ZILYA DAISHA | 2 : DIUSIR

Namun, Zilya malah ketiduran karena berpikir terlalu keras. Ditambah dengan Zilya yang sebelumnya di dunia lain begadang di malam hari karena membaca novel hingga selesai.

Setelah Zilya tidur selama kurang lebih dua jam, terdengar suara ketukan pintu yang keras, seolah disengajai membuat tidur Zilya terusik.

“TOK! TOK! TOK!“

Semakin lama, suara ketukan pintu itu semakin membesar membuat Zilya terpaksa membuka matanya.

“Haduh! Siapa yang mengetuk pintu pagi-pagi buta seperti ini? Menganggu tidur orang saja!“ Zilya terlihat begitu kesal. Pasalnya, Zilya baru tidur beberapa jam saja, membuat Zilya masih saja mengantuk dan ingin tidur kembali.

Zilya lalu beranjak dari ranjang tidurnya dan membukakan pintu dengan perasaan kesal.

“CEKLEK!“ Zilya membuka pintu dengan kasar.

“Siapa!?“ Zilya seolah lupa apabila dirinya saat ini sudah berada di dunia lain.

“Zilya! Apa sepertinya kau sudah melupakan tugasmu di pagi hari yang cerah ini?“ Ternyata yang mengetuk pintu dengan suara keras ialah sang ibu, Veni.

“Hah!?“ Zilya tiba-tiba teringat jika dirinya memikirkan sesuatu hingga tertidur pulas.

“Sepertinya kau sudah ingin mendapatkan hukuman-mu, hem?“ Veni melemparkan senyum mengejek kepada Zilya.

Naomi, sang adik yang tidak ingin ketinggalan pun langsung menghampiri sang ibu dan mulai memanaskan suasana.

“Bu! Sepertinya Zilya sengaja! Bukankah biasanya Zilya memasang alarm setiap hari?“ Naomi melemparkan senyuman sinis kepada Zilya. Hilang sudah rasa hormat kepada sang kakak.

“Panggil aku ‘Kakak’, Naomi!“ tegas Zilya. Zilya akhirnya baru mengingat apabila dirinya sudah berada di dunia lain, bukan di dunia sebelumnya.

“Untuk apa!? Tiada gunanya juga, bukan? Lagipula, usia kita hanya berbeda beberapa bulan saja! Tidak usah kamu pura-pura menjadi seorang kakak yang baik!“ Naomi seolah menasehati kakaknya.

Zilya hanya diam sembari mengepalkan tangannya.

“Bu! Sebaiknya, kita periksa ruangan Zilya!“ ucap Naomi.

“Ya, kau benar!“ jawab sang ibu lalu langsung menerobos ruangan tidur Zilya begitu saja. Membuat Zilya murka, bagaimana bisa dirinya seolah tidak dihargai oleh keluarganya sendiri?

Zilya menghentikan sang ibu dan sang adik yang berniat menerobos ruangan tidurnya.

“Hei! Mengapa kau menghentikan kami? Tidak usah berpura-pura lagi! Apa jangan-jangan, kau yang mencuri uang milik Ibu!“ tuduh Naomi sembari tersenyum mengejek. Sepertinya Naomi sudah membuat sebuah rencana sebelumnya.

Zilya lalu tiba-tiba teringat dengan jalan cerita novel ini. Naomi dan Veni sudah merencanakan sebuah rencana sebelumnya. Sebenarnya, tidak ada yang mencuri uang milik Veni, hanya saja Veni dan Naomi yang membuat suasana seperti demikian.

“Oh ya?“ Zilya memasang wajah datar, seolah tidak terpengaruh dengan ucapan Naomi barusan.

“Ya, Naomi, sepertinya yang tadi kau katakan adalah benar! Lihat, Zilya saja tidak mengizinkan kita untuk masuk ke dalam ruangan tidurnya!“ Veni membuat seolah dirinya murka dengan Zilya.

“Apa menuduh seseorang tanpa bukti sama sekali sudah menjadi kebiasaan kalian?“ Zilya tetap memasang wajah datarnya.

Veni, sang ibu, merasa dirinya ditantang pun tanpa aba-aba berniat mencekik leher sang putri. Naomi yang melihat aksi sang ibu yang berniat mencekik leher Zilya hanya tersenyum sinis.

Zilya yang sudah hafal dengan strategi sang ibu langsung menepis tangan Veni dengan lembut.

Tiba-tiba saja di saat kejadian Zilya menepis tangan Veni dengan lembut, sang ayah, Gavin dari kejauhan langsung menghampiri mereka.

“Apa yang kau lakukan, Zilya!?“ Gavin murka, terlebih lagi melihat dari kejauhan apabila Zilya putrinya memukul tangan sang ibu, padahal jika Zilya tidak menepisnya, maka nyawa Zilya bisa saja terancam saat itu juga.

Zilya hanya tetap memasang wajah datarnya. Dirinya sudah memperkirakan bahwa dengan membela jika dirinya sama sekali tidak bersalah akan sangat percuma.

“Oh ya?“ Zilya tetap dengan wajah datarnya.

Tiba-tiba saja, Veni terisak.

“Suamiku, apa kau tahu? Aku hanya ingin memeluk Zilya, namun Zilya malah menepis tangan ku! Aku sedih sekali!“ Veni begitu lihai dalam mempermainkan drama.

Gavin yang melihat sang istri menangis menjadi iba, lalu memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang, sepertinya Gavin tidak tahu rencana sebenarnya yang dibuat sang istri.

“Baiklah, karena Zilya membuatmu menangis, maka kamu boleh menghukum Zilya sepuasmu!“ Gavin melerai pelukannya lalu berniat menampar Zilya karena sudah berani membuat istrinya menangis.

“Zilya! Karena kau sudah berani membuat Ibu kamu sendiri menangis, maka aku akan menghukum mu terlebih dahulu!“ Gavin langsung mengangkat tangannya.

“PLAK!“

Zilya sudah lebih dulu menepis tangan sang ayah ketika tangan Gavin sudah berjarak dengan pipinya sekitar 5 centimeter. Sehingga tamparan yang ingin diberikan Gavin kepada Zilya justru terkena kepada Veni yang kebetulan saat itu berada di sebelah Gavin.

Gavin tercengang. Tidak menyangka aksi putrinya yang satu ini tiba-tiba menjadi begitu hebat. Bahkan dirinya yang biasanya leluasa menampar Zilya berulang kali, kini Zilya sudah lihai menepis tangannya.

Gavin langsung menoleh ke arah sang istri. Tangannya yang menampar sang istri tadi, sekarang mengelus pipi sang istri yang tertampar karena dirinya.

“Maafkan aku, Sayang.“ Gavin mengelus pipi istrinya dengan lembut.

“Zilya! Aku awalnya tidak percaya, kamu yang seorang wanita tega membuatku terluka, aku ini Ibumu, Zil!“ Veni membuat seolah dirinya adalah ibu yang tersakiti. Benar-benar seorang ratu drama.

“Tapi karena tindakan kamu hingga saat ini sangatlah keterlaluan, maka aku akan mengusirmu dari sini tanpa membawa barang apapun kecuali pakaian yang kau kenakan saat ini!“ Veni langsung mengusir Zilya dari rumah. Berharap Zilya akan bersujud di kakinya sembari memohon ampun dengannya.

“Aku diusir? Baiklah! Karena aku juga tidak nyaman dengan kalian!“ ucap Zilya lalu pergi dari rumah itu tanpa membawa barang satupun termasuk uang yang membuat keluarganya langsung tercengang dengan aksi Zilya.

“Hah! Kita lihat saja, bagaimana caramu bertahan di luar sana!“ batin Veni tertawa.

“Haha! Aku tidak menyangka, apabila dia akan memilih keluar tanpa memohon kepada Ibu dan Ayah!“ batin Naomi juga ikut turut tertawa.

“Semoga kehidupanmu di sana bahagia, Zil! Haha! Walaupun aku tidak tahu apakah dirimu bisa bertahan!“ Naomi lagi-lagi menertawakan penderitaan Zilya dalam hati.

“Zilya! Aku harap, keputusanmu kali ini adalah tepat! Pergi dari rumah dan jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di rumah ini!“ teriak Gavin hingga terdengar luar rumah, bahkan hingga terdengar tetangga yang tinggal disebelah.

“Sayang! Ayo masuk! Biarkan saja dia pergi!“ ajak Gavin.

“Tapi ...?“ Veni berusaha membuat dirinya seolah sudah menjadi seorang ibu yang baik.

“Sayang! Ayo! Naomi, ayo masuk!“ ucap Gavin yang tak terbantahkan.

“Baik, Ayah.“ jawab Naomi. “Baik, Sayang.“ jawab Veni.

Mereka bertiga akhirnya masuk kembali ke dalam rumah.

***

Terpopuler

Comments

Ara Julyana

Ara Julyana

ohhh hanya ngarang aja,tdk ada yg mencuri uangnya

2023-07-24

1

.

.

iya penasaran si veni ini ibu tiri kah

2022-10-28

1

.

.

aamiin,, semoga doanya terjadi

2022-10-23

1

lihat semua
Episodes
1 ZILYA DAISHA | 1 : TRANSMIGRASI
2 ZILYA DAISHA | 2 : DIUSIR
3 ZILYA DAISHA | 3 : MENGUBAH TAKDIR
4 ZILYA DAISHA | 4 : MAHASISWA BARU?
5 ZILYA DAISHA | 5 : ZILYA BERUBAH
6 ZILYA DAISHA | 6 : IRI
7 ZILYA DAISHA | 7 : GAGAL?
8 ZILYA DAISHA | 8 : HUKUMAN
9 ZILYA DAISHA | 9 : DENDA
10 ZILYA DAISHA | 10 : RENCANA KEDUA
11 ZILYA DAISHA | 11 : RENCANA KEDUA (2)
12 ZILYA DAISHA | 12 : GAGAL LAGI?
13 ZILYA DAISHA | 13 : MELARIKAN DIRI
14 ZILYA DAISHA | 14 : TIDAK MENYERAH
15 ZILYA DAISHA | 15 : TATAPAN SINIS
16 ZILYA DAISHA | 16 : RENCANA RISKA
17 ZILYA DAISHA | 17 : RENCANA RISKA (2)
18 ZILYA DAISHA | 18 : RENCANA KETIGA GAGAL
19 ZILYA DAISHA | 19 : PENULIS TERKENAL?
20 ZILYA DAISHA | 20 : BU RISKA?
21 ZILYA DAISHA | 21 : PAKET
22 ZILYA DAISHA | 22 : HARI MENYENANGKAN
23 ZILYA DAISHA | 23 : KEGIATAN?
24 ZILYA DAISHA | 24 : DAFFA
25 ZILYA DAISHA | 25 : LAPORAN
26 ZD | 26 : LAPORAN II
27 ZD | 27 : MEMBAWA PAKSA
28 ZD | 28 : TAMPARAN
29 ZD | 29 : MELIRIK
30 ZD | 30 : ZAYN DAFFA
31 ZD | 31 : DANIA
32 ZD | 32 : DANIA II
33 ZD | 33 : GELANG
34 ZD | 34 : SOSOK PRIA
35 ZD | 35 : ZAYN
36 ZD | 36 : CINTA SEJATI
37 ZD | 37 : MENGHILANG
38 ZD | 38 : SOSOK GADIS
39 ZD | 39 : DANIA / ZILYA?
40 ZD | 40 : KAGUM?
41 ZD | 41 : PESAN
42 ZD | 42 : MENGETIK
43 ZD | 43 : URUSAN
44 ZD | 44 : BERTEMU
45 ZD | 45 : KEKASIH?
46 ZD | 46 : SEMAK-SEMAK
47 ZD | 47 : KELULUSAN
48 ZD | 48 : KELULUSAN II
49 ZD | 49 : FLASHBACK
50 ZD | 50 : MENCARI CARA
51 Haloo
52 ZD| 51 : AKTIF
53 ZD | 52 : ASAP HITAM
54 ZD | 53 : MISI PENYELAMATAN
55 ZD | 54 : ZILYA PINGSAN
56 ZD | 55 : ARYA & ISTRINYA
57 ZD | 56 : PENJELASAN
58 ZD | 57 : LULUH
59 ZD | 58 : PERTEMUAN PERTAMA
60 ZD | 59 : SELIDIKI
61 ZD | 60 : SELIDIKI II
62 Liburan
63 ZD | 61 : KEDATANGAN GAVIN
64 ZD | 62 : PERGI
65 ZD | 63 : Mei
66 ZD | 64 : KEMBALI KE INDONESIA
67 ZD | 65 : SCANDAL
68 ZD | 66 : MENYELESAIKAN
69 ZD | 67 : HANCUR
70 ZD | 68 : Pesan misterius
71 ZD | 69 : TERUNGKAP IDENTITAS ZILYA SEBENARNYA
72 ZD | 70 :
73 ZD | 71 : KEKASIHKU SAYANG!
74 ZD | 72 : HUKUMAN
75 ZD | 73 : HASIL SIDANG
76 ZD | 74 : KENCAN
77 ZD | 75 : MELOLOSKAN DIRI
78 ZD | 76 : Disuapin!
79 ZD | 77 : Misteri
80 ZD | 78 : Ada apa dengan Zilya?
81 ZD | 79 : Keluarga Harmonis
82 ZD | 80 : PERNIKAHAN ZD ZD
83 ZD | 81 : PERNIKAHAN ZD ZD! PART 2
84 ZD | 82 : PERNIKAHAN ZAYN ZILYA! PART 3
85 ZD | 83 : HONEYMOON
86 ZD | 84 : HONEYMOON! PART 2
87 ZD| 85 : Kejutan dari Suamiku
88 ZD | 86 : KAMU SAYANG!
89 ZD | 87 : ZILYA SAKIT
90 88 : LAMARAN
91 89
92 90
Episodes

Updated 92 Episodes

1
ZILYA DAISHA | 1 : TRANSMIGRASI
2
ZILYA DAISHA | 2 : DIUSIR
3
ZILYA DAISHA | 3 : MENGUBAH TAKDIR
4
ZILYA DAISHA | 4 : MAHASISWA BARU?
5
ZILYA DAISHA | 5 : ZILYA BERUBAH
6
ZILYA DAISHA | 6 : IRI
7
ZILYA DAISHA | 7 : GAGAL?
8
ZILYA DAISHA | 8 : HUKUMAN
9
ZILYA DAISHA | 9 : DENDA
10
ZILYA DAISHA | 10 : RENCANA KEDUA
11
ZILYA DAISHA | 11 : RENCANA KEDUA (2)
12
ZILYA DAISHA | 12 : GAGAL LAGI?
13
ZILYA DAISHA | 13 : MELARIKAN DIRI
14
ZILYA DAISHA | 14 : TIDAK MENYERAH
15
ZILYA DAISHA | 15 : TATAPAN SINIS
16
ZILYA DAISHA | 16 : RENCANA RISKA
17
ZILYA DAISHA | 17 : RENCANA RISKA (2)
18
ZILYA DAISHA | 18 : RENCANA KETIGA GAGAL
19
ZILYA DAISHA | 19 : PENULIS TERKENAL?
20
ZILYA DAISHA | 20 : BU RISKA?
21
ZILYA DAISHA | 21 : PAKET
22
ZILYA DAISHA | 22 : HARI MENYENANGKAN
23
ZILYA DAISHA | 23 : KEGIATAN?
24
ZILYA DAISHA | 24 : DAFFA
25
ZILYA DAISHA | 25 : LAPORAN
26
ZD | 26 : LAPORAN II
27
ZD | 27 : MEMBAWA PAKSA
28
ZD | 28 : TAMPARAN
29
ZD | 29 : MELIRIK
30
ZD | 30 : ZAYN DAFFA
31
ZD | 31 : DANIA
32
ZD | 32 : DANIA II
33
ZD | 33 : GELANG
34
ZD | 34 : SOSOK PRIA
35
ZD | 35 : ZAYN
36
ZD | 36 : CINTA SEJATI
37
ZD | 37 : MENGHILANG
38
ZD | 38 : SOSOK GADIS
39
ZD | 39 : DANIA / ZILYA?
40
ZD | 40 : KAGUM?
41
ZD | 41 : PESAN
42
ZD | 42 : MENGETIK
43
ZD | 43 : URUSAN
44
ZD | 44 : BERTEMU
45
ZD | 45 : KEKASIH?
46
ZD | 46 : SEMAK-SEMAK
47
ZD | 47 : KELULUSAN
48
ZD | 48 : KELULUSAN II
49
ZD | 49 : FLASHBACK
50
ZD | 50 : MENCARI CARA
51
Haloo
52
ZD| 51 : AKTIF
53
ZD | 52 : ASAP HITAM
54
ZD | 53 : MISI PENYELAMATAN
55
ZD | 54 : ZILYA PINGSAN
56
ZD | 55 : ARYA & ISTRINYA
57
ZD | 56 : PENJELASAN
58
ZD | 57 : LULUH
59
ZD | 58 : PERTEMUAN PERTAMA
60
ZD | 59 : SELIDIKI
61
ZD | 60 : SELIDIKI II
62
Liburan
63
ZD | 61 : KEDATANGAN GAVIN
64
ZD | 62 : PERGI
65
ZD | 63 : Mei
66
ZD | 64 : KEMBALI KE INDONESIA
67
ZD | 65 : SCANDAL
68
ZD | 66 : MENYELESAIKAN
69
ZD | 67 : HANCUR
70
ZD | 68 : Pesan misterius
71
ZD | 69 : TERUNGKAP IDENTITAS ZILYA SEBENARNYA
72
ZD | 70 :
73
ZD | 71 : KEKASIHKU SAYANG!
74
ZD | 72 : HUKUMAN
75
ZD | 73 : HASIL SIDANG
76
ZD | 74 : KENCAN
77
ZD | 75 : MELOLOSKAN DIRI
78
ZD | 76 : Disuapin!
79
ZD | 77 : Misteri
80
ZD | 78 : Ada apa dengan Zilya?
81
ZD | 79 : Keluarga Harmonis
82
ZD | 80 : PERNIKAHAN ZD ZD
83
ZD | 81 : PERNIKAHAN ZD ZD! PART 2
84
ZD | 82 : PERNIKAHAN ZAYN ZILYA! PART 3
85
ZD | 83 : HONEYMOON
86
ZD | 84 : HONEYMOON! PART 2
87
ZD| 85 : Kejutan dari Suamiku
88
ZD | 86 : KAMU SAYANG!
89
ZD | 87 : ZILYA SAKIT
90
88 : LAMARAN
91
89
92
90

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!