3. Permataku

Oek.. oek.. Oek..

Tangisnya dengan lantang dari seorang bayi berjenis laki-laki yang baru lahir. Tubuhnya begitu mungil dan terlihat masih lemah denhan sayup-sayup tangis darinya. Bayi yang baru lahir itu masih kemerahan ketika dipeluk oleh sang ibunya.

Dengan keringat yang masih membasahi wajahnya, Airin menangis memeluk anak yang baru ia lahirkan itu.

"Anakku.." Ucapnya memeluk anaknya. "Maafkan mama, hu.. hu.. hu.." Tangis Airin pecah ketika memeluk sang anak yang baru ia lahirkan dengan susah payah. "Maafkan mama, hiks.. hiks.." Tangisnya lagi tak bisa membendung kesedihan memeluk sang anak.

Dalam usia yang masih muda, tak mudah bagi Airin saat itu untuk menyambut anaknya, namun meski begitu ia tetap bertanggung jawab akan hal itu, mengingat anak itu lahir dari rahimnya sendiri. Meski sulit dan penuh tantangan, ia bersama sang anak mencoba untuk melewatinya bersama, hingga tumbuh dengan baik saat ini.

...

"Bibi.." Dengan menggendong anak yang masih kecil dipangkuannya, Airin menghadap pada bibi yang baru ia temui lagi setelah hampir 5 tahun lebih pergi untuk sekolah ke luar negeri.

Rahma, bibi sekaligus keluarga satu-satunya yang ia miliki, begitu kaget setelah melihat sang keponakan membawa seorang anak dalam gendongannya. Di lihatnya lagi keponakan yang tengah menangis dengan tersedu dihadapanya itu.

"Aku minta maaf, bi." Ucap Airin bersujud di hadapan bibinya dengan anak yang masih dalam gendonganya. Bersama dengan tangisan darinya, anak dalam gendongannya pun menjadi ikutan menangis bersama dirinya.

Meski terkejut, Rahma mencoba memeluk keponakannya itu dan mencoba menenangkanya. Ia kaget dan sedikit terpaku pada apa yang dilihatnya. Namun, ia tetap menyambut dengan baik keponakannya itu bersama anak yang digendongnya.

"Kita masuk dulu, ok. Tenangkan dirimu, lalu bicara pelan-pelan sama bibi nanti, kasihan anak yang sedang kamu gendong, sepertinya dia ikut sedih melihat kamu menangis." Ucap Rahma menenangkan Airin yang tengah menangis dengan tersedu.

Dalam kesedihan yang ia alami, beruntungnya dia bisa diterima dengan baik oleh bibi dan keluarganya, meski sempat malu untuk kembali dengan kondisi seperti itu. Namun, karena sambutan hangat dari bibi dan keluarganya, membuatnya merasa kuat untuk membesarkan anak disampingnya.

...

Kembali saat ini, terlihat Airin tengah menyiapkan makan siang untuk anaknya yang baru pulang sekolah.

"Bagaimana masakan mama? Enak?" Tanya Airin pada Arka yang saat ini makan dengan lahapnya.

"Enak banget." Jawab Arka dengan memberi jempol pada Arin.

"Yaudah, habisin makananya." Kata Airin mengelus lembut puncak kepala anaknya.

Maafkan mama ya belum bisa jadi orang tua yang baik untukmu.

Airin merenungi sikap anaknya yang tanpa mengeluh sedikit pun meski tak ada ayah disampingnya. Kadang membuat Airin merasa heran melihat anaknya yang selalu ceria dan berhenti menanyakan soal ayahnya.

"Ma, apa Arka tidak punya papa?" Tanya Arka dengan wajah polos pada Airin.

Di usia yang masih muda, yaitu 3 tahun, pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut sang anak. Karena melihat hanya dirinya yang tak memiliki ayah, Arka spontan menanyakannya pada Airin, tanpa ia tahu pertanyaan itu ternyata menyakiti perasaan ibunya.

Airin terlihat bingung mendengar pertanyaan dari anak yang baru berusia 3 tahun itu, hingga tanpa sadar membuatnya sedih dan meneteskan air mata.

"Mama nangis, apa Arka berbuat salah? Maafkan Arka, Arka minta maaf. Mama jangan menangis." Ucap Arka memeluk Airin dan ikut menangis dalam pelukanya.

Airin memeluk anaknya erat, ia tak bisa menyembunyikan kesedihannya dan hanya bisa menangis dalam diam tanpa bisa menjawab pertanyaan sederhana dari sang anak.

Maafkan mama Arka.

...

Airin termenung memikirkan kembali pertanyaan yang di ajukan pertama kalinya oleh Arka soal ayahnya. Saat itu, ia tak bisa menjawab pertanyaan sang anak, dan tanpa sadar hanya bisa menangis. Namun, sebenarnya itu sedikit membuatnya menyesal, karena tak bisa menjawab dengan baik pertanyaan dari sang anak. Tapi, anehnya setelah itu Arka tak lagi menanyakan soal ayahnya padanya, hingga membuatnya sedikit bingung.

"Arka sayang gak sama mama?" Tanya Airin disela makan anaknya.

"Aku sayang buuuaaannget saaaammaaa mama." Jawabnya dengan membentuk lingkaran besar di kedua tanganya.

"Benarkah? Wah terimakasih, ya. Mama juga suuuaaayang banget sama Arka." Elus Airin dengan lembut pada pipi anaknya.

"Aku sudah selesai makan. Habis.." Ucapnya sembari menunjukkan piringnya yang bersih.

"Wah pintarnya, ayo cuci tanganya sekarang." Balas Airin, lalu mencoba menggiringnya untuk mencuci tangan dan mulutnya yang kotor karena makanan.

Meski terlahir menjadi ibu tunggal, Airin cukup sabar dan telaten pada anak semata wayangnya, meski ia sendiri tak pernah belajar merawat anak sebelumnya.

Permataku, hartaku, cintaku dan juga kesayanganku. Akan kulakukan semua hal untukmu, demi melihatmu tersenyum selalu, wahai anakku yang lucu.

Episodes
1 1. Melbourne
2 2. Airin's Garden
3 3. Permataku
4 4. Pulang Kerumah Bibi
5 5. Status Baru
6 6. Hikmah Memilikinya
7 7. Kehangatan Mengelilingiku
8 8. Bertemu Teman Lama
9 9. Rasa Yang Tertinggal
10 10. Mengantar Pesanan Bunga
11 11. Bertemu Denganya
12 12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13 13. Kenyataan Yang Menghuncam
14 14. Pikiran Yang Mengganggu
15 15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16 16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17 17. Memori Yang Hilang
18 18. Hal Yang Dilupakan
19 19. Suara Hati
20 20. Hubungan Yang Kaku
21 21. Ada Yang Janggal
22 22. Big News
23 23. Gawat!
24 24. Hati Yang Terluka
25 25. Bayangan Akan Dirinya
26 26. Masih Merindukannya?
27 27. Mencari Jawaban
28 28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29 29. Mencari Arka Yang Hilang
30 30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31 31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32 32. Harus Bagaimana?
33 33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34 34. Serpihan Ingatan
35 35. Perempuan Yang Sama?
36 36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37 37. Awal Dari Puzzle
38 38. Potongan Puzzle
39 39. Susunan Pazzle
40 40. Titik Terangnya
41 41. Mengatakan Kebenaran
42 42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43 43. Mencari Harapan
44 44. Jatuh Sakit
45 45. Sebuah Firasat
46 46. Momen Kedekatan
47 47. Kenangan Masa Lalu
48 48. Pulang Dari Rumah Sakit
49 49. Airin dan Keputusannya
50 50. Darren Yang Merasa Aneh
51 51. Identitas Diri
52 52. Akhirnya Pulang
53 53. Tak Lagi Berharap
54 54. Ada Yang Salah
55 55. Keputusan Yang Sulit
56 56. Teka Teki
57 57. Sebuah Gambaran
58 58. Siluet Bayangan
59 59. Harapan Tiba?
60 60. Langkah Darren
61 61. Pergolakan Hati
62 62. Isi Hati Seorang Arkana
63 63. Kepingan Cerita
64 64. Berita Yang Mengejutkan
65 65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66 66. Arka Sudah Tau?
67 67. Darren Akhirnya Ingat?
68 68. Kenangan dan Harapan
69 69. Rasa Mengharukan
70 70. Tampil Bersama
71 71. Kumpul Bertiga?
72 72. Perasaan Yang Tertahan
73 73. Babak Baru
74 74. Berbagi Cerita
75 75. Breaking News
76 76. Ikatan Batin
77 77. Langkah Yang Tak Mudah
78 78. Sidang Keluarga
79 79. Langkah Selanjutnya
80 80. Langkah Awal
81 81. Airin dan Bunga
82 82. Kesalahpahaman
83 83. Kecemasan
84 84. Meminta Maaf
85 85. Perkenalan Diri Dari Darren
86 86. Meredakan Amarah Airin
87 87. Penjelasan Darren
88 88. Mencari Airin
89 89. Mencari Airin 2
90 90. Menemukanmu
91 91. Bertemu
92 92. Emosional
93 93. Hukuman
94 94. Menebus Kesalahan
95 95. Airin Sadar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Melbourne
2
2. Airin's Garden
3
3. Permataku
4
4. Pulang Kerumah Bibi
5
5. Status Baru
6
6. Hikmah Memilikinya
7
7. Kehangatan Mengelilingiku
8
8. Bertemu Teman Lama
9
9. Rasa Yang Tertinggal
10
10. Mengantar Pesanan Bunga
11
11. Bertemu Denganya
12
12. Dia Ada Di Depanku, Namun Tak Bisa Ku Dekati
13
13. Kenyataan Yang Menghuncam
14
14. Pikiran Yang Mengganggu
15
15. Ingatan Yang Tiba-tiba Muncul
16
16. Kecelakaan Berakibat Fatal
17
17. Memori Yang Hilang
18
18. Hal Yang Dilupakan
19
19. Suara Hati
20
20. Hubungan Yang Kaku
21
21. Ada Yang Janggal
22
22. Big News
23
23. Gawat!
24
24. Hati Yang Terluka
25
25. Bayangan Akan Dirinya
26
26. Masih Merindukannya?
27
27. Mencari Jawaban
28
28. Ingin Mencari Titik Terangnya
29
29. Mencari Arka Yang Hilang
30
30. Pertemuan Yang Tak Diharapkan
31
31. Begitu Dekat, Namun Terasa Jauh
32
32. Harus Bagaimana?
33
33. Perasaan Yang Aneh Ketika Melihatnya
34
34. Serpihan Ingatan
35
35. Perempuan Yang Sama?
36
36. Ketika Hati Telah Terikat Oleh Perasaan
37
37. Awal Dari Puzzle
38
38. Potongan Puzzle
39
39. Susunan Pazzle
40
40. Titik Terangnya
41
41. Mengatakan Kebenaran
42
42. Perjalanan Airin Membesarkan Anaknya
43
43. Mencari Harapan
44
44. Jatuh Sakit
45
45. Sebuah Firasat
46
46. Momen Kedekatan
47
47. Kenangan Masa Lalu
48
48. Pulang Dari Rumah Sakit
49
49. Airin dan Keputusannya
50
50. Darren Yang Merasa Aneh
51
51. Identitas Diri
52
52. Akhirnya Pulang
53
53. Tak Lagi Berharap
54
54. Ada Yang Salah
55
55. Keputusan Yang Sulit
56
56. Teka Teki
57
57. Sebuah Gambaran
58
58. Siluet Bayangan
59
59. Harapan Tiba?
60
60. Langkah Darren
61
61. Pergolakan Hati
62
62. Isi Hati Seorang Arkana
63
63. Kepingan Cerita
64
64. Berita Yang Mengejutkan
65
65. Pertemuan Yang Tak Terduga
66
66. Arka Sudah Tau?
67
67. Darren Akhirnya Ingat?
68
68. Kenangan dan Harapan
69
69. Rasa Mengharukan
70
70. Tampil Bersama
71
71. Kumpul Bertiga?
72
72. Perasaan Yang Tertahan
73
73. Babak Baru
74
74. Berbagi Cerita
75
75. Breaking News
76
76. Ikatan Batin
77
77. Langkah Yang Tak Mudah
78
78. Sidang Keluarga
79
79. Langkah Selanjutnya
80
80. Langkah Awal
81
81. Airin dan Bunga
82
82. Kesalahpahaman
83
83. Kecemasan
84
84. Meminta Maaf
85
85. Perkenalan Diri Dari Darren
86
86. Meredakan Amarah Airin
87
87. Penjelasan Darren
88
88. Mencari Airin
89
89. Mencari Airin 2
90
90. Menemukanmu
91
91. Bertemu
92
92. Emosional
93
93. Hukuman
94
94. Menebus Kesalahan
95
95. Airin Sadar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!