7. Kehangatan Mengelilingiku

"Kalian habis pulang dari main, ya?" Sapa seseorang pada Arka dan Dava yang baru pulang dari taman.

"Oh, kak Rendi. Tumben datang jam segini?" Panggil Dava pada orang yang menyapanya.

"Woo om dokter Rendi." Arka berontak ingin diturunkan oleh Dava, lalu berlari begitu saja menghampiri Rendi setelah Dava menurunkan dari gendongannya.

Rendi menghampiri Arka dengan senang, lalu memeluknya kemudian.

"Ayo masuk om." Ajak Arka memberikan isyarat minta digendong oleh Rendi. Dan Rendi pun menerima permintaanya, dan menggendongnya dengan senang hati.

"Aku datang kesini karena kebetulan saja arahku tadi dekat dengan arah rumah kamu, jadi aku memutuskan untuk mampir sebentar." Ucapnya menjawab pertanyaan Dava tadi, sambil menggendong Arka.

"Hem.. Bilang saja mau ketemu kak Airin." Batin Dava yang mengetahui kedekatan keduanya.

"Arka habis main apa tadi?" Tanya Rendi yang sekarang mengalihkan pertanyaan pada Arka yang sedang lagi ia gendong, sambil berjalan masuk ke dalam rumah.

"Arka habis main kejar-kejaran, perosotan, terus ayunan dan masih banyak lagi." Jawab Arka yang mencoba menjelaskan pada Rendi.

Melihat dirinya di asingkan setelah Rendi datang, membuat Dava sedikit cemberut melihat kedekatan Arka dengan Rendi.

"Woi Arka, om Dava kok ditinggal sendirian, sih." Keluh Dava sembari cemberut melihat Arka yang langsung memalingkan diri ke Rendi yang baru datang.

"Wek.., ini karena om Dava curang tadi." Ucapnya sambil meledek mengeluarkan lidahnya. Rendi yang menggendong Arka tampak tertawa kecil melihat tingkahnya yang tengah meledek Dava.

"Wah dasar ini anak, bener-bener nempel banget kaya perangko ke kak Rendi." Gerutu Dava melihat Arka yang begitu menempel pada Rendi.

Namun meski agak cemburu pada Rendi, karena langsung mendapatkan perhatian dari Arka begitu datang, Dava tetap mengekor dibelakang mereka untuk ikut masuk ke dalam rumah. Hari yang terlihat sudah mulai petang itu, membuat ketiganya masuk kedalam rumah dengan segera.

"Hey, turun nempel mulu." Goda Dava pada Arka yang tak mau turun dari gendongan Rendi sejak dari luar hingga masuk ke dalam rumah, namun tentu saja permintaanya tak digubris oleh Arka yang malah asik bermain dengan Rendi.

"Dava, Arka mana? Kok kamu sendirian?" Tanya Rahma pada anaknya yang tengah berdiri selepas dari arah dapur.

"Tuh.. anaknya lagi main dan nempel sama kak Rendi." Ucap Dava mengarahkan pandangan pada Arka dan Rendi yang tengah duduk di kursi dengan berbagai mainan.

"Oh, selamat malam tante. Maaf saya langsung duduk." Sapa Rendi yang akhirnya melihat keberadaan bi Rahma.

"Selamat malam juga nak Rendi, kok tumben kesini? Apa nak Rendi tidak sibuk?" Tanya bi Rahma yang juga membalas sapaan Rendi.

"Ah itu, Soalnya tadi arah perjalanan saya dekat dengan rumah tante, jadi memutuskan untuk mampir sebentar deh. Dan mungkin, ini juga karena saya sedikit kangen dengan Arka, makanya saya memutuskan untuk mampir kesini." Jawab Rendi. "Oh iya, tadi saya juga membawakan sedikit makanan untuk bibi dan Dava." Ucapnya sembari membawa bingkisan makanan yang ia bawa tadi.

"Eh, gak usah bawa beginian juga gapapa lho, kok repot begini nak Rendi." Terima bi Rahma dengan perasaan tak nyaman.

"Gapapa kok tante, Rendi gak merasa repot. Karena tadi sekalian beli mainan buat Arka." Balas Rendi.

"Kalau ibuk gak mau, biar Dava saja yang menerima. Makasih lho kak, sering-sering kesini deh, jangan lupa bawa makanan juga." Timpal Dava yang meraih bingkisan dari Rendi yang lagi dipegang oleh ibunya.

"Dasar ini anak, sana masuk ke dalam, mandi gih. Sebelum itu panggil kakakmu Airin kesini, bilang ada nak Rendi disini." Geram Rahma pada kelakuan anaknya yang tak ada malu-malunya.

"Ye.. sabar dong, gak sabaran banget sih jadi orang." Ucap Dava meledek ibunya, lalu masuk ke dalam rumah.

Rahma hanya bisa menghela nafas panjang melihat tingkah anaknya.

"Yaudah duduk nak, kita ngobrol sambil nunggu Airin." Pinta bi Rahma pada Rendi yang masih berdiri.

"Itu.. sebenarnya saya tidak bisa lama-lama, soalnya saya masih ada urusan, tadi saya cuma ingin mampir saja." Ucap Rendi.

"Oh, gak mau nunggu Airin dulu? Dia pasti segera datang tuh."

"Lho, Airin masih ditoko?"

"Iya, pesanan hari ini cukup banyak, karena itu dia sedikit melembur, bahkan sampai sekarang juga kayanya masih belum selesai." Jelas bi Rahma.

Rendi mengangguk mengerti, namun raut wajahnya sedikit menyayangkan.

"Om.. om.. Ini bagaimana cara mainya?" Celetuk Arka meminta Rendi menjelaskan cara main dari mainan yang ia berikan.

"Oh begini, Arka pasang dulu tembaknya, lalu tekan dan nanti bisa nyala deh tembaknya." Jelas Rendi dengan sabar pada Arka.

"Sudah seperti ayah dan anak saja." - Batin bi Rahma melihat kedekatan Rendi dan Arka.

Ekpsresinya tampak senang melihat kedekatan keduanya. Ia pun memutuskan masuk ke dalam dapur kembali untuk mengambil minuman untuk Rendi.

Disamping itu, selang benerapa menit, Airin datang setelah berkutat menyelesaikan pesanan bunga dari beberapa pelangganya.

"Arka mana ya?" Ucapnya sembari mencari keberadaan anaknya.

"Disini, arka disini bersama om dokter Rendi." Sahut Arka yang mendengar mamanya tengah memanggil namanya.

"Oh, kak Rendi. Kok kakak ada disini?" Ucap Airin sedikit kaget melihat keberadaan Rendi dirumahnya, apalagi tengah bermain dengan anaknya.

"Iya, tadi aku lagi ada urusan sedikit, karena pulangnya searah, jadi aku mampir sebentar kerumah kamu, sambil ketemu Arka." Jawab Rendi dengan pertanyaan yang sama ketika melihat keberadaanya. "Kamu habis dari toko?" Tanya Rendi kemudian.

"Iya nih, aku sampai lupa soal Arka karena saking sibuknya tadi." Balas Airin. "Arka ayo mandi dulu, bau tau. Kan tadi mama sudah bilang tidak boleh pulang sampai petang." Ucap Airin yang tengah menghampiri anaknya yang sibuk bermain.

"Arka gak mau mandi." Balas Arka tegas yang terlanjur asik bermain.

"Kok gak mandi sih? Nanti bau, banyak kuman. Terus mainan ini darimana?" Ucapnya pada mainan yang tengah dimainkan oleh sang anak.

"Dari om dokter." Jawab Arka masih sibuk bermain.

"Arka sudah mengucapkan terimakasih belum sama om dokter?"

Arka menggelengkan kepalanya, namun tetap fokus pada mainannya.

"Ayo bilang terimakasih sama om dokter."

Meski dengan sedikit manyun, Arka menuruti keinginan Airin. "Terimakasih om dokter, Arka suka dengan mainannya." Kata Arka pada Rendi.

"Oh ya? Kalau begitu Arka harus mengabulkan permintaan om dokter kalau suka sama mainannya." Balas Rendi.

"Permintaan?" Tanya Arka dengan wajah polosnya.

"Permintaannya adalah Arka harus mandi."

"Ya..., apa mainanya akan di ambil lagi kalau Arka tidak mau mandi?" Wajahnya tampak cemberut ketika mengatakanya.

"Em.. gimana ya? Justru kalau Arka mandi, Arka akan dapat hadiah lagi dari om dokter."

"Beneran? Ok, Arka mau mandi sekarang." Teriak Arka dengan ceria.

Airin hanya tersenyum melihat obrolan Arka dengan Rendi, begitupun dengan bi Rahma yang tak sengaja melihatnya setelah dari arah dapur untuk mengambil minuman untuk Rendi.

"Kalau kakak bilang begitu, nanti Arka akan menagih hadiahnya sama kakak." Kata Airin sedikit menegur Rendi.

"Gapapa, aku tinggal kasih aja lagi hadiahnya." Ucap Rendi tak masalah.

"Kak Rendi selalu saja memanjakan Arka, nanti kalau Arka keterusan gimana?." Kinan merasa Khawatir dengan perhatian berlebihan dari Rendi.

"Gapapa, lagian tidak setiap hari juga." Balas Rendi tak merasa keberatan.

"Seperti Istri yang lagi memarahi suaminya yang tengah memanjakan anaknya." - Batin bi Rahma melihat obrolan Airin dan Rendi.

Terpopuler

Comments

A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿

A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿

mampir kak 💙👍

2022-11-05

1

lihat semua
Episodes
1 1. Melbourne
2 2. Airin's Garden
3 3. Permataku
4 4. Pulang Kerumah Bibi
5 5. Status Baru
6 6. Hikmah Memilikinya
7 7. Kehangatan Mengelilingiku
8 8. Bertemu Teman Lama
9 9. Rasa Yang Tertinggal
10 10. Mengantar Pesanan Bunga
11 11. Bertemu Denganya
12 12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13 13. Kenyataan Yang Menghuncam
14 14. Pikiran Yang Mengganggu
15 15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16 16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17 17. Memori Yang Hilang
18 18. Hal Yang Dilupakan
19 19. Suara Hati
20 20. Hubungan Yang Kaku
21 21. Ada Yang Janggal
22 22. Big News
23 23. Gawat!
24 24. Hati Yang Terluka
25 25. Bayangan Akan Dirinya
26 26. Masih Merindukannya?
27 27. Mencari Jawaban
28 28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29 29. Mencari Arka Yang Hilang
30 30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31 31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32 32. Harus Bagaimana?
33 33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34 34. Serpihan Ingatan
35 35. Perempuan Yang Sama?
36 36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37 37. Awal Dari Puzzle
38 38. Potongan Puzzle
39 39. Susunan Pazzle
40 40. Titik Terangnya
41 41. Mengatakan Kebenaran
42 42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43 43. Mencari Harapan
44 44. Jatuh Sakit
45 45. Sebuah Firasat
46 46. Momen Kedekatan
47 47. Kenangan Masa Lalu
48 48. Pulang Dari Rumah Sakit
49 49. Airin dan Keputusannya
50 50. Darren Yang Merasa Aneh
51 51. Identitas Diri
52 52. Akhirnya Pulang
53 53. Tak Lagi Berharap
54 54. Ada Yang Salah
55 55. Keputusan Yang Sulit
56 56. Teka Teki
57 57. Sebuah Gambaran
58 58. Siluet Bayangan
59 59. Harapan Tiba?
60 60. Langkah Darren
61 61. Pergolakan Hati
62 62. Isi Hati Seorang Arkana
63 63. Kepingan Cerita
64 64. Berita Yang Mengejutkan
65 65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66 66. Arka Sudah Tau?
67 67. Darren Akhirnya Ingat?
68 68. Kenangan dan Harapan
69 69. Rasa Mengharukan
70 70. Tampil Bersama
71 71. Kumpul Bertiga?
72 72. Perasaan Yang Tertahan
73 73. Babak Baru
74 74. Berbagi Cerita
75 75. Breaking News
76 76. Ikatan Batin
77 77. Langkah Yang Tak Mudah
78 78. Sidang Keluarga
79 79. Langkah Selanjutnya
80 80. Langkah Awal
81 81. Airin dan Bunga
82 82. Kesalahpahaman
83 83. Kecemasan
84 84. Meminta Maaf
85 85. Perkenalan Diri Dari Darren
86 86. Meredakan Amarah Airin
87 87. Penjelasan Darren
88 88. Mencari Airin
89 89. Mencari Airin 2
90 90. Menemukanmu
91 91. Bertemu
92 92. Emosional
93 93. Hukuman
94 94. Menebus Kesalahan
95 95. Airin Sadar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Melbourne
2
2. Airin's Garden
3
3. Permataku
4
4. Pulang Kerumah Bibi
5
5. Status Baru
6
6. Hikmah Memilikinya
7
7. Kehangatan Mengelilingiku
8
8. Bertemu Teman Lama
9
9. Rasa Yang Tertinggal
10
10. Mengantar Pesanan Bunga
11
11. Bertemu Denganya
12
12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13
13. Kenyataan Yang Menghuncam
14
14. Pikiran Yang Mengganggu
15
15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16
16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17
17. Memori Yang Hilang
18
18. Hal Yang Dilupakan
19
19. Suara Hati
20
20. Hubungan Yang Kaku
21
21. Ada Yang Janggal
22
22. Big News
23
23. Gawat!
24
24. Hati Yang Terluka
25
25. Bayangan Akan Dirinya
26
26. Masih Merindukannya?
27
27. Mencari Jawaban
28
28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29
29. Mencari Arka Yang Hilang
30
30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31
31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32
32. Harus Bagaimana?
33
33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34
34. Serpihan Ingatan
35
35. Perempuan Yang Sama?
36
36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37
37. Awal Dari Puzzle
38
38. Potongan Puzzle
39
39. Susunan Pazzle
40
40. Titik Terangnya
41
41. Mengatakan Kebenaran
42
42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43
43. Mencari Harapan
44
44. Jatuh Sakit
45
45. Sebuah Firasat
46
46. Momen Kedekatan
47
47. Kenangan Masa Lalu
48
48. Pulang Dari Rumah Sakit
49
49. Airin dan Keputusannya
50
50. Darren Yang Merasa Aneh
51
51. Identitas Diri
52
52. Akhirnya Pulang
53
53. Tak Lagi Berharap
54
54. Ada Yang Salah
55
55. Keputusan Yang Sulit
56
56. Teka Teki
57
57. Sebuah Gambaran
58
58. Siluet Bayangan
59
59. Harapan Tiba?
60
60. Langkah Darren
61
61. Pergolakan Hati
62
62. Isi Hati Seorang Arkana
63
63. Kepingan Cerita
64
64. Berita Yang Mengejutkan
65
65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66
66. Arka Sudah Tau?
67
67. Darren Akhirnya Ingat?
68
68. Kenangan dan Harapan
69
69. Rasa Mengharukan
70
70. Tampil Bersama
71
71. Kumpul Bertiga?
72
72. Perasaan Yang Tertahan
73
73. Babak Baru
74
74. Berbagi Cerita
75
75. Breaking News
76
76. Ikatan Batin
77
77. Langkah Yang Tak Mudah
78
78. Sidang Keluarga
79
79. Langkah Selanjutnya
80
80. Langkah Awal
81
81. Airin dan Bunga
82
82. Kesalahpahaman
83
83. Kecemasan
84
84. Meminta Maaf
85
85. Perkenalan Diri Dari Darren
86
86. Meredakan Amarah Airin
87
87. Penjelasan Darren
88
88. Mencari Airin
89
89. Mencari Airin 2
90
90. Menemukanmu
91
91. Bertemu
92
92. Emosional
93
93. Hukuman
94
94. Menebus Kesalahan
95
95. Airin Sadar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!