Dira dan Gisel langsung ngeh dengan pertanyaan Aish. Mereka berdua secara kompak memasang kuping dengan baik ingin mendengar penjelasan Gadis karena mereka juga ingin tahu tentang arti ayat itu. Lihat saja para gadis di sekeliling mereka. Beberapa kelompok akan berseru panik membicarakannya.
Mengatakan bila ayat ini manis lah, romantis lah, wanita yang beruntung atau apalah yang tidak mereka mengerti. Em, mereka sama seperti Aish yang tidak tahu menahu soal Al-Qur'an di sini.
"Ayat yang diulangi berkali-kali oleh habib Thalib adalah ayat dari surat Ar-Rum yaitu ayat ke 21. Artinya bila aku tidak salah, 'Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. '(Ar Rum:21). Nah, Aish harus tahu bila ayat ini merujuk pada sebuah hubungan yang terjadi di antara hamba-hamba-Nya. Dia ciptakan pasangan untuk kita dari jenis kita sendiri sehingga kita merasa nyaman dan sayang kepadanya. Dan seringkali ayat ini digunakan sebagai petunjuk bahwa 'seseorang' itu jodoh kita bila hati kita merasakan apa yang Allah gambarkan. Namun umumnya ayat ini biasa digunakan untuk acara-acara pernikahan karena ada doa yang baik di dalamnya. Makanya kita semua heran dan sebenarnya agak terkejut mendengar habib Thalib tiba-tiba membaca ayat ini dan menekannya berkali-kali seolah memberitahu bahwa dia sudah menemukan jodohnya. Tapi ini hanya tebakan acak saja karena bila memang habib Thalib telah menemukan seseorang yang dia sukai, maka pasti dia telah melangkah mengambil jalan serius untuk segera menikahinya. Mungkin saja habib Thalib sengaja menekan ayat ini berulang-ulang untuk mengingatkan kita semua perihal jodoh yang telah Allah tetapkan karena usia-usia kita sekarang ini sudah pantas masuk ke jenjang pernikahan." Kata Gadis menjelaskannya kepada mereka bertiga.
Dia tidak secara spesifik menekan apa maksud habib Khalid membaca ayat itu berkali-kali karena satu-satunya yang tahu alasan pastinya adalah habib Khalid sendiri.
Semua orang memang dikejutkan oleh habib Khalid, khususnya kalangan santriwati yang mengidam-idamkan perhatian habib Khalid. Sebagian besar dari mereka menjadikan habib Khalid sebagai isi dari doa di sujud terakhir sholat berseru melambungkan sebuah harapan agar menjadi wanita beruntung yang telah mengambil hati habib Khalid. Ini bukan rahasia lagi karena pesona habib Khalid di pondok pesantren sungguh tidak ada duanya.
"Habib Thalib itu siapa sih? Kok pengaruhnya sampai seperti ini kepada kalian?" Tanya Dira heran.
Dia memang sering mendengar orang menyebut nama habib Thalib tapi dia belum pernah melihatnya secara langsung.
"Habib Thalib adalah salah satu pengurus staf pondok pesantren Abu Hurairah. Dia datang ke sini 6 bulan yang lalu tepat setelah menyelesaikan pendidikannya di Kairo, Mesir. Pengaruh habib Thalib di sini sangat luar biasa terlepas dari ketampanannya, dia memiliki garis nasab yang luar biasa mulia dan akhlak yang sangat baik. Maka dari itu habib Thalib disukai oleh semua orang dan bahkan ada beberapa santriwati yang memberanikan diri mengirim proposal kepadanya tapi sampai sekarang tidak ada satupun proposal yang direspon habib Thalib." Jelas Gadis menjelaskan dengan mata berapi-api kepada mereka.
Sama seperti wanita yang lain, dia juga tertarik kepada habib Khalid. Memangnya siapa di sini yang tidak jatuh hati kepada habib Khalid? Dengan garis nasab mulia di dalam tubuhnya yang menjadi rebutan para santriwati, bohong bila ada santriwati yang tidak tertarik.
Dira agaknya mengerti ini dan dia langsung penasaran ingin melihat seberapa luar biasanya laki-laki ini hingga mengejutkan para santriwati.
"Tapi yang aneh adalah habib Thalib selalu menolak memimpin sholat di masjid ini karena dia masih merasa belum pantas menjadi pemimpin sholat untuk ribuan santri. Tiba-tiba melihatnya memimpin sholat kali ini dan bahkan membaca ayat romantis berkali-kali jelas mengejutkan kami semua. Makanya ada beberapa tebakan bila habib Thalib jatuh cinta kepada seorang santriwati di pondok." Kata Gadis mengungkit hal yang paling penting dari kejadian ini.
Semenjak masuk ke pondok pesantren, habib Khalid menolak menjadi imam sholat karena dia merasa belum mampu dan dia juga berkata bila Abah atau pengurus yang lain jauh lebih mampu dari dirinya. Memang menjadi imam sholat tidak lah mudah karena memiliki tanggungan yang sangat besar dihadapan Allah. Namun tetap saja penolakan ini membuat para santriwati kecewa karena mereka ingin sekali mendengar bacaan Al-Qur'an habib Khalid yang sangat merdu.
"Jika aku di posisi kalian, aku juga akan berpikir bila habib Thalib sengaja memimpin sholat dan membacakan ayat romantis ini untuk seseorang." Kata Gisel memecahkan keheningan Aish.
Aish mengernyit bingung. Hatinya tidak nyaman memikirkan bila orang yang dia sukai tiba-tiba telah memiliki seseorang di dalam hatinya. Padahal dia sangat senang mengetahui habib Khalid tidak punya hubungan apa-apa dengan Nabila.
"Eh, ayo turun. Semua orang sudah pada turun ke bawah." Dira mengingatkan mereka.
Aish tidak pernah berbicara dari awal setelah pertanyaan itu. Dia menundukkan kepalanya, menatap linglung kain sajadah yang ada di dalam pelukannya. Entahlah, dia belum mengkonfirmasi siapa habib Thalib itu tapi hatinya sudah lebih dulu cemburu.
Setelah mereka turun ke bawah, Dira dan Gisel pura-pura ingin ke kamar mandi. Mereka langsung menarik Aish ke arah kamar mandi tanpa berbicara dulu karena mereka melihat ada sesuatu yang salah dengan Aish.
"Kamu kenapa sih dari tadi ngelamun terus? Kita kasih kode berkali-kali kamu enggak ngeh dan malah asik ngelamun. Sebenarnya kita jadi pergi apa enggak, nih?" Dira heran melihat tingkah Aish karena sejak turun dari masjid dia diem terus.
Ya memang pada dasarnya Aish orangnya enggak suka bicara, tapi bukan berarti enggak berbicara sama sekali.
"Jadi." Kata Aish setelah mengesampingkan pikirannya tentang habib Khalid.
"Ayo pergi." Kata Aish seraya memimpin jalan ke depan.
Dira dan Gisel saling pandang, beberapa detik kemudian mereka membuang muka dengan canggung. Tanpa mengatakan apa-apa mereka mengikuti langkah Aish dari belakang. Berjalan mengendap-endap dari perbatasan dua sawah yang memiliki tanaman paling lebat. Kebetulan mereka kini sedang melewati tanaman jagung dan cabai sehingga mereka bisa menyamarkan keberadaan mereka.
"Sudah sampai. Kita sekarang akan menggali tembok di bagian sini karena tempat ini agak tertutup dan tidak mudah dikena-"
"Ya, kita akan segera memetik cabai karena memang sudah waktunya panen."
Deg
Pita suara Aish langsung tidak bisa bekerja dengan normal ketika mendengar suara lembut nan berat ini kembali memasuki pendengaran suaranya.
"Kak Khalid?" Bisiknya terkejut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 352 Episodes
Comments
Widyawulandarii Widi
mkin penasaran
2024-01-22
0
Pipit Sopiah
apakah jodohnya aish,adalah habib khalid
2023-02-25
1
Ummi Alfa
Mungkinkah mereka kan bertemu di sini?
Apa Habib mengikuti Aish ya.. .makin penasaran!
2022-12-27
1