Aku sudah muak mendengar pembicaraan mereka. Jadi aku mengambil dompet ku dari dalam tas, mengambil satu juta uang cash dan langsung memberikannya kepada Gadis. Untuk harga dari jawabannya dan sebagai penebus rasa bersalah ku.
"Nih, beli sesuatu di luar sana untuk mengisi perut." Kataku sambil menaruhnya di atas tangan Gadis.
Melihat uang sebanyak satu juta di tangan Gadis, mereka semua yang sempat membicarakan ku langsung melongo. Mereka mungkin tidak menyangka bila aku semurah hati ini. Eits, aku sekarang punya banyak tabungan, 3 kartu ATM yang akan menjamin kehidupan ku depannya jadi aku tidak akan pelit.
"Makanlah. Aku masih punya banyak roti di tanganku." Dira tiba-tiba datang.
Dia memberikan Gadis 2 roti selai kacang dari merk yang sudah tidak asing lagi. Setelah menyerahkan roti itu, Dira menatapku dengan smirk di bibirnya. Seolah sedang mengejekku. Aku balas memelototinya gondok, anak ini suka sekali membuat masalah.
Setelah Dira pergi, aku juga segera pergi ke ranjang ku.
"Ini adalah coklat pengenyang. Setelah meminumnya kamu tidak akan mudah lapar."
Aku tertegun, melirik orang yang berbicara dari sudut mataku. Gisel ternyata juga mendatangi Gadis, dia memberikannya sebotol susu coklat diet dari merk tertentu. Heran, Gisel dan Dira tiba-tiba memberikan Gadis apa yang mereka sukai. Mungkin karena apa yang dikatakan Siti telah membuat mereka kesal seperti ku.
"Wah, kamu sekarang kaya, Gadis." Siti melihat takjub uang dan barang-barang di depan Gadis.
Gadis sempat menolak mereka tapi Dira dan Gisel bersikeras tidak apa-apa jadi dia dengan penuh syukur berterima kasih. Setelah berbicara dengan Dira dan Gisel, dia mendatangiku.
"Jangan menolaknya, ini adalah janjiku. Jika kamu menolaknya maka singkirkan hidungmu dari pandangan ku besok." Kataku bodo amat, berbaring di atas ranjang sambil menarik selimut hangat ku.
Gadis tidak mengatakan apa-apa pada awalnya tapi dia tidak menyingkir. Aku tidak mau tahu dan tidur sambil membelakanginya, berpura-pura tidur.
"Aish... terima kasih...uang ini sangat banyak." Perlahan ku dengar suara isak tangis tertahannya.
Aku kaget mendengarnya menangis. Jadi aku segera berbalik menghadapnya.
"Ini bukan apa-apa." Kataku aneh.
Dia mengusap air matanya sambil menggenggam erat uang di tangannya.
"Ini sangat banyak... sangat banyak..." Katanya terlihat malu.
Aku terdiam mendengar perkataannya. Jujur aku bingung menghadapi situasi ini. Setelah berpikir sebentar aku akhirnya mengalihkan perhatiannya.
"Em, aku ingin bertanya lagi." Kataku murni penasaran.
Dia menggelengkan kepalanya,"Jika Aish membayar lagi, aku tidak akan menjawab."
Aku memutar bola mataku heran,"Ini gratis."
"Ini...apa kamu tahu habib Thalib?" Tanyaku ragu-ragu.
Dia menatapku dengan mata cerah. Tangisannya tadi entah kemana menguap. Reaksi ini terlalu berlebihan. Apakah habib Thalib sangat luar biasa seperti yang orang-orang itu katakan?
"Habib Thalib adalah pengurus pondok, Aish. Dia baru 6 bulan yang lalu pulang dari Mesir dan kini ikut mengajar di pondok pesantren. Habib Thalib adalah orang yang sangat baik dan ramah, Aish. Bila ada santri yang bertanya di luar waktu mengajar, dia selalu akan menjawabnya dengan serius dan sabar. Selain memiliki ilmu yang berlimpah dan suka menyebarkannya, habib Thalib juga memiliki paras yang tampan. Dia adalah orang yang sangat suka tersenyum dan memiliki akhlak yang baik. Pokonya habib Thalib adalah panutan kami semua. Em, menurut ku mungkin habib Thalib adalah laki-laki yang paling tampan di pondok pesantren ini. Tapi meskipun begitu dia selalu rendah hati, tidak suka terlalu dekat dengan lawan jenis dan menghormati kita. Jadi tidak heran bila banyak santriwati ataupun ustazah yang memendam rasa kepadanya. Bahkan aku dengar-dengar sudah ada beberapa santriwati dan ustazah yang mengirimkan proposal kepadanya tapi sampai dengan hari ini aku tidak pernah mendengar habib Thalib merespon salah satu proposal."
Suka tersenyum, tampan, ramah, memiliki akhlak yang baik...semua ini mengingatkan ku pada kak Khalid. Karena kak Khalid juga selalu tersenyum, dia sangat tampan, dan memiliki akhlak yang baik serta ramah kepada siapapun. Ini... bukankah terlalu kebetulan?
Panggilan yang sama, karakter yang sama, apa habib Thalib dan kak Khalid adalah orang yang sama?
"Apakah habib Thalib orangnya tinggi?" Tanyaku menahan diri.
Gadis tersenyum lebar,"Dia memiliki badan yang tinggi, kulit putih bersih, dan ada tahi lalat kecil di sudut mata kanannya."
Deg
Ini... benar-benar dia! Mungkin habib Thalib dan kak Khalid adalah orang yang sama karena kak Khalid juga memiliki tahi lalat kecil di sudut mata kanannya.
"Aku ingin bertemu dengannya. Apakah aku bisa melihatnya-"
"Assalamualaikum."
Kata-kata ku terpotong oleh salam seseorang.
"Waalaikumussalam, ustazah." Ternyata yang datang adalah seorang ustazah tapi aku tidak mengenalnya.
Aku ingin lanjut bertanya tapi ustazah itu tiba-tiba memanggil namaku.
"Apa di sini ada yang bernama Aisha Rumaisha?"
Itu adalah namaku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 352 Episodes
Comments
Widyawulandarii Widi
nm yg cantik aisya rumaisya
2024-01-22
0
#ayu.kurniaa_
.
2023-05-18
0
Pipit Sopiah
makin penasaran
2023-02-25
0