16. Kecelakaan Berakibat Fatal

6 tahun yang lalu, pukul 8 malam waktu melbourne.

"Sial, mereka sudah tau aku ada disini?"

Dengan kecepatan yang tinggi, Darren melajukan mobilnya untuk menghindari orang yang mengikutinya dari belakang. Dengan wajah yang penuh ketegangan, ia mencoba menghindar sebisa mungkin dari sebuah mobil yang tengah mengejarnya.

"Mereka gak mengejarku lagi, kan?" Ucapnya menghentikan mobilnya setelah berhasil mengelabui mobil yang mengejarnya. Dengan mengambil nafas yang panjang tanda lega karena sudah tak terkejar oleh mereka, namun Darren masih tetap tak bisa tenang.

"Sial, kenapa mereka bisa tau aku ada disini?" Umpatnya kesal dengan hal yang baru saja ia alami. Sepertinnya Darren sangat tau siapa orang yang mengejarnya tadi, terlebih pada orang yang menyuruh mereka.

Drrt.. Drrt.., getaran kecil dalam saku bajunya mengalihkan pandanganya, dan membuatnya terfokus akan itu. Tanganya pun meraih ponsel yang terus bergetar itu, dan dilihatnya nama sang penelfon. Darren menyunggingkan senyuman pada nama yang tertera dalam layar ponselnya, Sayangku, begitulah nama itu diberi nama.

Brakk... Sebuah tubrukan kecil menghantam bagian belakang mobilnya yang hendak mengangkat telfon. Ekspresinya begitu terkejut, hingga membuat ponsel yang ia pegang jatuh, namun ketika hendak kembali mengambil ponselnya yang jatuh kebawah, mobil dibelakangnya kembali menabrak bagian belakang mobilnya.

Darren ingin keluar dari mobil dan memarahi pemilik mobil dibelakangnya, namun Darren merasa janggal dengan mobil itu, hingga mengurungkan niatnya. Karena merasa aneh, Darren kembali melajukan mobilnya dan berujung tak menjawab telfon dari pacarnya. Ia ingin menjauh dari orang-orang yang mengejarnya tadi, dan pada mobil yang bermasalah dibelakangnya tadi.

"Aneh, kenapa aku merasa mobil itu mengikutiku?" Gumam Darren merasa janggal dengan lergerakan mobil dibelakangnya.

Ia mencoba mengingat-ingat warna mobil yang mengikutinya tadi, dan terlihat ada perbedaan disana.

"Sepertinya itu bukan mobil yang mengikutiku, tadi? Tapi, kenapa mobil itu malah mengikutiku terus?"Gumam Darren merasa aneh dan terus melihat kebelakang.

Ia mencoba melajukan mobilnya dengan cepat, dan terlihat mobil itu terus saja mengikutinya dan menyamakan kecepatan laju mobilnya.

"Sial, sepertinya mereka bukan suruhan dari kakek." Gumamnya yang merasa janggal pada mobil yang mengikuti dirinya sekarang.

Setelah berhasil lolos dari kejaran suruhan Kakeknya, Darren kembali harus berurusan pada orang yang terus mengincarnya sekarang.

"Sial, mau mereka apa sebenarnya? Kenapa mereka mengikutiku terus? Haruskah aku turun?" Umpatnya merasa kesal bercampur marah, namun tak mengalihkan pandanganya pada jalannya.

Berbarengan dengan dirinya yang berusaha sekuat tenaga meloloskan diri dari kejaran seseorang, ponsel yang ada disampingnya juga terus berdering menunggu jawaban darinya.

"Maafkan aku, nanti aku akan menelfonmu balik." Ucapnya menatap ponselnya dengan rasa bersalah pada sang penelfon, yang tak lain adalah pacarnya.

Namun tanpa ia sadari, ketika pandanganya sempat teralihkan sebentar, mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi itu tak bisa mengendalikan dirinya karena harus membanting lajunya untuk menghindari kendaraan yang datang dari arah berlawanan denganya.

Brakk... Tabrakan beruntun pun akhirnya tak bisa dihindari dan mengakibatkan dirinya yang sempat mencoba menghindar, berputar-putar dan dalam kondisi yang penuh darah dari dalam mobilnya yang kini dalam posisi terbalik.

"Padahal, ak- ku harus membalas telfonya." Gumam Darren dengan lemah dari dalam mobil, sembari mengingat akan telfon dari sang pacar yang sempat tak bisa ia jawab.

...

"Kenapa ini bisa jadi kecelakaan?" Teriak kakek Ferdinan yang marah pada dua orang suruhanya ketika ia tiba dalam rumah sakit bersama sekretaris pribadinya.

Dua orang itu sama-sama merunduk ketakutan setelah mendapat dampratan dari kakek.

"Maafkan kami." Jawabnya menyesalkan kejadian yang sudah terlanjur terjadi.

"Aku bilang kan, bawa dia pulang, bukan malah membuatnya jadi kecelakaan begini?" Kakek marah besar pada kedua orang suruhanya.

"Soal itu, kami juga mengharapkan begitu. Tapi, tuan muda terus saja kabur dari kami, karena itu kami terpaksa mengejarnya. Tapi, bukan kami yang membuat tuan muda kecelakaan, karena kami datang setelah sudah terjadi kecelakaan." Jelasnya lagi.

"Kalau bukan karena kalian, lalu bagaimana dia bisa kecelakaan? Katanya kalian mengejarnya tadi?"

"Sebenarnya kami berdua sempat kehilangan jejak dari tuan muda. Kami bertemu kembali dengan tuan muda setelah tak sengaja lewat dalam tempat kecelakaan. Kami berdua turun untuk melihat apa yang terjadi disana, lalu saat kami turun, kami melihat mobil tuan muda ada disana, jadi kami langsung menolong dan membawanya ke rumah sakit." Jelasnya lagi.

Amarah kakek menjadi reda setelah mendengar penjelasan dari mereka. Ia tak lagi bersungut, dan memilih menjenguk cucunya yang tengah terbaring tak sadarkan diri.

"Soal masalah ini, tolong kamu atasi, agar tak menyebar kemanapun, dan coba cari tahu penyebab kecelakaanya?" Pinta kakek Ferdi pada sekretaris pribadinya, Doni.

"Baik, akan segera saya laksanakan." Jawab Doni, lalu pamit undur diri dari hadapan kakek Ferdi yang tengah menjenguk cucunya.

Kakek Ferdi sepertinya tak tega ketika melihat cucunya yang terbaring lemah, bahkan dengan tubuhnya yang penuh luka seperti itu. Ia menatap sedih wajah sang cucu yang masih tak sadarkan diri.

......................

Kembali ke apartmen Darren, kini terlihat sedang dilanda perasaan punh tanya akan hal yang baru ia alami tadi siang.

"Cas, menurutmu perempuan itu kenal aku, gak sih?" Tanya Darren pada Lucas yang masih ada di apartment nya.

"Perempuan yang mana?" Lucas terlihat bingung dengan perkataan Darren. "Ah, perempuan yang tadi siang itu?" Ingatnya kemudian

"Iya, menurutmu apa ada indikasi kalau aku mengenal dia dulu?" Tanya Darren lagi.

"Em.., aku juga gak tau soal itu." Lucas tak bisa menjawabnya, karena dia sendiri tak mengenal baik perempuan yang baru pertama kali ia temui tadi. "Memangnya kenapa kamu ingin tau banget soal dia?" Tanya Lucas balik.

"Gak tau, aku hanya merasa terganggu dengan reaksi dia ketika menatapku tadi." Jawab Darren merasa bingung sendiri dengan sikapnya.

"Sudahlah, jangan mikirin kejadian tadi terus. Mending kamu segera periksakan kondisimu yang sempat kambuh tadi." Ujar Lucas meminta Darren untuk tak lagi memikirkan hal yang mengganggunya.

"Aku gapapa gini, ngapain harus periksa, coba?" Balas Darren yang terlihat enggan menuruti perintah sahabat, sekaligus sekretaris pribadinya itu.

"Dasar ini anak, susah banget kalau disuruh periksa kesehatannya sendiri." Lucas terlihat tak bisa mendebat pada sikap Darren yang terus menolak periksa kesehatan.

Di saat Lucas tengah menceramahinya yang terus saja menolak untuk periksa kondisinya, Darren masih saja terhanyut dalam lamunanya sendiri. Seolah punya dunianya sendiri.

"Ah, sial kepalaku pusing lagi." Batinya yang merasakan denyutan lagi dalam kepalanya.

"Iya, iya. Ok. Aku akan periksa kondisiku." Ucapnya yang akhirnya menyerah pada ocehan Lucas yang tak ada hentinya itu.

"Bagus, akan segera aku carikan waktunya untukmu." Balas Lucas dengan puas menatap wajah Darren yang memperlihatkan ekspresi pasrah.

Episodes
1 1. Melbourne
2 2. Airin's Garden
3 3. Permataku
4 4. Pulang Kerumah Bibi
5 5. Status Baru
6 6. Hikmah Memilikinya
7 7. Kehangatan Mengelilingiku
8 8. Bertemu Teman Lama
9 9. Rasa Yang Tertinggal
10 10. Mengantar Pesanan Bunga
11 11. Bertemu Denganya
12 12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13 13. Kenyataan Yang Menghuncam
14 14. Pikiran Yang Mengganggu
15 15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16 16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17 17. Memori Yang Hilang
18 18. Hal Yang Dilupakan
19 19. Suara Hati
20 20. Hubungan Yang Kaku
21 21. Ada Yang Janggal
22 22. Big News
23 23. Gawat!
24 24. Hati Yang Terluka
25 25. Bayangan Akan Dirinya
26 26. Masih Merindukannya?
27 27. Mencari Jawaban
28 28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29 29. Mencari Arka Yang Hilang
30 30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31 31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32 32. Harus Bagaimana?
33 33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34 34. Serpihan Ingatan
35 35. Perempuan Yang Sama?
36 36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37 37. Awal Dari Puzzle
38 38. Potongan Puzzle
39 39. Susunan Pazzle
40 40. Titik Terangnya
41 41. Mengatakan Kebenaran
42 42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43 43. Mencari Harapan
44 44. Jatuh Sakit
45 45. Sebuah Firasat
46 46. Momen Kedekatan
47 47. Kenangan Masa Lalu
48 48. Pulang Dari Rumah Sakit
49 49. Airin dan Keputusannya
50 50. Darren Yang Merasa Aneh
51 51. Identitas Diri
52 52. Akhirnya Pulang
53 53. Tak Lagi Berharap
54 54. Ada Yang Salah
55 55. Keputusan Yang Sulit
56 56. Teka Teki
57 57. Sebuah Gambaran
58 58. Siluet Bayangan
59 59. Harapan Tiba?
60 60. Langkah Darren
61 61. Pergolakan Hati
62 62. Isi Hati Seorang Arkana
63 63. Kepingan Cerita
64 64. Berita Yang Mengejutkan
65 65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66 66. Arka Sudah Tau?
67 67. Darren Akhirnya Ingat?
68 68. Kenangan dan Harapan
69 69. Rasa Mengharukan
70 70. Tampil Bersama
71 71. Kumpul Bertiga?
72 72. Perasaan Yang Tertahan
73 73. Babak Baru
74 74. Berbagi Cerita
75 75. Breaking News
76 76. Ikatan Batin
77 77. Langkah Yang Tak Mudah
78 78. Sidang Keluarga
79 79. Langkah Selanjutnya
80 80. Langkah Awal
81 81. Airin dan Bunga
82 82. Kesalahpahaman
83 83. Kecemasan
84 84. Meminta Maaf
85 85. Perkenalan Diri Dari Darren
86 86. Meredakan Amarah Airin
87 87. Penjelasan Darren
88 88. Mencari Airin
89 89. Mencari Airin 2
90 90. Menemukanmu
91 91. Bertemu
92 92. Emosional
93 93. Hukuman
94 94. Menebus Kesalahan
95 95. Airin Sadar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Melbourne
2
2. Airin's Garden
3
3. Permataku
4
4. Pulang Kerumah Bibi
5
5. Status Baru
6
6. Hikmah Memilikinya
7
7. Kehangatan Mengelilingiku
8
8. Bertemu Teman Lama
9
9. Rasa Yang Tertinggal
10
10. Mengantar Pesanan Bunga
11
11. Bertemu Denganya
12
12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13
13. Kenyataan Yang Menghuncam
14
14. Pikiran Yang Mengganggu
15
15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16
16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17
17. Memori Yang Hilang
18
18. Hal Yang Dilupakan
19
19. Suara Hati
20
20. Hubungan Yang Kaku
21
21. Ada Yang Janggal
22
22. Big News
23
23. Gawat!
24
24. Hati Yang Terluka
25
25. Bayangan Akan Dirinya
26
26. Masih Merindukannya?
27
27. Mencari Jawaban
28
28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29
29. Mencari Arka Yang Hilang
30
30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31
31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32
32. Harus Bagaimana?
33
33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34
34. Serpihan Ingatan
35
35. Perempuan Yang Sama?
36
36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37
37. Awal Dari Puzzle
38
38. Potongan Puzzle
39
39. Susunan Pazzle
40
40. Titik Terangnya
41
41. Mengatakan Kebenaran
42
42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43
43. Mencari Harapan
44
44. Jatuh Sakit
45
45. Sebuah Firasat
46
46. Momen Kedekatan
47
47. Kenangan Masa Lalu
48
48. Pulang Dari Rumah Sakit
49
49. Airin dan Keputusannya
50
50. Darren Yang Merasa Aneh
51
51. Identitas Diri
52
52. Akhirnya Pulang
53
53. Tak Lagi Berharap
54
54. Ada Yang Salah
55
55. Keputusan Yang Sulit
56
56. Teka Teki
57
57. Sebuah Gambaran
58
58. Siluet Bayangan
59
59. Harapan Tiba?
60
60. Langkah Darren
61
61. Pergolakan Hati
62
62. Isi Hati Seorang Arkana
63
63. Kepingan Cerita
64
64. Berita Yang Mengejutkan
65
65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66
66. Arka Sudah Tau?
67
67. Darren Akhirnya Ingat?
68
68. Kenangan dan Harapan
69
69. Rasa Mengharukan
70
70. Tampil Bersama
71
71. Kumpul Bertiga?
72
72. Perasaan Yang Tertahan
73
73. Babak Baru
74
74. Berbagi Cerita
75
75. Breaking News
76
76. Ikatan Batin
77
77. Langkah Yang Tak Mudah
78
78. Sidang Keluarga
79
79. Langkah Selanjutnya
80
80. Langkah Awal
81
81. Airin dan Bunga
82
82. Kesalahpahaman
83
83. Kecemasan
84
84. Meminta Maaf
85
85. Perkenalan Diri Dari Darren
86
86. Meredakan Amarah Airin
87
87. Penjelasan Darren
88
88. Mencari Airin
89
89. Mencari Airin 2
90
90. Menemukanmu
91
91. Bertemu
92
92. Emosional
93
93. Hukuman
94
94. Menebus Kesalahan
95
95. Airin Sadar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!