“Karena kalian sudah berani berbuat, maka kalian harus berani bertanggungjawab atas perbuatan kalian masing-masing.“ ucap Dosen tersebut.
Naomi dan Nancy hanya mampu menelan saliva mereka dengan sulit. Tidak bisa dibayangkan, hukuman sesulit apa yang akan mereka jalani nantinya.
***
Tidak terduga sama sekali, meskipun masalah yang dilakukan oleh Naomi dan Nancy dibicarakan di tempat tertutup, ternyata para mahasiswa juga mengetahui semuanya.
Secara diam-diam, di saat Bu Saskia dan seorang Dosen sedang menegur Naomi dan Nancy, pintu ruangan Bu Saskia tidak tertutup rapat, sehingga para mahasiswa yang berlalu secara tidak sengaja, mendengar pembicaraan di dalam ruangan Bu Saskia.
“Wah, berita bagus nih! Harus aku sebarkan ke teman-teman yang lain!“ ucap mahasiswa tersebut yang ternyata sangat membenci keberadaan Naomi dan Nancy di Kampus tersebut.
Mahasiswa tersebut mengambil ponselnya, lalu diam-diam merekam kejadian dalam ruangan Bu Saskia dan bahkan merekam suaranya dengan jelas. Setelah selesai dengan kegiatan merekamnya itu, mahasiswa tersebut bergegas pergi kembali ke kelasnya.
“Syukurlah, aku tidak ketahuan oleh Bu Saskia. Sangat beruntung sekali diriku, ingin pergi ke kamar mandi, justru malah mengetahui masalah yang dilakukan oleh Naomi dan Nancy!“ Mahasiswa tersebut pun mulai menyebarkan video rekamannya sendiri ke dalam grup khusus mahasiswa di Kampus tersebut, dan bahkan juga mengirimkan di media sosial dengan akun miliknya yang tidak diketahui oleh orang-orang.
“Akhirnya selesai! Aku harus kembali ke kelasku!“ ucap mahasiswa tersebut dalam hati, menyimpan kembali ponselnya di sakunya.
“Tok … Tok … Tok!“
Mahasiswa tersebut mengetuk pintu kelasnya sebanyak tiga kali, barulah ia masuk ke kelas.
***
Suasana Zilya masih terasa ribut. Dari satu mahasiswa ke satu mahasiswa lainnya, masih membahas mengenai tugas yang diberikan oleh Dosen. Tugas yang diberikan, tentu sangatlah banyak, ditambah dengan sulit.
Sedangkan Zilya, ia sudah berhasil mengerjakan tugas hingga halaman sembilan. Karena di dunia sebelumnya, Zilya adalah seorang dosen, maka akan mudah bagi seorang Zilya untuk mengerjakan tugas seperti ini.
Terlebih lagi, sejak tadi, tidak ada yang menganggu Zilya. Sehingga Zilya dapat mengerjakan tugas yang diberikan oleh Dosen dengan teliti.
“Akhirnya selesai juga!“ Zilya meletakkan pulpen miliknya di atas meja. Ternyata jika seorang dosen mengerjakan tugas mahasiswa, sangatlah mudah ketika mengerjakannya.
Di saat Zilya ingin bersantai di kelasnya selama beberapa menit, terdengar suara pesan masuk di ponselnya.
Alat-alat tulis, dan sebagainya, sudah dibeli Zilya sebelum masuk. Dengan menggunakan uang yang ia dapatkan setelah berhasil menjadi seorang penulis hebat dalam waktu sebentar.
Juga termasuk ponsel yang saat ini dipegang oleh Zilya. Ponsel yang benar-benar canggih dan mewah dibandingkan milik ponsel para mahasiswa lainnya di sini.
Zilya segera mengambil ponselnya dan segera mengecek pesan yang masuk. Ada pesan dari grup mahasiswa, dan ada pesan dari Dosen.
Zilya membuka pesan dari Dosen terlebih dahulu.
“Zilya. Pukul dua belas siang nanti, saat akan makan siang, tolong kumpulkan semua tugas yang tadi Ibu berikan ya. Terimakasih banyak, Zil, atas bantuannya.“ Itulah isi pesan yang dikirim oleh Dosen.
Zilya pun mulai mengetik---membalas pesan dari Dosen itu.
“Siap, Bu.“ Itulah balasan yang diketik oleh Zilya.
Setelah memeriksa pesan yang dikirim oleh Dosen, barulah Zilya membuka pesan masuk dari grup mahasiswa. Tiba-tiba saja grup mahasiswa yang biasanya sepi dan hanya beberapa orang nimbrung, hari ini grup tersebut ramai. Entah apa yang sedang dibahas oleh para mahasiswa, hingga pesan yang masuk ada sebanyak seribuan lebih.
“Ada apa ini? Mengapa tiba-tiba ada seribuan pesan yang masuk? Tidak seperti biasanya. Apakah ada informasi penting?“ Zilya merasa bingung, lalu akhirnya ia mengintip grup tersebut.
Baru saja Zilya membuka, sudah terlihat salah satu video yang sengaja dikirimkan berulang-ulang kali. Video tersebut membuat benak Zilya penasaran dengan isinya.
Namun, sebelum Zilya membukanya, Zilya membaca pesan-pesan dari para mahasiswa di grup tersebut.
“Wah! Aku sungguh tidak menyangka, Naomi dan Nancy nekat melakukan hal tersebut karena iri dengan Zilya!“
“Sungguh mengejutkan! Ternyata Idola yang kita kira adalah wanita lemah lembut, baik, cantik diluar dan dalamnya, adalah yang sesungguhnya, tidak sesuai yang aku kira! Aku kecewa dengan Naomi dan Nancy!“
“Aku kira, Naomi dan Nancy adalah satu-satunya mahasiswa yang tidak sombong setelah dijuluku sebagai Idola di Kampus ini. Namun, ternyata tidak. Setelah datangnya mahasiswa yang cantiknya melebihi Naomi dan Nancy, Naomi dan Nancy berani berbuat nekat untuk menyingkirkan mahasiswa itu.“
Ternyata yang dikirim ke grup, bukan hanya rekaman di ruangan Bu Saskia, namun juga video yang saat Nancy dan Naomi sedang merencanakan sesuatu serta saat dua gadis itu melihat Zilya dikerumuni oleh para mahasiswa dari jauh dengan wajah iri dengki.
Lalu, saat Zilya ingin memutar video yang dikirimkan dalam grup, Zilya mendengar suara samar-samar yang membahas mengenai Naomi dan Nancy.
***
Naomi dan Nancy diberikan hukuman berupa denda yang cukup besar, membersihkan toilet dan membersihkan kelas selama satu bulan penuh ini.
Entah apa komentar para netizen saat mengetahui bahwa Naomi dan Nancy dihukum untuk membersihkan toilet dan kelas selama satu bulan penuh.
Saat ini, Naomi dan Nancy sedang membersihkan toilet yang aromanya sangat-sangat bau. Iya, toilet yang tadinya saat Naomi dan Nancy menyiram air pel ke Zilya, namun sangat disayangkan, orang yang mereka duga adalah Zilya, justru adalah Bu Saskia yang terkenal sebagai dosen killer.
“Huekk! Benar-benar menjijikan!“ Naomi memakai masker untuk menutupi mulut dan hidungnya. Lalu mengambil sarung tangan sebelum melakukan membersihkan toilet.
“Iya, benar-benar menjijikan! Sudah jijik, bau lagi!" Nancy juga ikut menggunakan apa yang digunakan oleh Naomi.
“Si@l sekali kita hari ini!“
Naomi dan Nancy bahkan menggunakan masker berlapis-lapis agar tidak mencium aroma yang tidak enak di kamar mandi ini. Namun, setelah sudah tidak mencium aroma-aroma tidak enak itu, justru keduanya malah tidak bisa bernapas akibat menggunakan masker dengan berlebihan.
“Terpaksa, aku melepaskan masker ini!“ Naomi dan Nancy memutuskan untuk melepas masker yang mereka gunakan tadi. Tapi tidak dengan sarung tangan, sarung tangan tentu masih mereka gunakan.
Terpaksa, keduanya menahan mual akibat aroma-aroma yang tidak enak di kamar mandi ini.
“Ini pasti karena Zilya! Zilya pasti penyebab dari semua yang kita alami hari ini!“
Bukannya berhenti, dua gadis itu justru malah menyalahkan dan membawa nama Zilya ke dalam masalah yang mereka perbuat.
“Kita harus membalas segalanya kepada Zilya berkali-kali lipat!“ Naomi dan Nancy tampak tidak terima dengan apa yang mereka dapatkan pada hari ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
ஜL̾oͦv̾eͤl̾y̾n̾ஜ
ketahuan kan kebusukannya. dari luar aja keliatan cantik tapi hatinya uh busuk
2022-10-19
1
ஜL̾oͦv̾eͤl̾y̾n̾ஜ
bagus viralkan supaya seisi kampus tahu kelakuan mereka berdua
2022-10-19
1
ஜL̾oͦv̾eͤl̾y̾n̾ஜ
kasi keduanya hukuman berat bu, biar kapok
2022-10-19
1