Bab 18

"Tolong... tolong... tolong aku... "

Tetiba Markisa mendengar suara rintihan seseorang yang dikenalinya. Tapi, apa itu benar suara suaminya? Tidak mau menerka nerka, Markisa pun ingin memastikannya.

Dalam rasa penasarannya, Markisa pun mencari cari suara pria yang menjerit jerit meminta tolong itu.

Tapi, sejauh kaki naked itu berjalan, dengan mata terus memutar mutar di dalam cahaya remang remang itu, ia tetap tidak melihat orang yang meminta tolong.

"Di mana yah suara itu berasal?" Gumam Markisa merasa bingung, karena suara itu hilang, dan kembali timbul begitu saja.

"Tolong... tolong aku... "

Suara itu kembali terdengar dalam pendengaran Markisa.

"Iya... aku mendengar mu. Tapi... kamu di sebelah mana? Aku nggak bisa melihatmu."

Markisa terlihat bingung. ia terus berjalan kesana kemari, mencari-cari suara rintihan yang begitu sangat menyayat hatinya.

Sekian menit lamanya Markisa berjalan mondar mandir dalam mencari suara itu. Akhirnya dari kejauhan, ia pun melihat seorang laki-laki yang terikat kaki serta tangannya menggunakan rantai.

"Siapa laki-laki yang terikat itu? Kasihan sekali dia. Aku harus kesana untuk membantu melepaskan belenggu rantai yang sedang mengikat kaki dan tangannya."

Setelah bergumam, Markisa pun berlalu cepat langsung berlari ke arah laki-laki itu. Alangkah terkejutnya, setelah berada tepat di depan laki-laki yang sedang terikat itu.

"Kak Roy... " gumam Markisa shock.

"Sayang tolong aku... tolong lepaskan ikatan rantai yang ada pada tangan, serta kaki kakak."

"Iya kak, Kakak tenanglah. Aku akan kesana untuk melepaskan ikatan itu."

Dengan perasaan kalut, karena melihat suaminya sedang terikat. Markisa pun langsung berlalu pergi menghampiri Royco.

Namun, tetiba tubuhnya langsung terpental dan jatuh menyentuh tanah, ternyata ada dinding ghaib yang tak kasat mata sedang mengurung Royco di dalamnya.

"Auw, sakit sekali!" Markisa pun langsung meringis kesakitan.

"Sayang... " teriak Royco saat melihat Markisa terpental jatuh ke tanah, akibat menabrak dinding tak kasat mata itu.

"Haahaaha... haa haa... jangan harap kamu bisa melepaskan suami mu dari jerat ku, wanita lemah."

Dengan tiba-tiba saja muncul sosok tinggi besar yang sangat menyeramkan, hadir di tengah-tengah Markisa dan Royco.

Sontak mereka berdua pun langsung terkesiap kaget, saat sosok seram itu muncul dihadapannya.

"Si--si--siapa Kamu? Kenapa kamu menahan suami ku?" Dengan tergagap Markisa pun bertanya pada sosok menyeramkan itu.

Sementara Royco terlihat meronta-ronta, mencoba lepas dari belenggu rantai yang mengikatnya. ia merasa sangat takut, takut kalau Makhluk tinggi besar itu akan menyakiti Markisa.

"Makhluk jelek! Awas yah kalau kamu sampai menyentuh istriku," maki Royco disertai ancam ke sosok tinggi besar itu.

"Hahaha... " sosok itu hanya tertawa ejek saat Royco mengancamnya.

"Tolong lepaskan suami ku. Salah apa dia terhadap mu, sehingga kamu sampai membelenggunya?" Dengan memohon Markisa pun menanyakan salah sang suami pada sosok itu.

"Aku hanya menjalankan tugas dari majikan ku, untuk menahan sukmanya di tempat ini. Jadi jika kamu ingin sukma suami mu bebas, minta ijinlah dulu sama majikan ku. Baru aku bisa bebaskan sukma suami mu ini," Terang sosok itu setelahnya ia pun langsung berlalu pergi dengan menghilang begitu saja dari hadapan Markisa.

"Tunggu!" Seru Markisa mencoba menahan Sosok itu pergi. Namun, sosok itu sudah ke buru kabur dari hadapan Markisa.

"Sayang... " lirih Royco memelas.

"Iya, Kak. Kakak tunggu yah, aku pasti akan berusaha sekuat tenaga membantu kakak keluar dari tempat ini. Kakak yang sabar yah."

Bola mata Markisa pun langsung berkaca-kaca, saat dirinya merasa tak berdaya dalam membantu sang suami lepas dari belenggu rantai itu.

Masih penasaran dangan pembatas goib yang membuatnya terpental tadi, Markisa pun mencobanya kembali menerobosnya

Namun... Duagh...

Ia kembali terjatuh keras ke tanah.

"Aaarg....Sakit...!" Pekik Markisa yang sebenarnya langsung merasa bingung, saat melihat lantai yang menjadi tempat tumpuannya terjatuh.

"Kok lantai? Bukankah tadi aku terjatuh ke tanah? Oh iya, Kak Roy kan...?"

Markisa bergegas bangun dari jatuhnya untuk mencari Royco. Ia pun langsung bisa bernafas lega, setelah melihat Royco masih terlelap di tempat tidurnya.

"Syukurlah... ternyata ini hanya mimpi?" Gumamnya seraya mengelus dadanya.

Berangsur, ia pun kembali merangkak naik ke atas ranjangnya, seraya mendekat menghampiri Royco yang masih tertidur.

"Kak Roy, tadi aku bermimpi buruk, semoga mimpi ku itu tak pertanda sial bagi kak Roy. Aku sangat mencintaimu, kak." Markisa berbicara sendiri. Setelahnya, ia pun mencium kening sang suami penuh sayang.

Sejenak Markisa langsung terdiam, dalam hatinya langsung bertanya-tanya soal mimpi yang baru dialaminya. Bertanda apakah mimpinya itu? Baik atau buruk. Markisa hanya bisa berharap kalau mimpi nya itu bukan firasat buruk.

Tak mau berlama-lama larut memikirkan tentang mimpinya itu, Markisa lantas menyeret tubuhnya turun dari ranjang. Dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.

Namun, tanpa Markisa sadari. Sosok tinggi besar yang ada dalam mimpinya itu, terlihat bangun dari raga Royco. Sosok itu lantas pergi mengikuti langkah Markisa yang masuk ke dalam kamar mandi.

Tak di sangka tak di duga. Sosok tinggi besar itu ternyata langsung horny, begitu matanya melihat Markisa yang sedang memelorotkan celananya untuk membuang air kecil.

"Ahhh... mulus juga paha perempuan ini! Boleh dong aku merasakan kenikmatan tubuhnya."

Sosok tinggi besar itu tak henti-hentinya menatap keindahan paha mulus milik Markisa, saat Markisa sedang duduk di atas closed untuk membuang air kecil.

"Aku harus kembali masuk ke dalam raga laki-laki itu, agar nanti aku bisa dengan mudah merasakan kemolekan tubuh wanita itu," gumam sosok tinggi besar itu, yang kemudian langsung berlalu pergi dan dengan cepat masuk kembali ke dalam raga Royco yang kosong, karena dengan sengaja sukma Royco di tahan oleh sosok tinggi besar itu.

Setelah selesai membuang air kecil, Markisa pun kembali melangkah menuju ranjang nya. Namun dirinya sontak terkejut, saat melihat Royco sudah tidur terlentang.

Dengan tubuh yang sedikitpun tak tertutup oleh benang, yang bagian intinya terlihat sudah mengacung sangat tegak. Seakan inti itu melambai-lambai Markisa untuk segera memainkannya.

"Astaga! Apa-apaan sih kak? Apa yang akan kakak lakukan dengan membuka seluruh pakaian itu?" Tanya Markisa dengan tersipu malu saat matanya, melihat sang suami sedang tidur terlentang dengan inti yang berdiri tegak seraya berkedut kedut.

Namun, Royco hanya terdiam dengan tangan yang menunjuk ke arah intinya. Seakan-akan menyuruh Markisa untuk segera memainkan inti tersebut.

Markisa pun mengerti apa yang diinginkan oleh Royco. Dan Tanpa pikir panjang lagi, ia pun langsung merangkak naik di atas bed itu untuk menghampiri Royco.

"Kakak ingin melakukan itu?" Tanya Markisa memastikan.

Royco hanya mengangguk iya.

Terpopuler

Comments

permana2579

permana2579

mistis erotis 😁👍🏻

2022-09-08

0

❥➻📴

❥➻📴

ini ceritanya jd berbau2 mistis y kak 😁

2022-09-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!