Aish kita masjid ini akan glamor seperti masjid di luar sana tapi dia salah karena masjid ini sangat sederhana. Tidak ada emas atau pun perak, semuanya terukir dari bahan yang sama.
Aish mengikuti arus yang lain naik ke lantai dua karena lantai pertama dikhususkan untuk santri sedangkan lantai dua milik santriwati. Para santri tidak diizinkan masuk ke dalam masjid sebelum para santriwati telah naik ke atas untuk menghalangi pandangan.
Sejuk dan damai. Inilah yang Aish rasakan di dalam masjid ini. Melihat senyuman para santriwati, zikir yang mereka gumam kan, dan sholawat yang mereka lambung kan, Aish tiba-tiba enggan meninggalkan tempat ini.
"Di sini bukan tempat ku..." Bisik Aish sembari menundukkan kepalanya menatap kain sajadah yang sedang dia duduki.
Aish lagi-lagi merasakan perasaan itu lagi. Dia merasakan rindu yang tak terkatakan di dalam hatinya sejak dia masuk ke dalam tempo ini...rindu, rindu kepada siapa lagi ini?
"Ayo berdiri, kita akan segera sholat." Gadis menarik Aish dari lamunannya.
Aish, Gisel, dan Dira secara kompak berdiri bersama.
"Allahuakbar..."
Deg
Deg
Deg
Mulut yang baru saja mengucapkan niat sholat tiba-tiba berhenti. Aish langsung menjadi linglung setelah mendengar takbir kuat itu bergama di dalam masjid.
Ingin sekali dia melihat ke bawah, siapakah yang sedang memimpin sholat saat ini tapi dia tidak bisa karena dia berada di saf tengah.
"Heh kadal, sholat. Orang-orang udah pada mulai sholat, tuh." Tegur Dira.
Sebenarnya Dira sudah mulai sholat tapi dia langsung membatalkannya saat melihat Aish linglung di tempat.
Aish buru-buru mengucapkan niat sholat dan memutuskan untuk mengesampingkan dulu semua kebingungannya tadi.
Tak lama kemudian suara itu kembali mengalun lembut membaca surat Al Fatihah. Suaranya sangat merdu, membasahi kalbu setiap orang yang sedang merindukan Sang Pencipta, berharap bila Sang Pencipta mau merangkul mereka, memeluk mereka yang tersiksa dalam kerinduan untuk membalas perasaan cinta yang telah lama mengakar di dalam hati.
وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَا جًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 21)
Lalu pemilik suara lembut itu beralih membaca surat lain setelah menyelesaikan surat Al Fatihah. Aish tidak tahu mengapa tapi ayat ini diulangi sebanyak tiga kali oleh sang imam sholat, seakan-akan menekankan betapa pentingnya ayat ini.
Aish tidak terlalu memperdulikannya karena yang terpenting saat ini adalah pemilik suara lembut ini. Ini adalah suara lembut yang sudah beberapa kali menemani tidurnya di sepertiga malam. Suara merdu yang telah menemani malam-malam kosongnya. Sudah lama dia tidak mendengarnya dan dia pikir dalam hidup ini mungkin dia tidak akan mendengarnya lagi. Tak disangka bila di tempat ini juga memiliki suara ini.
Aish bertanya-tanya apakah suara ini adalah milik habib Khalid?
Dari semua kebetulan yang dia dapatkan, dari nama yang sama, ciri-ciri yang sama, hingga suara yang sama, Aish yakin bila dia adalah habib Khalid yang dia cari.
Setelah sholat ashar selesai, semua orang tidak berbicara. Mereka semua dengan patuh menundukkan kepala, mendengarkannya zikir dan doa. Lalu disambung dengan membaca Al-Qur'an selama setengah jam dan barulah mereka bisa keluar dari masjid.
Ketika keluar dari masjid, semua santriwati harus menunggu santri keluar dari masjid terlebih dahulu sebelum bisa keluar. Aish dan yang lainnya menunggu dengan sabar. Sembari menunggu kelompok santri pergi, Aish tidak sengaja mendengar pembicaraan para santriwati.
Mereka sangat heboh karena topik ini dibicarakan dimana-mana.
"Imam sholat kali ini habib Thalib!" Mereka berbisik tapi karena terlalu senang mereka tidak bisa menahan volume suara.
"Habib Thalib?" Gumam Aish benar-benar menebaknya.
"Masya Allah, suara habib Thalib sangat manis dan lembut. Aku tidak tahu alasan mengapa habib Thalib membaca ayat romantis ini dan bahkan mengulanginya sampai tiga kali!" Desah yang lain sangat senang.
"Aku pikir ayat ini khusus habib Thalib bacakan untuk seseorang, jika tidak mengapa habib Thalib mengulanginya sampai tiga kali? Dia jelas membacanya untuk seseorang." Yang lain mulai menebak-nebak.
"Ah bisa jadi. Tapi aku bertanya-tanya siapakah wanita beruntung itu? Mungkin dia adalah wanita yang hebat karena mampu menarik perhatian habib Thalib-"
Setelah itu Aish tidak ingin mendengarkannya lagi. Dia menjangkau tangan Gadis secepat yang dia bisa dan langsung bertanya,"Gadis, apa kamu tahu arti ayat yang habib Thalib ulangi berkali-kali tadi?"
Bersambung...
Ada yang tahu jawabannya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 352 Episodes
Comments
Risma Farna
Dia membacanya untuk Aish.. mungkin
2023-06-14
2
suharwati jeni
banyak teka tekinya.
siapa aish.?
siapa habib khalid ?
2023-05-14
0
Pipit Sopiah
keromantisan yg kuat dengan berpegang Al-Qur'an
2023-02-25
0