12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati

Dengan tubuh yang masih terpaku dalam lift, Airin seolah masih tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. Bersender lemas dengan hal yang baru ia alami, dan tanpa sadar air mata telah membasahi pipinya yang mulus.

"Itu.. benar dia, kan?" Ucapnya pada seorang laki-laki yang sempat bersamanya dalam lift.

Langkahnya begitu berat, dengan tubuh yang sedikit gemetar dengan apa yang baru ia lihat, Airin kembali naik ke atas untuk memastikan apa yang ia lihat tadi. Memastikan kembali bahwa ia tak salah mengira pada orang yang sempat dilihatnya.

Karena 5 tahun sudah tak bertemu, dan tak saling bertukar kontak, membuat Airin sudah kehilangan harapan untuk bisa bertemu kembali denganya. Namun, tiba-tiba saja dia muncul kembali bagai sebuah takdir yang tak terduga, dan mengagetkan Airin yang sempat berhenti berharap untuk bisa bertemu kembali. Ketika hendak masuk kembali ke dalam acara pernikahan Silvia, tiba-tiba langkahnya terhenti, mengingat perasaanya yang penuh campur aduk ketika hendak menemuinya kembali setelah sekian lama.

"Apa yang akan aku lakukan kalau sudah bertemu denganya?"

"Apa aku harus memasang ekspresi marah? Lalu memakinya, memukul, dan berteriak padanya?, atau justru hanya diam dan menangis tersedu dihadapanya?"

Airin seolah bertengkar dengan pikiranya sendiri. Ia mencoba mengatur kembali pikiran dan juga perasaanya yang sedikit tak beraturan karena terlalu shock. Dengan perlahan ia mencoba mencari keberadaan orang yang dikenalnya itu, diantara kumpulan orang-orang yang datang dalam acara pernikahan Silvia. Dengan Mengusap air mata yang tak sengaja keluar membasahi pipinya, Airin mencoba membaur di tengah-tengah mereka.

"Aku sudah ada disini, tapi aku bingung dengan apa yang akan aku lakukan nanti jika bertemu denganya?" Batinya merasa dilema sendiri, mengingat tak mudah berbicara denganya ditengah kumpulan orang-orang seperti ini.

Disaat semua orang bergembira dan menikmati pestanya, hanya Airin yang dalam kondisi serba dilema dan perasaan yang berkecamuk dari hatinya, dan tengah mencari keberadaan sosok yang dicarinya dalam kerumunan orang-orang. Air matanya mulai menggenang ketika sosok itu terlihat oleh matanya. Melihatnya sedang mengobrol dengan santai ditengah kumpulan orang-orang, tanpa sadar membuatnya terpaku ketika melihatnya, seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Karena tak lagi bisa membendung kesedihan, air mata yang sebelumnya tertahan, akhirnya kembali menetes jatuh kedalam kedua pipinya, karena akhirnya bisa menatap wajah yang kini bisa ia lihat dengan jelas, meski sediki jauh dari tempatnya. Langkah kakinya perlahan melangkah ke arah sosok yang ia lihat untuk sedikit memperpendek jarak pandangnya.

"Eh, gak nyangka ya seorang Darren Aditya Pratama akan datang ke acara ini." Celetuk seorang tamu.

Nama yang ia kenal itu begitu menarik perhatian Airin, hingga membuatnya menghentikan langkah kakinya ketika seseorang membahas nama itu saat ia yang hendak melangkah ke arah sosok yang ia lihat.

"Iya juga ya, padahal yang ku dengar, dia gak terlalu suka sama acara beginian." Timpal lainya.

"Wajar lha, pemilik acara ini kan, salah satu kolega penting keluarganya, jadi pasti dia harus datang. Tapi, mungkin saja dia sekalian mau berdaptasi soal acara ini, karena dia kan juga mau menikah nanti." Ucap lainya.

"Wah bisa jadi tuh, kan pertunanganya juga sudah di umumkan, jadi mungkin aja dia datang untuk beradaptasi dengan suasana pernikahan seperti ini." Jawabnya yang seolah setuju dengan tebakan temanya.

Deg, seketika hati dan perasaan Airin berkecamuk mendengar obrolan beberapa tamu yang datang. Ketika ia hendak melangkah menghampiri sosok yang ia lihat, yang juga merupakan sosok laki-laki yang sudah lama meninggalkanya itu, membuat Airin terpaku dan begitu terguncang ketika mendengar obrolan itu.

"Menikah?" Ucapnya dengan sedikit bergetar.

Dengan tatapan tak percaya menatap sosok yang kini tengah mengobrol dengan beberapa tamu, Airin tak lagi bisa membendung kesedihanya. Air matanya semakin membasahi pipinya yang mulus, dan menatap penuh tanya pada orang yang dulu sangat ia cintai itu.

"Dia bilang, mau menikah?" Ucapnya menahan tangisanya, dan menatap tak percaya pada orang yang baru ia temui lagi setelah lima tahun tak pernah bertemu.

Jaraknya dengan sosok yang ia kenal hanya beberapa langkah, namun ia memilih menatapnya dari jauh tanpa mau melangkah menghampirinya, mengingat perasaanya yang saat ini terlihat begitu terguncang.

"Maaf, kenapa anda menangis? Apa ada sesuatu yang terjadi sama anda?" Tegur seseorang pada Airin yang tengah berdiam diri menatap ke arah sosok yang sangat ia temui dengan air mata yang masih membasahi pipinya.

Airin lalu menoleh ke arah orang yang menegurnya, tanpa mencoba membasuh air mata yang sudah terlanjur membasahi pipinya. "Saya tidak ada apa-apa, kok." Jawabnya menatap orang yang menegurnya. "Maaf, apa saya boleh bertanya sesuatu pada anda?" Tanya Airin kemudian.

"Pada saya? Boleh, sih? Memangnya anda mau tanya soal apa?"

"Orang yang disana, apa benar nama lengkapnya adalah Darren Aditya Pratama?" Tanya Airin menunjuk ke arah sosok di depanya saat ini, seolah ingin memastikan apa yang ia dengar tadi.

Tamu yang menegur Airin tadi, langsung melihat ke arah yang Airin maksud. "Oh dia, iya benar itu memang nama lengkapnya. Semua yang disini juga tau soal itu. Kenapa memangnya?"

"Tidak apa, terimakasih sudah mau menjawab pertanyaan saya." Balas Airin mencoba tersenyum pada orang yang mengurnya tadi.

"Iya sama-sama, tapi anda beneran tidak ada apa-apa, kan?" Tanya orang itu lagi mencoba memastikan lagi kondisi Airin.

"Iya, saya beneran tidak apa. Ini mungkin karena saya merasa terharu setelah melihat Silvia menikah." Jawab Airin sedikit mengelak.

"Oh, anda temanya Silvia, wajar kalau begitu. Saya sempat kaget melihat anda nangis begitu, takutnya terjadi sesuatu. Yasudah kalau tidak ada apa-apa, saya jadi ikut lega mendengarnya." Ucap tamu itu terlihat lega dengan penjelasan Airin. "Saya permisi kesana dulu ya, silahkan menikmati pestanya." Sambungnya, lalu meinggalkan Airin seorang diri.

Airin membiarkan tamu itu pergi meninggalkanya, dan ia membalasnya dengan senyum tipis dan anggukan kecil dari kepalanya. Meski tak dalam kondisi baik, ia tetap mencoba membalas kebaikan orang tersebut dengan sopan.

Namun, tanpa sadar kehadiranya saat ini ternyata menarik perhatian seseorang yang tiba-tiba saja mengingat dirinya. Dari arah berlawanan denganya, orang tersebut menatapnya dengan sedikit terkejut.

"Woo, dia bukanya perempuan yang nangis di dalam lift tadi, ya?" Celetuk Lucas ketika melihat Airin dari sebrang tempanya berdiri.saat ini.

"Perempuan yang nangis dalam lift?" Darren ikut melihat ke arah yang dilihat oleh Lucas.

Benar, dua orang yang sempat bersama dalam lift, dan yang juga salah satu kenalan Airin, saat ini tengah menatapnya dari arah sebrangnya.

"Dia perempuan yang kamu maksud tadi? Yang sempat menangis saat aku turun dari lift?" Tanya Darren masih menatap ke arah Airin.

"Iya, dia perempuan yang aku maksud tadi." Balas Lucas.

"Apa menurutmu dia mengenalku? Kenapa sekarang dia seolah menatap marah padaku, ya?"

"Hah, yang benar? Mana?" Seru Lucas mencoba menatap ke arah Airin, namun sudah tertutup oleh kumpulan beberapa orang yang menghalangi, hingga sosoknya tak lagi bisa ditemukan dalam gerombolan itu.

Episodes
1 1. Melbourne
2 2. Airin's Garden
3 3. Permataku
4 4. Pulang Kerumah Bibi
5 5. Status Baru
6 6. Hikmah Memilikinya
7 7. Kehangatan Mengelilingiku
8 8. Bertemu Teman Lama
9 9. Rasa Yang Tertinggal
10 10. Mengantar Pesanan Bunga
11 11. Bertemu Denganya
12 12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13 13. Kenyataan Yang Menghuncam
14 14. Pikiran Yang Mengganggu
15 15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16 16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17 17. Memori Yang Hilang
18 18. Hal Yang Dilupakan
19 19. Suara Hati
20 20. Hubungan Yang Kaku
21 21. Ada Yang Janggal
22 22. Big News
23 23. Gawat!
24 24. Hati Yang Terluka
25 25. Bayangan Akan Dirinya
26 26. Masih Merindukannya?
27 27. Mencari Jawaban
28 28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29 29. Mencari Arka Yang Hilang
30 30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31 31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32 32. Harus Bagaimana?
33 33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34 34. Serpihan Ingatan
35 35. Perempuan Yang Sama?
36 36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37 37. Awal Dari Puzzle
38 38. Potongan Puzzle
39 39. Susunan Pazzle
40 40. Titik Terangnya
41 41. Mengatakan Kebenaran
42 42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43 43. Mencari Harapan
44 44. Jatuh Sakit
45 45. Sebuah Firasat
46 46. Momen Kedekatan
47 47. Kenangan Masa Lalu
48 48. Pulang Dari Rumah Sakit
49 49. Airin dan Keputusannya
50 50. Darren Yang Merasa Aneh
51 51. Identitas Diri
52 52. Akhirnya Pulang
53 53. Tak Lagi Berharap
54 54. Ada Yang Salah
55 55. Keputusan Yang Sulit
56 56. Teka Teki
57 57. Sebuah Gambaran
58 58. Siluet Bayangan
59 59. Harapan Tiba?
60 60. Langkah Darren
61 61. Pergolakan Hati
62 62. Isi Hati Seorang Arkana
63 63. Kepingan Cerita
64 64. Berita Yang Mengejutkan
65 65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66 66. Arka Sudah Tau?
67 67. Darren Akhirnya Ingat?
68 68. Kenangan dan Harapan
69 69. Rasa Mengharukan
70 70. Tampil Bersama
71 71. Kumpul Bertiga?
72 72. Perasaan Yang Tertahan
73 73. Babak Baru
74 74. Berbagi Cerita
75 75. Breaking News
76 76. Ikatan Batin
77 77. Langkah Yang Tak Mudah
78 78. Sidang Keluarga
79 79. Langkah Selanjutnya
80 80. Langkah Awal
81 81. Airin dan Bunga
82 82. Kesalahpahaman
83 83. Kecemasan
84 84. Meminta Maaf
85 85. Perkenalan Diri Dari Darren
86 86. Meredakan Amarah Airin
87 87. Penjelasan Darren
88 88. Mencari Airin
89 89. Mencari Airin 2
90 90. Menemukanmu
91 91. Bertemu
92 92. Emosional
93 93. Hukuman
94 94. Menebus Kesalahan
95 95. Airin Sadar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Melbourne
2
2. Airin's Garden
3
3. Permataku
4
4. Pulang Kerumah Bibi
5
5. Status Baru
6
6. Hikmah Memilikinya
7
7. Kehangatan Mengelilingiku
8
8. Bertemu Teman Lama
9
9. Rasa Yang Tertinggal
10
10. Mengantar Pesanan Bunga
11
11. Bertemu Denganya
12
12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13
13. Kenyataan Yang Menghuncam
14
14. Pikiran Yang Mengganggu
15
15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16
16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17
17. Memori Yang Hilang
18
18. Hal Yang Dilupakan
19
19. Suara Hati
20
20. Hubungan Yang Kaku
21
21. Ada Yang Janggal
22
22. Big News
23
23. Gawat!
24
24. Hati Yang Terluka
25
25. Bayangan Akan Dirinya
26
26. Masih Merindukannya?
27
27. Mencari Jawaban
28
28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29
29. Mencari Arka Yang Hilang
30
30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31
31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32
32. Harus Bagaimana?
33
33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34
34. Serpihan Ingatan
35
35. Perempuan Yang Sama?
36
36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37
37. Awal Dari Puzzle
38
38. Potongan Puzzle
39
39. Susunan Pazzle
40
40. Titik Terangnya
41
41. Mengatakan Kebenaran
42
42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43
43. Mencari Harapan
44
44. Jatuh Sakit
45
45. Sebuah Firasat
46
46. Momen Kedekatan
47
47. Kenangan Masa Lalu
48
48. Pulang Dari Rumah Sakit
49
49. Airin dan Keputusannya
50
50. Darren Yang Merasa Aneh
51
51. Identitas Diri
52
52. Akhirnya Pulang
53
53. Tak Lagi Berharap
54
54. Ada Yang Salah
55
55. Keputusan Yang Sulit
56
56. Teka Teki
57
57. Sebuah Gambaran
58
58. Siluet Bayangan
59
59. Harapan Tiba?
60
60. Langkah Darren
61
61. Pergolakan Hati
62
62. Isi Hati Seorang Arkana
63
63. Kepingan Cerita
64
64. Berita Yang Mengejutkan
65
65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66
66. Arka Sudah Tau?
67
67. Darren Akhirnya Ingat?
68
68. Kenangan dan Harapan
69
69. Rasa Mengharukan
70
70. Tampil Bersama
71
71. Kumpul Bertiga?
72
72. Perasaan Yang Tertahan
73
73. Babak Baru
74
74. Berbagi Cerita
75
75. Breaking News
76
76. Ikatan Batin
77
77. Langkah Yang Tak Mudah
78
78. Sidang Keluarga
79
79. Langkah Selanjutnya
80
80. Langkah Awal
81
81. Airin dan Bunga
82
82. Kesalahpahaman
83
83. Kecemasan
84
84. Meminta Maaf
85
85. Perkenalan Diri Dari Darren
86
86. Meredakan Amarah Airin
87
87. Penjelasan Darren
88
88. Mencari Airin
89
89. Mencari Airin 2
90
90. Menemukanmu
91
91. Bertemu
92
92. Emosional
93
93. Hukuman
94
94. Menebus Kesalahan
95
95. Airin Sadar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!