10. Mengantar Pesanan Bunga

Dari pagi, Airin sudah sangat sibuk dengan pesanan bunganya, kalau tak ia kerjakan kemarin malam, setelah Rendi pulang dan menidurkan Arka, mungkin hari ini dia tak akan bisa menyelesaikan pesanannya.

"Istirahat saja, kamu kan dari kemarin malam sudah lembur." Tegur bi Rahma pada Airin yang masih berkutat pada pekerjaanya, setelah mengantar anaknya sekolah.

"Tanggung, bik. Sebentar lagi selesai kok." Balas Airin yang masih tetap fokus untuk menyelesaikan pesanannya.

"Iya, bibi tau, tapi maksud bibi jangan terlalu memaksa juga. Kamu bisa santai sedikit, kan masih 2 jam lagi pengirimanya."

"Justru karena kurang 2 jam lagi, Airin harus segera menyelesaikanya rangkaian bunganya, buar nanti kalau sudah terkirim tak ada masalah lagi. Ini tinggal cek aja kok, jadi bibi tenang saja, ok." Ucap Airin menenangkan bibinya yang tengah menghawatirkanya.

"Yasudah kalau begitu, bibi masuk ke rumah dulu kalau begitu." Rahma tak lagi mendebat, dan lebih memilih masuk ke dalam rumahnya.

Tampaknya karena pesanan ini cukup banyak, ditambah dengan pemesan pertaman bagi Airin's Garden untuk pernikahan, membuat Airin tak hentinya untuk mengecek berulang kali, karena jika mendapat respon baik, akan berdampak baik pada toko bunganya. Mengingat masih baru, karena itu Airin membutuhkan banyak pelanggan, meski yang sekarang juga sudah cukup banyak untuk ukuran toko bunganya yang masih baru. Bisa dibilang, sosial media adalah bantuan terbesar bagi toko bunganya.

"Akhirnya selesai juga, fiuh.." Lega Airin pada pesanan bunganya.

"Akhirnya ya mbak, kita bisa menyelesaikan rangkaian bunganya. Melihat ribetnya itu, sempat pesimis juga aku." Timpal salah satu pegawai toko bunganya yang bernama Dewi.

"Benar, akhirnya kita bisa menyelesaikanya. Terimakasih ya buat kalian yang sudah bekerja keras selama 3 hari ini." Ucap Airin merasa berterimakasih pada 2 pegawai toko bunganya, yang juga ikut bersamanya dalam merangkai bunganya.

"Iya mbak, kan ini juga pekerjaan kami." Timpal Rini.

"Yaudah, kita siap-siap sekarang yuk. Tolong atur bunganya dengan rapi ya dalam mobil, agar nanti sampai ditempatnya tidak lecek dan masih fresh. Tolong siapkan ya, selagi aku mengganti baju." Pinta Airin pada pegawai toko bunganya untuk segera mempersiapkan pesanannya, karena akan segera dikirim ke pemilik pesanan.

"Ok mbak, jangan khawatir, kami akan atur dengan baik." Balas Dewi dan juga Rini.

"Ok, aku percayakan pada kalian ya." Airin pun bergegas ke rumah untuk mengganti baju, agar terlihat rapi sedikit. Saat selesai mengganti bajunya dan hendak kembali ke toko bunganya, Airin tak lupa menghampiri bibinya untuk menyampaikan izin perginya, sekaligus menitipkan Arka padanya.

"Bik, Airin mau mengantarkan pesanan dulu, tolong titip Arka dan toko ya selama Airin pergi." Ucapnya pada sang bibi yang sedang memasak.

"Oh sudah mau pergi, yasudah pergi saja, jangan khawatir soal toko, dan nanti soal Arka, biar bibi saja yang jemput dia di sekolah." Jawab bi Rahma menghentikan sejenak masakanannya.

"Iya, tolong ya bi. Maaf nih, kalau Airin merepotkan."

"Aduh, kamu ini seperti ngomong sama siapa aja, sudah sana pergi, sebelum makin macet nanti jalanannya."

"Ok, Airin pamit ya, bik." Pamit Airin kemudian, dan meninggalkan bibinya yang kembali melanjutkan memasaknya.

Sedangkan Airin kembali ke toko bunganya, untuk mengecek kembali bunga pesanannya sebelum dia pergi, agar tak ada satupun yang terlewat atau ada masalah lainya.

"Kalian sudah mengeceknyanya lagi, kan?" Tanya Airin pada Dewi dan Rini.

"Sudah mbak, tinggal berangkat aja sekarang." Jawab Rini.

"Ok, aku percaya sama kalian." Balas Airin mengangguk percaya pada dua pegawai toko bunganya yang selama 3 hari ikut lembur bersamanya.

"Tapi mbak, apa harus mbak Airin yang mengantarnya langsung?, kan Dewi atau Rini juga bisa, dan biasanya juga kita berdua yang ikut mengirim jika dekat, atau juga pakai jasa pengiriman." Tanya Dewi melihat Airin yang berinisiatif mengantar bunga pesanannya langsung.

"Iya sih, tapi khusus hari ini aku ingin mengantarkan langsung ke pemiliknya, soalnya yang pesan kebetulan kenalanku, sekalian mau mengucapkan selamat atas pesta pernikahanya gitu." Jelas Airin soal buket bunga pesanan kenalanya yang ingin ia kirimkan langsung ke pemiliknya.

"Tapi, yang ini tetap aku pakai jasa pengiriman, soalnya mobilku kan gak muat buat mengantarkannya." Ucapnya merujuk pada beberapa karangan bunga.

"Oh yaudah kalau begitu, hati-hati ya mbak." Dewi pun akhirnya mengangguk mengerti.

"Oh iya, kalau nanti bibiku lupa soal menjemput Arka, kalian berdua tolong jemput Arka di sekolah, ya? Soalnya kalau nungguin Arka pulang, takutnya gak keburu." Ujar Airin pada Dewi dan Rini.

"Mbak Airin tenang saja, nanti kami akan jemput Arka." Balas Rini.

"Iya mbak, jangan khawatir. Toko sama Arka, nanti percayakan saja sama kita berdua." timpal Dewi.

"Ok, aku jadi tenang mendengarnya. Terimakasih ya, kalau begitu aku pergi dulu." Pamit Airin pada Dewi dan Rini. Ia pun meninggalkan kediamanya menuju lokasi kenalannya.

...

Jalanan yang ia lalui cukup ramai, namun karena jarak lokasi gedung dan rumahnya tak terlalu jauh, Airin tetap ingin sampai ditempat dengan cepat, agar buket bunganya bisa sampai dengan segera.

Saat mengantarkan buketnya, ia memakai baju yang agak sopan dengan sedikit lebih feminim, mengingat ini acara penting kenalannya, dan ia yang tak ingin kelihatan buruk nanti saat masuk ke dalam lokasi acara. Tak lupa, ia juga membawa undangan yang diberikan oleh kenalanannya itu.

45 menit perjalanannya menuju lokasi, dan kurang dari setengaj jam lagi acaranya akan dimulai. Airin bergegas ingin segera masuk ke dalam untuk menemui sang punya acara, dan tak lupa membawa buket bunganya. Ia mengeluarkan dari dalam mobilnya dengan penuh ke hati-hatian agar tak rusak.

"Lantai berapa ya?" Gumamnya sambil mengingat-ingat lokasi acarannya.

Tak butuh waktu lama baginya mencari, mengingat ia yang kembali mengingat akan lokasi acaranya.

"Semoga gak telat ya." Gumamnya sendiri sembari berlari kecil menuju lokasi acara. "Ah, itu, fiuh.. belum dimulai." Lega Airin melihat acaranya yang belum dimulai. Ia beralih mencari kenalanya itu, untuk memberikan buketnya.

"Silvia.." Panggil Airin begitu melihat Silvia yang berada dalam ruang ganti pengantin.

"Oh gosh, Airin akhirnya kamu datang, aku dari tadi nungguin kamu lho. Mana buket bunganya." Ucap Silvia merasa lega melihat kedatangan Airin.

"Iya maaf, tadi jalanan agak rame dan macet juga, dan ini buket bungan pesanan kamu." Ucap Airin merasa bersalah, lalu menyerahkan langsung buket bunganya.

"Woa, bagus banget. It's my style, thanks ya Airin, ini benar-benar bagus banget." Silvia tampak senang melihat rangkaian bunga Airin.

Setelah mendengar pujian dari Silvia, Airin merasa lega, ia tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.

"Oh iya, selamat atas pernikahanya ya. Buket itu anggap saja hadiah pernikahan dariku." Ujar Airin memberikan selamat pada Silvia atas pernikahanya.

"Eh, kok gitu. Gak bisa dong, aku tetap harus bayar." Silvia sedikit terkejut mendengarnya, namun dengan tegas dia menolak perkataan yang di lontarkan oleh Airin.

"Gapapa, soalnya aku gak bisa ngasih hadiah yang mahal ke kamu, karena itu kamu terima saja, ok." Ujarnya lagi.

"Ok deh, aku terima. Thanks ya." Silvia tak lagi mendebat, dan menerima hadiah dari Airin.

Ketika Silvia sibuk membenarkan riasan dan gaunya, Airin keluar dari ruangan untuk memberikan ruang baginya, terlebih lagi dia sudah mengatakan apa yang mau dia katakan hari ini, yaitu memberi selamat untuk Silvia.

"Sepertinya aku harus pulang, kasihan nanti Arka nungguin aku. Yah... Tapi, aku belum sempat pamitan sama Silvia." Kata Airin merasa sayang, dan melirik ke arah ruangan Silvia yang sempat ia datangi tadi.

Episodes
1 1. Melbourne
2 2. Airin's Garden
3 3. Permataku
4 4. Pulang Kerumah Bibi
5 5. Status Baru
6 6. Hikmah Memilikinya
7 7. Kehangatan Mengelilingiku
8 8. Bertemu Teman Lama
9 9. Rasa Yang Tertinggal
10 10. Mengantar Pesanan Bunga
11 11. Bertemu Denganya
12 12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13 13. Kenyataan Yang Menghuncam
14 14. Pikiran Yang Mengganggu
15 15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16 16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17 17. Memori Yang Hilang
18 18. Hal Yang Dilupakan
19 19. Suara Hati
20 20. Hubungan Yang Kaku
21 21. Ada Yang Janggal
22 22. Big News
23 23. Gawat!
24 24. Hati Yang Terluka
25 25. Bayangan Akan Dirinya
26 26. Masih Merindukannya?
27 27. Mencari Jawaban
28 28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29 29. Mencari Arka Yang Hilang
30 30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31 31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32 32. Harus Bagaimana?
33 33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34 34. Serpihan Ingatan
35 35. Perempuan Yang Sama?
36 36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37 37. Awal Dari Puzzle
38 38. Potongan Puzzle
39 39. Susunan Pazzle
40 40. Titik Terangnya
41 41. Mengatakan Kebenaran
42 42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43 43. Mencari Harapan
44 44. Jatuh Sakit
45 45. Sebuah Firasat
46 46. Momen Kedekatan
47 47. Kenangan Masa Lalu
48 48. Pulang Dari Rumah Sakit
49 49. Airin dan Keputusannya
50 50. Darren Yang Merasa Aneh
51 51. Identitas Diri
52 52. Akhirnya Pulang
53 53. Tak Lagi Berharap
54 54. Ada Yang Salah
55 55. Keputusan Yang Sulit
56 56. Teka Teki
57 57. Sebuah Gambaran
58 58. Siluet Bayangan
59 59. Harapan Tiba?
60 60. Langkah Darren
61 61. Pergolakan Hati
62 62. Isi Hati Seorang Arkana
63 63. Kepingan Cerita
64 64. Berita Yang Mengejutkan
65 65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66 66. Arka Sudah Tau?
67 67. Darren Akhirnya Ingat?
68 68. Kenangan dan Harapan
69 69. Rasa Mengharukan
70 70. Tampil Bersama
71 71. Kumpul Bertiga?
72 72. Perasaan Yang Tertahan
73 73. Babak Baru
74 74. Berbagi Cerita
75 75. Breaking News
76 76. Ikatan Batin
77 77. Langkah Yang Tak Mudah
78 78. Sidang Keluarga
79 79. Langkah Selanjutnya
80 80. Langkah Awal
81 81. Airin dan Bunga
82 82. Kesalahpahaman
83 83. Kecemasan
84 84. Meminta Maaf
85 85. Perkenalan Diri Dari Darren
86 86. Meredakan Amarah Airin
87 87. Penjelasan Darren
88 88. Mencari Airin
89 89. Mencari Airin 2
90 90. Menemukanmu
91 91. Bertemu
92 92. Emosional
93 93. Hukuman
94 94. Menebus Kesalahan
95 95. Airin Sadar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Melbourne
2
2. Airin's Garden
3
3. Permataku
4
4. Pulang Kerumah Bibi
5
5. Status Baru
6
6. Hikmah Memilikinya
7
7. Kehangatan Mengelilingiku
8
8. Bertemu Teman Lama
9
9. Rasa Yang Tertinggal
10
10. Mengantar Pesanan Bunga
11
11. Bertemu Denganya
12
12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13
13. Kenyataan Yang Menghuncam
14
14. Pikiran Yang Mengganggu
15
15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16
16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17
17. Memori Yang Hilang
18
18. Hal Yang Dilupakan
19
19. Suara Hati
20
20. Hubungan Yang Kaku
21
21. Ada Yang Janggal
22
22. Big News
23
23. Gawat!
24
24. Hati Yang Terluka
25
25. Bayangan Akan Dirinya
26
26. Masih Merindukannya?
27
27. Mencari Jawaban
28
28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29
29. Mencari Arka Yang Hilang
30
30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31
31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32
32. Harus Bagaimana?
33
33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34
34. Serpihan Ingatan
35
35. Perempuan Yang Sama?
36
36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37
37. Awal Dari Puzzle
38
38. Potongan Puzzle
39
39. Susunan Pazzle
40
40. Titik Terangnya
41
41. Mengatakan Kebenaran
42
42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43
43. Mencari Harapan
44
44. Jatuh Sakit
45
45. Sebuah Firasat
46
46. Momen Kedekatan
47
47. Kenangan Masa Lalu
48
48. Pulang Dari Rumah Sakit
49
49. Airin dan Keputusannya
50
50. Darren Yang Merasa Aneh
51
51. Identitas Diri
52
52. Akhirnya Pulang
53
53. Tak Lagi Berharap
54
54. Ada Yang Salah
55
55. Keputusan Yang Sulit
56
56. Teka Teki
57
57. Sebuah Gambaran
58
58. Siluet Bayangan
59
59. Harapan Tiba?
60
60. Langkah Darren
61
61. Pergolakan Hati
62
62. Isi Hati Seorang Arkana
63
63. Kepingan Cerita
64
64. Berita Yang Mengejutkan
65
65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66
66. Arka Sudah Tau?
67
67. Darren Akhirnya Ingat?
68
68. Kenangan dan Harapan
69
69. Rasa Mengharukan
70
70. Tampil Bersama
71
71. Kumpul Bertiga?
72
72. Perasaan Yang Tertahan
73
73. Babak Baru
74
74. Berbagi Cerita
75
75. Breaking News
76
76. Ikatan Batin
77
77. Langkah Yang Tak Mudah
78
78. Sidang Keluarga
79
79. Langkah Selanjutnya
80
80. Langkah Awal
81
81. Airin dan Bunga
82
82. Kesalahpahaman
83
83. Kecemasan
84
84. Meminta Maaf
85
85. Perkenalan Diri Dari Darren
86
86. Meredakan Amarah Airin
87
87. Penjelasan Darren
88
88. Mencari Airin
89
89. Mencari Airin 2
90
90. Menemukanmu
91
91. Bertemu
92
92. Emosional
93
93. Hukuman
94
94. Menebus Kesalahan
95
95. Airin Sadar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!