“Apa? Nama mahasiswa baru itu adalah Zilya!?“ Naomi dan Nancy saling bertatapan. Merasa terkejut dengan pernyataan yang baru saja mereka dapatkan hari ini.
“Sungguh mengejutkan! Bagaimana bisa Zilya si gendut dan jelek itu tiba-tiba menjadi seorang Zilya yang sangat cantik? Sangat mustahil apabila itu terjadi!“ ucap Nancy dengan wajah terkejutnya.
“Terlebih lagi, Zilya si gendut dan jelek itu diusir dari rumahnya seminggu yang lalu! Tidak mungkin dalam waktu seminggu, Zilya malah berubah menjadi cantik bukannya semakin menjadi jelek!“ timpal Naomi yang tidak terima akan kenyataan semuanya yang baru saja terjadi.
Nancy dan Naomi kembali meremehkan seorang Zilya. Bagi mereka, sangat mustahil apabila seorang Zilya menjadi seorang bidadari yang sangat cantik.
***
Di sisi lain, para mahasiswa semakin banyak yang mengerumuni Zilya. Bahkan ada yang meminta untuk berselfie bersama dan meminta tandatangan dari seorang Zilya. Dunia seolah berputar balik ketika kita berubah yang dari jelek menjadi cantik.
“CEKREK!“ Baru saja terdengar suara foto yang sepertinya baru saja diambil. Iya, Zilya diajak untuk berfoto bersama oleh para mahasiswa.
“Terima kasih, Kak.“ ucap para mahasiswa sembari tersenyum yang memperlihatkan gigi putihnya yang bersih.
“Sama-sama.“ Zilya menjawab ucapan terimakasih dari para mahasiswa yang mengajaknya untuk berfoto bersama sembari melemparkan senyuman manis khas Zilya.
Tanpa disadari oleh para mahasiswa yang masih mengerumuni Zilya, seseorang tengah mengepalkan tangannya dengan kuat. Bagaimana tidak? Posisinya kini yaitu Idola Kampus, mulai terancam dengan keberadaan mahasiswi cantik itu.
Iya, seseorang itu ialah Naomi. Namun, Naomi tidak sendirian, Naomi bersama Nancy melihat kejadian hal tersebut secara langsung.
“Sungguh, aku sangat membenci semua ini!“ geram Naomi.
“Hari ini adalah hari yang sangat buruk! Bagaimana tidak? Hari ini, di mana semuanya yang menjadi milikku seolah terancam karena mahasiswi baru itu!“ timpal Nancy yang tidak terima akan fakta yang baru saja didapatkan pada hari ini.
Rasa benci di hati keduanya semakin bertambah. Benci terhadap Zilya yang seolah menganggu kehidupan mereka sejak hari ini.
“AAA! Aku benci semuanya!“ Naomi menghentakkan kakinya dengan begitu kesal. Perasaan kesal sekaligus benci di hatinya bercampur aduk.
Naomi dan Nancy memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut sebab sudah tidak tahan lagi melihat Zilya yang dipuji-puji oleh para mahasiswa.
“Kenapa ini semua harus terjadi! Sungguh tidak adil!“ Nancy ikut menghentakkan kakinya dengan kesal sembari berjalan menuju tempat kosong, tempat rahasia yang hanya diketahui oleh Nancy dan Naomi. Selain Nancy dan Naomi, tidak ada yang mengetahui ruangan kosong ini. Sebab, ruangan kosong ini disembunyikan oleh Nancy dan Naomi dengan baik.
Melewati beberapa langkah, tentu membuat Nancy dan Naomi kelelahan. Namun, demi sebuah rencana, mereka rela menahan rasa lelah mereka.
“Kita harus mencari cara untuk menyingkirkan mahasiswi yang bernama Zilya itu!“ ucap Naomi sembari berpikir keras.
“Iya, kamu benar, Naomi! Kita harus menyingkirkannya! Namun, sepertinya jika dilihat-lihat, Zilya semakin memiliki banyak penggemar berat! Penggemar berat kita, sebagian sudah berpindah! Penggemar yang sama sekali tidak setia!“ Bukannya bersyukur sebab masih ada yang ingin menjadi penggemarnya, Nancy justru malah menggerutu penggemarnya.
Sangat terbilang wajar apabila penggemar mereka berpindah, sebab yang menjadi digemari oleh mereka saja, tidak memiliki etika yang baik.
“Sepertinya menyingkirkannya akan menjadi urusan terakhir!“ Naomi tersenyum licik. Tampaknya gadis itu sudah membuat rencana.
“Apa kamu ingin mengatur rencana kali ini tidak seperti yang biasanya kita lakukan?“ Nancy tampaknya sudah mulai mengetahui rencana yang dibuat oleh Naomi.
“Tentu saja. Tidak mungkin, kita akan membuat rencana dengan strategi yang sama! Akan sangat mudah diketahui!“ Naomi mengatakannya sembari tersenyum licik.
“Apa rencana yang ingin kamu buat, Naomi?“ Naomi pun mulai membisikkan rencananya kali ini tepat di telinga Nancy. Nancy mendengarnya dengan diam sembari mencerna kata demi kata yang dilontarkan oleh Naomi.
“Bagaimana? Bagus sekali bukan?“ ucap Naomi dengan gaya angkuhnya.
“Iya, bagus sekali! Tinggal mengantuk strategi yang bagus dan menentukan kapan akan dimulai!“ Nancy mengatakannya sembari mengangguk kecil.
“Rasa iri, dendam, dan lelah yang kita rasakan, harus dilimpahkan kepada Zilya ratusan kali lipat! Kalau perlu, hingga ribuan kali lipat! Membuat seperti ini tentu mengurad tenaga dan pikiran, dia harus membayar semuanya!“
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Ara Julyana
apa ya kira-kira rencana naomi dan nanci
2023-08-01
0
.
ya bisa lah🤨
2022-10-31
1
manusia( ̄ヘ ̄;)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡
dh sirik ae lu nge
2022-10-10
1