Bab 1.2

Oh astaga, aku benar-benar melupakan gadis itu. Jika dia tidak berbicara mungkin aku tidak akan pernah menyadari keberadaannya.

"Bukan urusanmu." Kataku acuh. Lagian kok kepo banget sama urusan orang.

Tapi dia adalah satu-satunya narasumber ku saat ini. Aku mungkin bisa bertanya-tanya kepadanya karena dia kan sok polos. Jadi harusnya dia jujur dong. Nah, benar juga. Daripada nanya sama Nasifa yang licik lebih baik aku nanya aja sama dia yang lebih gampang di kibulin.

"Eh, ngomong-ngomong nama kamu siapa?" Tanyaku tanpa menoleh.

"Namaku Gadis, Aish. Aku adalah teman sekamar mu di kamar Aisyah Ra. Ranjang ku tepat ada di sebelah mu-"

"Tau...tau, kok. Enggak usah disebutin semuanya. Kan aku cuma nanya nama kamu." Potong cepat sebelum dia mulai merakit kata-katanya menjadi kereta api cepat.

"Maaf, aku sangat senang karena Aish mau berbicara denganku." Katanya polos dan sejujurnya agak menyedihkan.

Aku meliriknya dari sudut mataku. Gadis kini sedang tersenyum polos di sampingku. Penampilannya yang sederhana dan biasa-biasa saja tampak agak norak buatku. Dia pasti dari keluarga miskin karena gamis yang dia gunakan agak ketinggalan jaman dengan santriwati yang aku lihat di sini.

"Yah, aku punya pertanyaan kepadamu Gadis. Jika kamu bisa menjawabnya, maka aku akan memberikan kamu uang." Kataku murah hati.

"Eh, tidak perlu Aish. Aish bilang saja apa yang ingin ditanyakan dan aku akan langsung menjawabnya jika aku tahu. Aish tidak perlu mengeluarkan uang untuk itu." Katanya menolak.

"Ini uangku jadi aku bisa menggunakannya sesuka hatiku."

"Tapi Aish-"

"Sudahlah, dengarkan pertanyaan ku. Lihat tembok di sana," Kataku sambil menunjuk tembok di seberang sana.

Dia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Tentu saja dia melihatnya, kalau tidak, aku curiga bila hidungnya bermasalah!

"Kenapa pondok pesantren mendirikan tembok di sana?" Tanyaku santai berpura-pura tidak terlalu tertarik dengan tembok itu.

"Oh, di luar tembok adalah sawah milik warga jadi pondok pesantren memberikannya batasan. Tembok itu juga dibuat agar kita semua tidak kabur dari sana sebab dulu banyak kasus santri yang kabur dari sana sebelum tembok didirikan setinggi itu." Katanya menjelaskan tanpa ragu.

Aku sangat puas dengan jawabannya.

"Oh jadi begitu, yah.." Kataku berpura-pura santai..

"Baiklah, kita kembali ke asrama sekarang. Aku sudah mengantuk dan ingin segera tidur tidur siang." Lebih tepatnya aku ingin membaut strategi.

Aku meminta Gadis untuk memimpin jalan kembali ke asrama. Di jalan kami mulai berpapasan dengan para santriwati yang baru pulang dari stan makanan. Mereka berbicara dengan suara rendah dan mudah sekali tersenyum, tidak seperti orang-orang di kota tempat ku tinggal.

Ajaibnya mereka tidak suka memperhatikan orang lain apalagi memperhatikan keberadaan ku. Daripada memperhatikan ku, mereka malah asik membicarakan seseorang. Memang benar apa yang orang-orang katakan tentang pondok pesantren jika para penghuninya pasti orang-orang yang terdidik dan berakhlak baik. Um, tapi ini tidak sepenuhnya benar karena hati manusia tidak mudah ditebak. Dan aku pernah mengalami dua pengkhianatan yang tidak aka pernah ku lupakan dalam hidup ini.

Aku sebenarnya tidak perduli tapi saat mendengar mereka menyebut nama seseorang, telingaku langsung berdiri tegak siap menguping pembicaraan mereka.

"Aku tadi melihatnya! Habib Thalib tadi lewat di depan stan santriwati dan kebetulan tempat dudukku berada tepat di samping gorden luar jadi aku bisa melihatnya secara langsung."

Habib Thalib?

Habib Thalib...nama ini terdengar familiar. Tidak, aku pikir orang-orang dulu suka memanggil kak Khalid dengan sebutan habib Thalib.

"Masya Allah, kamu serius?"

"Iya, aku serius. Demi Allah aku melihat habib Thalib lewat dari sana." Gadis itu bersumpah.

"Bagaimana rupa habib Thalib dari dekat? Aku ingin sekali melihatnya karena setiap kali melihatnya aku hanya bisa melihat dari jauh."

Lalu gadis yang bersumpah tadi menjawab dengan suara yang memabukkan.

"Dia sangat tinggi, kulitnya putih bersih-"

"Aish mau kemana?" Tiba-tiba lenganku di tarik oleh Gadis.

"Eh? Ke asrama." Kemana lagi coba.

"Iya, Aish. Kita sudah sampai di asrama tapi kamu jalan ke arah yang salah. Kamar kita ada di koridor kanan tapi kamu jalannya ke koridor kiri."

Eh, barulah aku sadar bila kami sudah sampai di asrama dan sekarang sedang berdiri di koridor. Karena terlalu asik menguping aku sampai-sampai ingin mengikuti kemana arah orang-orang itu pergi.

Aku terbengong, mataku melihat ke arah orang-orang itu yang sudah pergi jauh. Topik yang mereka bicarakan telah menarik rasa penasaran ku tentang habib Thalib. Aku ingin bertanya tapi mereka telah pergi.

"Aish liat siapa?"

Aku menarik perhatian ku dari mereka. Menggelengkan kepalaku lalu melanjutkan lagi langkah ku ke kamar asrama tempat ku tidur. Sudah dua hari ini tapi aku masih belum terbiasa tinggal di sini karena ranjangnya sangat pas untuk dua orang dan agak sempit. Aku sulit bergerak saat tidur.

"Assalamualaikum." Gadis memberikan salam saat kami membuka pintu.

Di dalam sudah ada beberapa santri dan dua parasit yang ingin ku hindari. Aku, Dira, dan Gisel tidur di ranjang yang berjauhan. Kami tidak pernah berbicara. Baguslah, setidaknya aku tidak terlalu stres sendirian di sana.

"Waalaikumussalam. Gadis, apa kamu sudah makan?" Tanya salah satu gadis di kamar ini.

Nada suaranya sih baik-baik saja tapi ekspresi mukanya enggak enak banget diliat. Mungkin dia enggak suka sama aku.

"Aku makannya nanti saja sama Aish setelah pulang dari perpustakaan." Jawab Gadis.

Aku berjalan ke ranjang ku, berpura-pura tidak memperhatikan percakapan mereka.

"Kamu enggak boleh gitu, Gadis. Makanan di dapur umum belum tentu bersisa." Katanya tidak setuju.

"Iya, Gadis. Kalau kamu enggak bisa makan sekarang otomatis kamu harus menunggu sampai makan malam karena ini sudah peraturan pondok." Yang lain menimpali.

Ugh, mereka mungkin ingin memojokkan aku di sini. Tapi apa aku perduli? Tentu saja tidak. Hanya saja Gadis belum makan apa-apa karena dia menghabiskan banyak waktu untuk membujukku. Sejujurnya aku merasa tidak enak kepadanya. Bukan karena simpati tapi lebih tepatnya kasihan karena badannya sangat kurus. Dia butuh asupan makanan yang bergizi untuk membuat badannya sehat.

"Orang kota biasanya agak sulit diatur. Jadi begini deh, kamu harus kena imbasnya." Dia berbisik tapi bodohnya aku masih bisa mendengarnya.

Apa-apaan, kami orang kota sudah terbiasa hidup baik tapi harus dijebloskan di sini yang sok ketat dan sok ngatur, siapapun pasti akan kesal.

"Hush, Siti. Kamu enggak boleh ngomong gitu. Dia belum terbiasa aja."

Terpopuler

Comments

Pipit Sopiah

Pipit Sopiah

lanjut

2023-02-25

0

Ummi Alfa

Ummi Alfa

Hm....kapan ya, Aish bisa bertemu lagi dengan Habib?

2022-12-26

0

Nur Nadiah Solman

Nur Nadiah Solman

😍

2022-12-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.1
2 Bab 1.2
3 Bab 1.3
4 Bab 1.4
5 Bab 1.5
6 Bab 2.1
7 Bab 2.2
8 Bab 2.3
9 Bab 2.4
10 Bab 2.5
11 Bab 2.6
12 Bab 2.7
13 Bab 3.1
14 Bab 3.2
15 Bab 3.3
16 Bab 3.4
17 Bab 3.5
18 Bab 3.6
19 Bab 4.1
20 Bab 4.2
21 Bab 4.3
22 Bab 4.4
23 Bab 4.5
24 Bab 4.6
25 Bab 4.7
26 Bab 4.8
27 Bab 4.9
28 Bab 4.10
29 Bab 4.11
30 Bab 5.1
31 Bab 5.2
32 Bab 5.3
33 Bab 5.4
34 Bab 5.5
35 Bab 5.6
36 Bab 5.7
37 Bab 5.8
38 Bab 5.9
39 Bab 5.10
40 Bab 6.1
41 Bab 6.2
42 Bab 6.3
43 Bab 6.4
44 Bab 6.5
45 Bab 6.6
46 Bab 6.7
47 Bab 6.8
48 Bab 6.9
49 Bab 6.10
50 Bab 7.1
51 Bab 7.2
52 Bab 7.3
53 Bab 7.4
54 Bab 7.5
55 Bab 7.6
56 Bab 7.7
57 Bab 7.8
58 Bab 7.9
59 Bab 7.10
60 Bab 7.11
61 Bab 7.12
62 Bab 8.1
63 Bab 8.2
64 Bab 8.3
65 Bab 8.4
66 Bab 8.5
67 Bab 8.6
68 Bab 8.7
69 Bab 8.8
70 Bab 8.9
71 Bab 8.10
72 Bab 9.1
73 Bab 9.2
74 Bab 9.3
75 Bab 9.4
76 Bab 9.5
77 Bab 9.6
78 Bab 9.7
79 Bab 9.8
80 Bab 9.9
81 Bab 9.10
82 Bab 10.1
83 Bab 10.2
84 Bab 10.3
85 Bab 10.4
86 Bab 10.5
87 Bab 10.6
88 Bab 10.7
89 Bab 10.8
90 Bab 10.9
91 Bab 10.10
92 Bab 10.11
93 Bab 10.12
94 Bab 11.1
95 Bab 11.2
96 Bab 11.3
97 Bab 11.4
98 Bab 11.5
99 Bab 11.6
100 Bab 11.7
101 Bab 11.8
102 Bab 11.9
103 Bab 11.10
104 Bab 11.11
105 Bab 11.12
106 Bab 12.1
107 Bab 12.2
108 Bab 12.3
109 Bab 12.4
110 Bab 12.5
111 Bab 12.6
112 Bab 12.7
113 Bab 12.8
114 Bab 12.9
115 Bab 12.10
116 Bab 13.1
117 Bab 13.2
118 Bab 13.3
119 Bab 13.4
120 Bab 13.5
121 Bab 13.6
122 Bab 13.7
123 Bab 13.8
124 Bab 13.9
125 Bab 13.10
126 Bab 13.11
127 Bab 13.12
128 Bab 14.1
129 Bab 14.2
130 Bab 14.3
131 Bab 14.4
132 Bab 14.5
133 Bab 14.6
134 Bab 14.7
135 Bab 14.8
136 Bab 14.9
137 Bab 14.10
138 Bab 15.1
139 Bab 15.2
140 Bab 15.3
141 Bab 15.4
142 Bab 15.5
143 Bab 15.6
144 Bab 15.7
145 Bab 15.8
146 Bab 15.9
147 Bab 15.10
148 Bab 15.11
149 Bab 15.12
150 Bab 15.13
151 Bab 16.1
152 Bab 16.2
153 Bab 16.3
154 Bab 16.4
155 Bab 16.5
156 Bab 16.6
157 Bab 16.7
158 Bab 16.8
159 Bab 16.9
160 Bab 16.10
161 Bab 16.11
162 Bab 16.12
163 Bab 16.13
164 Bab. 16.4
165 Bab 16.15
166 Bab 17.1
167 Bab 17.2
168 Bab 17.3
169 Bab 17.4
170 Bab 17.5
171 Bab 17.6
172 Bab 17.7
173 Bab 17.8
174 Bab 17.9
175 Bab 17.10
176 Bab 17.11
177 Bab 17.12
178 Bab 17.13
179 Bab 17.14
180 Bab 17.15
181 Bab 18.1
182 Bab 18.2
183 Bab 18.3
184 Bab 18.4
185 Bab 18.5
186 Bab 18.6
187 Bab 18.7
188 Bab 18.8
189 Bab 18.9
190 Bab 18.10
191 Bab 18.11
192 Bab 18.12
193 Bab 18.13
194 Bab 18.14
195 Bab 18.15
196 Bab 18.16
197 Bab 18.17
198 Bab 19.1
199 Bab 19.2
200 Bab 19.3
201 Bab 19.4
202 Bab 19.5
203 Bab 19.6
204 Bab 19.7
205 Bab 19.8
206 Bab 19.9
207 Bab 19.10
208 Bab 19.11
209 Bab 19.12
210 Bab 19.13
211 Bab 19.14
212 Bab 19.15
213 Bab 20.1
214 Bab 20.2
215 Bab 20.3
216 Bab 20.4
217 Bab 20.5
218 Bab 20.6
219 Bab 20.7
220 Bab 20.8
221 Bab 20.9
222 Bab 20.10
223 Bab 20.11
224 Bab 20.12
225 Bab 21.1
226 Bab 21.2
227 Bab 21.3
228 Bab 21.4
229 Bab 21.5
230 Bab 21.6
231 Bab 21.7
232 Bab 21.8
233 Bab 21.9
234 Bab 21.10
235 Bab 21.11
236 Bab 21.12
237 Bab 21.13
238 Bab 21. 14
239 Bab 22.1
240 Bab 22.2
241 Bab 22.3
242 Bab 22.4
243 Bab 22.5
244 Bab 22.6
245 Bab 22.7
246 Bab 22.8
247 Bab 22.9
248 Bab 22.10
249 Bab 22.11
250 Bab 22.12
251 Bab 23.1
252 Bab 23.2
253 Bab 23.3
254 Bab 23.4
255 Bab 23.5
256 Bab 23.6
257 Bab 23.7
258 Bab 23.8
259 Bab 23.9
260 Bab 23.10
261 Bab 23.11
262 Bab 23.12
263 Bab 24.1
264 Bab 24.2
265 Bab 24.3
266 Bab 24.4
267 Bab 24.5
268 Bab 24.6
269 Bab 24.7
270 Bab 24.8
271 Bab 24.9
272 Bab 24.10
273 Bab 24.11
274 Bab 24.12
275 Bab 25.1
276 Bab 25.2
277 Bab 25.3
278 Bab 25.4
279 Bab 25.5
280 Bab 26.1
281 Bab 26.2
282 Bab 26.3
283 Bab 26.4
284 Bab 26.5
285 Bab 26.6
286 Bab 26.7
287 Bab 26.8
288 Bab 26.9
289 Bab 26.10
290 Bab 26.11
291 Bab 26.12
292 Bab 26.13
293 Bab 26.14
294 Bab 26.15
295 Bab 26.16
296 Bab 27.1
297 Bab 27.2
298 Bab 27.3
299 Bab 27.4
300 Bab 27.5
301 Bab 27.6
302 Bab 28.1
303 Bab 28.2
304 Bab 28.3
305 Bab 28.4
306 Bab 28.5
307 Bab 28.6
308 Bab 28.7
309 Bab 28.8
310 Bab 28.9
311 29.1
312 Bab 29.2
313 Bab 29.3
314 Bab 29.4
315 Bab 29.5 (Suara Hati Aira)
316 Bab 29.6
317 Bab 29.7
318 Bab 29.8
319 Bab 30.1
320 Bab 30.2
321 Bab 30.3
322 Bab 30.4
323 Bab 30.5
324 Bab 30.6
325 Bab 30.7
326 Bab 30.8
327 Bab 31.1
328 Bab 31.2
329 Bab 31.3
330 Bab 31.4
331 Bab 31.5
332 Bab 31.6
333 Bab 31.7
334 Bab 31.8 End
335 Season II : Senandung Rindu (1)
336 Season II : Senandung Rindu (2)
337 Season II: Senandung Rindu (3)
338 Season II: Senandung Rindu (4)
339 Season II: Senandung Rindu (5)
340 Season II: Senandung Rindu (6)
341 Season II: Senandung Rindu (7)
342 Season II: Senandung Rindu (8)
343 Season II: Senandung Rindu (9)
344 Season II: Senandung Rindu (10)
345 Season II: Senandung Rindu (11)
346 Season II: Senandung Rindu (12)
347 Season II: Senandung Rindu (13)
348 Season II: Senandung Rindu (14)
349 Season II: Senandung Rindu (15)
350 Season II : Senandung Rindu (16) End
351 Mengejar Cinta Sang Habib Season II
352 Istri Pengganti: Merebut Calon Suami Sahabatku
Episodes

Updated 352 Episodes

1
Bab 1.1
2
Bab 1.2
3
Bab 1.3
4
Bab 1.4
5
Bab 1.5
6
Bab 2.1
7
Bab 2.2
8
Bab 2.3
9
Bab 2.4
10
Bab 2.5
11
Bab 2.6
12
Bab 2.7
13
Bab 3.1
14
Bab 3.2
15
Bab 3.3
16
Bab 3.4
17
Bab 3.5
18
Bab 3.6
19
Bab 4.1
20
Bab 4.2
21
Bab 4.3
22
Bab 4.4
23
Bab 4.5
24
Bab 4.6
25
Bab 4.7
26
Bab 4.8
27
Bab 4.9
28
Bab 4.10
29
Bab 4.11
30
Bab 5.1
31
Bab 5.2
32
Bab 5.3
33
Bab 5.4
34
Bab 5.5
35
Bab 5.6
36
Bab 5.7
37
Bab 5.8
38
Bab 5.9
39
Bab 5.10
40
Bab 6.1
41
Bab 6.2
42
Bab 6.3
43
Bab 6.4
44
Bab 6.5
45
Bab 6.6
46
Bab 6.7
47
Bab 6.8
48
Bab 6.9
49
Bab 6.10
50
Bab 7.1
51
Bab 7.2
52
Bab 7.3
53
Bab 7.4
54
Bab 7.5
55
Bab 7.6
56
Bab 7.7
57
Bab 7.8
58
Bab 7.9
59
Bab 7.10
60
Bab 7.11
61
Bab 7.12
62
Bab 8.1
63
Bab 8.2
64
Bab 8.3
65
Bab 8.4
66
Bab 8.5
67
Bab 8.6
68
Bab 8.7
69
Bab 8.8
70
Bab 8.9
71
Bab 8.10
72
Bab 9.1
73
Bab 9.2
74
Bab 9.3
75
Bab 9.4
76
Bab 9.5
77
Bab 9.6
78
Bab 9.7
79
Bab 9.8
80
Bab 9.9
81
Bab 9.10
82
Bab 10.1
83
Bab 10.2
84
Bab 10.3
85
Bab 10.4
86
Bab 10.5
87
Bab 10.6
88
Bab 10.7
89
Bab 10.8
90
Bab 10.9
91
Bab 10.10
92
Bab 10.11
93
Bab 10.12
94
Bab 11.1
95
Bab 11.2
96
Bab 11.3
97
Bab 11.4
98
Bab 11.5
99
Bab 11.6
100
Bab 11.7
101
Bab 11.8
102
Bab 11.9
103
Bab 11.10
104
Bab 11.11
105
Bab 11.12
106
Bab 12.1
107
Bab 12.2
108
Bab 12.3
109
Bab 12.4
110
Bab 12.5
111
Bab 12.6
112
Bab 12.7
113
Bab 12.8
114
Bab 12.9
115
Bab 12.10
116
Bab 13.1
117
Bab 13.2
118
Bab 13.3
119
Bab 13.4
120
Bab 13.5
121
Bab 13.6
122
Bab 13.7
123
Bab 13.8
124
Bab 13.9
125
Bab 13.10
126
Bab 13.11
127
Bab 13.12
128
Bab 14.1
129
Bab 14.2
130
Bab 14.3
131
Bab 14.4
132
Bab 14.5
133
Bab 14.6
134
Bab 14.7
135
Bab 14.8
136
Bab 14.9
137
Bab 14.10
138
Bab 15.1
139
Bab 15.2
140
Bab 15.3
141
Bab 15.4
142
Bab 15.5
143
Bab 15.6
144
Bab 15.7
145
Bab 15.8
146
Bab 15.9
147
Bab 15.10
148
Bab 15.11
149
Bab 15.12
150
Bab 15.13
151
Bab 16.1
152
Bab 16.2
153
Bab 16.3
154
Bab 16.4
155
Bab 16.5
156
Bab 16.6
157
Bab 16.7
158
Bab 16.8
159
Bab 16.9
160
Bab 16.10
161
Bab 16.11
162
Bab 16.12
163
Bab 16.13
164
Bab. 16.4
165
Bab 16.15
166
Bab 17.1
167
Bab 17.2
168
Bab 17.3
169
Bab 17.4
170
Bab 17.5
171
Bab 17.6
172
Bab 17.7
173
Bab 17.8
174
Bab 17.9
175
Bab 17.10
176
Bab 17.11
177
Bab 17.12
178
Bab 17.13
179
Bab 17.14
180
Bab 17.15
181
Bab 18.1
182
Bab 18.2
183
Bab 18.3
184
Bab 18.4
185
Bab 18.5
186
Bab 18.6
187
Bab 18.7
188
Bab 18.8
189
Bab 18.9
190
Bab 18.10
191
Bab 18.11
192
Bab 18.12
193
Bab 18.13
194
Bab 18.14
195
Bab 18.15
196
Bab 18.16
197
Bab 18.17
198
Bab 19.1
199
Bab 19.2
200
Bab 19.3
201
Bab 19.4
202
Bab 19.5
203
Bab 19.6
204
Bab 19.7
205
Bab 19.8
206
Bab 19.9
207
Bab 19.10
208
Bab 19.11
209
Bab 19.12
210
Bab 19.13
211
Bab 19.14
212
Bab 19.15
213
Bab 20.1
214
Bab 20.2
215
Bab 20.3
216
Bab 20.4
217
Bab 20.5
218
Bab 20.6
219
Bab 20.7
220
Bab 20.8
221
Bab 20.9
222
Bab 20.10
223
Bab 20.11
224
Bab 20.12
225
Bab 21.1
226
Bab 21.2
227
Bab 21.3
228
Bab 21.4
229
Bab 21.5
230
Bab 21.6
231
Bab 21.7
232
Bab 21.8
233
Bab 21.9
234
Bab 21.10
235
Bab 21.11
236
Bab 21.12
237
Bab 21.13
238
Bab 21. 14
239
Bab 22.1
240
Bab 22.2
241
Bab 22.3
242
Bab 22.4
243
Bab 22.5
244
Bab 22.6
245
Bab 22.7
246
Bab 22.8
247
Bab 22.9
248
Bab 22.10
249
Bab 22.11
250
Bab 22.12
251
Bab 23.1
252
Bab 23.2
253
Bab 23.3
254
Bab 23.4
255
Bab 23.5
256
Bab 23.6
257
Bab 23.7
258
Bab 23.8
259
Bab 23.9
260
Bab 23.10
261
Bab 23.11
262
Bab 23.12
263
Bab 24.1
264
Bab 24.2
265
Bab 24.3
266
Bab 24.4
267
Bab 24.5
268
Bab 24.6
269
Bab 24.7
270
Bab 24.8
271
Bab 24.9
272
Bab 24.10
273
Bab 24.11
274
Bab 24.12
275
Bab 25.1
276
Bab 25.2
277
Bab 25.3
278
Bab 25.4
279
Bab 25.5
280
Bab 26.1
281
Bab 26.2
282
Bab 26.3
283
Bab 26.4
284
Bab 26.5
285
Bab 26.6
286
Bab 26.7
287
Bab 26.8
288
Bab 26.9
289
Bab 26.10
290
Bab 26.11
291
Bab 26.12
292
Bab 26.13
293
Bab 26.14
294
Bab 26.15
295
Bab 26.16
296
Bab 27.1
297
Bab 27.2
298
Bab 27.3
299
Bab 27.4
300
Bab 27.5
301
Bab 27.6
302
Bab 28.1
303
Bab 28.2
304
Bab 28.3
305
Bab 28.4
306
Bab 28.5
307
Bab 28.6
308
Bab 28.7
309
Bab 28.8
310
Bab 28.9
311
29.1
312
Bab 29.2
313
Bab 29.3
314
Bab 29.4
315
Bab 29.5 (Suara Hati Aira)
316
Bab 29.6
317
Bab 29.7
318
Bab 29.8
319
Bab 30.1
320
Bab 30.2
321
Bab 30.3
322
Bab 30.4
323
Bab 30.5
324
Bab 30.6
325
Bab 30.7
326
Bab 30.8
327
Bab 31.1
328
Bab 31.2
329
Bab 31.3
330
Bab 31.4
331
Bab 31.5
332
Bab 31.6
333
Bab 31.7
334
Bab 31.8 End
335
Season II : Senandung Rindu (1)
336
Season II : Senandung Rindu (2)
337
Season II: Senandung Rindu (3)
338
Season II: Senandung Rindu (4)
339
Season II: Senandung Rindu (5)
340
Season II: Senandung Rindu (6)
341
Season II: Senandung Rindu (7)
342
Season II: Senandung Rindu (8)
343
Season II: Senandung Rindu (9)
344
Season II: Senandung Rindu (10)
345
Season II: Senandung Rindu (11)
346
Season II: Senandung Rindu (12)
347
Season II: Senandung Rindu (13)
348
Season II: Senandung Rindu (14)
349
Season II: Senandung Rindu (15)
350
Season II : Senandung Rindu (16) End
351
Mengejar Cinta Sang Habib Season II
352
Istri Pengganti: Merebut Calon Suami Sahabatku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!