14. Pikiran Yang Mengganggu

"Benar juga, ya? kenapa aku bisa begitu terganggu dengan itu? Seperti bukan aku.?"

Agaknya Darren memikirkan ucapan Lucas, karena sikapnya sekarang seperti bukan dirinya yang biasanya. Namun, meski ia tersadar akan itu, tetap saja masih membuatnya mengganjal pada ekspresi yang dibuat oleh perempuan yang baru dia temui itu.

"Aku tidak mengenalnya, tapi dia benar-benar menggangguku?" Batinya masih dengan rasa penasaran dan terganggu akan itu.

Darren kembali teringat akan ekspresi yang dibuat oleh perempuan yang bahkan tak ia kenal itu. Entah mengapa tubuhnya bereaksi ketika melihat ekspresi marahnya saat itu, hingga tanpa sadar mengejarnya keluar. Dan saat mencoba menghampirinya, ia cukup terkejut ketika melihat perempuan itu tengah menangis, bahkan memberikan tatapan sedih padanya.

Karena ekspresi sedih yang dibuat oleh perempuan itu pula, membuat langkahnya sempat terhenti dan merasakan bingung untuk pertama kalinya. Karena disaat bersamaan hatinya merasa berdenyut ketika melihatnya meneteskan air mata.

"Ada apa denganku ini?" Bian memegang dadanya yang seakan sakit.

"Ayo masuk, yang lain pasti mencari keberadaanmu." Ajak Lucas pada Darren yang masih enggan untuk beranjak pergi dan masih terhanyut pada lamunanya. "Apa kamu masih memikirkan soal perempuan itu?" Ucap Lucas, kembali mengajak bicara pada Darren yang masih saja diam.

"Cas, aku benar-benar masih terganggu dengan tatapan perempuan itu?" Ujar Darren menatap wajah Lucas.

Lucas menatap wajah sahabatnya itu penuh dengan rasa bingung, ia mengerutkan alisnya seolah masih heran dengan sikap Darren yang sebegitu penasaranya dengan perempuan yang baru pertama kali ia temui.

"Baru kali ini aku melihat seorang Darren terganggu dengan tatapan orang? Biasanya dia selalu cuek dan tak perduli?" Ucap Lucas kemudian.

"Entahlah, kita masuk sajalah. Aku juga gak yakin kita bisa bertemu lagi." Darren pun akhirnya menyerah dengan sendirinya, dan memilih masuk kembali ke dalam acara.

"Nah ini baru Darren yang aku kenal." Ucap Lucas mengikuti Darren masuk ke dalam, dengan mengomentari sikapnya yang akhirnya balik seperti biasanya, bersikap cuek dan tak perduli.

Darren tak memperdulikan ledekan yang dilakukan oleh Lucas, ia tetap lurus masuk kembali ke dalam acara.

...----------------...

Flashback, 7 tahun yang lau.

"Jadi nama panggilan kamu Adit?, aku kira kamu bakal dipanggil Darren? Soalnya kalau melihat wajah kamu, terlihat begitu cocok dengan nama panggilan itu." Tukas Airin saat laki-laki yang baru dikenalnya memperkenalkan nama lengkapnya.

Darren hanya bisa tersenyum kikuk begitu Airin mengatakan kalimat itu. "Iya, panggil aku Adit saja, soalnya aku lebih suka dengan nama panggilan itu." Jawabnya kemudian dengan mencoba tenang.

"Ok, kalau begitu panggil aku Airin juga." Balas Airin yang tak lagi memperdebatkan hal itu.

Keduanya pun saling berjabat tangan, dan saling melempar senyuman, yang menandakan awal baik bagi pertemuan dan kedekatan keduanya.

Adit, begitulah yang Airin panggil dulu. Tanpa ia kira bahwa orang yang ia kenal dulu punya nama panggilan lainnya. Namun, meski masih dalam satu nama yang sama, juga tubuh yang sama, tapi mengapa sikap dan ekspresi mereka terlihat begitu berbeda, seolah nama Adit dan Darren adalah dua karakter yang berbeda, meski tubuh dan wajah mereka sama.

...

Masih dalam rasa tak percayanya, Airin kembali teringat akan perkenalan dia dengan Adit yang juga bernama Darren dulu. Kenanganya dulu kembali muncul satu persatu dalam ingatnya, hingga membuatnya kembali meneteskan air mata.

"Dia tak mengingatku?" Tangis Airin kembali pecah begitu mengingat ucapan Darren tadi, hingga ia yang tak sanggup lagi untuk melajukan mobilnya, dan akhirnya menepihkan mobilnya sejenak setelah agak jauh dari lokasinya tadi.

"Dia bilang padaku kalau nama panggilanya Adit, tapi banyak yang memanggilanya Darren tadi?" Gumamnya mencoba mengingat kembali apa yang di dengarnya di pesta tadi.

"Apa dia sengaja menyembunyikan identitas dan nama pangggilanya padaku?" Airin lagi-lagi hanya bisa terpaku dengan apa yang baru ia ketahui.

"Lalu apa maksudnya dengan dia yang bertanya siapa aku?" Tuturnya dengan perasaan menerawang, seolah masih berusaha mencerna apa yang tengah di alaminya, hingga membuat dirinya memberikan tatapan kosong yang tak bertenaga.

Drrt.. drrt.. Dering ponsel dari tas miliknya berbunyi dengan keras, hingga mengalihkan perhatianya pada suara itu. Matanya langsung tersadar saat melihat nama sang penelfon, hingga membuatnya kembali mengatur ekspresi dan suasana hatinya yang sedari tadi masih sedih.

"Halo, bik." Ucapnya begitu menjawab telfon dari bibinya.

"Kamu dimana, kok belum pulang? Arka mencari kamu dari tadi lho." Kata bi Rahma.

"Iya, ini Airin sedang dalam perjalanan pulang, kok. Maaf ya bi, Airin agak telat pulangnya, soalnya tadi sempat ditahan sama Silvia, jadi Airin pulangnya agak sedikit terlambat, ditambah sekarang juga lagi macet banget." Jawab Airin yang sedikit berbohong.

"Oh gitu, yasudah kalau begitu. Bibi jadi lega dengarnya, soalnya bibi sempat khawatir kalau kamu kenapa-napa, karena sedari tadi belum pulang juga." Nada kelegaan terdengar jelas dari bi Rahma ketika mendengar penjelasan dari Airin.

"Iya bi, Airin gak kenapa-napa kok. Yaudah kalau begitu, telfonya Airin tutup ya, soalnya sekarang Airin masih dijalan." Tutur Airin yang ingin mengakhiri telfonya segera.

"Yasudah, hati-hati ya kamu di jalan." Ujar bi Rahma.

"Iya, Airin mengerti." Jawab Airin, yang akhirnya mengakhiri telfonya.

Tuut... suara telfon pun tertutup, dan mengakiri percakapan mereka. Airin terpaku begitu panggilan telfon dari bi Rahma berakhir. Ia mencoba mengatur kembali raut wajahnya yang sendu karena menahan kesedihanya, tak lupa juga membersihkan air mata yang masih melembabkan kedua pipinya, hingga membuat kedua matanya yang terlihat sembab karena terus menangis sedari tadi.

"Apa yang akan aku katakan pada bibi dan paman, juga pada Arka nanti? Kalau aku tadi bertemu denganya?" Airin menghela nafas panjang, mencoba mengakhiri kegundahanya, dan kembali menyalakan mobilnya untuk pulang.

...

Dalam tempat yang berbeda, terlihat Darren dan Lucas telah masuk kembali ke dalam acara pesta. Meski terlihat enggan dan ekspresinya yang masih tak bisa menikmati acara, Darren terlihat terhanyut pada lamunannya sendiri.

Prang..., tiba-tiba saja gelas yang ia pegang terjatuh dari tanganya, hingga menciptakan kegaduhan, dan membuat semua mata menatap padanya.

Lucas yang tak jauh dari posisinya berdiri, cukup terkejut dengan kegaduhan yang dilakukan oleh Darren. Ekspresinya sempat merasa malu, karena takut Darren membuat ulah lagi, namun begitu ia menghampiri Darren berubah menjadi kepanikan, melihat wajah Darren yang tampak pucat.

"Ren bangun, lo gapapa, kan?" Tanya Lucas sedikit menggoyangkan tubuh Darren yang masih diam terpaku setelah membuat gelasnya pecah.

"Tolong bantu bersihkan gelasnya ya?" Ucapnya pada seorang pelayan. "Maaf, sepertinya hari ini Darren sedang tidak enak badan, jadi kami pamit dulu." Sambungnya, lalu membawa Darren pergi dari acara.

Terjadi kegaduhan ketika Darren dan Lucas pergi dari acara, semua terlihat membicarakan kepergian mereka dan kegaduhan yang terjadi karena Darren memecahkan gelas yang dia pegang.

Episodes
1 1. Melbourne
2 2. Airin's Garden
3 3. Permataku
4 4. Pulang Kerumah Bibi
5 5. Status Baru
6 6. Hikmah Memilikinya
7 7. Kehangatan Mengelilingiku
8 8. Bertemu Teman Lama
9 9. Rasa Yang Tertinggal
10 10. Mengantar Pesanan Bunga
11 11. Bertemu Denganya
12 12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13 13. Kenyataan Yang Menghuncam
14 14. Pikiran Yang Mengganggu
15 15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16 16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17 17. Memori Yang Hilang
18 18. Hal Yang Dilupakan
19 19. Suara Hati
20 20. Hubungan Yang Kaku
21 21. Ada Yang Janggal
22 22. Big News
23 23. Gawat!
24 24. Hati Yang Terluka
25 25. Bayangan Akan Dirinya
26 26. Masih Merindukannya?
27 27. Mencari Jawaban
28 28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29 29. Mencari Arka Yang Hilang
30 30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31 31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32 32. Harus Bagaimana?
33 33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34 34. Serpihan Ingatan
35 35. Perempuan Yang Sama?
36 36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37 37. Awal Dari Puzzle
38 38. Potongan Puzzle
39 39. Susunan Pazzle
40 40. Titik Terangnya
41 41. Mengatakan Kebenaran
42 42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43 43. Mencari Harapan
44 44. Jatuh Sakit
45 45. Sebuah Firasat
46 46. Momen Kedekatan
47 47. Kenangan Masa Lalu
48 48. Pulang Dari Rumah Sakit
49 49. Airin dan Keputusannya
50 50. Darren Yang Merasa Aneh
51 51. Identitas Diri
52 52. Akhirnya Pulang
53 53. Tak Lagi Berharap
54 54. Ada Yang Salah
55 55. Keputusan Yang Sulit
56 56. Teka Teki
57 57. Sebuah Gambaran
58 58. Siluet Bayangan
59 59. Harapan Tiba?
60 60. Langkah Darren
61 61. Pergolakan Hati
62 62. Isi Hati Seorang Arkana
63 63. Kepingan Cerita
64 64. Berita Yang Mengejutkan
65 65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66 66. Arka Sudah Tau?
67 67. Darren Akhirnya Ingat?
68 68. Kenangan dan Harapan
69 69. Rasa Mengharukan
70 70. Tampil Bersama
71 71. Kumpul Bertiga?
72 72. Perasaan Yang Tertahan
73 73. Babak Baru
74 74. Berbagi Cerita
75 75. Breaking News
76 76. Ikatan Batin
77 77. Langkah Yang Tak Mudah
78 78. Sidang Keluarga
79 79. Langkah Selanjutnya
80 80. Langkah Awal
81 81. Airin dan Bunga
82 82. Kesalahpahaman
83 83. Kecemasan
84 84. Meminta Maaf
85 85. Perkenalan Diri Dari Darren
86 86. Meredakan Amarah Airin
87 87. Penjelasan Darren
88 88. Mencari Airin
89 89. Mencari Airin 2
90 90. Menemukanmu
91 91. Bertemu
92 92. Emosional
93 93. Hukuman
94 94. Menebus Kesalahan
95 95. Airin Sadar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Melbourne
2
2. Airin's Garden
3
3. Permataku
4
4. Pulang Kerumah Bibi
5
5. Status Baru
6
6. Hikmah Memilikinya
7
7. Kehangatan Mengelilingiku
8
8. Bertemu Teman Lama
9
9. Rasa Yang Tertinggal
10
10. Mengantar Pesanan Bunga
11
11. Bertemu Denganya
12
12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13
13. Kenyataan Yang Menghuncam
14
14. Pikiran Yang Mengganggu
15
15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16
16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17
17. Memori Yang Hilang
18
18. Hal Yang Dilupakan
19
19. Suara Hati
20
20. Hubungan Yang Kaku
21
21. Ada Yang Janggal
22
22. Big News
23
23. Gawat!
24
24. Hati Yang Terluka
25
25. Bayangan Akan Dirinya
26
26. Masih Merindukannya?
27
27. Mencari Jawaban
28
28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29
29. Mencari Arka Yang Hilang
30
30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31
31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32
32. Harus Bagaimana?
33
33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34
34. Serpihan Ingatan
35
35. Perempuan Yang Sama?
36
36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37
37. Awal Dari Puzzle
38
38. Potongan Puzzle
39
39. Susunan Pazzle
40
40. Titik Terangnya
41
41. Mengatakan Kebenaran
42
42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43
43. Mencari Harapan
44
44. Jatuh Sakit
45
45. Sebuah Firasat
46
46. Momen Kedekatan
47
47. Kenangan Masa Lalu
48
48. Pulang Dari Rumah Sakit
49
49. Airin dan Keputusannya
50
50. Darren Yang Merasa Aneh
51
51. Identitas Diri
52
52. Akhirnya Pulang
53
53. Tak Lagi Berharap
54
54. Ada Yang Salah
55
55. Keputusan Yang Sulit
56
56. Teka Teki
57
57. Sebuah Gambaran
58
58. Siluet Bayangan
59
59. Harapan Tiba?
60
60. Langkah Darren
61
61. Pergolakan Hati
62
62. Isi Hati Seorang Arkana
63
63. Kepingan Cerita
64
64. Berita Yang Mengejutkan
65
65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66
66. Arka Sudah Tau?
67
67. Darren Akhirnya Ingat?
68
68. Kenangan dan Harapan
69
69. Rasa Mengharukan
70
70. Tampil Bersama
71
71. Kumpul Bertiga?
72
72. Perasaan Yang Tertahan
73
73. Babak Baru
74
74. Berbagi Cerita
75
75. Breaking News
76
76. Ikatan Batin
77
77. Langkah Yang Tak Mudah
78
78. Sidang Keluarga
79
79. Langkah Selanjutnya
80
80. Langkah Awal
81
81. Airin dan Bunga
82
82. Kesalahpahaman
83
83. Kecemasan
84
84. Meminta Maaf
85
85. Perkenalan Diri Dari Darren
86
86. Meredakan Amarah Airin
87
87. Penjelasan Darren
88
88. Mencari Airin
89
89. Mencari Airin 2
90
90. Menemukanmu
91
91. Bertemu
92
92. Emosional
93
93. Hukuman
94
94. Menebus Kesalahan
95
95. Airin Sadar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!