BAB 10. DI TINDAS

"Rambutmu sangat indah Nay, tebal, panjang dan berkilau, apa kamu rajin merawat rambut Nay?" tanya Salsa.

"Tidak, aku selalu mengenakan hijab, sejak sekolah menengah atas. Paling hanya di dalam rumah dan saat tidur aku baru membiarkan rambutku tergerai agar terkena udara. Itupun setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah," jawab Nayla.

"Barangkali faktor keturunan, apa rambut orangtua kamu juga seperti ini Nay?" tanya Billa.

"Iya, rambut ibuku lebih indah dan panjang sampai mata kaki. Itulah yang membuat Ayahku cinta pada pandangan pertama saat melihat ibuku bergerai rambut."

"Kami dengar, adikmu juga ikut tinggal di sini ya Nay? Apakah adikmu secantik kamu dan rambutnya juga indah seperti milikmu?" tanya Salsa.

"Sebenarnya, adikku juga cantik, bahkan lebih cantik dari ku, tapi penyakit telah menggerogoti imun tubuhnya, jadi adikku terlihat kurus dan tampak lebih tua dari usianya. Bahkan para tetangga ataupun orang lain yang melihat sering menyebut Seyna sebagai kakakku."

Salsa dan Dilla pun sudah menyelesaikan tugas mereka, kini mereka menguncir kuda rambut Nayla hingga dia terlihat lebih elegan dan yang pasti lebih cantik.

Nayla di minta mengenakan pakaian yang ada di dalam lemari. Dia tidak boleh mengenakan pakaian lamanya termasuk juga Seyna.

Kehidupan Nayla dan Seyna akan berubah drastis, bak Cinderella. Mereka bakal lebih terawat dan terjamin, tinggal di mansion Damar. Walau mungkin, sesekali akan terasa membosankan, seperti tinggal di sangkar emas, tidak sebebas saat mereka tinggal di lingkungan rumah sendiri.

Ternyata Damar, selain memperhatikan perkembangan kesehatan Papanya, dia masih sempat menghubungi Bi Luna untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan calon istrinya walau dia belum ingin melihat wajahnya sampai tiba saatnya nanti.

Pagi ini giliran Bety dan Tisa membersihkan kamar Seyna, saat inilah kesempatan bagi mereka ingin mengerjai gadis itu.

Seyna yang merasa tubuhnya lemas, pagi ini masih tiduran di kamar sementara Nayla pergi jogging dengan di temani oleh Aira.

Nayla tidak di perkenankan pergi sendirian oleh Bi Luna, walau hanya di lingkungan mansion sekalipun. Karena Bi Luna tidak mau tanggung resiko jika sampai terjadi hal yang tidak diinginkan pada diri calon Nyonyanya itu.

Bety dan Tisa mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban dari dalam, lalu mereka mencoba membukanya dan ternyata tidak terkunci.

Mereka melihat Seyna masih bergelung dibalik selimut hingga membuat mereka memiliki ide ingin mengerjai Seyna.

"Hei, gadis pemalas, hari gini masih tidur! Enak sekali kamu, seperti tuan putri saja di rumah ini. Gembel saja belagu! Ayo bangun, cuci itu selimutnya, baunya sangat tidak enak," ucap Bety.

"Iya Nih, hei..ayo cepat bangun. Kami mau beberes ruangan dan kamu mencuci selimut!" bentak Tisa sembari menarik kaki Seyna.

Seyna terpaksa bangkit, daripada dia ditarik hingga jatuh dari tempat tidur.

"Kenapa sih kalian ganggu aku, bukankah ini masih pukul 6 pagi, kepalaku pusing dan aku sedikit demam, jadi nanti agak siangan aku cuci selimutnya," ucap Seyna sambil memijat kepalanya.

"Ah, dasar kamu memang pemalas! Ayo cuci sekarang, kami tidak mau tahu, begitu kami selesai mengepel, selimut itu sudah harus selesai kamu cuci. Ini sabun dan brush nya!" ucap Tisa sembari melempar sabun dan brush ke arah Seyna.

Seyna malas berdebat, dia orang baru di mansion ini dan tidak ingin menimbulkan keributan. Lalu Seyna membawa selimutnya ke kamar mandi.

Seyna menggigil terkena air, tapi dia tetap memaksakan diri mencuci selimutnya yang sangat tebal itu.

Selimut tebal terkena air, jelas saja sangat berat, hingga membuat Seyna kesusahan untuk membilasnya.

Dengan mengerahkan sisa tenaga, Seyna akhirnya bisa menyelesaikan tugas tepat waktu, sesuai yang diminta oleh Bety dan Tisa.

"Kerja begitu saja lelet, dasar gadis manja! Sini selimutnya, biar kami yang jemur. Awas! Jika kamu mengadu ke Nayla atau yang lain, kami akan balas lebih kejam dari ini, bahkan kakakmu bisa kami singkirkan dari mansion ini," ancam Bety.

"Kamu paham!" ucap Tisa sembari memukul nakas dengan kain lap yang ada di tangannya, hingga membuat Seyna terkejut.

Seyna cuma diam, dia tidak menjadi masalah diperlakukan buruk, toh hidupnya mungkin tidak akan lama lagi.

Namun, Seyna tidak akan membiarkan jika sang Kakak ditindas oleh para pelayan tadi. Dia harus melihat Nayla hidup bahagia sebelum maut menjemputnya.

Tubuh Seyna semakin menggigil karena lama terkena air saat mencuci selimut tadi, dia lalu membuka lemari untuk mencari selimut baru yang bisa dipakainya untuk kembali bergelung di tempat tidur.

Setelah menemukannya, Seyna pun menutupi tubuhnya dengan selimut, namun sebelumnya dia telah meminum obatnya, yaitu obat penurun demam dan anti nyeri.

Nayla sudah berkeliling mansion bersama Aira, dia tidak menyangka mansion Damar begitu luas hingga nafasnya ngos-ngosan saat menyelesaikan lari paginya.

"Kita berhenti dulu di sini ya Kak Aira!" pinta Nayla.

"Panggil Aku Aira saja Non!"

"Oke, tapi kamu juga harus panggil Aku Nayla. Bukankah usia kita tidak jauh berbeda?"

"Iya," jawab Aira.

"Oh ya Aira, kamu sudah lama tinggal di mansion ini?" tanya Nayla.

"Sejak orangtuaku meninggal tepatnya setelah aku lulus sekolah dan abangku membawaku kesini karena dia tidak tega meninggalkan aku sendirian di rumah," jawab Aira.

"Kenapa kamu tidak kuliah? bukankah penghasilan Tuan Arkan cukup untuk membiayai kuliahmu?"

"Aku yang tidak mau menyusahkan abangku. Kasihan dia, saat ini masih membayar hutang-hutang orangtuaku yang sangat banyak. Memang sih, Bos menawarkan bantuan, tapi abang tidak mau, dia ingin bertanggungjawab sebagai anak tertua dan sekarang menjadi kepala keluarga."

Kemudian Aira meneruskan ucapannya, "Tapi, di tahun ajaran baru nanti, aku harus kuliah karena Bos Damar sudah menghubungi pihak universitas."

"Oh, syukur deh."

"Kamu sendiri bagaimana? Apa kamu tidak mau melanjutkan pendidikan?" tanya Aira.

"Aku bisa makan dan membiayai pengobatan adikku saja sudah bersyukur Aira, boro-boro untuk biaya sekolah. Itupun cicilan hutang seringkali tidak terbayar, hingga para rentenir sering menggertak kami. Tapi apa boleh buat, sekarang saja aku tidak tahu, para rentenir itu pasti mencari-cari kami. Biarin deh, ntar jika aku punya uang, baru aku cari mereka dan membayarnya. Walau bagaimanapun itu kewajiban yang tetap harus aku bayar."

"Kamu jangan takut, jika Bos kembali, dia pasti akan membereskan semua masalahmu dan kamu pasti diminta untuk melanjutkan pendidikan," ucap Aira.

"Oh ya Aira, aku penasaran dengan Bos kamu, dia orang kaya, seharusnya sangat mudah baginya untuk mendapatkan calon istri yang setara, kenapa malah mencari orang sepertiku?"

"Aku juga tidak tahu Nay, urusan seperti itu hanya abang yang tahu, aku tidak berani ikut campur," jawab Aira.

"Lantas, bagaimana wajah Tuan Damar Aira? Aku tidak melihat ada satu foto pun di dalam mansion, apa dia begitu misterius, tidak mau menampakkan wajahnya? atau dia sudah tua dan memiliki wajah yang buruk?" tanya Nayla penasaran.

"Apa Bang Arkan tidak menjelaskan?"

Nayla menggeleng, lalu menjawab, "Abangmu sangat dingin, kami tidak banyak mengobrol. Jujur, aku takut dengan Tuan Arkan."

Aira pun tertawa mendengar ucapan Nayla, "Karena kamu belum lama mengenalnya Nay, abangku memang pendiam, tapi dia sangat baik, Tuan besar dan Bos Damar sangat menyayanginya. Kalau begitu, berarti itu memang permintaan Bos. Bos tidak ingin, abang memperlihatkan fotonya kepadamu."

"Oh, ya sudah. Aku tanya sama kamu saja Aira?"

"No, aku tidak memiliki hak. Tapi aku pastikan, jika kamu nanti menikah dengan Bos, kamu menjadi wanita yang paling beruntung," ucap Aira.

Tapi dibalik ucapan Aira, Nayla sempat menangkap ada nada kesedihan dan sepintas raut wajah Aira berubah.

Terpopuler

Comments

3 semprul

3 semprul

jahat banget sih..

2022-09-13

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. DAMPAK KEMATIAN ORANG TUA
2 BAB 2. MENDAPATKAN PEKERJAAN
3 BAB 3. TAWARAN UNTUK MENDAPATKAN BANYAK UANG
4 BAB 4. APA ADANYA
5 BAB 5. TIDAK TAKUT
6 BAB 6. KEPUTUSAN TELAH DITENTUKAN
7 BAB 7. DUKUNGAN DARI ARKAN
8 BAB 8. TEMBOK PUNYA TELINGA DAN MATA
9 BAB 9. MELAKUKAN PERAWATAN
10 BAB 10. DI TINDAS
11 BAB 11. DI BERI KESEMPATAN BELAJAR
12 BAB 12. HUKUMAN BAGI PELAYAN USIL
13 BAB 13. MENUNGGU HASIL PEMERIKSAAN AKURAT UNTUK MENENTUKAN JENIS PENGOBATAN
14 BAB 14. MARAH DENGAN PANGGILAN TELEPON TAK DIKENAL
15 BAB 15. CINTA DALAM DIAM
16 BAB 16. MEMBERIKAN PERAWATAN TERBAIK
17 BAB 17. BERTEMU CALON SUAMI
18 BAB 18. ALASAN DIBALIK PERNIKAHAN BERSYARAT
19 BAB 19. NYAMAN DALAM OBROLAN
20 BAB 20. STADIUM TIGA
21 BAB 21. DISERANG MUSUH
22 BAB 22. RAHASIA AIRA TERBONGKAR
23 BAB 23. MEMILIH PAKAIAN PENGANTIN
24 BAB 24. KEDATANGAN MANTAN ISTRI
25 BAB 25. SAH MENIKAH
26 BAB 26. MENGINGINKAN KENYAMANAN
27 BAB 27. MALAM PENGANTIN YANG TERTUNDA
28 BAB 28. MENJADI BUCIN
29 BAB 29. DI SERANG
30 BAB 30. MEMPERKETAT PENJAGAAN
31 BAB 31. MENYAMAR JADI DOKTER
32 BAB 32. MERANGSANG KESADARAN PASIEN
33 BAB 33. TIDAK MAU MENGAKU
34 BAB 34. PERMOHONAN SEYNA
35 BAB 35. HARUS TEGAR
36 BAB 36. BERSEKUTU
37 BAB 37. MEMBERIKAN INFO
38 BAB 38. MENCULIK SEYNA
39 BAB 39. MENDAPATKAN PETUNJUK
40 BAB 40. BERJANJI UNTUK PULANG
41 BAB 41. MENGELABUHI PENJAGA
42 BAB 42. TIBA DI LOKASI PENYEKAPAN
43 BAB 43. BERHASIL MEMBEBASKAN
44 BAB 44. DENDAM RENDRA
45 BAB 45. KEMBALI KE RUMAH
46 BAB 46. MELEPAS KERINDUAN
47 BAB 47. USAHA UNTUK MEMBUAT SUAMI KETAGIHAN
48 BAB 48. TIDAK SALAH MEMILIHKAN ISTRI
49 BAB 49. HANYA MILIK DAMAR
50 BAB 50. TIPU DAYA CAROLINA
51 BAB 51. ANCAMAN RENDRA
52 BAB 52. MENGOREK KETERANGAN
53 BAB 53. DUA SISI KEPRIBADIAN DAMAR
54 BAB 54. PERBEDAAN HIDUP
55 BAB 55. SEKUTU PELAYAN USIL
56 BAB 56. MENGHADAPI SERANGAN MENDADAK
57 BAB 57. PERINTAH RICHARD
58 BAB 58. SALAH CULIK
59 BAB 59. MEMBERITAHU DAMAR
60 BAB 60. KEJUTAN
61 BAB 61. BERHASIL MENYINGKIRKAN RINTANGAN
62 BAB 62. BERTEMU PAPA MERTUA
63 BAB 63. KABAR GEMBIRA
64 BAB 64. HASIL USG
65 BAB 65. PERHATIAN DAMAR
66 BAB 66. KERAS KEPALA
67 BAB 67. NGIDAM SATE
68 BAB 68. KONSULTASI
69 BAB 69. MENDAPATKAN IZIN PULANG
70 BAB 70. BERHASIL MENGALAHKAN KE KERAS KEPALAAN SANG PAPA
71 BAB 71. SALING MENCINTAI
72 BAB 72. SAMBUTAN KEPULANGAN
73 BAB 73. MEMBERI KEJUTAN
74 BAB 74. NIAT ARKAN
75 BAB 75. BUKAN SEORANG PUJANGGA
76 BAB 76. INSIDEN DIBALIK LAMARAN ARKAN
77 BAB 77. PERJUANGAN CINTA ARKAN
78 BAB 78. MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI
79 BAB 79. PERGERAKAN CALON BAYI
80 BAB 80. RAHASIA CINTA DEWO
81 BAB 81. MENDAPATKAN DUKUNGAN
82 BAB 82. MENUNGGU KELENGAHAN RENDRA
83 BAB 83. MENGUSIR SECARA HALUS
84 BAB 84. BAHAGIA
85 BAB 85. PULANG KAMPUNG
86 BAB 86. BERUSAHA MENENGGELAMKAN NAYLA
87 BAB 87. SELAMAT
88 BAB 88. MENGAKU
89 BAB 89. MENCARI CAROLINA
90 BAB 90. HASIL YANG KAU TUAI
91 BAB 91. KEPUTUSAN DAMAR
92 BAB 92. KABAR GEMBIRA
93 BAB 93. HADIAH TERINDAH DIUJUNG KEMATIAN (TAMAT)
Episodes

Updated 93 Episodes

1
BAB 1. DAMPAK KEMATIAN ORANG TUA
2
BAB 2. MENDAPATKAN PEKERJAAN
3
BAB 3. TAWARAN UNTUK MENDAPATKAN BANYAK UANG
4
BAB 4. APA ADANYA
5
BAB 5. TIDAK TAKUT
6
BAB 6. KEPUTUSAN TELAH DITENTUKAN
7
BAB 7. DUKUNGAN DARI ARKAN
8
BAB 8. TEMBOK PUNYA TELINGA DAN MATA
9
BAB 9. MELAKUKAN PERAWATAN
10
BAB 10. DI TINDAS
11
BAB 11. DI BERI KESEMPATAN BELAJAR
12
BAB 12. HUKUMAN BAGI PELAYAN USIL
13
BAB 13. MENUNGGU HASIL PEMERIKSAAN AKURAT UNTUK MENENTUKAN JENIS PENGOBATAN
14
BAB 14. MARAH DENGAN PANGGILAN TELEPON TAK DIKENAL
15
BAB 15. CINTA DALAM DIAM
16
BAB 16. MEMBERIKAN PERAWATAN TERBAIK
17
BAB 17. BERTEMU CALON SUAMI
18
BAB 18. ALASAN DIBALIK PERNIKAHAN BERSYARAT
19
BAB 19. NYAMAN DALAM OBROLAN
20
BAB 20. STADIUM TIGA
21
BAB 21. DISERANG MUSUH
22
BAB 22. RAHASIA AIRA TERBONGKAR
23
BAB 23. MEMILIH PAKAIAN PENGANTIN
24
BAB 24. KEDATANGAN MANTAN ISTRI
25
BAB 25. SAH MENIKAH
26
BAB 26. MENGINGINKAN KENYAMANAN
27
BAB 27. MALAM PENGANTIN YANG TERTUNDA
28
BAB 28. MENJADI BUCIN
29
BAB 29. DI SERANG
30
BAB 30. MEMPERKETAT PENJAGAAN
31
BAB 31. MENYAMAR JADI DOKTER
32
BAB 32. MERANGSANG KESADARAN PASIEN
33
BAB 33. TIDAK MAU MENGAKU
34
BAB 34. PERMOHONAN SEYNA
35
BAB 35. HARUS TEGAR
36
BAB 36. BERSEKUTU
37
BAB 37. MEMBERIKAN INFO
38
BAB 38. MENCULIK SEYNA
39
BAB 39. MENDAPATKAN PETUNJUK
40
BAB 40. BERJANJI UNTUK PULANG
41
BAB 41. MENGELABUHI PENJAGA
42
BAB 42. TIBA DI LOKASI PENYEKAPAN
43
BAB 43. BERHASIL MEMBEBASKAN
44
BAB 44. DENDAM RENDRA
45
BAB 45. KEMBALI KE RUMAH
46
BAB 46. MELEPAS KERINDUAN
47
BAB 47. USAHA UNTUK MEMBUAT SUAMI KETAGIHAN
48
BAB 48. TIDAK SALAH MEMILIHKAN ISTRI
49
BAB 49. HANYA MILIK DAMAR
50
BAB 50. TIPU DAYA CAROLINA
51
BAB 51. ANCAMAN RENDRA
52
BAB 52. MENGOREK KETERANGAN
53
BAB 53. DUA SISI KEPRIBADIAN DAMAR
54
BAB 54. PERBEDAAN HIDUP
55
BAB 55. SEKUTU PELAYAN USIL
56
BAB 56. MENGHADAPI SERANGAN MENDADAK
57
BAB 57. PERINTAH RICHARD
58
BAB 58. SALAH CULIK
59
BAB 59. MEMBERITAHU DAMAR
60
BAB 60. KEJUTAN
61
BAB 61. BERHASIL MENYINGKIRKAN RINTANGAN
62
BAB 62. BERTEMU PAPA MERTUA
63
BAB 63. KABAR GEMBIRA
64
BAB 64. HASIL USG
65
BAB 65. PERHATIAN DAMAR
66
BAB 66. KERAS KEPALA
67
BAB 67. NGIDAM SATE
68
BAB 68. KONSULTASI
69
BAB 69. MENDAPATKAN IZIN PULANG
70
BAB 70. BERHASIL MENGALAHKAN KE KERAS KEPALAAN SANG PAPA
71
BAB 71. SALING MENCINTAI
72
BAB 72. SAMBUTAN KEPULANGAN
73
BAB 73. MEMBERI KEJUTAN
74
BAB 74. NIAT ARKAN
75
BAB 75. BUKAN SEORANG PUJANGGA
76
BAB 76. INSIDEN DIBALIK LAMARAN ARKAN
77
BAB 77. PERJUANGAN CINTA ARKAN
78
BAB 78. MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI
79
BAB 79. PERGERAKAN CALON BAYI
80
BAB 80. RAHASIA CINTA DEWO
81
BAB 81. MENDAPATKAN DUKUNGAN
82
BAB 82. MENUNGGU KELENGAHAN RENDRA
83
BAB 83. MENGUSIR SECARA HALUS
84
BAB 84. BAHAGIA
85
BAB 85. PULANG KAMPUNG
86
BAB 86. BERUSAHA MENENGGELAMKAN NAYLA
87
BAB 87. SELAMAT
88
BAB 88. MENGAKU
89
BAB 89. MENCARI CAROLINA
90
BAB 90. HASIL YANG KAU TUAI
91
BAB 91. KEPUTUSAN DAMAR
92
BAB 92. KABAR GEMBIRA
93
BAB 93. HADIAH TERINDAH DIUJUNG KEMATIAN (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!