Disaat suasana para mahasiswa yang sedang membicarakan mengenai identitas tersembunyi seorang penulis yang bernama Zilya Daisha itu, datanglah seorang dosen wanita menghampiri kerumuman para mahasiswa itu.
Sontak, para mahasiswa terkejut ketika dosen wanita itu menghampiri mereka.
“Kalian ingin tahu, siapa identitas penulis itu sebenarnya?“ tanya dosen wanita tersebut yang ternyata adalah Bu Riska. Bu Riska yang kemarinnya malu dan memilih pergi pulang dengan alasan sakit.
Semua para mahasiswa sontak mengangguk dengan semangat. Tentu kesempatan untuk mengetahui siapa identitas penulis itu, tidak akan mereka buang sia-sia begitu saja.
“Baiklah, karena kalian begitu ingin tahu siapa orangnya. Ya, sayalah orangnya! Sayalah penulis yang bernama Zilya Daisha!“ ujar Bu Riska mengakui bahwa dirinyalah seorang penulis yang bernama Zilya Daisha, dengan gaya angkuhnya.
Pernyataan barusan dari Bu Riska, membuat para mahasiswa yang berkerumun terkejut mendengarnya. Apakah telinga mereka ini tidak salah mendengar? Bu Riska adalah penulis itu?
“Hah! Apakah benar apabila Bu Riskalah merupakan penulis tersebut? Aku sungguh tidak percaya apabila pernyataan Bu Riska barusan adalah benar!“ ujar mahasiswa 1 dengan wajah terkejutnya.
“Ya, saya juga terkejut! Apakah benar itu, Bu Riska? Bu Riska sedang tidak bercanda dengan kami, bukan?“ timpal mahasiswa 2 yang juga menampilkan wajah terkejutnya.
“Apakah benar itu, Bu Riska? Tolong beritahu kami yang sebenarnya! Jangan menjadi orang pemberi harapan palsu kepada kami!“ sahut mahasiswa 3 yang ikut turut menimpali ucapan mahasiswa 1 dan mahasiswa 2 tadi.
Para mahasiswa terus mendesak Bu Riska agar membuka suaranya. Apakah benar apabila penulis terkenal itu ialah Bu Riska?
“Baiklah, baiklah. Karena kalian terus mendesak saya untuk berbicara. Ya, sayalah penulis itu,“ jawab Bu Riska.
Lagi-lagi, para mahasiswa tidak percaya.
“Saya akan membuktikan apabila penulis terkenal itu ialah saya,“ ujar Bu Riska lagi.
“Saya akan membuat cerita pendek agar kalian semua percaya dengan saya,“ sahut Bu Riska sambil mengibaskan rambutnya. Benar-benar dosen yang angkuh.
Agar bisa membuktikan dan membuat para mahasiswa percaya dengannya bahwa penulis terkenal itu ialah dirinya, Bu Riska pun membuat suatu cerita pendek.
Para mahasiswa pun melihat bagaimana caranya dosen wanita itu membuat cerita pendek. Bahkan ada yang diam-diam mengambil foto, dan juga video saat Bu Riska sedang membuat cerita pendek sebagai bukti, ada juga yang mengambil foto ataupun video disaat momen Bu Riska membuat cerita pendek untuk diupload di media sosial agar berita tersebut menjadi viral.
Identitas seorang penulis terkenal dengan nama Zilya Daisha terungkap, begitulah kira-kira judul berita yang akan mereka buat nantinya.
“Sepertinya para mahasiswa sudah percaya denganku, haha! Tidak tahu saja, jika cerita pendek yang sedang aku tulis ini sebenarnya bukanlah karyaku, melainkan karya penulis yang kalian bahas sejak tadi!“ pikir Bu Riska sambil tertawa kecil, lalu kembali melanjutkan ceritanya agar tidak ada yang mengetahui apabila dirinya baru saja tertawa.
Iya, Bu Riska menuliskan ulang cerita pendek buatan penulis yang bernama Zilya Daisha. Sebelumnya, Bu Riska sudah menghafal cerita pendek tersebut sehingga Bu Riska terlihat benar-benar sedang menulis secara langsung.
“Wow! Sepertinya Bu Riska sebentar lagi selesai!“ Para mahasiswa berujar dengan semangat. Mereka sudah menanti-nanti momen dimana Bu Riska menyelesaikan cerita pendek kali ini. Mereka begitu penasaran dengan isinya dan juga gaya penulisannya, apakah sama atau tidak? Itulah yang membuat mereka penasaran.
Beberapa saat kemudian. Akhirnya, Bu Riska pun menyelesaikan cerita pendek yang kata beliau adalah buatannya sendiri. Bu Riska dengan angkuhnya, pun membacakan cerita pendek itu di depan para mahasiswa yang sedang berkerumun itu.
Mendengar cerita pendek yang dibacakan oleh dosen wanita itu, para mahasiswa pun bersorak ria sambil bertepuk tangan. Mereka akhirnya mengetahui siapa sesungguhnya identitas penulis itu sebenarnya. Walau, mereka cukup terkejut bahwa penulis tersebut ialah Bu Riska, salah satu seorang dosen yang mengajar mereka di Kampus ini.
“Ceritanya bagus banget, Bu Riska!“ seru mahasiswa 1 sambil bertepuk tangan.
“Iya tuh! Bagus banget! Ajarin saya bagaimana caranya dong, Bu!“ sahut mahasiswa 2 menimpali seruan mahasiswa 1 tadi.
“Iya, Bu! Kami ingin menjadi seorang penulis yang hebat dan juga terkenal seperti Bu Riska kita ini! Sudah cantik, seorang dosen lagi!“ puji mahasiswa 3 dengan memohon kepada Bu Riska.
“Bu Riska ini, sudah cantik, seorang dosen, udah gitu hebat! Pasti tidak lama lagi, Bu Riska akan menemukan jodohnya! Semoga dapat jodoh yang bisa membahagiakan Bu Riska ya, Bu! Hehe! Ajarin kita ya, Bu Riska yang cantik,“ ujar mahasiswa 4 yang terdengar seperti kata pujian di awal kalimat, namun tidak diakhir, ternyata dibalik kalimat pujian yang disampaikan olehnya, ada kalimat permintaan yang bersembunyi yang karena malu-malu kucing di akhir kalimat yang disampaikan oleh mahasiswa tersebut.
Ada yang memohon untuk diajari menulis. Ada yang meminta tandatangan Bu Riska, untuk dijadikan kenang-kenangan mereka bertemu dengan seorang penulis terkenal dan juga hebat itu.
Hari ini adalah hari yang benar-benar heboh di Kampus. Waktu seolah berjalan dengan lambat. Padahal biasanya waktu akan berjalan dengan cepat, namun kali ini terasa berbeda.
Disaat suasana yang sedang heboh dibuat oleh Bu Riska, tiba-tiba datanglah seorang mahasiswa yang kebetulan juga kuliah di Kampus ini.
Mahasiswa itu mengambil mikrofon, lalu mulai berbicara didepan semua mahasiswa.
“Perhatian! Saya ingin memberitahu kalian informasi penting!!“ seru mahasiswa itu. Seketika, para mahasiswa yang sedang heboh, langsung terdiam.
Semua mata mahasiswa tertuju pada mahasiswa yang sedang berbicara dengan menggunakan mikrofon. Mendengar kata penting, membuat mereka penasaran, sepenting apakah berita itu? Apakah berita ini ada kaitannya dengan identitas penulis tadi?
Ribuan pertanyaan muncul dibenak para mahasiswa. Mereka begitu penasaran. Berharap berita penting yang ingin diberitahu oleh mahasiswa itu, tidak membuat mereka kecewa.
“Berita yang ingin saya sampaikan ini ada kaitannya dengan identitas penulis yang kalian bicarakan tadi hingga suasana di Kampus ini menjadi heboh,“
“Berita ini adalah berita yang akan membuat kalian tidak percaya dan tidak pernah menduganya setelah mendengarnya!“
“Maka dari itu, saya harapkan, semua mahasiswa yang ada di sini, bisa diam dan dengarkan berita apa yang ingin saya sampaikan,“ ujar mahasiswa itu lalu menarik napasnya sebelum berbicara.
Entah berita apa yang ingin disampaikan oleh mahasiswa yang berbicara dengan mengunakan mikrofon itu. Namun, jika dilihat-lihat dari ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh mahasiswa, sepertinya berita ini amat-amat penting dan harus didengar oleh mereka semua.
“Sebenarnya, cerita pendek yang diceritakan oleh Bu Riska tadi, bukanlah buatan Bu Riska,“
“Justru cerita pendek tersebut adalah buatan si penulis terkenal dan juga hebat dengan nama pena Zilya Daisha,“
“Pasti kalian tidak percaya mendengarnya bukan? Tapi itulah kenyataan. Jika kalian tidak mempercayai saya, saya tidak mempermasalahkannya. Kalian boleh pergi ke toko buku atau melihat di toko online, carilah cerita pendek dengan judul Semut dan Gajah,“ seru mahasiswa tersebut yang membuat para mahasiswa lainnya tidak percaya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
manusia( ̄ヘ ̄;)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡
gemetaran gk Bu 🙄
2022-11-05
2
manusia( ̄ヘ ̄;)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡
ewww ngaku² 🙄
2022-11-05
1
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
haha bu Riska ketar ketir lah itu takut ketauan cerita pendek nya
2022-11-02
2