“Ini pasti karena Zilya! Zilya pasti penyebab dari semua yang kita alami hari ini!“
Bukannya berhenti, dua gadis itu justru malah menyalahkan dan membawa nama Zilya ke dalam masalah yang mereka perbuat.
“Kita harus membalas segalanya kepada Zilya berkali-kali lipat!“ Naomi dan Nancy tampak tidak terima dengan apa yang mereka dapatkan pada hari ini.
“Naomi! Bagaimana jika kita membuat rencana kedua?“ saran Nancy sembari mengepel lantai kamar mandi dengan kasar.
“Rencana kedua? Sepertinya bagus juga.“ Naomi melihat sekeliling kamar mandi, memastikan tidak ada orang selain mereka berdua.
“Bagaimana jika kita membuatnya di sini saja? Tinggal mengunci kamar mandinya, maka kita sudah bisa membuatnya sekarang sambil membersihkan kamar mandi.“ Nancy memberikan saran demikian kepada Naomi.
“Jikalau ditanya oleh Bu Saskia, kenapa kita kunci, ya tinggal jawab saja, jika kita sedang membersihkan kamar mandi. Agar tidak diganggu orang-orang, jadi kita kunci deh.“ Lagi-lagi, Nancy memberikan idenya kepada Naomi.
Naomi tampak sedang memikirkan ucapan Nancy.
“Iya, rencana yang kamu berikan bagus, Cy. Aku setuju.“ jawab Naomi pada akhirnya setelah sekian lama berpikir.
Naomi segera mengunci pintu kamar mandi.
Lalu, dua gadis yang sama-sama berinisial N ini pun mulai membuat rencana kedua. Tentu, mereka tidak terima dengan apa yang terjadi pada mereka hari ini, dan tentunya mereka melimpahkan kekesalan mereka kepada Zilya.
Membuat rencana kedua kali ini sangat sulit, sebab mereka membuatnya sembari membersihkan kamar mandi. Namun, meskipun demikian, tujuan mereka berdua tetap satu, yaitu tidak ingin Zilya lolos begitu saja dari rencana yang mereka buat dengan begitu susah payah.
***
Tidak terasa, waktu berlalu, dari pagi yang menjelang siang hari, kini sudah saatnya para mahasiswa-mahasiswa membereskan peralatan tulis mereka dan memastikan tidak ada yang tertinggal sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing.
Begitu juga dengan Zilya. Setelah membereskan dan memastikan tidak ada satupun peralatan tulis yang ia bawa tertinggal di atas meja maupun di lagi mejanya, Zilya beranjak keluar dari kelas.
Zilya memutuskan untuk pergi ke tempat kerjanya terlebih dahulu.
Dari kejauhan, terlihat dua gadis sedang mengikuti Zilya secara diam-diam. Dua gadis itu penasaran dengan tempat tinggal Zilya selama Zilya telah diusir dari rumah.
Iya, dua gadis itu ialah Naomi dan Nancy.
“Sebenarnya di mana ya tempat tinggal Zilya? Apa di jalan, dia tinggal? Haha!“ ucap Naomi sembari tertawa dan membayangkan apabila Zilya tinggal di tengah jalan yang penuh asap seperti ini.
“Hahaha! Sepertinya ya!“ Nancy juga ikut tertawa.
Tidak tahu saja, apabila sebenarnya Zilya tinggal di tempat yang layak selama ini.
Namun, semakin lama mereka mengikuti Zilya berjalan pulang, semakin penasaran mereka dibuatnya.
“Sebenarnya sejauh apa tempat tinggal Zilya dengan Kampus? Kalau tahu tadi sangatlah jauh, mending aku panggil sopir aku saja untuk mengikuti Zilya!“ gerutu Naomi dengan kesal sembari mengambil tisu mengelap wajahnya yang basah akibat keringat yang terus bercucuran.
Nancy hanya diam sembari mengelap wajahnya yang berkeringat.
“Aku panggil sopir ku saja deh! Capek banget!“ Naomi berniat mengambil ponselnya untuk menghubungi sopirnya, namun tiba-tiba saja, Nancy menghentikan Naomi.
“Eh eh, Naomi! Kamu lihat nggak itu?“ tanya Nancy yang membuat Naomi harus menghentikan kegiatannya yang berniat mengambil ponsel dari tasnya.
“Lihat apa, Cy? Nggak lihat aku lho!“ jawab Naomi dengan bingung.
“Itu, Zilya! Kamu lihat Zilya nggak di sana?“ Nancy menunjuk salah satu tempat.
“Hah? Itu bukannya tempat …
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
manusia( ̄ヘ ̄;)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡
Sdr woyy situ yg bkn ulh orng yg d slhn 🙄
2022-10-17
1
A_wulandary⚞ል☈⚟
hadeuh... udah di hukum gosok WC masih aja bikin rencana jahat LG emang mau minta di hukum apa lagi nanti .
2022-10-14
1
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
wah gak ada kapoknya nih orang malah mau buat rencana lagi
2022-10-11
1