Bab 3.2

Habib Khalid dan Danis awalnya sibuk berdiskusi kebun mana yang akan mereka garap terlebih dahulu. Di tengah-tengah diskusi mereka terganggu dengan suara teriakan yang berasal dari jalan yang dilewati oleh beberapa santriwati nakal tadi. Mereka penasaran dan langsung mendatangi sumber suara. Dan betapa terkejutnya mereka begitu melihat pemandangan menakjubkan ini. Selama mereka hidup, mereka tidak pernah melihat pertengkaran seheboh yang dilakukan oleh Aish, Dira, dan Gisel. Berteriak-teriak sambil melemparkan tanah, tidak terbayangkan betapa hancur penampilan mereka bertiga saat ini.

Mulut habib Khalid dan Danis berkedut saat melihat lubang di gali oleh tangan-tangan itu, mereka juga tidak tahu apakah harus merasa ironis dengan penampilan mereka yang kacau atau justru tertawa karena penampilan mereka juga memiliki sisi lucu.

"Ekhem." Tegur habib Khalid dengan suara rendahnya yang dalam.

Namun mereka bertiga tidak mendengarnya dan terus saling melempar.

"Mau sampai kapan kalian bertiga begini terus?" Tegur habib Khalid serius.

Suara habib tidak keras tapi sangat berpengaruh untuk mereka bertiga. Gerakan tangan mereka membeku, lalu kepala mereka berputar dengan kaku menatap ke arah sumber suara. Di atas telah berdiri habib Khalid dengan senyumnya yang ramah dan Danis yang selalu memasang wajah datar.

"Ha...ha..." Dira dan Gisel sontak mundur membentuk garis saf sejajar dengan Aish.

Aish tercengang di tempat. Kedua tangannya yang menggenggam tanah perlahan menjadi lemas, tanah jatuh ke bawah tanpa dia sadari.

"Kak...kak Khalid?" Panggil Aish kaget.

Mendengar panggilan Aish, kening Danis segera mengerut tidak senang. Tidak ada siapapun di pondok pesantren yang berani memanggil habib Khalid dengan panggilan 'kak' apalagi sampai menyebut nama lain habib Khalid seperti panggilan intim untuk orang yang telah lama berhubungan.

"Tidak sopan. Panggil habib Thalib dengan sebutan habib atau habib Thalib dan jangan gunakan sebutan 'kak Khalid'." Tegur Danis kepada Aish.

Aish bingung kenapa dia harus mengubah nama panggilannya. Tapi dia tidak mendebat Danis karena habib Khalid sendiri tidak mengatakan apa-apa untuk membantahnya.

Kak Khalid sendiri bilang aku boleh memanggilnya 'kak Khalid', tapi kenapa orang ini sok ngatur-ngatur aku? Batin Aish tidak mau.

Habib Khalid tidak memberikan komentar apa-apa mengenai permasalahan panggilan. Sikapnya sangat tenang seolah dia tidak mendengar teguran Danis.

Habib Khalid memandangi mereka bertiga dengan rumit. Tangan dan pakaian mereka kotor, jilbab mereka yang sudah miring sekarang jadi compang-camping terlihat berantakan. Selain itu mereka bertiga juga menggali tanah dan mematahkan salah satu pohon cabe di samping, menghela nafas panjang, habib Khalid diam-diam mengagumi daya serang mereka sebagai seorang santriwati.

"Apa yang sedang terjadi di sini?" Tanya habib Khalid kepada mereka bertiga.

Aish tidak mau menjawab karena dia sangat malu kepada habib Khalid. Ada juga kekecewaan di dalam hatinya karena habib Khalid berpura-pura tidak mengenalnya. Dia sedih dan merajuk tidak ingin berbicara dengan habib Khalid.

Situasi Gisel juga tidak berbeda dengan Aish. Dia masih malu kepada Danis gara-gara kejadian tadi siang. Meskipun dia tidak tahu apakah Danis benar-benar melihatnya atau tidak di perpustakaan tadi, Gisel tetap merasa malu dan tidak berani menatap Danis.

Dia tidak ingin dikenali oleh Danis.

"Tidak ada yang mau menjawab?" Tanya Danis dingin.

Dira gatal ingin mengambil dua genggam tanah dan melemparkannya kepada Aish dan Gisel. Hatinya kesal karena lagi-lagi yang menjadi juru bicara di sini adalah dia. Namun Dira berpura-pura tuli seperti mereka berdua. Mungkin saja juri bicara selanjutnya bukan dia, hatinya berharap.

"Kamu yang di tengah, jawab pertanyaan habib Khalid." Tunjuk Danis kepada Dira.

Dira,"...." Dia benar-benar membenci posisi tengah.

Mulai dari sekarang dia tidak akan pernah mengambil posisi tengah lagi bila bertemu dengan kedua orang ini. Hatinya berjanji.

"Ini... hanya kesalahpahaman habib. Kami hanya berdebat kecil saja." Kata Dira kalem.

Danis skeptis,"..." Tanah yang digali asal-asalan, pohon cabe yang patah tanpa bisa ditolong, jilbab miring ke sana kemari, dan keadaan mereka yang kacau balau adalah bukti valid bahwa ini bukan sekedar perdebatan kecil saja.

Danis ingin mengatakan sesuatu tapi habib Khalid lebih dulu berbicara.

"Perdebatan kecil, baik. Kalau begitu kalian bertiga ikuti aku." Kata habib Khalid masih dengan senyuman yang sama.

Danis tidak tahu apa rencana habib Khalid dan dia juga ingin tahu tapi tidak bertanya karena ujung-ujungnya dia pasti akan tahu.

Aish, Dira, dan Gisel langsung cemas. Mereka bertiga kompak mengangkat kepala mereka panik.

"Tundukkan pandangan kalian." Tegur Danis.

Aish, Dira, Gisel yang dilanda cemas,"..." Sedetik kemudian mereka langsung menundukkan kepala menatap permukaan tanah dengan ogah-ogahan.

"Habib akan membawa kami kemana?" Tanya Dira panik.

Pertanyaan Dira juga mewakili kecemasan Aish dan Danis.

Habib Khalid tidak langsung menjawab. Dia berbalik membelakangi mereka bertiga dengan postur tubuh yang tenang dan santai.

"Aku ingin kalian melakukan sesuatu." Jawab habib Khalid sambil melangkah ke depan dan diikuti dengan patuh oleh Danis.

Melihat mereka berdua pergi, Aish, Dira, dan Gisel saling memandang. Ragu-ragu, mereka akhirnya mengikuti habib Khalid dan Danis dari belakang. Langkah mereka sempat tersandung beberapa kali karena kain gamis mereka. Terganggu dengan kain gamisnya, Aish langsung mengangkat kain gamisnya agar langkahnya tidak tersandung lagi. Dira dan Gisel secara alami mengikuti langkah Aish. Mereka mengangkat kain gamis dengan satu tangan agar Aish tidak berpikir bila mereka mengikuti gerakannya.

"Habib...jangan bawa kami ke penyi- em, maksudku jangan bawa kami ke kantor. Kami tidak mau dihukum." Kata Dira buru-buru memohon.

Dia sudah sering dibawa ke kantor jadi dia hapal betul hukuman apa yang akan para petugas kedisiplinan asrama putri berikan kepada mereka. Karena dia sudah mengalaminya beberapa kali.

"Tenang saja, ini bukan ke kantor." Kata habib Khalid singkat.

Mendengar jawaban habib Khalid, mereka bertiga kompak menghela nafas lega. Apresiasi mereka kepada habib Khalid di dalam hati naik beberapa tingkat lagi. Seperti yang diduga, orang yang mudah tersenyum adalah orang yang paling masuk akal dan memiliki hati nurani yang lembut.

Hingga sampailah mereka di depan sawah berlumpur. Di dalam sawah itu tumbuhlah kangkung dengan sehat dan subur. Kangkung kangkung itu memiliki warna hijau muda menyala yang menggugah selera makan dan memanjakan mata. Dilihat dari banyaknya daun dan warna daunnya, sayur kangkung ini sudah saatnya dipetik.

"Kita sudah sampai." Kata habib Khalid tanpa berbalik kepada mereka.

Perlahan senyuman di bibirnya berkurang hingga membentuk garis lurus tanpa emosi,"Kalian bertiga turun ke bawah."

Bersambung...

Awalnya ini mau update tadi malam, tapi karena udah kemalaman jadi saya atur aja update pukul 3.

Terpopuler

Comments

Pipit Sopiah

Pipit Sopiah

makin menarik aja nih

2023-02-25

0

Nur Bayani

Nur Bayani

aduhhhh ngakak aku baca thoorr, udah kayak orang gila aku ketawa sendiri🤣🤣🤣🤣🤣

2023-01-31

0

Ummi Alfa

Ummi Alfa

Masih mending di hukumnya suruh petik kangkung darioada di bawa ke kantor dan yang menghukumnya Ustadzah..

2022-12-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.1
2 Bab 1.2
3 Bab 1.3
4 Bab 1.4
5 Bab 1.5
6 Bab 2.1
7 Bab 2.2
8 Bab 2.3
9 Bab 2.4
10 Bab 2.5
11 Bab 2.6
12 Bab 2.7
13 Bab 3.1
14 Bab 3.2
15 Bab 3.3
16 Bab 3.4
17 Bab 3.5
18 Bab 3.6
19 Bab 4.1
20 Bab 4.2
21 Bab 4.3
22 Bab 4.4
23 Bab 4.5
24 Bab 4.6
25 Bab 4.7
26 Bab 4.8
27 Bab 4.9
28 Bab 4.10
29 Bab 4.11
30 Bab 5.1
31 Bab 5.2
32 Bab 5.3
33 Bab 5.4
34 Bab 5.5
35 Bab 5.6
36 Bab 5.7
37 Bab 5.8
38 Bab 5.9
39 Bab 5.10
40 Bab 6.1
41 Bab 6.2
42 Bab 6.3
43 Bab 6.4
44 Bab 6.5
45 Bab 6.6
46 Bab 6.7
47 Bab 6.8
48 Bab 6.9
49 Bab 6.10
50 Bab 7.1
51 Bab 7.2
52 Bab 7.3
53 Bab 7.4
54 Bab 7.5
55 Bab 7.6
56 Bab 7.7
57 Bab 7.8
58 Bab 7.9
59 Bab 7.10
60 Bab 7.11
61 Bab 7.12
62 Bab 8.1
63 Bab 8.2
64 Bab 8.3
65 Bab 8.4
66 Bab 8.5
67 Bab 8.6
68 Bab 8.7
69 Bab 8.8
70 Bab 8.9
71 Bab 8.10
72 Bab 9.1
73 Bab 9.2
74 Bab 9.3
75 Bab 9.4
76 Bab 9.5
77 Bab 9.6
78 Bab 9.7
79 Bab 9.8
80 Bab 9.9
81 Bab 9.10
82 Bab 10.1
83 Bab 10.2
84 Bab 10.3
85 Bab 10.4
86 Bab 10.5
87 Bab 10.6
88 Bab 10.7
89 Bab 10.8
90 Bab 10.9
91 Bab 10.10
92 Bab 10.11
93 Bab 10.12
94 Bab 11.1
95 Bab 11.2
96 Bab 11.3
97 Bab 11.4
98 Bab 11.5
99 Bab 11.6
100 Bab 11.7
101 Bab 11.8
102 Bab 11.9
103 Bab 11.10
104 Bab 11.11
105 Bab 11.12
106 Bab 12.1
107 Bab 12.2
108 Bab 12.3
109 Bab 12.4
110 Bab 12.5
111 Bab 12.6
112 Bab 12.7
113 Bab 12.8
114 Bab 12.9
115 Bab 12.10
116 Bab 13.1
117 Bab 13.2
118 Bab 13.3
119 Bab 13.4
120 Bab 13.5
121 Bab 13.6
122 Bab 13.7
123 Bab 13.8
124 Bab 13.9
125 Bab 13.10
126 Bab 13.11
127 Bab 13.12
128 Bab 14.1
129 Bab 14.2
130 Bab 14.3
131 Bab 14.4
132 Bab 14.5
133 Bab 14.6
134 Bab 14.7
135 Bab 14.8
136 Bab 14.9
137 Bab 14.10
138 Bab 15.1
139 Bab 15.2
140 Bab 15.3
141 Bab 15.4
142 Bab 15.5
143 Bab 15.6
144 Bab 15.7
145 Bab 15.8
146 Bab 15.9
147 Bab 15.10
148 Bab 15.11
149 Bab 15.12
150 Bab 15.13
151 Bab 16.1
152 Bab 16.2
153 Bab 16.3
154 Bab 16.4
155 Bab 16.5
156 Bab 16.6
157 Bab 16.7
158 Bab 16.8
159 Bab 16.9
160 Bab 16.10
161 Bab 16.11
162 Bab 16.12
163 Bab 16.13
164 Bab. 16.4
165 Bab 16.15
166 Bab 17.1
167 Bab 17.2
168 Bab 17.3
169 Bab 17.4
170 Bab 17.5
171 Bab 17.6
172 Bab 17.7
173 Bab 17.8
174 Bab 17.9
175 Bab 17.10
176 Bab 17.11
177 Bab 17.12
178 Bab 17.13
179 Bab 17.14
180 Bab 17.15
181 Bab 18.1
182 Bab 18.2
183 Bab 18.3
184 Bab 18.4
185 Bab 18.5
186 Bab 18.6
187 Bab 18.7
188 Bab 18.8
189 Bab 18.9
190 Bab 18.10
191 Bab 18.11
192 Bab 18.12
193 Bab 18.13
194 Bab 18.14
195 Bab 18.15
196 Bab 18.16
197 Bab 18.17
198 Bab 19.1
199 Bab 19.2
200 Bab 19.3
201 Bab 19.4
202 Bab 19.5
203 Bab 19.6
204 Bab 19.7
205 Bab 19.8
206 Bab 19.9
207 Bab 19.10
208 Bab 19.11
209 Bab 19.12
210 Bab 19.13
211 Bab 19.14
212 Bab 19.15
213 Bab 20.1
214 Bab 20.2
215 Bab 20.3
216 Bab 20.4
217 Bab 20.5
218 Bab 20.6
219 Bab 20.7
220 Bab 20.8
221 Bab 20.9
222 Bab 20.10
223 Bab 20.11
224 Bab 20.12
225 Bab 21.1
226 Bab 21.2
227 Bab 21.3
228 Bab 21.4
229 Bab 21.5
230 Bab 21.6
231 Bab 21.7
232 Bab 21.8
233 Bab 21.9
234 Bab 21.10
235 Bab 21.11
236 Bab 21.12
237 Bab 21.13
238 Bab 21. 14
239 Bab 22.1
240 Bab 22.2
241 Bab 22.3
242 Bab 22.4
243 Bab 22.5
244 Bab 22.6
245 Bab 22.7
246 Bab 22.8
247 Bab 22.9
248 Bab 22.10
249 Bab 22.11
250 Bab 22.12
251 Bab 23.1
252 Bab 23.2
253 Bab 23.3
254 Bab 23.4
255 Bab 23.5
256 Bab 23.6
257 Bab 23.7
258 Bab 23.8
259 Bab 23.9
260 Bab 23.10
261 Bab 23.11
262 Bab 23.12
263 Bab 24.1
264 Bab 24.2
265 Bab 24.3
266 Bab 24.4
267 Bab 24.5
268 Bab 24.6
269 Bab 24.7
270 Bab 24.8
271 Bab 24.9
272 Bab 24.10
273 Bab 24.11
274 Bab 24.12
275 Bab 25.1
276 Bab 25.2
277 Bab 25.3
278 Bab 25.4
279 Bab 25.5
280 Bab 26.1
281 Bab 26.2
282 Bab 26.3
283 Bab 26.4
284 Bab 26.5
285 Bab 26.6
286 Bab 26.7
287 Bab 26.8
288 Bab 26.9
289 Bab 26.10
290 Bab 26.11
291 Bab 26.12
292 Bab 26.13
293 Bab 26.14
294 Bab 26.15
295 Bab 26.16
296 Bab 27.1
297 Bab 27.2
298 Bab 27.3
299 Bab 27.4
300 Bab 27.5
301 Bab 27.6
302 Bab 28.1
303 Bab 28.2
304 Bab 28.3
305 Bab 28.4
306 Bab 28.5
307 Bab 28.6
308 Bab 28.7
309 Bab 28.8
310 Bab 28.9
311 29.1
312 Bab 29.2
313 Bab 29.3
314 Bab 29.4
315 Bab 29.5 (Suara Hati Aira)
316 Bab 29.6
317 Bab 29.7
318 Bab 29.8
319 Bab 30.1
320 Bab 30.2
321 Bab 30.3
322 Bab 30.4
323 Bab 30.5
324 Bab 30.6
325 Bab 30.7
326 Bab 30.8
327 Bab 31.1
328 Bab 31.2
329 Bab 31.3
330 Bab 31.4
331 Bab 31.5
332 Bab 31.6
333 Bab 31.7
334 Bab 31.8 End
335 Season II : Senandung Rindu (1)
336 Season II : Senandung Rindu (2)
337 Season II: Senandung Rindu (3)
338 Season II: Senandung Rindu (4)
339 Season II: Senandung Rindu (5)
340 Season II: Senandung Rindu (6)
341 Season II: Senandung Rindu (7)
342 Season II: Senandung Rindu (8)
343 Season II: Senandung Rindu (9)
344 Season II: Senandung Rindu (10)
345 Season II: Senandung Rindu (11)
346 Season II: Senandung Rindu (12)
347 Season II: Senandung Rindu (13)
348 Season II: Senandung Rindu (14)
349 Season II: Senandung Rindu (15)
350 Season II : Senandung Rindu (16) End
351 Mengejar Cinta Sang Habib Season II
352 Istri Pengganti: Merebut Calon Suami Sahabatku
Episodes

Updated 352 Episodes

1
Bab 1.1
2
Bab 1.2
3
Bab 1.3
4
Bab 1.4
5
Bab 1.5
6
Bab 2.1
7
Bab 2.2
8
Bab 2.3
9
Bab 2.4
10
Bab 2.5
11
Bab 2.6
12
Bab 2.7
13
Bab 3.1
14
Bab 3.2
15
Bab 3.3
16
Bab 3.4
17
Bab 3.5
18
Bab 3.6
19
Bab 4.1
20
Bab 4.2
21
Bab 4.3
22
Bab 4.4
23
Bab 4.5
24
Bab 4.6
25
Bab 4.7
26
Bab 4.8
27
Bab 4.9
28
Bab 4.10
29
Bab 4.11
30
Bab 5.1
31
Bab 5.2
32
Bab 5.3
33
Bab 5.4
34
Bab 5.5
35
Bab 5.6
36
Bab 5.7
37
Bab 5.8
38
Bab 5.9
39
Bab 5.10
40
Bab 6.1
41
Bab 6.2
42
Bab 6.3
43
Bab 6.4
44
Bab 6.5
45
Bab 6.6
46
Bab 6.7
47
Bab 6.8
48
Bab 6.9
49
Bab 6.10
50
Bab 7.1
51
Bab 7.2
52
Bab 7.3
53
Bab 7.4
54
Bab 7.5
55
Bab 7.6
56
Bab 7.7
57
Bab 7.8
58
Bab 7.9
59
Bab 7.10
60
Bab 7.11
61
Bab 7.12
62
Bab 8.1
63
Bab 8.2
64
Bab 8.3
65
Bab 8.4
66
Bab 8.5
67
Bab 8.6
68
Bab 8.7
69
Bab 8.8
70
Bab 8.9
71
Bab 8.10
72
Bab 9.1
73
Bab 9.2
74
Bab 9.3
75
Bab 9.4
76
Bab 9.5
77
Bab 9.6
78
Bab 9.7
79
Bab 9.8
80
Bab 9.9
81
Bab 9.10
82
Bab 10.1
83
Bab 10.2
84
Bab 10.3
85
Bab 10.4
86
Bab 10.5
87
Bab 10.6
88
Bab 10.7
89
Bab 10.8
90
Bab 10.9
91
Bab 10.10
92
Bab 10.11
93
Bab 10.12
94
Bab 11.1
95
Bab 11.2
96
Bab 11.3
97
Bab 11.4
98
Bab 11.5
99
Bab 11.6
100
Bab 11.7
101
Bab 11.8
102
Bab 11.9
103
Bab 11.10
104
Bab 11.11
105
Bab 11.12
106
Bab 12.1
107
Bab 12.2
108
Bab 12.3
109
Bab 12.4
110
Bab 12.5
111
Bab 12.6
112
Bab 12.7
113
Bab 12.8
114
Bab 12.9
115
Bab 12.10
116
Bab 13.1
117
Bab 13.2
118
Bab 13.3
119
Bab 13.4
120
Bab 13.5
121
Bab 13.6
122
Bab 13.7
123
Bab 13.8
124
Bab 13.9
125
Bab 13.10
126
Bab 13.11
127
Bab 13.12
128
Bab 14.1
129
Bab 14.2
130
Bab 14.3
131
Bab 14.4
132
Bab 14.5
133
Bab 14.6
134
Bab 14.7
135
Bab 14.8
136
Bab 14.9
137
Bab 14.10
138
Bab 15.1
139
Bab 15.2
140
Bab 15.3
141
Bab 15.4
142
Bab 15.5
143
Bab 15.6
144
Bab 15.7
145
Bab 15.8
146
Bab 15.9
147
Bab 15.10
148
Bab 15.11
149
Bab 15.12
150
Bab 15.13
151
Bab 16.1
152
Bab 16.2
153
Bab 16.3
154
Bab 16.4
155
Bab 16.5
156
Bab 16.6
157
Bab 16.7
158
Bab 16.8
159
Bab 16.9
160
Bab 16.10
161
Bab 16.11
162
Bab 16.12
163
Bab 16.13
164
Bab. 16.4
165
Bab 16.15
166
Bab 17.1
167
Bab 17.2
168
Bab 17.3
169
Bab 17.4
170
Bab 17.5
171
Bab 17.6
172
Bab 17.7
173
Bab 17.8
174
Bab 17.9
175
Bab 17.10
176
Bab 17.11
177
Bab 17.12
178
Bab 17.13
179
Bab 17.14
180
Bab 17.15
181
Bab 18.1
182
Bab 18.2
183
Bab 18.3
184
Bab 18.4
185
Bab 18.5
186
Bab 18.6
187
Bab 18.7
188
Bab 18.8
189
Bab 18.9
190
Bab 18.10
191
Bab 18.11
192
Bab 18.12
193
Bab 18.13
194
Bab 18.14
195
Bab 18.15
196
Bab 18.16
197
Bab 18.17
198
Bab 19.1
199
Bab 19.2
200
Bab 19.3
201
Bab 19.4
202
Bab 19.5
203
Bab 19.6
204
Bab 19.7
205
Bab 19.8
206
Bab 19.9
207
Bab 19.10
208
Bab 19.11
209
Bab 19.12
210
Bab 19.13
211
Bab 19.14
212
Bab 19.15
213
Bab 20.1
214
Bab 20.2
215
Bab 20.3
216
Bab 20.4
217
Bab 20.5
218
Bab 20.6
219
Bab 20.7
220
Bab 20.8
221
Bab 20.9
222
Bab 20.10
223
Bab 20.11
224
Bab 20.12
225
Bab 21.1
226
Bab 21.2
227
Bab 21.3
228
Bab 21.4
229
Bab 21.5
230
Bab 21.6
231
Bab 21.7
232
Bab 21.8
233
Bab 21.9
234
Bab 21.10
235
Bab 21.11
236
Bab 21.12
237
Bab 21.13
238
Bab 21. 14
239
Bab 22.1
240
Bab 22.2
241
Bab 22.3
242
Bab 22.4
243
Bab 22.5
244
Bab 22.6
245
Bab 22.7
246
Bab 22.8
247
Bab 22.9
248
Bab 22.10
249
Bab 22.11
250
Bab 22.12
251
Bab 23.1
252
Bab 23.2
253
Bab 23.3
254
Bab 23.4
255
Bab 23.5
256
Bab 23.6
257
Bab 23.7
258
Bab 23.8
259
Bab 23.9
260
Bab 23.10
261
Bab 23.11
262
Bab 23.12
263
Bab 24.1
264
Bab 24.2
265
Bab 24.3
266
Bab 24.4
267
Bab 24.5
268
Bab 24.6
269
Bab 24.7
270
Bab 24.8
271
Bab 24.9
272
Bab 24.10
273
Bab 24.11
274
Bab 24.12
275
Bab 25.1
276
Bab 25.2
277
Bab 25.3
278
Bab 25.4
279
Bab 25.5
280
Bab 26.1
281
Bab 26.2
282
Bab 26.3
283
Bab 26.4
284
Bab 26.5
285
Bab 26.6
286
Bab 26.7
287
Bab 26.8
288
Bab 26.9
289
Bab 26.10
290
Bab 26.11
291
Bab 26.12
292
Bab 26.13
293
Bab 26.14
294
Bab 26.15
295
Bab 26.16
296
Bab 27.1
297
Bab 27.2
298
Bab 27.3
299
Bab 27.4
300
Bab 27.5
301
Bab 27.6
302
Bab 28.1
303
Bab 28.2
304
Bab 28.3
305
Bab 28.4
306
Bab 28.5
307
Bab 28.6
308
Bab 28.7
309
Bab 28.8
310
Bab 28.9
311
29.1
312
Bab 29.2
313
Bab 29.3
314
Bab 29.4
315
Bab 29.5 (Suara Hati Aira)
316
Bab 29.6
317
Bab 29.7
318
Bab 29.8
319
Bab 30.1
320
Bab 30.2
321
Bab 30.3
322
Bab 30.4
323
Bab 30.5
324
Bab 30.6
325
Bab 30.7
326
Bab 30.8
327
Bab 31.1
328
Bab 31.2
329
Bab 31.3
330
Bab 31.4
331
Bab 31.5
332
Bab 31.6
333
Bab 31.7
334
Bab 31.8 End
335
Season II : Senandung Rindu (1)
336
Season II : Senandung Rindu (2)
337
Season II: Senandung Rindu (3)
338
Season II: Senandung Rindu (4)
339
Season II: Senandung Rindu (5)
340
Season II: Senandung Rindu (6)
341
Season II: Senandung Rindu (7)
342
Season II: Senandung Rindu (8)
343
Season II: Senandung Rindu (9)
344
Season II: Senandung Rindu (10)
345
Season II: Senandung Rindu (11)
346
Season II: Senandung Rindu (12)
347
Season II: Senandung Rindu (13)
348
Season II: Senandung Rindu (14)
349
Season II: Senandung Rindu (15)
350
Season II : Senandung Rindu (16) End
351
Mengejar Cinta Sang Habib Season II
352
Istri Pengganti: Merebut Calon Suami Sahabatku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!