Bab 8

Royco yang tidak sengaja mencakar daging dada Madu sehingga terluka gores memanjang akan bekas kukunya itu, segera pulang ke rumah.

Ia berkeringat dingin dengan detak jantung bergerumuh resah.

"Ah...kenapa aku bisa melukainya? Sungguh, itu sangat di luar kesengajaan ku." Royco bertutur pada dirinya sendiri.

"Lho, Kak Roy! Kok pulang cepat?" Markisa yang baru keluar dari kamar, terkujut melihat sang suami yang terkesan ngos ngosan yang duduk bersender di sofa itu. Ia pun akhirnya duduk di dekat suaminya dan menatap penuh tanya wajah pucat pria tampan itu.

"Aku harus jawab apa pada Markisa? Apakah aku harus jujur saja tentang binalnya sang ibunya itu?" batin Royco berpikir panjang yang mana keputusan apa yang akan di ambilnya.

Inhale, Exhale. Huft....Baiklah, ia akan jujur saja. Percaya tidak percaya Markisa kepadanya, maka itu soal nanti. Terpenting, jujur adalah pondasi atau kunci terbaik dalam keharmonisan rumah tangga.

"Kakak pucat sekali! Nggak enak badan, ya?"

Markisa membuat Royco terkejut dan tidak sengaja menjawab, "Iya, Dek."

"Pantas saja. Ya sudah, Kakak istirahat saja. Aku ambilkan makan dan obat."

Markisa pun dengan perhatian, segera melakukan tugasnya. Meninggalkan Royco yang masih bersender gelisah di punggung sofa itu.

Namun, baru dua langkah Markisa memijakan kakinya pergi. Royco tetiba memanggilnya.

"Sayang!"

Sontak Markisa pun langsung menghentikan langkahnya, kemudian tersenyum menoleh kearah suaminya lalu ia pun berkata, "Iya kak."

"Duduk lah sebentar, ada hal penting yang ingin aku katakan padamu," pinta Royco, yang membuat Markisa kembali menghampiri dan langsung duduk lagi di dekatnya.

"Hal penting apa yang ingin, kak Roy sampaikan kepadaku?" tanya Markisa langsung menggenggam penuh cinta tangan Royco.

Sejenak Royco memandangi wajah cantik istrinya, sebelum dirinya mengungkapkan tentang kelakukan Ibu mertua yang terkesan binal kepadanya.

Namun, tetiba keinginan kuat untuk menceritakan kelakuan buruk sang Ibu yang baru saja ia alami, itu sirna saat Royco melihat wajah lugu istrinya.

Rasa keragu-raguan pun kembali melanda hati gusarnya, karena takut membuat Markisa sedih, atau tidak percaya sehingga berujung marah kepadanya.

Sementara Markisa, masih setia dalam menunggu kata demi kata yang akan Royco ucapkan. Dalam hati kecilnya ada rasa penasaran akan hal penting yang ingin suaminya itu sampaikan.

"Eheem." Markisa pun sengaja berdehem, saat melihat suaminya yang malah melamun. Sementara dirinya masih dengan setia menunggu, sudah tidak sabar ingin segera mendengar kata yang ingin Royco sampaikan kepadanya.

"I--iya, Dek, maaf. Aku gagal fokus saat melihat wajah cantikmu." Royco berkelit, yang sebenarnya ia ragu untuk menceritakan kelakuan buruk dari Madu.

"Hmmm, jangan mengalihkan pembicaraan dengan memuji wajah istrimu kak. Aku tahu kak Roy ini sedang gelisah. Sepertinya, kak Roy sedang menyimpan suatu masalah? Ayo cerita dong! Mana tau dengan cerita ke aku, beban masalah kakak menjadi ringan." Terang Markisa.

"Sebenarnya... sebenarnya... " Royco menjeda, karena masih belum berani menceritakan keburukan Ibu mertuanya di depan Markisa.

"Sebenarnya apa dong kak? Kenapa hanya sebenarnya terus yang kak Roy katakan?" Markisa yang semakin dibuat penasaran, akhirnya terus mencecar Royco.

"Sebenarnya aku minta diantar ke kamar oleh mu, sayang. Aku mau istirahat, karena semua badan-badan ini terasa pegal,"bohong Royco dengan kepala itu ia langsung tertunduk merasa bersalah. yang sengaja tidak mau menceritakan keburukan Madu, karena tidak mau melihat wajah ceria Markisa nanti mendadak lesu.

"Itu saja... ?" Tanya Markisa dengan bola mata terpancar penuh selidik, yang langsung dijawab oleh Royco dengan anggukan setuju dengan kepalanya.

"Kak Roy yakin? Nggak ada hal penting yang sedang kak Roy sembunyikan dari aku?" Cecar Markisa memastikan.

Royco pun hanya terdiam, terlihat kepalanya saja yang menggeleng, yang menandakan tidak ada hal yang sedang ia sembunyikan dari Markisa.

"Huuuuft," Markisa hanya mampu membuang nafas kasarnya. Sepertinya dirinya sedikit kecewa oleh Royco, yang menurutnya ada masalah yang sedang suaminya itu sembunyikan darinya.

Namun, Markisa positif tingkin saja. Mungkin suaminya itu belum siap menceritakan hal itu kepadanya, karena sebenarnya Markisa melihat pada diri Royco sedang menyembunyikan suatu hal darinya.

"Yaudah, ayo aku antar kak Roy masuk kamar untuk beristirahat." Ucap Markisa yang langsung bangun dari duduknya dan langsung merangkul tubuh Royco yang lelah pergi menuju kamar.

...****...

Disisi lain...

Madu yang terkena sedikit cakaran oleh tangan Royco dibagian dadanya, kini sedang mendapatkan perawatan dari dokter yang sedang menanganinya.

Madu masih sangat kesal dengan perlakuan Royco, yang menolak untuk diajak bersenang-senang bersamanya.

'Cinta di tolak dukung bertindak, Madu!' bisikan ghoib tetiba terdengar sangat jelas di telinga Madu.

Sehingga dengan sangat mudahnya, bisikan itu mampu mempengaruhi pikiran waras Madu, karena jurus paha yang sempat ia gunakan untuk menggoda Royco, tak juga mampu menggoyahkan keteguhan cinta yang dimiliki Royco untuk istri tercintanya yaitu Markisa.

"Baiklah, mulai detik ini aku akan meminta bantuan ghoib dari seorang mbah dukun. Mungkin dengan meminta bantuan darinya, Royco akan takluk dan bersedia menuruti segala keinginanku, termasuk menjadi pemuas ku kembali. Lihat lah Roy, jalan baru yang akan aku tempuh demi bisa mendapatkan mu kembali. Haaa... haa... ha." Batin Madu dengan bibir itu menyeringai devil.

"Sudah selesai Bu. Ibu bisa langsung kembali pulang, karena Ibu tidak mengalami luka serius akibat cakaran itu." Seorang dokter wanita yang terlihat sudah selesai memasang perban pada luka Madu berhasil mengejutkan Madu dari lamunannya.

"Makasih dok, apa benar saya bisa langsung pulang?" Tanya Madu memastikan, yang terlihat langsung menyeret tubuhnya untuk duduk.

"Benar Bu. saat ini juga, Ibu bisa langsung pulang kok. Ibu hanya mengalami luka ringan saja." Terang sang dokter itu, mencoba menyakinkan Madu.

Madu pun terlihat berdiam untuk sesaat, otaknya menerawang jauh memikirkan tentang kemana dia akan pergi mencari seorang dukun sakti untuk membuat Royco takluk.

"Kalau begitu saya pamit pergi yah Bu, soalnya masih banyak pasien, yang sedang membutuhkan penanganan dari saya." Pamit sang dokter yang langsung membuyarkan lamunan Madu kembali.

"Tunggu dulu dok! Apa boleh saya sedikit bertanya kepada dokter?" Cegah Madu dengan pertanyaan yang akan ia ucapkan.

"Boleh. Bertanya saja, nggak usah ragu-ragu," ucap dokter yang bersedia.

Madu pun langsung beranjak turun, dan pergi sedikit mengikis jaraknya dengan sang dokter.

"Dokter tahu nggak? Tempat dukun sakti?" Tanya Madu, sontak membuat sang dokter dan seorang perawat langsung terkesiap kaget ketika mendengarnya.

Seketika itu juga sang dokter ingin tertawa terbahak-bahak, namun, karena demi menjaga perasaan pasiennya, diapun memilih untuk menahan tawa nya saja.

"Maaf Bu, hal begituan saya tidak tahu. Sekali lagi saya minta Maaf yah Bu, saya harus pamit dengan segera." Terang sang dokter, yang kemudian langsung melangkah pergi.

Sementara seorang perawatnya, terlihat bergeming dari tempatnya saat sang Dokter itu pergi. Sepertinya ada hal yang ingin disampaikannya kepada Madu oleh perawat itu.

"Ibu mencari dukun sakti?" Tanya perawat itu, seraya memeluk sebuah kertas medis di dadanya.

Madu pun mengangguk iya, meskipun dengan sedikit heran, saat perawat itu menanyakan keniatan Madu.

"Saya tahu tempat dukun sakti itu, kalau Ibu mau, saat ini juga saya bisa mengantar Ibu ke sana." Ucap perawat itu.

"Oh, dengan senang hati, Sus. Saya mau diantarkan ke tempat dukun sakti itu," ucap Madu yang terlihat senang, saat suster itu mau bersedia mengantarnya pergi ke rumah dukun sakti.

Terpopuler

Comments

Virushe Aira

Virushe Aira

cinta ditolak mbah dukun beraksi

2022-09-29

1

Nova

Nova

🤣🤣🤣🤣😂😂😂😆😆 sumpe dechhhh.... ngakak gw sama loe madu.... sampe nyari dukun loe... demi mendptkan anaconda si royco

2022-09-23

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!