2. Airin's Garden

Bunga-bunga indah bermekaran dalam kebun bunga miliknya, terlihat indah dengan berbagai jenis dan ragam yang berwarna-warni. Terlihat sempurna dan menampilkan keindahan tersendiri di dalamnya setiap kali melihat warna-warni bunganya.

"Kita banyak pesanan hari ini, ya?" Celetuk seseorang.

"Benar, hari ini banyak yang memesan bunga untuk digunakan ke pernikahan." Saut lainya.

Airin's Garden, toko bunga yang menjual berbagai bunga yang cantik, yang melayani berbagai pemesan pribadi maupun pernikahan, dan acara penting lainya itu kini tengah ramai pemesan dan tampak sibuk hingga membuat kewalahan. Toko bunga yang telah berdiri selama 1,5 tahun itu, kini telah banyak peminatnya, dan bahkan banyak yang sudah menggunakan jasanya.

"Rin, kamu gak mau jemput Arka? Sepertinya dia sudah mau pulang tuh." Kata seseorang mengingatkan perempuan yang bernama Airin itu, yang sekaligus pemilik toko bunga Airin's Garden. Mengingat pesanan cukup banyak pada toko bunganya, ia sampai lupa soal menjemput anaknya disekolah.

"Wah iya, aku sampai lupa. Kalau begitu, aku tinggal dulu ya Bi, aku titip toko sebentar." Ucap Airin bergegas membersihkan dirinya untuk segera menjemput Arka.

"Iya, hati-hati, tidak usah khawatir soal toko." Balas Rahma, yang merupakan bibi dari Airin.

Airin bergegas pergi ke sekolahan TK Arka yang terletak tak jauh dari rumahnya, untuk menjemput anaknya disekolah. Meski tak terlalu jauh jarak sekolah dari toko bunganya, namun tetap saja ia tak bisa membuat anaknya yang baru berumur 5 tahun itu menunggu dirinya terlalu lama lagi.

"Mau menjemput Arka?" Sapa seseorang pada Airin yang tengah menuju ke lokasi sekolahan anaknya.

"Iya bu." Balas Airin dengan sopan pada ibu tetangganya.

"Kemana Dava, biasanya dia yang jemput Arka?" Tanya lainya.

"Ah, Dava hari ini pulang agak telat, katanya ada les."

"Oh, yaudah hati-hati kalau begitu."

"Baik, terimakasih."

Dengan setengah berlari, ia menuju ke tempat sekolah anaknya ketika sampai pada gerbang sekolahnya. Di lihatnya anak-anak TK yang tengah berhamburan keluar. Airin pun mencoba mencari keberadaan anaknya ditengah-tengah kerumunan itu.

"Dimana Arka, ya?" Ucapnya sembari mencari sosok anaknya ditengah keramaian anak-anak yang berhamburan keluar.

"Mama." Panggil Arka dengan semangat begitu melihat Airin.

Airin menghampiri anaknya yang berlari mengarah padanya. "Mama tidak terlambat, kan?" Ucapnya memeluk lembut sang anak semata wayangnya itu.

"Nggak kok, Arka juga baru keluar. Ayo pulang, Arka mau makan masakan mama." Ucap Arka dengan penuh semangat, membuat Airin tersenyum menatap tingkah lucunya.

"Baiklah, ayo pulang sekarang, lalu makan masakan mama." Balas Airin, lalu menggandeng anaknya dan pergi meninggalkan sekolah.

Keduanya berjalan menjauhi sekolah dengan penuh keceriaan.

...

"Selamat siang semua..." Teriak Arka dengan lantang pada pegawai Airin's Garden setelah ia sampai dirumah. Mengingat rumahnya terhubung dengan toko bunganya, karena itu membuat Arka bisa dengan mudahnya menyapa mereka, dan datang berkunjung kesana.

Semua pegawai Airin's Garden yang sudah tahu tentang kebiasaan Arka, hanya bisa tersenyum melihat sikap dan semangat dari Arka yang seperti tidak ada habisnya itu.

"Wah semangatnya." Saut Rahma melihat anak dari keponakannya itu.

"Dia sudah semangat dari pulang sekolah tadi, katanya mau cepetan pulang dan makan masakan mamanya." Timpal Airin sembari menaruh tasnya.

"Dia benar-benar sayang banget sama kamu ya, sampai-sampai tidak mau melewatkan satupun makanan yang kamu buat, masakan bibi saja jarang dia sentuh." Kata Rahma, terlihat kagum terhadap sikap Arka pada Airin, hingga membuatnya sedikit cemburu akan itu.

"Iya bi, aku juga benar-benar tidak menyangka melihat Arka yang selalu memakan masakanku." Kata Airin begitu senang melihat perilaku anaknya yang tak mau makan selain makanan yang dimasak olehnya.

"Kamu beruntung punya seorang anak yang penurut, baik dan ceria seperti Arka." Ucap Rahma.

"Iya. Aku merasa bersyukur ada Arka disisiku. Dia bagai malaikat buatku." Airin merasa bangga dengan kehadiran anak semata wayangnya itu. Menatap penuh rasa syukur pada anak yang kini tersenyum dengan cerianya.

"Yasudah gantikan saja pakaian anakmu, dan beri dia makan sebelum dia ngambek nanti, soal toko biar bibi yang handle sebentar." Kata bi Rahma pada Airin, untuk segera membawa Arka ke rumah yang kebetulan berada dekat dengan tokonya.

"Baik bi, aku titip sebentar ya bi." Angguk Airin mengikuti perintah bibinya, "Arka ayo ganti baju dulu, lalu setelah itu kita makan nanti." Panggil Airin pada Arka yang sibuk bermain dengan beberapa pegawai toko.

"Yeay makan.." Ucapnya senang setelah mendengarnya, berlari menghampiri Airin dengan segera.

Terpopuler

Comments

Minanu Suada

Minanu Suada

aq mampir kak...

2022-11-06

1

lihat semua
Episodes
1 1. Melbourne
2 2. Airin's Garden
3 3. Permataku
4 4. Pulang Kerumah Bibi
5 5. Status Baru
6 6. Hikmah Memilikinya
7 7. Kehangatan Mengelilingiku
8 8. Bertemu Teman Lama
9 9. Rasa Yang Tertinggal
10 10. Mengantar Pesanan Bunga
11 11. Bertemu Denganya
12 12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13 13. Kenyataan Yang Menghuncam
14 14. Pikiran Yang Mengganggu
15 15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16 16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17 17. Memori Yang Hilang
18 18. Hal Yang Dilupakan
19 19. Suara Hati
20 20. Hubungan Yang Kaku
21 21. Ada Yang Janggal
22 22. Big News
23 23. Gawat!
24 24. Hati Yang Terluka
25 25. Bayangan Akan Dirinya
26 26. Masih Merindukannya?
27 27. Mencari Jawaban
28 28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29 29. Mencari Arka Yang Hilang
30 30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31 31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32 32. Harus Bagaimana?
33 33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34 34. Serpihan Ingatan
35 35. Perempuan Yang Sama?
36 36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37 37. Awal Dari Puzzle
38 38. Potongan Puzzle
39 39. Susunan Pazzle
40 40. Titik Terangnya
41 41. Mengatakan Kebenaran
42 42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43 43. Mencari Harapan
44 44. Jatuh Sakit
45 45. Sebuah Firasat
46 46. Momen Kedekatan
47 47. Kenangan Masa Lalu
48 48. Pulang Dari Rumah Sakit
49 49. Airin dan Keputusannya
50 50. Darren Yang Merasa Aneh
51 51. Identitas Diri
52 52. Akhirnya Pulang
53 53. Tak Lagi Berharap
54 54. Ada Yang Salah
55 55. Keputusan Yang Sulit
56 56. Teka Teki
57 57. Sebuah Gambaran
58 58. Siluet Bayangan
59 59. Harapan Tiba?
60 60. Langkah Darren
61 61. Pergolakan Hati
62 62. Isi Hati Seorang Arkana
63 63. Kepingan Cerita
64 64. Berita Yang Mengejutkan
65 65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66 66. Arka Sudah Tau?
67 67. Darren Akhirnya Ingat?
68 68. Kenangan dan Harapan
69 69. Rasa Mengharukan
70 70. Tampil Bersama
71 71. Kumpul Bertiga?
72 72. Perasaan Yang Tertahan
73 73. Babak Baru
74 74. Berbagi Cerita
75 75. Breaking News
76 76. Ikatan Batin
77 77. Langkah Yang Tak Mudah
78 78. Sidang Keluarga
79 79. Langkah Selanjutnya
80 80. Langkah Awal
81 81. Airin dan Bunga
82 82. Kesalahpahaman
83 83. Kecemasan
84 84. Meminta Maaf
85 85. Perkenalan Diri Dari Darren
86 86. Meredakan Amarah Airin
87 87. Penjelasan Darren
88 88. Mencari Airin
89 89. Mencari Airin 2
90 90. Menemukanmu
91 91. Bertemu
92 92. Emosional
93 93. Hukuman
94 94. Menebus Kesalahan
95 95. Airin Sadar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Melbourne
2
2. Airin's Garden
3
3. Permataku
4
4. Pulang Kerumah Bibi
5
5. Status Baru
6
6. Hikmah Memilikinya
7
7. Kehangatan Mengelilingiku
8
8. Bertemu Teman Lama
9
9. Rasa Yang Tertinggal
10
10. Mengantar Pesanan Bunga
11
11. Bertemu Denganya
12
12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13
13. Kenyataan Yang Menghuncam
14
14. Pikiran Yang Mengganggu
15
15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16
16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17
17. Memori Yang Hilang
18
18. Hal Yang Dilupakan
19
19. Suara Hati
20
20. Hubungan Yang Kaku
21
21. Ada Yang Janggal
22
22. Big News
23
23. Gawat!
24
24. Hati Yang Terluka
25
25. Bayangan Akan Dirinya
26
26. Masih Merindukannya?
27
27. Mencari Jawaban
28
28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29
29. Mencari Arka Yang Hilang
30
30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31
31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32
32. Harus Bagaimana?
33
33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34
34. Serpihan Ingatan
35
35. Perempuan Yang Sama?
36
36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37
37. Awal Dari Puzzle
38
38. Potongan Puzzle
39
39. Susunan Pazzle
40
40. Titik Terangnya
41
41. Mengatakan Kebenaran
42
42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43
43. Mencari Harapan
44
44. Jatuh Sakit
45
45. Sebuah Firasat
46
46. Momen Kedekatan
47
47. Kenangan Masa Lalu
48
48. Pulang Dari Rumah Sakit
49
49. Airin dan Keputusannya
50
50. Darren Yang Merasa Aneh
51
51. Identitas Diri
52
52. Akhirnya Pulang
53
53. Tak Lagi Berharap
54
54. Ada Yang Salah
55
55. Keputusan Yang Sulit
56
56. Teka Teki
57
57. Sebuah Gambaran
58
58. Siluet Bayangan
59
59. Harapan Tiba?
60
60. Langkah Darren
61
61. Pergolakan Hati
62
62. Isi Hati Seorang Arkana
63
63. Kepingan Cerita
64
64. Berita Yang Mengejutkan
65
65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66
66. Arka Sudah Tau?
67
67. Darren Akhirnya Ingat?
68
68. Kenangan dan Harapan
69
69. Rasa Mengharukan
70
70. Tampil Bersama
71
71. Kumpul Bertiga?
72
72. Perasaan Yang Tertahan
73
73. Babak Baru
74
74. Berbagi Cerita
75
75. Breaking News
76
76. Ikatan Batin
77
77. Langkah Yang Tak Mudah
78
78. Sidang Keluarga
79
79. Langkah Selanjutnya
80
80. Langkah Awal
81
81. Airin dan Bunga
82
82. Kesalahpahaman
83
83. Kecemasan
84
84. Meminta Maaf
85
85. Perkenalan Diri Dari Darren
86
86. Meredakan Amarah Airin
87
87. Penjelasan Darren
88
88. Mencari Airin
89
89. Mencari Airin 2
90
90. Menemukanmu
91
91. Bertemu
92
92. Emosional
93
93. Hukuman
94
94. Menebus Kesalahan
95
95. Airin Sadar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!