“AAA!“ teriak wanita di dalamnya.
Namun, bukannya mereka senang karena sudah berhasil mengerjai Zilya, justru mereka berdua malah berkeringat dingin sembari melempar embel yang mereka gunakan untuk menyiram, saat mendengar suara wanita tersebut.
Wanita yang berada di dalam ruangan tersebut, segera keluar dengan pakaian dosen yang basah. Dari atas hingga bawah, wanita tersebut basah kuyup seperti sedang bermain hujan. Padahal pada pagi yang menjelang siang hari ini, cuacanya tidak hujan sama sekali, melainkan panas yang begitu luar biasa. Membuat siapapun merasa kulitnya terbakar akibat sinar matahari.
“Apa yang sedang kalian lakukan?“ tanya Dosen tersebut sembari menatap tajam kepada Naomi dan Nancy secara bergantian. Dosen tersebut bernama Saskia. Saskia terkenal sebagai dosen yang sangat galak ketika marah, namun kepribadian Saskia yang sebenarnya adalah lemah lembut. Hanya saja, siapapun yang menganggunya hingga membuat Saskia marah, maka Saskia akan terlihat seperti dosen killer.
Naomi dan Nancy menelan saliva mereka dengan sulit. Saskia saat ini benar-benar dalam mode marah besar.
“Gawat! Bagaimana bisa ini terjadi? Bukankah Zilya seharusnya di dalam?“ batin Naomi yang mulai ketakutan ketika melihat Saskia.
“Habislah nyawa kita kalau begini!“ batin Nancy sembari melihat Naomi.
“Saya tanya dengan kalian berdua! Apa yang sedang kalian berdua lakukan di kamar mandi ini!? Mengapa kalian mengerjai saya di sini!?“ Bu Saskia mengira apabila Naomi dan Nancy berniat mengerjai dirinya.
Merasa tertuduh, tentu membuat Naomi tidak terima, begitu juga dengan Nancy. Keduanya langsung melakukan pembelaan terhadap diri mereka.
“Saya menemani Naomi yang sakit perut, Bu. Untuk apa saya mengerjai Bu Saskia di sini? Tiada gunanya sama sekali. Malah membuat saya rugi.“ ucap Nancy yang lihai dalam membuat alasan.
“Sakit perut? Kalian sedang bercanda dengan saya ya!?“ Bu Saskia tampak semakin geram dengan Naomi dan Nancy. Sehingga menarik lengan kedua gadis itu.
“Ayo, tunjukkan kelas kalian yang mana! Saya ingin tanyakan ini kepada Dosen yang sedang mengajar di kelas kalian!“ Sembari menarik lengan kedua gadis itu, ke berbagai kelas yang berbeda, tujuan kelasnya dibuat berbeda agar dapat menentukan kelas ini semester apa dan jurusan yang dipilih apa.
Dengan ragu, Naomi dan Nancy menunjuk kelas mereka. Bu Saskia mengetuk pintu terlebih dahulu, lalu masuk sembari menarik lengan kedua gadis itu, dengan wajah marahnya.
“Ada apa, Bu Saskia?“ Dosen yang sedang mengajar di kelas Zilya, merasa bingung dengan Bu Saskia yang datang di kelas Zilya sembari menarik dua gadis yang meminta izin dengannya tadi dengan alasan sakit perut dan menemani temannya.
“Bu, sebaiknya kita bicara di ruangan tertutup saja. Jika kita membicarakannya di sini, maka pembicaraan kita terasa tidak privasi.“ ucap Bu Saskia.
“Baik, Bu.“ jawab Dosen yang sedang mengajar di kelas Zilya itu.
“Saya keluar dulu, Bu. Saya tunggu di ruangan saya.“ sahut Bu Saskia yang diangguki oleh Dosen tersebut. Lalu, Bu Saskia pergi ke ruangannya bersama Naomi dan Nancy.
“Semuanya, tolong perhatiannya sebentar. Saya dipanggil oleh Bu Saskia sebentar. Jadi, saya harus meningalkan kelas ini terlebih dahulu.“ ucap Dosen tersebut lalu menarik napasnya sebelum melanjutkan ucapannya lagi.
“Kerjakan halaman tiga sampai sepuluh ya, semuanya. Jika sudah selesai, nanti …“ Dosen itu menyelusuri kelas tersebut untuk memilih yang akan mengantarkan buku-buku ke ruangannya.
“Ada Naomi?“ Dosen tersebut bertanya.
“Tidak ada, Bu. Naomi sedang bersama Bu Saskia bukannya tadi ya, Bu?“ sahut para mahasiswa.
“Iya ya, Ibu lupa. Baiklah, baiklah. Apa Naomi bersama Nancy tadi?“ Yang diangguki dan dijawab “Iya” oleh para mahasiswa di kelas Zilya.
“Baiklah, Ibu minta Zilya ya untuk mengantarkan buku-buku nya ke ruangan Ibu.“ Kebetulan, Zilya sudah lebih dulu sampai di kelasnya sebelum Naomi dan Nancy ditarik oleh Bu Saskia.
“Zilya tahu kan, ruangan Ibu yang mana?“
“Tahu, Bu.“ jawab Zilya.
“Baiklah, Zil. Nanti tolong antarkan buku-buku temanmu ke ruangan Ibu setelah semuanya dikerjakan ya. Terimakasih, Zilya.“ Setelah mengucapkan terimakasih, Dosen tersebut berlalu pergi dari kelas Zilya.
Suasana kelas mulai terasa sangat ribut. Pada mahasiswa mulai membahas-bahas mengenai jawaban.
“Eeh, soal nomor satu jawabannya apa?“ tanya mahasiswa.
“Jawabannya a deh kayaknya.“ jawab mahasiswa lain dengan asal.
“A? Ok deh, terimakasih ya.“
Sedangkan Zilya sendiri, ia sibuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Dosen, dengan teliti. Tidak ada yang berani meminta jawaban kepada Zilya, tentunya.
***
Dosen yang tadinya sedang mengajar di kelas Zilya, melangkah kakinya dengan cepat menuju ruangan Bu Saskia. Entah apa yang terjadi, sehingga dirinya harus berurusan dengan Bu Saskia.
“Apa ya yang dilakukan oleh Naomi dan Nancy hingga membuat Bu Saskia marah? Bahkan hingga memanggilku yang selaku dosen pembimbing di kelas Zilya saat ini.“ Dosen tersebut tampak sedang berpikir sembari berjalan tanpa henti.
Ruangan Bu Saskia terletak cukup jauh dari letak kelas Zilya. Sehingga Dosen tersebut harus melangkah belasan atau bahkan mencapai puluhan langkah untuk sampai di ruangan Bu Saskia. Cukup melelahkan bukan?
“Apa Naomi dan Nancy membuat kesalahan yang begitu fatal? Tapi kesalahan apa yang dibuat oleh dua gadis itu? Bukankah mereka meminta izin kepadaku untuk pergi ke kamar mandi dengan alasan Naomi sakit perut, lalu Nancy berniat menemaninya.“ Dosen tersebut merasa bingung dengan apa yang terjadi.
“Namun, alasan sakit perutnya karena sedang menstruasi. Bukankah wajar bagi seorang perempuan mengalami hal tersebut?“ Dosen tersebut masih merasa bingung.
“Apa jangan-jangan …“ Mata Dosen tersebut membulat sempurna saat menyadari bahwa ada sesuatu yang ganjal pada kejadian itu.
Namun, saat ingin melanjutkan ucapannya lagi, Dosen tersebut justru sudah sampai di depan ruangan Bu Saskia.
“Tok … Tok … Tok!“ Dosen tersebut mengetuk pintu ruangan Bu Saskia sebanyak tiga kali, lalu Dosen tersebut masuk.
“Apa yang terjadi, Bu Saskia?“ tanya Dosen tersebut dengan hati-hati.
Bu Saskia lalu mulai menjelaskan kejadian di kamar mandi. Dosen tersebut melihat Naomi dan Nancy dengan tidak percaya.
“Apa yang dijelaskan oleh Bu Saskia, benar? Apabila kalian menyiramnya dengan air pel saat Bu Saskia di dalam?“ tanya Dosen tersebut yang ditanggapi oleh Naomi dan Nancy berupa anggukan kepala dengan pelan.
“Saya tidak percaya. Kalian membohongi saya dengan alasan ingin pergi ke kamar mandi, lalu membuat alasan kembali karena sakit perut dan ingin menemani teman. Tapi ternyata? Yang kalian lakukan di kamar mandi, tidak sesuai dengan alasan kalian!“ Dosen tersebut mulai menegur Naomi dan Nancy.
Dua gadis berinisial N itu hanya menundukkan kepalanya.
“Apa kalian berdua tahu? Yang kalian lakukan itu merasakan kesalahan fatal. Terlebih lagi yang ternyata kalian melakukan hal tersebut hanya demi membully teman kalian? Apa kalian tahu peraturan di Kampus ini?“ Naomi dan Nancy hanya menanggapi ucapan Dosen tersebut dengan anggukan kecil. Dua gadis itu tidak mampu berkata-kata lagi setelah rencana yang mereka buat, justru ketahuan semuanya.
“Iya lho, Nak. Kesalahan yang kalian perbuat sangatlah fatal. Maka tidak jarang calon mahasiswa yang ingin mendaftar di Kampus ini, merasa kesulitan. Bahkan mereka demi melakukan apapun termasuk merubah sifat mereka agar masuk ke Kampus ini.“ Bu Saskia mulai bergantian untuk menegur Naomi dan Nancy dengan lemah lembut khasnya.
“Tapi kalian yang sudah berhasil masuk, justru berbuat yang tidak baik. Perjuangan untuk masuk ke sini tidak mudah, Nak. Tapi setelah masuk, peraturan yang ada, tidak mudah juga untuk dijalani. Namun, sebaiknya, janganlah dilanggar peraturan yang telah dibuat oleh Pihak Kampus, Nak.“
“Apa kalian dengar nasehat Ibu?“ tutur Bu Saskia dengan lemah lembut.
“Dengar, Bu.“ jawab Naomi dan Nancy lirih.
“Karena kalian sudah berani berbuat, maka kalian harus berani bertanggungjawab atas perbuatan kalian masing-masing.“ ucap Dosen tersebut.
Naomi dan Nancy hanya mampu menelan saliva mereka dengan sulit. Tidak bisa dibayangkan, hukuman sesulit apa yang akan mereka jalani nantinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
A_wulandary⚞ል☈⚟
nah kan bener Bu dosen yg kena..😂😂😂
2022-10-14
1
Andariya 💖
Naura dan Naumi..terima itu, perbuatan kamu selama ini 🤭😂😂😂😂
2022-10-10
2
manusia( ̄ヘ ̄;)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡
itu lh yg nm ny senjata makan tuan 🤣🤣
2022-10-10
2