan kepala kemudian menggelengkan kepalanya, membuat Arya dan Dirandra beradu pandang bingung
"Bibi, katakan, jangan membuatku bingung, kumohon " pinta Arya
"Kamaniya kembali dan pergi untuk selamanya " Tangis bibi Nova memeluk Arya
Arya kemudian jatuh terduduk, jika tidak di sanggah Dirandra tentulah tubuh sahabatnya itu sudah sempurna menyentuh lantai
Arya dan Dirandra tiba di Rumah sakit yang di sampaikan Bibi Nova, untuk membawa pulang jasad Kamaniya, sementara Bibi Nova menyiapkan untuk acar kremasi jasad keponakannya
dokter menjelaskan pada Dirandra dan Arya kondisi di temukannya Kamaniya oleh warga sekitar dari sisi sungai dengan kondisi sudah tidak bernyawa, dan hasil pemeriksaan di duga Kamaniya over dosis Narko***ba dan pasca mengalami kekerasan sek****al
"bedeb****ah kau Raj" teriak Arya
Dirandra menepuk bahu Arya dan mencoba menenangkannya
"jadi benar semua kobobolan sistem di proyek kita ada campur tangan mu dan itu karena ancaman Rajendra ? " tanya Dirandra
Arya menganggukan kepalanya pelan dan tatapan matanya penuh penyesalan
"baiklah, sudah cukup kita berbelas kasih, sekarang saatnya bertindak balas mereka!" ujar Dirandra
"maksud tuan?" tanya Arya Ragu
"ayo kita kremasikan jasad Kamaniya dulu, agar ia tenang, setelah membalas dendam pada Raj, kita akan taburkan abu kamaniya di sungai
Arya mengikuti pengaturan Dirandra
acara kremasi berjalan lancar, hingga Arya dan Dirandra menitipkan abu kamaniya kepada bibi Nova, dan merek berjanji akan mengambil abu Kamaniya setelah pekerjaan mereka selesai
Arya dan Dirandra yang penuh dengan amarah mendatangi rumah utama keluarga Narasimha, dengan membawa beberapa pasukan dan dengan membabi buta mereka melenyapkan siapapun yang menghalanginya, Lavani yang menyaksikan itu kemudian merekamnya dan mengirimkannya kepada Wisnu dan menceritakan bahwa Dirandra berusaha menghabisi semua orang di Rumah utama, Wisnu yang sangat marah mengirimkan segala bantuan dari pasukan darah laut dan udara, sementara dirandra dan Arya terdesak di dalam atas kepungan semua sisi, Wisnu yang terhasut oleh Lavani makin membenci Dirandra dan tidak ingin melihatnya lagi dan tidak perduli apa yang terjadi padanya nanti
"Dirandra, ini adalah akhir dari hidupmu" ujar Lavani dengan sombongnya
"dan sahabat baikmu dari kasta sudra ini yang kamu lindungi adalah orang yang mengkhianati proyek yang kau banggakan itu " sindir Rajendra
"berhentilah bicara omong kosong, apapun yang kau katakan tidak menjadikan Arya rendah bagiku, bahkan aku bangga padanya " ujar Dirandra
"cihhh, sama sama rendahan" ujar Lavani
dorrrr
akhh, lengan Lavani tertembak oleh senapan yang Arya lepaskan
melihat Lavani kesakitan Rajendra segera menggempur Arya dan Dirandra secara terus menerus, hingga mereka kewalahan, melihat Dirandra yang semakin lemah dengan banyaknya luka, Arya mendorong Dirandra keluar dari rumah utama dan menyuruhnya lari, Arya menyalakan granat tepat di depan gerbang utama hingga membuat Arya kehilangan nyawa bersama pengikutnya,
Dirandra yang selamat seorang diri berjalan masuk ke hutan untuk lari dari pengejaran anak buah Rajendra, dengan tubuh penuh luka dan tanpa sadar kakinya terpeleset hingga terjatuh dengan dahinya membentur batu dan kemudian tubuhnya bergulir turun jatuh dari tebing masuk ke sungai
anak buah Rajendra kembali dan mengatakan bahwa Dirandra jatuh ke sungai dengan kondisi sudah tidak sadar, Rajendra merasa sangat bahagia bahwa musuh utamanya telah lenyap
Dirandra yang belum sadar, ikut hanyut terbawa arus hingga keluar dari sungai di hutan menuju bantaran kali dekat perumahan warga, tanpa di sadari tubuh Dirandra masuk ke dalam jaring yang di tebarkan seorang wanita yang membantu kakeknya mencari ikan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments