ZILYA DAISHA | 13 : MELARIKAN DIRI

“Maksud kamu apa, Dik? Jangan coba-coba memfitnah sembarangan orang ya, Dik. Tidak baik!“ tutur karyawan tersebut.

“Udahlah, Kak! Baca berita ini dengan teliti, Kak!“ pinta Naomi sembari memberikan ponselnya kepada karyawan tersebut.

Agar tidak diganggu lagi oleh Naomi yang dianggap sebagai pengacau, karyawan tersebut mengambil ponsel Naomi san membaca isi berita yang ditunjukkan. Namun, saat membacanya, karyawan tersebut justru malah mengernyitkan alisnya.

“Maksud kamu apa ya, Dik? Katanya ada berita yang tidak-tidak, apanya yang tidak-tidak? Ini hanyalah berita klasifikasi!“ Karyawan tersebut memberanikan diri untuk menoleh kearah Naomi. Melihat Naomi yang menggunakan pakaian mahasiswa, membuat karyawan tersebut merasa heran sekaligus bingung.

“Sebenarnya siapa orang ini? Mengapa dia juga menggunakan pakaian mahasiswa seperti Nona Zilya? Dan anehnya … Dia seperti orang yang memiliki gangguan jiwa saja!“ Karyawan tersebut mengira Naomi memiliki gangguan jiwa.

“Ini lho, Kak! Coba baca baik-baik dan teliti deh, Kak! Ada berita penting disini mengenai Zilya. Kakak pasti tidak akan percaya.“ pinta Naomi yang membuat karyawan tersebut semakin memperkuat dugaan apabila Naomi memiliki gangguan jiwa.

“Oh ya, Dik?“ Karyawan tersebut berpura-pura memanggut-manggut kepalanya. Seolah mengerti apa yang dikatakan oleh Naomi.

“Aaah! Kakak tidak asyik!“ Naomi menghentakkan kakinya karena kesal, lalu pergi ke ruangan karyawan yang lain.

“Aneh sekali Adik itu!“ gumam Karyawan tersebut sembari melihat tingkah Naomi yang menurutnya sangat aneh.

“Aah! Sebaiknya, aku hubungi saja pihak rumah sakit jiwa! Takutnya Adik itu sebenarnya memiliki gangguan jiwa, tetus malah kabur!“ Karyawan tersebut memutuskan untuk menghubungi pihak rumah sakit jiwa dengan ponselnya.

“Tut … Tutt … Tuttt!“

***

Naomi pun kembali ke posisi Nancy. Nancy tampak menunggu hasil dari Naomi.

Melihat Naomi melangkah kearahnya, Nancy bangkit dari tempat duduknya san menghampiri sahabatnya itu.

“Bagaimana, Nao? Berhasil nggak?“ tanya Nancy dengan antusias.

“Karyawan itu aneh banget, Cy. Kayak lihat aku, aku orang aneh. Terus, dia malah memuji-muji Zilya di depanku lagi! Kesal!“ jawab Naomi sembari membuang wajahnya mengingat kejadian tadi.

“Karyawan itu?“ tanya Nancy sembari menunjuk salah satu karyawan yang bertugas di luar.

“Iya, Cy.“ jawab Naomi dengan singkat.

“Eeh! Dia lagi hubungi seseorang tuh! Jangan-jangan, dia kira kamu orang gangguan jiwa lagi!“ Nancy hanya menduga-duga.

“Apa!? Kamu serius, Cy? Jangan bercanda deh!“ Naomi tampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Nancy.

“Iya, Nao. Aku tidak sedang bercanda! Coba lihat dia dan dengerin!“ Nancy menunjuk karyawan tersebut.

“Eh, tapi bentar, Nao. Ternyata, berita yang tadi kamu sebar itu, sudah dihapus dan tiba-tiba muncul berita klasifikasi!“ ucap Nancy yang membuat langkah Naomi terhenti.

“Apa!? Kamu nggak bercanda lagu nih kan, Cy? Yang benar saja!“ Naomi sungguh tidak percaya.

“Nanti aku akan tunjukkan kalau kamu tidak percaya! Kamu coba dengar dulu apa yang dibilang karyawan tersebut kepada si penelepon!“ jawab Nancy.

Naomi pun diam-diam menguping pembicaraan karyawan tersebut yang sedang menelepon.

“Iya, Pak. Baik, saya tunggu ya, Pak. Takutnya adik ini malah hilang. Soalnya lagi bersama teman sebaya-nya.“ jawab karyawan tersebut.

“Siap, Pak. Terima kasih ya, Pak.“ ucap karyawan tersebut lagi, lalu sambungan telepon telah dimatikan.

“Tut!“

Mendengar suara tersebut, Naomi langsung pergi dari tempat persembunyiannya. Hingga secara tidak sengaja, ponsel mahal nan mewah itu jatuh ke tanah.

“Naomi!! Naomi! Ponsel kamu jatuh tuh!“ seru Nancy sembari menunjuk ponsel Naomi yang ternyata jatuh ke lumpur. Nancy melihat ponsel Naomi yang jatuh itu dengan tatapan jijik.

“Jatuh kemana? Tempatnya jijik nggak?“ Naomi melihat-lihat sekelilingnya.

“Jijik banget malahan, Naomi! Itu di lumpur sana!“ jawab Nancy sembari menunjuk lumpur yang tidak jauh dari mereka.

“Apa? Di sana!? Aku tidak mau, ah! Biarkan saja!“ sahut Naomi sembari menarik tangan Nancy dan berlari.

Karyawan yang tadinya menelepon pihak rumah sakit jiwa, melihat Naomi bersama teman sebaya-nya, langsung mengejar, sebab karyawan tersebut mengira apabila Naomi sedang melarikan diri.

“Tidak boleh! Adik itu tidak boleh melarikan diri! Aku sudah menghubungi pihak rumah sakit jiwa! Akan sangat memalukan jika ternyata adik itu malah kabur! Aku harus mengejarnya!“ Karyawan tersebut pun mengejar Naomi dan Nancy.

Naomi dan Nancy yang menyadari apabila keduanya dikejar pun memutuskan berlari sekencang mungkin tanpa memedulikan apapun yang akan mereka injak nantinya.

Terjadilah kejar-kejaran diantara mereka. Karyawan lainnya yang melihat hal tersebut, hanya cuek dengan keadaan. Tanpa mengetahui bahwa yang sedang mengejar adalah salah satu karyawan yang bekerja di tempat kerja tersebut.

***

Tidak lama kemudian, pihak rumah sakit jiwa datang ke lokasi yang telah diberikan oleh karyawan si penelepon. Namun, setelah datang, pihak rumah sakit jiwa itu justru malah disuguhkan dengan pertunjukan kejar-kejaran.

“Yang benar saja! Apa yang menelepon kita tadi sedang bercanda?“ Pihak rumah sakit jiwa itu tidak percaya.

“Sepertinya ya, Pak. Mungkin dia sedang bercanda dengan kita saja! Alangkah baiknya, kita tinggalkan saja tempat ini, Pak. Sebab, masih banyak pekerjaan yang kita tinggalkan dan belum kita urus karena telepon dadakan ini!“ jawab bawahannya yang memberikan saran untuk meninggalkan tempat tersebut.

“Iya, kamu benar. Mungkin lebih baik, kira tinggalkan saja tempat ini. Kamu lihat bukan? Sepertinya mereka sedang kejar-kejaran seperti anak kecil. Mungkin karena masa kecilnya kurang bahagia.“ sahut atasannya lalu pergi meninggalkan tempat tersebut berserta bawahannya daripada membuang waktu yang begitu berharga di tempat tersebut.

***

Tiga orang yang sedang kejar-kejaran itu tampak sudah mulai kelelahan. Dengan keringat serta panasnya matahari pada sore hari ini, membuat ketiga orang tersebut semakin lelah.

Naomi dan Nancy pun memutuskan berlari lebih cepat lagi hingga sampai di tengah jalan raya. Sedangkan karyawan tadi yang mengejar Naomi dan Nancy, memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut dan kembali dengan pekerjaannya daripada kembali mengejar Naomi dan Nancy yang sejak tadi pengejaran tidak mendapatkan hasil sedikitpun, bahkan berhasil saja tidak.

“Akhirnya! Lelah sekali!“ seru Naomi sembari mengelap peluh keringatnya itu.

“Iya, Naomi. Make-up di wajahku jadi berantakan nih! Kacau sudah!“ jawab Nancy.

“Ada air nggak?“ tanya Naomi dengan penuh harapan.

“Tidak ada, Naomi. Habis airku. Apalagi tadi jatuh pas lagi kejar-kejaran. Jadinya ya begitu.“ jawab Nancy yang membuat Naomi kecewa.

“Emm … Oke deh kalau gitu. Ponselmu masih ada baterai kan?“ tanya Naomi lagi.

“Ada kok. Emang mau buat apa?“

“Buat nelpon sopir-ku, Cy.“ jawab Naomi.

“Oke deh, sekalian kita pulang bareng ya.“

“Sipp kalau gitu!“

Naomi pun mulai menghubungi sopirnya melalui ponsel Nancy. Namun, sayangnya sopirnya justru tidak memberikan tanggapan terima ataupun menolak.

“Yahh …“ Naomi sungguh merasa kecewa.

“Lebih baik, panggil sopir-ku saja, Naomi!“

“Siap!“

Dua gadis yang sama-sama berinisial N itu pun pulang dengan menggunakan mobil yang disetir oleh sopir Nancy. Mereka memutuskan untuk singgah di sebuah Restoran.

Sungguh lelah hari ini bagi dua gadis itu. Setelah berperang dengan pelajaran yang cukup sulit di Kampus, lalu saat jam pulang, justru keduanya malah harus kejar-kejaran.

Namun, tampaknya dua gadis itu tidak menyerah setelah apa yang terjadi pada hari ini. Apa kedua gadis itu akan membuat rencana ketiga? Mungkin saja. Kita tunggu lanjutannya di esok hari.

Mereka singgah di Restoran untuk makan dan minum. Sebab mereka sangat merasa lelah setelah kejar-kejaran. Selain merasa kehausan, mereka juga merasa kelaparan.

Terpopuler

Comments

manusia(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡

manusia(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡

gw mh hp jth d mna ja ttp d ambl :)

2022-10-24

1

manusia(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡

manusia(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡

awokwok GG geming Cok 🤣🤣

2022-10-24

1

manusia(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡

manusia(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)ᴍ֟፝ᴀ💙♡⃝ 𝕬♡

ohok pen ktwa 🤣🤣

2022-10-24

1

lihat semua
Episodes
1 ZILYA DAISHA | 1 : TRANSMIGRASI
2 ZILYA DAISHA | 2 : DIUSIR
3 ZILYA DAISHA | 3 : MENGUBAH TAKDIR
4 ZILYA DAISHA | 4 : MAHASISWA BARU?
5 ZILYA DAISHA | 5 : ZILYA BERUBAH
6 ZILYA DAISHA | 6 : IRI
7 ZILYA DAISHA | 7 : GAGAL?
8 ZILYA DAISHA | 8 : HUKUMAN
9 ZILYA DAISHA | 9 : DENDA
10 ZILYA DAISHA | 10 : RENCANA KEDUA
11 ZILYA DAISHA | 11 : RENCANA KEDUA (2)
12 ZILYA DAISHA | 12 : GAGAL LAGI?
13 ZILYA DAISHA | 13 : MELARIKAN DIRI
14 ZILYA DAISHA | 14 : TIDAK MENYERAH
15 ZILYA DAISHA | 15 : TATAPAN SINIS
16 ZILYA DAISHA | 16 : RENCANA RISKA
17 ZILYA DAISHA | 17 : RENCANA RISKA (2)
18 ZILYA DAISHA | 18 : RENCANA KETIGA GAGAL
19 ZILYA DAISHA | 19 : PENULIS TERKENAL?
20 ZILYA DAISHA | 20 : BU RISKA?
21 ZILYA DAISHA | 21 : PAKET
22 ZILYA DAISHA | 22 : HARI MENYENANGKAN
23 ZILYA DAISHA | 23 : KEGIATAN?
24 ZILYA DAISHA | 24 : DAFFA
25 ZILYA DAISHA | 25 : LAPORAN
26 ZD | 26 : LAPORAN II
27 ZD | 27 : MEMBAWA PAKSA
28 ZD | 28 : TAMPARAN
29 ZD | 29 : MELIRIK
30 ZD | 30 : ZAYN DAFFA
31 ZD | 31 : DANIA
32 ZD | 32 : DANIA II
33 ZD | 33 : GELANG
34 ZD | 34 : SOSOK PRIA
35 ZD | 35 : ZAYN
36 ZD | 36 : CINTA SEJATI
37 ZD | 37 : MENGHILANG
38 ZD | 38 : SOSOK GADIS
39 ZD | 39 : DANIA / ZILYA?
40 ZD | 40 : KAGUM?
41 ZD | 41 : PESAN
42 ZD | 42 : MENGETIK
43 ZD | 43 : URUSAN
44 ZD | 44 : BERTEMU
45 ZD | 45 : KEKASIH?
46 ZD | 46 : SEMAK-SEMAK
47 ZD | 47 : KELULUSAN
48 ZD | 48 : KELULUSAN II
49 ZD | 49 : FLASHBACK
50 ZD | 50 : MENCARI CARA
51 Haloo
52 ZD| 51 : AKTIF
53 ZD | 52 : ASAP HITAM
54 ZD | 53 : MISI PENYELAMATAN
55 ZD | 54 : ZILYA PINGSAN
56 ZD | 55 : ARYA & ISTRINYA
57 ZD | 56 : PENJELASAN
58 ZD | 57 : LULUH
59 ZD | 58 : PERTEMUAN PERTAMA
60 ZD | 59 : SELIDIKI
61 ZD | 60 : SELIDIKI II
62 Liburan
63 ZD | 61 : KEDATANGAN GAVIN
64 ZD | 62 : PERGI
65 ZD | 63 : Mei
66 ZD | 64 : KEMBALI KE INDONESIA
67 ZD | 65 : SCANDAL
68 ZD | 66 : MENYELESAIKAN
69 ZD | 67 : HANCUR
70 ZD | 68 : Pesan misterius
71 ZD | 69 : TERUNGKAP IDENTITAS ZILYA SEBENARNYA
72 ZD | 70 :
73 ZD | 71 : KEKASIHKU SAYANG!
74 ZD | 72 : HUKUMAN
75 ZD | 73 : HASIL SIDANG
76 ZD | 74 : KENCAN
77 ZD | 75 : MELOLOSKAN DIRI
78 ZD | 76 : Disuapin!
79 ZD | 77 : Misteri
80 ZD | 78 : Ada apa dengan Zilya?
81 ZD | 79 : Keluarga Harmonis
82 ZD | 80 : PERNIKAHAN ZD ZD
83 ZD | 81 : PERNIKAHAN ZD ZD! PART 2
84 ZD | 82 : PERNIKAHAN ZAYN ZILYA! PART 3
85 ZD | 83 : HONEYMOON
86 ZD | 84 : HONEYMOON! PART 2
87 ZD| 85 : Kejutan dari Suamiku
88 ZD | 86 : KAMU SAYANG!
89 ZD | 87 : ZILYA SAKIT
90 88 : LAMARAN
91 89
92 90
Episodes

Updated 92 Episodes

1
ZILYA DAISHA | 1 : TRANSMIGRASI
2
ZILYA DAISHA | 2 : DIUSIR
3
ZILYA DAISHA | 3 : MENGUBAH TAKDIR
4
ZILYA DAISHA | 4 : MAHASISWA BARU?
5
ZILYA DAISHA | 5 : ZILYA BERUBAH
6
ZILYA DAISHA | 6 : IRI
7
ZILYA DAISHA | 7 : GAGAL?
8
ZILYA DAISHA | 8 : HUKUMAN
9
ZILYA DAISHA | 9 : DENDA
10
ZILYA DAISHA | 10 : RENCANA KEDUA
11
ZILYA DAISHA | 11 : RENCANA KEDUA (2)
12
ZILYA DAISHA | 12 : GAGAL LAGI?
13
ZILYA DAISHA | 13 : MELARIKAN DIRI
14
ZILYA DAISHA | 14 : TIDAK MENYERAH
15
ZILYA DAISHA | 15 : TATAPAN SINIS
16
ZILYA DAISHA | 16 : RENCANA RISKA
17
ZILYA DAISHA | 17 : RENCANA RISKA (2)
18
ZILYA DAISHA | 18 : RENCANA KETIGA GAGAL
19
ZILYA DAISHA | 19 : PENULIS TERKENAL?
20
ZILYA DAISHA | 20 : BU RISKA?
21
ZILYA DAISHA | 21 : PAKET
22
ZILYA DAISHA | 22 : HARI MENYENANGKAN
23
ZILYA DAISHA | 23 : KEGIATAN?
24
ZILYA DAISHA | 24 : DAFFA
25
ZILYA DAISHA | 25 : LAPORAN
26
ZD | 26 : LAPORAN II
27
ZD | 27 : MEMBAWA PAKSA
28
ZD | 28 : TAMPARAN
29
ZD | 29 : MELIRIK
30
ZD | 30 : ZAYN DAFFA
31
ZD | 31 : DANIA
32
ZD | 32 : DANIA II
33
ZD | 33 : GELANG
34
ZD | 34 : SOSOK PRIA
35
ZD | 35 : ZAYN
36
ZD | 36 : CINTA SEJATI
37
ZD | 37 : MENGHILANG
38
ZD | 38 : SOSOK GADIS
39
ZD | 39 : DANIA / ZILYA?
40
ZD | 40 : KAGUM?
41
ZD | 41 : PESAN
42
ZD | 42 : MENGETIK
43
ZD | 43 : URUSAN
44
ZD | 44 : BERTEMU
45
ZD | 45 : KEKASIH?
46
ZD | 46 : SEMAK-SEMAK
47
ZD | 47 : KELULUSAN
48
ZD | 48 : KELULUSAN II
49
ZD | 49 : FLASHBACK
50
ZD | 50 : MENCARI CARA
51
Haloo
52
ZD| 51 : AKTIF
53
ZD | 52 : ASAP HITAM
54
ZD | 53 : MISI PENYELAMATAN
55
ZD | 54 : ZILYA PINGSAN
56
ZD | 55 : ARYA & ISTRINYA
57
ZD | 56 : PENJELASAN
58
ZD | 57 : LULUH
59
ZD | 58 : PERTEMUAN PERTAMA
60
ZD | 59 : SELIDIKI
61
ZD | 60 : SELIDIKI II
62
Liburan
63
ZD | 61 : KEDATANGAN GAVIN
64
ZD | 62 : PERGI
65
ZD | 63 : Mei
66
ZD | 64 : KEMBALI KE INDONESIA
67
ZD | 65 : SCANDAL
68
ZD | 66 : MENYELESAIKAN
69
ZD | 67 : HANCUR
70
ZD | 68 : Pesan misterius
71
ZD | 69 : TERUNGKAP IDENTITAS ZILYA SEBENARNYA
72
ZD | 70 :
73
ZD | 71 : KEKASIHKU SAYANG!
74
ZD | 72 : HUKUMAN
75
ZD | 73 : HASIL SIDANG
76
ZD | 74 : KENCAN
77
ZD | 75 : MELOLOSKAN DIRI
78
ZD | 76 : Disuapin!
79
ZD | 77 : Misteri
80
ZD | 78 : Ada apa dengan Zilya?
81
ZD | 79 : Keluarga Harmonis
82
ZD | 80 : PERNIKAHAN ZD ZD
83
ZD | 81 : PERNIKAHAN ZD ZD! PART 2
84
ZD | 82 : PERNIKAHAN ZAYN ZILYA! PART 3
85
ZD | 83 : HONEYMOON
86
ZD | 84 : HONEYMOON! PART 2
87
ZD| 85 : Kejutan dari Suamiku
88
ZD | 86 : KAMU SAYANG!
89
ZD | 87 : ZILYA SAKIT
90
88 : LAMARAN
91
89
92
90

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!