11. Bertemu Denganya

Aku masih berharap, dengan harapan besar agar bisa bertemu kembali denganya suatu hari nanti. Banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya jika bertemu kembali nanti. Dia yang pernah ku cintai, bisakah nanti kita bertemu kembali?

Berjalan dalam kehampaan tanpa sosoknya, dengan keadaan yang sedikit menyiksa jiwa karena kepergiannya yang mendadak, namun ia masih mampu bertahan untuk menjalaninnya.

Satu tahun setelah ia mengenal dan menjalin hubungan dengannya, tanpa sekalipun terlintas dipikiranya bahwa dia akan bergi dari sisinya. Namun, sekarang sudah lebih dari 5 tahun ia tak melihatnya lagi. Jejaknya seolah hilang di telan bumi, hingga harapan itu tak lagi menghampiri dirinya, meski sudut kecil dalam hatinya tetap ingin dipertemukan kembali dengannya.

......................

Airin tak mengikuti acara pernikahan Silvia hingga selesai, ia pergi setelah apa yang ingin dia katakan pada Silvia telah tersampaikan dengan baik, meski sebenarnya ia ingin berpamitan pada Silvia sebelum pulang, namun teihat tak memungkinkan, karena situasinya yang tak mendukungnya saat ini, mengingat Silvia begitu sibuk sekarang.

"Yang penting aku sudah menyampaikan ucapan selamat padanya." Ucapnya yang akhirnya meninggalkan lokasi acara.

Perlahan menyusuri setiap tempat yang ia lalui, kakinya pun mulai menjauhi arena tempat acara. Dengan perlahan, tanpa terburu-buru seperti saat pertama kali ia datang kesini.

Ada hati yang bergejelok ketika ia melihat pesta pernikahan milik Silvia yang terlihat indah itu. Ia berjalan melamun sembari terus melirik, seolah tak bisa melepaskan pandanganya pada tempat tersebut. Bahkan sebelum ia benar-benar pergi, dalam diam dia menatap sudut-sudut ruangan yang penuh dengan dekorasi indah yang penuh dengan nuansa kesakralan dan juga ke anggunan.

Airin terlihat membeku ketika melihatnya, seolah terkagum dengan hal yang di lihatnya. Ekspresi yang ia pancarkan sekarang, entah mengapa seolah menginginkan keinginan yang sama untuk bisa menggelar acara serupa suatu hari nanti.

"Apa aku salah jika sedikit mengharapkannya?"

Airin hanya bisa tersenyum simpul ketika membayangkannya, seolah menyadarkan kembali kenyataan akan dirinya saat ini.

"Sepertinya itu memang sulit. Mending aku pulang saja lah." Ucapnya mengakhiri lamunannya sendiri, dan kembali melangkahkan kakinya yang sempat terhenti.

"Wah, tamunya banyak juga ternyata, mana semua kelihatan elegan dan mahal lagi pakaiannya." Ucap Airin ketika melihat beberapa tamu undangan yang hendak masuk ke dalam acara pernikahan Silvia, ketika ia hendak menuju kedalam lift.

Meski sempat terpecah perhatianya karena bersimpangan dengan tamu Silvia, namun Airin tetap melanjutkan langkahnya menuju lift. Ketika sampai depan lift, sayangnya ia harus menunggu sejenak, karena meski sudah memencet tombol lift, pintunya tetap tak terbuka, karena masih ada yang menggunakannya. Dilihatnya lagi lift sedang menuju ke arah tempatnya berada saat ini.

"Sepertinya ini juga tamunya Silvia." Gumamnya melihat arah lift yang mengarah pada lokasinya saat ini.

Ting, pintu lift pun akhirnya terbuka setelah Airin menunggunya dalam beberapa menit. Ketika pintu itu terbuka lebar, dilihatnya ada beberapa orang yang hendak keluar secara bergiliran tanpa henti, hingga membuatnya menyingkir sejenak ke pinggir, untuk memberi jalan bagi mereka yang akan turun dari lift. Karena cukup banyak yang keluar dari dalam lift, hingga sedikit menimbulkan kegaduhan di dalamnya, mengingat terdengar suara sepatu mereka yang bergerak berbarengan ketika mereka keluar.

"Duh rame juga ternyata.." Gumamnya ketika melihat banyaknya orang yang keluar dari dalam lift, saat ia yang hendak naik kedalam.

Karena dirasa sudah tidak akan ada yang turun lagi dalam lift, Airin pun dengan segera mencoba masuk kedalam lift, karena takut pintu lift akan tertutup dan nanti dia yang harus jadi menunggu lagi. Namun, belum sampai ia masuk, ia dikejutkan oleh dua orang laki-laki yang terlihat tengah berdebat di dalam lift. Airin sedikit terkejut ketika melihatnya sekilas, bahkan ekspresinya tampak canggung ketika berada di tengah-tengah mereka saat ini. Ia tak melihat wajah mereka, karena ia yang langsung masuk kedalam dan membelakangi mereka yang masih berdebat.

"Maaf, saya menahan pintunya dulu, ya." Ucap seorang laki-laki dengan setelan jas rapi ketika melihat Airin masuk kedalam lift dan hendak memencet tombolnya. Laki-laki yang memiliki tahi lalat di tanganya itu secara spontan menahan pintu lift agar tak tertutup kembali.

"Ayo keluar, memangnya kamu mau turun lagi?" Ucap laki-laki itu lagi, pada temanya yang masih di dalam, dan tak kunjung mau keluar juga. Dengan agak canggung melihat Airin, laki-laki itu memaksa temannya untuk segera turun dengan memberikan kode kedipan mata, seolah memberikan isyarat pada temanya itu untuk malu pada perempuan disampingnya, yang tengah menungg dirinya keluar.

Apa yang dilakukan oleh laki-laki dengan tahi lalat ditanganya itu tak lepas dari pandangan Airin yang berada disampingnya. Ketika melihat laki-laki itu dengan sekuat tenaga meyakinkan temanya untuk segera keluar, membuat Airin tak bisa menahan senyumnya.

"Mereka berdua lucu." Batinya merasa geli melihat interaksi lucu kedua laki-laki tersebut.

Teman laki-laki itu melirik sekilas perempuan yang disampingnya, dan melihat senyuman tipis dalam sudut bibirnya, "Aku kan sudah pernah bilang gak mau datang ke tempat semacam ini? Kenapa masih memasukanku kedalam agenda ini?" Balasnya kemudian, dengan sedikit menggerutu kesal pada temannya yang masih memegang pintu lift untuknya.

"Sial, tanganku pegel tau, cepat keluar atau aku laporkan sama papamu." Umpatnya kesal dengan sedikit mengancam.

"Lapor aja, aku tinggal menghadapinya." Laki-laki yang memiliki tinggi badan sedikit lebih tinggi dari teman yang memegang pintu lift untuknya itu tampak tak takut akan ancaman temannya, namun ia tetap keluar meski sebelumnya terlihat enggan untuk keluar.

Tanpa mereka berdua sadari bahwa ada sepasang mata yang kini tengah menatap mereka dengan kaget. Benar, orang itu adalah Airin, yang saat ini tengah menunjukkan ekspresi keterkejutanya. Ia yang sempat acuh dengan obrolan dua laki-laki itu, tiba-tiba saja dibuat terkejut ketika mendengar suara yang ia kenal.

Sempat terbesit untuk melirik kebelakang ketika mendengar suara itu dalam lift, namun karena terlanjur terpaku dan perasaan yang masih sulit di percaya, Airin tetap diam. Sampai laki-laki yang keluar paling akhir itu keluar dari lift, Ia tak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya, seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.

Tanganya gemetar, hingga tanpa sadar matanya mulai menggenang, dan nyaris meneteskan air mata. Ekspresinya itu tak lepas dari pandangan laki-laki dengan tahi lalat ditanganya, yang melihat dengan sekilas ekspresi Airin ketika ia dengan cepat melepas tanganya dari pintu lift karena sedikit kram dan pegal.

"Eh, sepertinya dia nangis deh." Ucapnya setelah melepaskan tanganya dari pintu lift yang ia tahan, dan tak sengaja melihat ekspresi Airin ketika pintu lift akan tertutup

"Siapa yang nangis?" Tanya teman laki-laki itu.

"Itu, perempuan yang ada di dalam lift tadi."

"Hah!" Teman laki-laki itu tampak terkejut, dan ingin memastikanya, namun lift ternyata sudah tertutup.

"Gak ada tuh?"

"Pintunya kan sudah ku lepas, ya berarti sudah pergi."

Episodes
1 1. Melbourne
2 2. Airin's Garden
3 3. Permataku
4 4. Pulang Kerumah Bibi
5 5. Status Baru
6 6. Hikmah Memilikinya
7 7. Kehangatan Mengelilingiku
8 8. Bertemu Teman Lama
9 9. Rasa Yang Tertinggal
10 10. Mengantar Pesanan Bunga
11 11. Bertemu Denganya
12 12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13 13. Kenyataan Yang Menghuncam
14 14. Pikiran Yang Mengganggu
15 15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16 16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17 17. Memori Yang Hilang
18 18. Hal Yang Dilupakan
19 19. Suara Hati
20 20. Hubungan Yang Kaku
21 21. Ada Yang Janggal
22 22. Big News
23 23. Gawat!
24 24. Hati Yang Terluka
25 25. Bayangan Akan Dirinya
26 26. Masih Merindukannya?
27 27. Mencari Jawaban
28 28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29 29. Mencari Arka Yang Hilang
30 30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31 31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32 32. Harus Bagaimana?
33 33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34 34. Serpihan Ingatan
35 35. Perempuan Yang Sama?
36 36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37 37. Awal Dari Puzzle
38 38. Potongan Puzzle
39 39. Susunan Pazzle
40 40. Titik Terangnya
41 41. Mengatakan Kebenaran
42 42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43 43. Mencari Harapan
44 44. Jatuh Sakit
45 45. Sebuah Firasat
46 46. Momen Kedekatan
47 47. Kenangan Masa Lalu
48 48. Pulang Dari Rumah Sakit
49 49. Airin dan Keputusannya
50 50. Darren Yang Merasa Aneh
51 51. Identitas Diri
52 52. Akhirnya Pulang
53 53. Tak Lagi Berharap
54 54. Ada Yang Salah
55 55. Keputusan Yang Sulit
56 56. Teka Teki
57 57. Sebuah Gambaran
58 58. Siluet Bayangan
59 59. Harapan Tiba?
60 60. Langkah Darren
61 61. Pergolakan Hati
62 62. Isi Hati Seorang Arkana
63 63. Kepingan Cerita
64 64. Berita Yang Mengejutkan
65 65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66 66. Arka Sudah Tau?
67 67. Darren Akhirnya Ingat?
68 68. Kenangan dan Harapan
69 69. Rasa Mengharukan
70 70. Tampil Bersama
71 71. Kumpul Bertiga?
72 72. Perasaan Yang Tertahan
73 73. Babak Baru
74 74. Berbagi Cerita
75 75. Breaking News
76 76. Ikatan Batin
77 77. Langkah Yang Tak Mudah
78 78. Sidang Keluarga
79 79. Langkah Selanjutnya
80 80. Langkah Awal
81 81. Airin dan Bunga
82 82. Kesalahpahaman
83 83. Kecemasan
84 84. Meminta Maaf
85 85. Perkenalan Diri Dari Darren
86 86. Meredakan Amarah Airin
87 87. Penjelasan Darren
88 88. Mencari Airin
89 89. Mencari Airin 2
90 90. Menemukanmu
91 91. Bertemu
92 92. Emosional
93 93. Hukuman
94 94. Menebus Kesalahan
95 95. Airin Sadar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Melbourne
2
2. Airin's Garden
3
3. Permataku
4
4. Pulang Kerumah Bibi
5
5. Status Baru
6
6. Hikmah Memilikinya
7
7. Kehangatan Mengelilingiku
8
8. Bertemu Teman Lama
9
9. Rasa Yang Tertinggal
10
10. Mengantar Pesanan Bunga
11
11. Bertemu Denganya
12
12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13
13. Kenyataan Yang Menghuncam
14
14. Pikiran Yang Mengganggu
15
15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16
16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17
17. Memori Yang Hilang
18
18. Hal Yang Dilupakan
19
19. Suara Hati
20
20. Hubungan Yang Kaku
21
21. Ada Yang Janggal
22
22. Big News
23
23. Gawat!
24
24. Hati Yang Terluka
25
25. Bayangan Akan Dirinya
26
26. Masih Merindukannya?
27
27. Mencari Jawaban
28
28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29
29. Mencari Arka Yang Hilang
30
30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31
31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32
32. Harus Bagaimana?
33
33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34
34. Serpihan Ingatan
35
35. Perempuan Yang Sama?
36
36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37
37. Awal Dari Puzzle
38
38. Potongan Puzzle
39
39. Susunan Pazzle
40
40. Titik Terangnya
41
41. Mengatakan Kebenaran
42
42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43
43. Mencari Harapan
44
44. Jatuh Sakit
45
45. Sebuah Firasat
46
46. Momen Kedekatan
47
47. Kenangan Masa Lalu
48
48. Pulang Dari Rumah Sakit
49
49. Airin dan Keputusannya
50
50. Darren Yang Merasa Aneh
51
51. Identitas Diri
52
52. Akhirnya Pulang
53
53. Tak Lagi Berharap
54
54. Ada Yang Salah
55
55. Keputusan Yang Sulit
56
56. Teka Teki
57
57. Sebuah Gambaran
58
58. Siluet Bayangan
59
59. Harapan Tiba?
60
60. Langkah Darren
61
61. Pergolakan Hati
62
62. Isi Hati Seorang Arkana
63
63. Kepingan Cerita
64
64. Berita Yang Mengejutkan
65
65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66
66. Arka Sudah Tau?
67
67. Darren Akhirnya Ingat?
68
68. Kenangan dan Harapan
69
69. Rasa Mengharukan
70
70. Tampil Bersama
71
71. Kumpul Bertiga?
72
72. Perasaan Yang Tertahan
73
73. Babak Baru
74
74. Berbagi Cerita
75
75. Breaking News
76
76. Ikatan Batin
77
77. Langkah Yang Tak Mudah
78
78. Sidang Keluarga
79
79. Langkah Selanjutnya
80
80. Langkah Awal
81
81. Airin dan Bunga
82
82. Kesalahpahaman
83
83. Kecemasan
84
84. Meminta Maaf
85
85. Perkenalan Diri Dari Darren
86
86. Meredakan Amarah Airin
87
87. Penjelasan Darren
88
88. Mencari Airin
89
89. Mencari Airin 2
90
90. Menemukanmu
91
91. Bertemu
92
92. Emosional
93
93. Hukuman
94
94. Menebus Kesalahan
95
95. Airin Sadar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!