Teng... teng... teng.
Dentuman suara dari jam gadang, yang berdiri tegak tak jauh dari kediaman rumah Madu. Itu terdengar menghiasi kesunyian di tengah malam hari.
Madu dengan tak berpakaian, sedang duduk di atas bed miliknya, menunggu kedatangan Royco untuk memasuki kamarnya.
Ceklek...
Tak lama pintu kamar Madu pun terbuka. Nampak Royco lah yang membuka pintu kamar itu. Terlihat Royco berdiri di ambang pintu kamar Madu, dalam keadaan diam dengan tatapan yang masih terlihat kosong.
"Akhirnya kamu datang juga, Sayang," gumam Madu dengan senyum jumawa terpatri di bibirnya.
Madu langsung bangun dari duduknya, dan melangkah pergi untuk menghampiri Royco, yang masih berdiri diambang pintu kamar itu.
"Ayo masuk, Sayang. Sudah lama aku menunggu kedatangan mu di kamar milik ku ini," titah Madu dengan tangan itu menggandeng tangan Royco, lalu berjalan menuju ranjang panas miliknya.
Royco nurut bak kucing Manis, saat Madu memintanya masuk ke dalam kamar, karena sejatinya dirinya dalam keadaan tidak sadar akibat tuah susuk keris yang sedang dipakai oleh Madu.
"Sebentar yah, Sayang! Terlebih dahulu, aku akan pergi untuk mengunci pintu kamar ini, sebab aku nggak mau jika ditengah-tengan permainan kita nanti, ada orang yang akan mengganggu kesenangan kita. Kamu duduk lah dulu di atas bed ini," terang Madu dengan tangannya menuntun Royco duduk.
Seperti biasanya, Royco hanya menganggukan kepalanya iya, untuk mewakili jawaban setujunya.
Ceklek... Ceklek...
Madu langsung mengunci pintu kamarnya rapat-rapat. Setelahnya ia pun berjalan menghampiri Royco yang sedang duduk diam di atas Bed.
"Ayo, Sayang! Kita mulai saja permainan ini," pinta Madu seraya tangannya membantu melepaskan kaos oblong yang Royco pakai.
Royco hanya diam pasrah, saat Madu melepaskan kaos itu dari tubuhnya.
Dengan tatapan yang nakal, tangan Madu pun langsung menyapu penuh lembut dada bidang milik Royco, saat kaos itu berhasil ia lepas dari tubuh menantunya itu.
"Aku sangat merindukan hal ini dari mu, Roy," bisik manja Madu ke telinga Royco, dengan tangan lembutnya yang tak henti-hentinya terus bermain di bagian dada Royco.
Blukk...
Dengan sangat agresifnya, Madu langsung menenggelamkan wajah Royco di antara kedua bukit kembar yang besar dan masih padat miliknya itu, seakan menuntun Royco untuk memainkan kedua bongkahan itu.
"Uhhh! Yes, Baby... " lenguh Madu yang begitu sangat meresapi, setiap inci bagian dada nya disesap dan di sapu oleh lidah Royco.
Terlihat tangan Madu menjambak-jambak lembut rambut milik Royco, saat kedua bongkahan kembarnya dengan lahapnya dimainkan oleh menantunya.
Dan dengan agresifnya, Madu kembali menuntun Royco berdiri. Madu pun langsung berjongkok indah di hadapan Royco. Dan dengan sangat liar, Madu langsung memelorotkan celana kolor yang di pakai oleh Royco sekaligus dengan kain sempaknya juga.
Tuing...
Dengan berkedut-kedut, nampak pusaka yang berurat-urat Milik Royco, itu mengacung sombong di depan wajah Madu.
Madu pun langsung tersenyum nakal melihat pusaka menantunya itu. Pusaka yang baru lagi dilihatnya setelah bertahun-tahun lamanya.
kini pusaka yang berurat itu, sedang berkedut-kedut dihadapannya, bahkan pusaka itu seakan melambainya untuk segera diurut dan disesapnya.
"Kamu nakal yah! Kenapa kamu terus bersembunyi dari penglihatan ku? Dan kenapa kamu bersikap sok jual mahal terhadap keintiman ku? Padahal 'kan, keintiman ku sudah sangat lama merindukan mu. Keintiman ku, ingin kembali di tusuk-tusuk oleh mu. huu dasar! Awas yah, sebentar lagi Aku akan membawa mu masuk kedalam keintiman ku, akan ku jepit kamu didalam sana sampai kamu munta-munta," racau Madu penuh konyol terhadap pusaka Milik Royco.
Chups... chups... chups.
Dengan sangat lahapnya Madu langsung memberikan ciumannya, ke sekeling pusaka milik Royco. Bahkan dari ujung kepalanya sampai ke bagian pangkalnya, lidah Madu terus menyapu pusaka berurat itu dengan lahapnya.
"Klokk... klokk... ahhh... "
Madu yang terus melahap pusaka itu masuk kedalam mulutnya. Sesekali juga ia pun mengeluarkan pusaka itu untuk mengambil nafas. Dan dengan tangan lembutnya pusaka itu sesekali ia urut penuh liar.
Royco layaknya seperti boneka yang berwujud manusia, karenanya ia pun terlihat diam saja saat Madu beberapa kali memainkan anggota tubuhnya untuk memuaskan hasrat terlarangnya.
Entah kenapa dari tadi Royco hanya terdiam pasrah, pandangannya yang terlihat kosong itu, seakan memberitahukan kalau yang sedang berbuat zina itu bukanlah dirinya. Melainkan makhluk lain yang menyerupai wajah Royco.
Gedubrak...
Dengan sengaja, Madu langsung mendorong tubuh Royco hingga jatuh terlentang di atas Bed. Dan dengan cepat dirinya langsung merangkak naik ke atas tubuh Royco. Perlahan pula, tangan lembutnya menuntun pusaka Milik Royco masuk kedalam intinya.
Slebb ahhh... sensasi hangat disertai kedutan terasa didalam sana.
"Roy, bersiaplah. Aku akan bergoyang, seraya menari-nari dengan indah di atas tubuh mu. Aku ingin mendapat titik puncak ku dengan itu," ucap Madu yang kemudian langsung menggoyangkan panggulnya, layaknya sebuah biduan yang sedang mencari saweran atas goyangan yang super duper hot.
"Ahhh... ahhh... yes baby. Enak sayang!" Lirih Madu dengan suara laknatnya, yang tanpa sadar terucap dari mulutnya.
Madu dengan sangat liarnya, terus bergoyang dan memacu mencari titik puncak yang telah didambanya dari Royco.
"Hhmmmm... ahhh... yes," Madu yang mengatur ritme goyangannya, mencoba memperlambat pacunya, seraya mer*ms bongkahan dadanya sendiri dengan dua tangan lembutnya. Dan terlihat juga, ujung bibir yang sensual itu ia gigit-gigit sendiri.
"Ahhh... ahhh... "
Madu yang kembali memacu goyangannya dengan sangat cepat, berharap bisa mencapai puncaknya.
"Roy... enak sekali! Sudah sangat lama aku nggak merasakan ini dari mu, Roy."
Madu terus meracau, seraya semakin cepat menggoyangkan panggulnya menari indah di atas tubuh Royco yang pasrah itu.
"Ahhh... ahhh, yesssss Roy. Aku... aku... aku mau sampai, Roy. Arrrgh... arrrgh... arrrgh," Madu yang telah sampai puncak itu, terlihat menekan panggulnya kuat-kuat seraya memperlambat gerak goyangannya.
"Roy, aku sudah sampai. Makasih yah telah memberikan kepuasan yang aku inginkan."
Madu pun langsung menjatuhkan tubuhnya tepat disamping tubuh polos Royco, seraya mengatur nafasnya yang ngos-ngosan, ia pun memiringkan tubuhnya mengadap ke Royco.
"Roy, apakah pusaka Milik mu tidak ingin mengeluarkan laharnya? Jika pusaka mu ingin memuntahkan lahar putihnya, aku siap kok membuka kedua jenjang kaki ku untuk kamu, " Tanya Madu seraya menatap dalam-dalam wajah menantunya. Dan dengan tangannya yang lembut, ia pun terus meraba pusaka Royco yang sedang berkedut-kedut.
Royco hanya diam, tak menggubris sedikitpun perkataan dari Madu. Ia lebih memilih untuk meraih kembali semua pakaian yang terlepas dari tubuhnya.
Hingga akhirnya Royco pun kembali memakai pakaian itu, dan langsung berlalu pergi keluar dari kamar Madu.
Madu yang sudah mendapatkan apa yang diinginkannya itu, lebih memilih membiarkan Royco pergi tanpa harus capek-capek menahannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
permana2579
sama patung aja 😆
2022-09-04
2
❥➻📴
lagian apa enaknya b3rcint@ sama org yg kena sirep guna2 sama aja maen sama patung cuma cape sendiri nikmatin sendiri lawannya ga menikmati percuma madu 🤣
2022-09-04
2