9. Rasa Yang Tertinggal

"Kak Rendi, kakak datang lagi hari ini?" Airin cukup terkejut melihat Rendi yang datang ke rumahnya 3 hari berturut.

"Iya, soalnya kebetulan arahku sama, jadi aku mampir deh, sekalian mau menemui Arka."

"Memangnya dokter bisa sesenggang ini ya?" Heran Airin melihat Rendi yang terus-terusan datang berkunjung kerumahnya untuk menemuai Arka.

"Bisa kok, anggap saja aku dokter yang fleksibel." Kelakar Rendi.

"Apa'an tuh, mana ada dokter yang fleksibel, yang ada malah suber sibuk." Airin tertawa mendengar lelucon dari Rendi.

Mungkin ini rasa yang masih tertinggal saat SMA, dan ketika bertemu kembali dengan kondisi yang sudah sama-sama berubah, ternyata rasa itu masih ada. Meskipun sudah tahu kalau hal itu tak akan mudah untuk di gapai ataupun dimiliki.

Tidak tahu siapa yang suka terlebih dahulu, namun ternyata keduanya pernah ada rasa ketertarikan satu sama lain saat SMA, meski tak saling mengetahui satu sama lain karena keduanya yang pemalu, hingga akhirnya waktu yang membuat mereka terpisah, namun waktu juga yang mempertemukan mereka kembali saat ini.

Sudah lebih dari 10 tahun keduanya tak saling bertemu, bahkan juga sudah tak saling berkomunikasi atapun mengontak satu sama lain karena kesibukan masing-masing, namun anehnya obrolan mereka masih tetap nyambung kembali meski sempat terpisah jarak waktu yang lama.

Rendi Purnama, kakak kelas Airin waktu disekolah adalah sosok yang penuh kewibawaan, mereka berdua sama-sama tergabung dalam anggota osis yang sama, karena itu mereka jadi saling kenal meski beda kelas dan angkatan. Rendi sebagai Ketua osisnya, dan Airin sebagai sekretarisnya.

Meski tak bisa bersama dalam waktu yang lama untuk terlibat dalam keanggotaan osis, karena Rendi yang saat itu sudah mendekati kelas akhir sekolahnya, namun dalam waktu yang mereka habiskan bersama cukup mendalam bahkan begitu berkesan bagi keduanya.

...

"Om dokter sudah mau pulang?" Tanya Arka yang sudah menyelesaikan mandinya, sekaligus berganti pakaian.

"Iya, soalnya om dokter masih ada kerjaan, jadi harus segera pergi." Balas Rendi sambil mengelus lembut pipi gembul Arka.

"Yah.. Padahal masih mau main, terus hadiah buat Arka mana? Aku sudah mandi lho, dan sudah ganti baju juga." Seru Arka menagih janjinya pada Rendi.

"Arka gak boleh gitu dong, kan tadi Arka sudah dikasih om Rendi mainan, masa minta lagi sih.." Tegur Airin pada Arka yang menodongkan hadiah pada Rendi, dan tentu saja Arka langsung memberikan respon cemberut setelah dimarahin oleh mamanya.

"Kak, maaf ya, nanti biar aku yang menjelaskan sama Arka, kakak gak usah menuruti permintaan dari Arka." Ucap Airin beralih pada Rendi.

"Iya aku tau, tapi karena aku sudah terjlanjur membuat janji sama Arka, jadi tetap harus aku tepati, kamu tenang saja, aku gak keberatan kok soal itu." Balas Rendi menenangkan Airin.

"Tapi, kan kak.." Airin masih tetap merasa tak enak sama Rendi.

"Gapapa Airin, aku justru malah senang lho bisa memberikan hadiah buat Arka." Senyum Rendi kembali menenangkan Airin, yang akhirnya membuat Airin menyerah soal itu.

"Yeay, jadi Arka nanti akan dapat hadiah, nih?." Seru Arka kembali bersemangat yang ssbelumnya sempat cemberut.

"Iya, karena om sudah janji sama Arka, om akan kasih hadiahnya sama Arka, tapi tidak sekarang, nanti akan om kasih kalau om kesini lagi, gimana?"

"Ok, tapi janji ya!"

"Om janji, tapi apa ada hadiah yang ingin Arka minta dari om?"

"Em... apa ya?

Disaat Arka dan Rendi saling mengobrol dengan akrab, bahkan berdiskusi dengan serius, dari arah sebrang, terlihat Airin yang mengamati obrolan keduanya dengan pasrah.

"Hubungan mereka udah seperti ayah dan anak ya?" Bisik bi Rahma menghampiri Airin yang tengah mengamati kedekatan anaknya dengan Rendi.

"Bibi, ngagetin aja sih." Balas Airin dengan sedikit terkejut.

"Gimana, yang bibi maksud tadi benar, kan?" Ucap bi Rahma lagi.

"Airin gak ngerti maksud bibi." Balas Airin cuek.

"Hem.. Lihat lagi deh, kayanya Rendi suka sama kamu, deh." Bisik bi Rahma sedikit menggoda Airin.

"Bibi.." Airin mau protes sama bibinya, namun matanya teralihkan ketika melihat Rendi menghampiri dirinya setelah selesai berbicara dengan Arka tadi. "Eh kak Rendi sudah mau balik," Ucapnya spontan pada Rendi yang menghampirinya.

"Iya, oh ada bi Rahma juga. Kalau begitu saya mau pamit sekalian sama bi Rahma. Terimakasih sudah menjamu Rendi dengan baik hari ini, meski tadi mampirnya mendadak."

"Tidak apa nak Rendi, bibi tidak keberatan sama sekali, justru bibi akan dengan senang hati menjamu nak Rendi, jadi datang saja lagi kapan pun nak Rendi mau, rumah ini selalu terbuka untuk nak Rendi.." Ucap bi Rahma yang tak merasa keberatan, dan malah senang.

"Terimakasih bi, Rendi jadi merasa terharu karena selalu disambut dengan baik disini." Balasnya pada bi Rahma yang merasa berterimakasih atas sambutan baiknya. "Kalau begitu Rendi pamit dulu ya, bi." Ujarnya pamit pergi pada bi Rahma

"Iya, hati-hati ya." Balas bi Rahma.

Rendi pun melangkah keluar bersama dengan Airin yang ikut mengantarnya keluar.

"Kak, terimakasih ya tadi sudah membelikan mainan untuk Arka, sama makanan juga tadi yang kakak bawa. Lain kali kalau datang, gak usah repot-repot bawa begitu, Airin jadi merasa gak enak, karena setiap kali kakak datang, pasti bawa sesuatu." Ucap Airin setelah mengantar Rendi di depan gerbang.

"Kalau aku gak bawa apa-apa, justru aku merasa gak enak, kan aku tamu masa cuma lenggang gitu aja."

"Gapapa tau, aku dan lainya juga gak pernah minta sama kakak untuk bawa sesuatu."

"Iya sih, tapi akunya yang gak mau. Sudahlah, toh hanya makanan ringan. Aku pergi dulu ya, titip salam buat dava sama om Bilal." Kata Rendi berpamitan pada Airin, dan juga menitipkan salam pada Dava dan om Bilal yang tak kelihatan sedari tadi.

"Em, nanti aku sampaikan ke mereka, kakak hati-hati ya dijalan." Balas Airin.

"Ok, bye.."

Rendi pun meninggalkan kediaman Airin denganya mobilnya, meninggalkan Airin yang menunggunya di depan gerbang. Setelah mobil Rendi menjauh dari pandanganya, Airin pun kembali masuk ke dalam rumahnya.

Episodes
1 1. Melbourne
2 2. Airin's Garden
3 3. Permataku
4 4. Pulang Kerumah Bibi
5 5. Status Baru
6 6. Hikmah Memilikinya
7 7. Kehangatan Mengelilingiku
8 8. Bertemu Teman Lama
9 9. Rasa Yang Tertinggal
10 10. Mengantar Pesanan Bunga
11 11. Bertemu Denganya
12 12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13 13. Kenyataan Yang Menghuncam
14 14. Pikiran Yang Mengganggu
15 15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16 16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17 17. Memori Yang Hilang
18 18. Hal Yang Dilupakan
19 19. Suara Hati
20 20. Hubungan Yang Kaku
21 21. Ada Yang Janggal
22 22. Big News
23 23. Gawat!
24 24. Hati Yang Terluka
25 25. Bayangan Akan Dirinya
26 26. Masih Merindukannya?
27 27. Mencari Jawaban
28 28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29 29. Mencari Arka Yang Hilang
30 30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31 31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32 32. Harus Bagaimana?
33 33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34 34. Serpihan Ingatan
35 35. Perempuan Yang Sama?
36 36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37 37. Awal Dari Puzzle
38 38. Potongan Puzzle
39 39. Susunan Pazzle
40 40. Titik Terangnya
41 41. Mengatakan Kebenaran
42 42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43 43. Mencari Harapan
44 44. Jatuh Sakit
45 45. Sebuah Firasat
46 46. Momen Kedekatan
47 47. Kenangan Masa Lalu
48 48. Pulang Dari Rumah Sakit
49 49. Airin dan Keputusannya
50 50. Darren Yang Merasa Aneh
51 51. Identitas Diri
52 52. Akhirnya Pulang
53 53. Tak Lagi Berharap
54 54. Ada Yang Salah
55 55. Keputusan Yang Sulit
56 56. Teka Teki
57 57. Sebuah Gambaran
58 58. Siluet Bayangan
59 59. Harapan Tiba?
60 60. Langkah Darren
61 61. Pergolakan Hati
62 62. Isi Hati Seorang Arkana
63 63. Kepingan Cerita
64 64. Berita Yang Mengejutkan
65 65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66 66. Arka Sudah Tau?
67 67. Darren Akhirnya Ingat?
68 68. Kenangan dan Harapan
69 69. Rasa Mengharukan
70 70. Tampil Bersama
71 71. Kumpul Bertiga?
72 72. Perasaan Yang Tertahan
73 73. Babak Baru
74 74. Berbagi Cerita
75 75. Breaking News
76 76. Ikatan Batin
77 77. Langkah Yang Tak Mudah
78 78. Sidang Keluarga
79 79. Langkah Selanjutnya
80 80. Langkah Awal
81 81. Airin dan Bunga
82 82. Kesalahpahaman
83 83. Kecemasan
84 84. Meminta Maaf
85 85. Perkenalan Diri Dari Darren
86 86. Meredakan Amarah Airin
87 87. Penjelasan Darren
88 88. Mencari Airin
89 89. Mencari Airin 2
90 90. Menemukanmu
91 91. Bertemu
92 92. Emosional
93 93. Hukuman
94 94. Menebus Kesalahan
95 95. Airin Sadar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Melbourne
2
2. Airin's Garden
3
3. Permataku
4
4. Pulang Kerumah Bibi
5
5. Status Baru
6
6. Hikmah Memilikinya
7
7. Kehangatan Mengelilingiku
8
8. Bertemu Teman Lama
9
9. Rasa Yang Tertinggal
10
10. Mengantar Pesanan Bunga
11
11. Bertemu Denganya
12
12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13
13. Kenyataan Yang Menghuncam
14
14. Pikiran Yang Mengganggu
15
15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16
16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17
17. Memori Yang Hilang
18
18. Hal Yang Dilupakan
19
19. Suara Hati
20
20. Hubungan Yang Kaku
21
21. Ada Yang Janggal
22
22. Big News
23
23. Gawat!
24
24. Hati Yang Terluka
25
25. Bayangan Akan Dirinya
26
26. Masih Merindukannya?
27
27. Mencari Jawaban
28
28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29
29. Mencari Arka Yang Hilang
30
30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31
31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32
32. Harus Bagaimana?
33
33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34
34. Serpihan Ingatan
35
35. Perempuan Yang Sama?
36
36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37
37. Awal Dari Puzzle
38
38. Potongan Puzzle
39
39. Susunan Pazzle
40
40. Titik Terangnya
41
41. Mengatakan Kebenaran
42
42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43
43. Mencari Harapan
44
44. Jatuh Sakit
45
45. Sebuah Firasat
46
46. Momen Kedekatan
47
47. Kenangan Masa Lalu
48
48. Pulang Dari Rumah Sakit
49
49. Airin dan Keputusannya
50
50. Darren Yang Merasa Aneh
51
51. Identitas Diri
52
52. Akhirnya Pulang
53
53. Tak Lagi Berharap
54
54. Ada Yang Salah
55
55. Keputusan Yang Sulit
56
56. Teka Teki
57
57. Sebuah Gambaran
58
58. Siluet Bayangan
59
59. Harapan Tiba?
60
60. Langkah Darren
61
61. Pergolakan Hati
62
62. Isi Hati Seorang Arkana
63
63. Kepingan Cerita
64
64. Berita Yang Mengejutkan
65
65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66
66. Arka Sudah Tau?
67
67. Darren Akhirnya Ingat?
68
68. Kenangan dan Harapan
69
69. Rasa Mengharukan
70
70. Tampil Bersama
71
71. Kumpul Bertiga?
72
72. Perasaan Yang Tertahan
73
73. Babak Baru
74
74. Berbagi Cerita
75
75. Breaking News
76
76. Ikatan Batin
77
77. Langkah Yang Tak Mudah
78
78. Sidang Keluarga
79
79. Langkah Selanjutnya
80
80. Langkah Awal
81
81. Airin dan Bunga
82
82. Kesalahpahaman
83
83. Kecemasan
84
84. Meminta Maaf
85
85. Perkenalan Diri Dari Darren
86
86. Meredakan Amarah Airin
87
87. Penjelasan Darren
88
88. Mencari Airin
89
89. Mencari Airin 2
90
90. Menemukanmu
91
91. Bertemu
92
92. Emosional
93
93. Hukuman
94
94. Menebus Kesalahan
95
95. Airin Sadar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!