“Aku harus mengerjakan pekerjaan rumahku terlebih dahulu, baru aku akan memikirkan mengenai rencana selanjutnya yang akan dibuat oleh Naomi dan Nancy nantinya.“ gumam Zilya dengan nada pelan.
“Ayo semangat, Zilya! Kamu pasti dapat bertahan hidup di dunia novel ini! Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, apabila aku dapat bertransmigrasi dalam dunia ini!“ Zilya menyemangati dirinya sendiri.
***
Keesokan harinya pun tiba. Setelah hari senin, maka hari selanjutnya tentu adalah hari selasa. Iya tepat sekali, hari ini adalah hari selasa.
Zilya menggenakan navy shirt sebagai atasan pakaiannya hari ini, culot*t***es pants sebagai bawahannya, dan sneakers sebagai alas kakinya.
Pada hari ini tepatnya hari selasa ini, Zilya mengenakan pakaian yang terlihat santai. Meskipun pakaian yang dikenakan lebih terlihat pakaian santai, Zilya malah terlihat lebih segar dan kecantikannya lebih terlihat alami.
Setelah selesai dan memastikan semua barang-barang yang perlu dibawa olehnya ke Kampus sudah didalam tasnya, Zilya berangkat ke Kampus disaat itu juga.
Sesampainya Zilya di Kampus, seperti biasa tatapan kagum yang dilemparkan kepada sang Idola Kampus kini beralih kepada dirinya.
Meskipun sebagian mahasiswa mulai menyukai sosok Zilya yang baru ini, tetap saja ada mahasiswa yang membenci Zilya tanpa sebab.
***
Waktu berjalan tanpa henti, hingga tidak terasa, sudah waktunya pelajaran di kelas Zilya pada saat ini adalah pelajaran yang akan diajarkan oleh seorang dosen yang bernama Riska. Nama panggilan dosen tersebut adalah Bu Riska.
Namun setelah lewat dari sepuluh menit dari waktu pelajaran yang telah ditentukan, Bu Riska belum juga hadir di kelas Zilya.
Para mahasiswa mulai menanti kehadiran Bu Riska. Waktu berjalan dan Bu Riska sudah telah lima belas menit dari waktu yang telah ditentukan.
Para mahasiswa masih menanti sembari membaca buku pelajaran. Beberapa mahasiswa ada yang merasa bosan ketika jam kosong, namun ada juga yang justru terlihat gembira pada saat jam kosong.
Hingga waktu sudah berjalan dua puluh menit, terdengar ketukan pintu. Para mahasiswa langsung menoleh kearah sumber suara.
“Ceklek!“ Pintu pun dibuka oleh seorang dosen wanita. Iya, dosen tersebut ialah Bu Riska. Wajah Bu Riska tampak berkeringat, dan sepertinya hal tersebut disebabkan karena Bu Riska terburu-buru atau alasan lainnya.
Namun, tatapan yang dilemparkan oleh Bu Riska bukanlah tatapan seperti seorang dosen pada umumnya melainkan tatapan sinis yang dilemparkan dosen wanita tersebut.
Para mahasiswa mulai berbisik-bisik ketika Bu Riska menoleh kearah mereka semua dengan tatapan sinis.
“Ada apa ya dengan Bu Riska?“ bisik mahasiswa 1 sembari menoleh ke temannya.
“Sepertinya Bu Riska sedang dilanda masalah. Sebab wajahnya saja berkeringat.“ jawab mahasiswa 2 yang ternyata menjadi teman dari mahasiswa 1 itu.
“Hem, sepertinya ya. Tapi bukankah aneh? Jika sedang dilanda masalah, seharusnya tatapan yang diperlihatkan oleh Bu Riska adalah tatapan cemas, namun ini justru malah tatapan sinis?“ mahasiswa 1 merasa bingung dengan Bu Riska pada hari ini.
Mahasiswa 2 itu tidak menjawab. Sebab dirinya saja bingung ditambah pertanyaan yang diberikan oleh temannya, yang membuat dirinya semakin bingung. Maka tidak ada solusi lain selain berdiam sejenak sembari berpikir keras, apa yang sedang terjadi sebenarnya.
“Wajah Bu Riska hari ini sungguh tidak ramah. Bahkan lebih tidak ramah dibandingkan hari-hari sebelumnya. Apa ada masalah yang diperbuat dari salah satu diantara kita?“ bisik mahasiswa 3 kepada temannya.
“Tentu saja, Bu Riska pada umumnya memang sama sekali tidak ramah. Namun hari ini Bu Riska sudah masuk terlambat dua puluh menit dari waktu yang telah ditentukan, dan wajah yang diperlihatkan justru sangatlah sinis. Sepertinya yang tadi kamu katakan benar, ada yang membuat masalah hingga membuat Bu Riska marah.“ jelas mahasiswa 4 sembari ikut berbisik juga agar suara mereka tidak terdengar oleh yang lain selain mereka.
***
Kembali kepada sang tokoh utama, Zilya.
Zilya yang menyadari bahwa tatapan yang dilemparkan Bu Riska sungguhlah sinis terlebih lagi tatapan sinis itu lebih dilemparkan kepadanya, membuat Zilya langsung mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan apa rencana Bu Riska sebenarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
wah kenapa bu Riska menatap Zilya sinis
2022-10-28
1
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
pakaian yang sangat simpel
2022-10-28
1
A_wulandary⚞ል☈⚟
iri bilang bosss.. iri itu tanda tak mampu..
2022-10-26
1