Bab 7. Memulai dari Awal

Bima sekarang sudah sehat dan mencoba mencari pekerjaan yang lain. Karena berdagang dia tidak berminat ke arah sana.

Info punya info ternyata ada tetangga yang bosnya sedang mencari karyawan lagi. Dan Bima pun mau masuk kerja kesana di tempat tetangganya itu bekerja.

Ada sekitar beberapa bulan Bima bekerja disana sebagai tukang cat bangunan. Bima mengecat bangunan yang baru saja jadi dan sudah mau di tempati segera, jadi bos mereka ingin cepat dan menambahkan orang untuk bisa cepat selesai.

🌺

Sekarang pekerjaan itu sudah mau selesai, dan kini Bima putar otak lagi dan mencari lagi pekerjaan yang baru bila sudah habis pekerjaan yang lama.

Bima mulai terpikirkan hal itu, dan tinggal 2 Minggu lagi pekerjaan itu sudah selesai dikerjakan.

Tempatnya bekerja itu ada berbagai macam pekerjaan. Dalam satu gudang tapi bukan cuma satu yang menyewa dengan usahanya masing - masing.

Ada pembuatan plastik kresek, ada bengkel, ada pabrik konveksi dan ada juga yang masih kosong belum ada yang menyewa.

Namun Bima sedikit banyak sudah kenal dengan orang di lingkungan itu.

Tapi hanya sekedar kenal saja dan menyapa saat bertemu disana.

Bima tipe orang yang suka dirumah dan menyendiri. Jadi dia kurang dalam bergaul, hanya gamenya saja temannya bermain. Semua itu mungkin sudah bawan dari oroknya seperti itu.

Setiap pagi Diah memasak dan menyiapkan bekal makan siang suami dan bapak mertuanya.

Sementara ibu mertuanya pagi - pagi sarapan ke rumah tetangganya sambil bergosip disana.

Diah tidak habis pikir, kenapa suami sendiri harus Diah juga yang menyiapkan.

Sementara makan dan bergosip sempat - sempatnya dilakukan di saat masih pagi sekali.

Namun suaminya Diah ( Bima ) gak mengerti kalau hal itu sangat tidak masuk diakal dan semua pekerjaan harus istrinya yang menanggung.

Sementara adiknya Monik bangun tidur mandi, sarapan dan berangkat pergi ke kantornya.

Diah merasa dunia ini tidak adil pada dirinya, yang harus merasakan seperti tidak dihargai oleh sesama manusia.

Impiannya setelah menikah akan mengurus dan hidup mandiri bersama keluarga kecilnya saja.

Namun nyatanya Diah tidak merasakan adanya kebahagian diantar satu pun dalam rumah tangganya.

Setiap hari terus merasa tertekan dan terpaksa, padahal dirinya tidak mau seperti itu. Namun keadaan di dalam rumah mertuanya membuat dirinya menjadi merasa tertekan.

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄

☎️ " Iya hallo ma ?" Diah ditelpon mamanya.

☎️ " Hah ?!" Mama mau pindah keluar kota ?" Tapi kenapa ma ?" tanya Diah yang sedikit terkejut.

☎️ " Oh, baiklah ma." Kapan mama akan pergi kesana ?" bertanya lagi.

☎️ " Iya nak, mungkin dalam waktu dekat ini." Bisa jadi bulan depan akan pergi kesana." mama menelpon agar pakaian anak kamu segera di ambil dari rumah mama." Nanti bisa repot kalau hari sudah dekatkan." mamanya Diah menjelaskan.

☎️ " Iya ma, Diah mengerti." ujarnya.

☎️ " Sudah ya sayang, mama tutup pembicaraannya." ponselnya pun diletakkan oleh Diah kembali.

Diah sedikit ada rasa sedih karena keluarganya mau pindah keluar kota dan tidak di Palembang bersamanya lagi. Tapi mungkin itu yang terbaik, ayahnya membeli sedikit tanah dan ingin membuka ladang untuk penghasilan tambahan dan kerja sampingan.

Orang tua Diah sudah capek hidup yang begitu terus, mereka lebih suka bertanam dan menikmati hidup di pedesaan tanpa hiruk pikuk kota.

Namun kalau membeli tanah di palembang semua sudah pada mahal.

Jadi mereka memilih di daerah yang lebih murah.

Ayah dan mamanya Diah pindah ke daerah Padang, disana ada juga adik dari mamanya yang memang tinggal disana.

Adik - adik Diah juga semua pada ikut orang tuanya kesana, dan pindah sekolah juga kesana.

Diah sudah membayangkan jauh dari orang tua lagi.

" Mungkin aku gak akan bisa melihat sering - sering kesana."

" Apalagi dengan keuangan yang hanya cukup makan saja sudah bersyukur." pikirnya.

" mama..." Airin memanggilnya.

" Iya sayang..., anak mama mau apa ?" tanya Diah.

" Mam, mam..." Airin minta makan.

" Oh iya sayang mama lupa."

" Mama ambilkan dulu ya.." ucap Diah.

Airin lalu duduk dan menonton tv lagi, dia sangat suka menonton tv acara anak - anak dan lagu - lagu.

Airin anak baik dan penurut, dia anak yang bisa mengerti keadaan dan orang tuanya. Diah sangat sayang dengan Airin, apa lagi tingkahnya yang selalu menjadi pelipur lara hati Diah saat sedang sedih.

Airin yang manis, rambut lurus sebahu dan berponi itu selalu bertingkah lucu.

Pipinya yang gembul dan matanya yang bulat, membuatnya bertambah menggemaskan.

Sekarang usianya sudah tiga tahun tanpa terasa, sebentar lagi sudah mau masuk sekolah. Diah sudah menabung menyiapkan semua itu, dan terus berusaha untuk anaknya.

Menjadi ibu itu sangat luar biasa yang Diah rasakan, semua harus penuh keikhlasan dan rasa syukur baru akan mendapat bahagianya.

Itu sudah satu paket bila ingin kehidupan kita semakin maju kedepan, itu prinsip dari Diah selama ini.

🏵️🌻🏵️🌻🏵️🌻🏵️🌻🏵️🌻🏵️🌻🏵️

Vera pulang kerumah dan sudah dua hari tidur dirumah, dia berencana akan mencari kos diluar.

Dia pulang bersama anaknya yang sudah mulai dewasa.

Vera merupakan singel parent yang mempunyai 2 anak, dia sudah berpisah dari suaminya karena tidak ada kecocokan.

Vera merupakan seorang wanita yang gigih dan sangat mandiri.

Anak - anaknya juga berakhlak baik dan perangainya santun.

Entah apa permasalahan yang membuat Vera dan suaminya bercerai.

Diah dirumah itu tak ingin tahu dan mengurusi kehidupan yang lainnya.

Namun Vera orangnya care dengan yang lain dan tidak mengurusi kehidupan orang lain juga.

Jadi bagi Vera mau ada apa pun dirumah ibunya yang sering dikatakan Lastri kakaknya Vera tidak terlalu mau ikut campur dan ambil pusing.

Lastri sangat sering menelponnya saat dia masih di luar kota, menceritakan bagaimana istri dari abangnya ( Bima ) saat dirumah. Tapi Vera tidak ada menanggapinya, dan dia hanya fokus ke keluarganya dan anak - anaknya saja.

Walau begitu, bukan berarti Vera tidak memperdulikan bagaimana orang tuanya dan abang, kakak dan adiknya Monik.

Kali ini Vera ingin membawa anaknya pulang dan menyekolahkannya di tempat tinggal ibunya saja.

Intan anak dari Vera akan sekolah dan dititipkan dirumah orang tuanya, karena Vera akan ditempatkan dari kantornya ke daerah yang agak jauh lagi.

Karena dia ingin fokus bekerja, jadi Intan dititipkan dirumah ibu mereka tinggal bersama Diah dan lainnya di satu rumah.

Sementara Lastri sinis dengan kehidupan Vera yang sedikit lumayan sekarang.

Lastri malah sering kerumah mantan suami Vera dengan alasan menjenguk anak Vera yang bersama mantan suaminya.

Padahal Lastri kesana karena dia juga mau menceritakan Vera kepada mantan suaminya. Lastri selalu bercerita apa pun tentang Vera kepada mantan suaminya. Lastri bukanlah seorang kakak yang baik dalam keluarga mereka.

Terpopuler

Comments

Ghiie-nae

Ghiie-nae

Kesana=> Ke sana...

tapi menurut aku lebih baik pake kata di sana...

UPS...sorry cuma masukan saja🙏🙏👍

2022-09-26

6

auliasiamatir

auliasiamatir

itu si Lastri mungkin keturunan dajal kali yah.., jahat banget

2022-09-12

5

manda_

manda_

lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor lastri ini biang masalah suka gosipin keluarga sendiri 🤦‍♀🤦‍♀

2022-09-08

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Selalu Terjadi
2 Bab 2. Hasutan Kakak
3 Bab 3. Ingin Cerai
4 Bab 4. Saat Sakit
5 Bab 5. Banyak Konflik
6 Bab 6. Cobaan
7 Bab 7. Memulai dari Awal
8 Bab 8. Seperti Berkasta
9 Bab 9. Sekolah dan Merindu
10 Bab 10. Arisan dan Aqiqah
11 Bab 11. Munggahan
12 Bab 12. Belajar Puasa
13 Bab 13. Demi Buah Hati
14 Bab 14. Menginap
15 Bab 15. Idul Fitri
16 Bab 16. Rasa Cinta
17 Bab 17. Berenang dan Teman Baru
18 Bab 18. Kisah Oma
19 Bab 19. Diculik
20 Bab 20. Firasat
21 Bab 21. Terbukti
22 Bab 22. Sebuah Kebahagiaan
23 Bab 23. Mulai Berbeda
24 Bab 24. Emosinya Bima
25 Bab 25. Jawaban
26 Bab 26. Tak Perduli
27 Bab 27. Masa Bodoh Saja
28 Bab 28. Terjatuh dari Motor
29 Bab 29. Durhaka
30 Bab 30. Keras Kepala
31 Bab 31. Terpaksa
32 Bab 32. Mau Lamaran part 1
33 Bab 33. Mau Lamaran part 2
34 Bab 34. Ulang tahun
35 Bab 35. Membingungkan
36 Bab 36. Menyalahkan Ibunya
37 Bab 37. Akad Nikah
38 Bab 38. Tak Tahu
39 Bab 39. Sebuah Perjanjian
40 Bab 40. Terbongkar
41 Bab 41. Sebuah keputusan
42 Bab 42. Tak Perduli.
43 Bab 43. Pertengkaran
44 Bab 44. Berduka
45 Bab 45. Pindah Rumah
46 Bab 46. Ternyata
47 Bab 47. 2 tahun kemudian
48 Bab 48. Ibu Tidak Diurus
49 Bab 49. Hamil
50 Bab 50. Proses Menjadi Ibu
51 Bab 51. Apakah Ada Penyelesaian?
52 Bab 52. Kelihatannya
53 Bab 53. Suka Berulah
54 Bab 54. Bima dalam dilema
55 Bab 55. Tak Tega Berkata
56 Bab 56. Karena Ulang Tahun
57 Bab 57. Ketahuan Juga
58 Bab 58. Rencana Pergi
59 Bab 59. Pergi dan Berpesan
60 Bab 60. Pesan Di Ponsel Bima
61 Bab 61. Pikiran Kacau
62 Bab 62. Mertua Bima
63 Bab 63. Sudah Hari Kamis
64 Bab 64. Dendam
65 Bab 65. Orang Tua Mereka
66 Bab 66. Tiara Bertindak
67 Bab 67. Semakin Berkembang
68 Bab 68. Karyawan Tak Tahu Diri
69 Bab 69. Mulai Bersemangat
70 Bab 70. Sangat Merindukan
71 Bab 71. Dua Tahun Kepergian.
72 Bab 72. Menikah Kembali
73 Bab 73. Menghindar Dan Lari
74 Bab 74. Tak perduli dan Ditipu
75 Bab 75. Bertemu Kembali
76 Bab 76. Ajak Balikan Lagi
77 Bab 77. Kembali Ke Bali
78 Bab 78. Surat Sudah di Baca
79 Bab 79. Kebodohan Lastri
80 Bab 80. Kabar Baik dan Buruk
81 Bab 81. Di Ceraikan
82 Bab 82. Kembali Dari Awal
83 Bab 83. Cerita Mereka
84 Bab 84. Mencoba Menerima
85 Bab 85. Mendapat Pujian
86 Bab 86. Godaan Tak Tertahan
87 Bab 87. Cerita Kehidupan
88 Bab 88. Masak Untuk Keluarga
89 Bab 89. Buah Cinta Mereka
90 Bab 90. Monik dan Mertuanya
91 Bab 91. Cincin Itu Kembali
92 Bab 92. Kekantor Bima
93 Bab 93. Iri Kehidupan Orang
94 Bab 94. Kertas di Balik Buku
95 Bab 95. Mertua Merestui
96 Bab 96. Kepergian Mama
97 Bab 97. Bertemu Kembali
98 Bab 98. Wasiat dan Amanah
99 Bab 99. Kondisi Mertua
100 Bab 100. Suka dan Duka Mereka
101 Bab 101. Perasaan Seorang Anak
102 Bab 102. Menahan Rasa Sakit
103 Bab 103. Perjuangan dan Pembunuhan
104 Bab 104. Istirahat
105 Bab 105. Bekerja dan Bisnis
106 Bab 106. Suka Merendahkan
107 Bab 107. Terkena Stroke
108 Bab 108. Boy di Penjara
109 Bab 109. Mendapat Kepercayaan
110 Bab 110. Orang Baik Pasti akan Baik
111 Bab 111. Semua Sudah Menyadari
112 Bab 112. Persiapan Lebaran
113 Bab 113. Kabar dari Rendy
114 Bab 114. Suasana Yang Dirindukan
115 Bab 115. Semua Harus Ikhlas
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Bab 1. Selalu Terjadi
2
Bab 2. Hasutan Kakak
3
Bab 3. Ingin Cerai
4
Bab 4. Saat Sakit
5
Bab 5. Banyak Konflik
6
Bab 6. Cobaan
7
Bab 7. Memulai dari Awal
8
Bab 8. Seperti Berkasta
9
Bab 9. Sekolah dan Merindu
10
Bab 10. Arisan dan Aqiqah
11
Bab 11. Munggahan
12
Bab 12. Belajar Puasa
13
Bab 13. Demi Buah Hati
14
Bab 14. Menginap
15
Bab 15. Idul Fitri
16
Bab 16. Rasa Cinta
17
Bab 17. Berenang dan Teman Baru
18
Bab 18. Kisah Oma
19
Bab 19. Diculik
20
Bab 20. Firasat
21
Bab 21. Terbukti
22
Bab 22. Sebuah Kebahagiaan
23
Bab 23. Mulai Berbeda
24
Bab 24. Emosinya Bima
25
Bab 25. Jawaban
26
Bab 26. Tak Perduli
27
Bab 27. Masa Bodoh Saja
28
Bab 28. Terjatuh dari Motor
29
Bab 29. Durhaka
30
Bab 30. Keras Kepala
31
Bab 31. Terpaksa
32
Bab 32. Mau Lamaran part 1
33
Bab 33. Mau Lamaran part 2
34
Bab 34. Ulang tahun
35
Bab 35. Membingungkan
36
Bab 36. Menyalahkan Ibunya
37
Bab 37. Akad Nikah
38
Bab 38. Tak Tahu
39
Bab 39. Sebuah Perjanjian
40
Bab 40. Terbongkar
41
Bab 41. Sebuah keputusan
42
Bab 42. Tak Perduli.
43
Bab 43. Pertengkaran
44
Bab 44. Berduka
45
Bab 45. Pindah Rumah
46
Bab 46. Ternyata
47
Bab 47. 2 tahun kemudian
48
Bab 48. Ibu Tidak Diurus
49
Bab 49. Hamil
50
Bab 50. Proses Menjadi Ibu
51
Bab 51. Apakah Ada Penyelesaian?
52
Bab 52. Kelihatannya
53
Bab 53. Suka Berulah
54
Bab 54. Bima dalam dilema
55
Bab 55. Tak Tega Berkata
56
Bab 56. Karena Ulang Tahun
57
Bab 57. Ketahuan Juga
58
Bab 58. Rencana Pergi
59
Bab 59. Pergi dan Berpesan
60
Bab 60. Pesan Di Ponsel Bima
61
Bab 61. Pikiran Kacau
62
Bab 62. Mertua Bima
63
Bab 63. Sudah Hari Kamis
64
Bab 64. Dendam
65
Bab 65. Orang Tua Mereka
66
Bab 66. Tiara Bertindak
67
Bab 67. Semakin Berkembang
68
Bab 68. Karyawan Tak Tahu Diri
69
Bab 69. Mulai Bersemangat
70
Bab 70. Sangat Merindukan
71
Bab 71. Dua Tahun Kepergian.
72
Bab 72. Menikah Kembali
73
Bab 73. Menghindar Dan Lari
74
Bab 74. Tak perduli dan Ditipu
75
Bab 75. Bertemu Kembali
76
Bab 76. Ajak Balikan Lagi
77
Bab 77. Kembali Ke Bali
78
Bab 78. Surat Sudah di Baca
79
Bab 79. Kebodohan Lastri
80
Bab 80. Kabar Baik dan Buruk
81
Bab 81. Di Ceraikan
82
Bab 82. Kembali Dari Awal
83
Bab 83. Cerita Mereka
84
Bab 84. Mencoba Menerima
85
Bab 85. Mendapat Pujian
86
Bab 86. Godaan Tak Tertahan
87
Bab 87. Cerita Kehidupan
88
Bab 88. Masak Untuk Keluarga
89
Bab 89. Buah Cinta Mereka
90
Bab 90. Monik dan Mertuanya
91
Bab 91. Cincin Itu Kembali
92
Bab 92. Kekantor Bima
93
Bab 93. Iri Kehidupan Orang
94
Bab 94. Kertas di Balik Buku
95
Bab 95. Mertua Merestui
96
Bab 96. Kepergian Mama
97
Bab 97. Bertemu Kembali
98
Bab 98. Wasiat dan Amanah
99
Bab 99. Kondisi Mertua
100
Bab 100. Suka dan Duka Mereka
101
Bab 101. Perasaan Seorang Anak
102
Bab 102. Menahan Rasa Sakit
103
Bab 103. Perjuangan dan Pembunuhan
104
Bab 104. Istirahat
105
Bab 105. Bekerja dan Bisnis
106
Bab 106. Suka Merendahkan
107
Bab 107. Terkena Stroke
108
Bab 108. Boy di Penjara
109
Bab 109. Mendapat Kepercayaan
110
Bab 110. Orang Baik Pasti akan Baik
111
Bab 111. Semua Sudah Menyadari
112
Bab 112. Persiapan Lebaran
113
Bab 113. Kabar dari Rendy
114
Bab 114. Suasana Yang Dirindukan
115
Bab 115. Semua Harus Ikhlas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!