Bab 3

"Ma-maaf, Nyonya."

Seorang wanita ART di rumah Madu, tergagap. Ia tidak sengaja melihat Royco dan Madu yang sedang berpelukan.

Jelas, Madu merasa terganggu oleh ARTnya. Gara-gara kedatangannya yang tidak tepat, Royco jadinya lepas malam ini dari godaannya.

Royco berlalu cepat dari Mertua dan ART itu. Dalam hatinya, ia merasa tertolong oleh kedatangan Bi Nani, ART yang baru berkepala tiga puluhan umur nya.

Sedang Madu, ia berdiri kesal pada ART nya yang menunduk takut padanya.

"Bi Nani, kalau masih ingin gaji dan pekerjaan dariku, maka kejadian tadi jangan sampai terbongkar ke Markisa. Paham!" Madu mengintimidasi ARTnya.

"I-iya, Nyonya. Saya akan tutup mata dan telinga. Apapun yang bukan urusan saya maka saya tidak akan bertingkah," sahut ART itu dengan tergagap.

"Bagus! Itu lebih baik. Karena ingat... kalau Markisa sampai tahu, maka keluargamu di kampung tidak akan dapat uang bulan ini dari saya."

Setelah mengancam, Madu pun berlalu pergi dari dapur itu.

"Ini adalah rumah ku! Jadi, segela sesuatu di dalamnya adalah milikku, termasuk menantu bin mantan brondong ku. Dan akan menjadi pemuas ku kembali. Lihat saja nanti!"

Otak jernih Madu sudah di selimuti bisikan setan yang hanya peduli pada hasrat terlarangnya saja, tanpa peduli dengan perasaan Markisa kalau sewaktu waktu terbongkar kebiasaan buruknya.

Gubrakk...

Setelah sampai ke kamarnya, Madu pun menutup daun pintu dengan sangat kasar karena, merasa kesal Royco berhasil lepas dari pelukannya.

Dengan menunjukan rasa frustasinya, Madu langsung membanting tubuhnya ke atas bed. Tidur terlentang menghadap langit langit kamarnya.

Pikirannya menerawang jauh, otak jernih nan pintarnya dalam menyangkut pekerjaan, kini sangat buta nan gelap yang selalu di hantui nama Royco dan hasrat memuncaknya untuk menantunya itu.

Terbesit, puzzle demi puzzle kebersamannya bersama Royco, ketika beberapa kali memadu cinta bersamanya.

"Ah, shiit! Tubuhku malah panas dingin sendiri!" Madu mengerang kesal. Bisa bahaya nanti bagi kewanitaannya yang mulai berkedut karena fantasinya di waktu itu bersama Royco menari nari di otaknya yang sudah terkontaminasi diri sendiri.

Akan hal itu, Madu memaksa tidur matanya yang sebenarnya belum ngantuk. Tetapi, beberapa menit kemudian matanya sudah mulai berat dan akhirnya terpulas. Namun sialnya, rasa penasaran akan Royco yang begitu menggebu-gebu, membuat Madu sampai kebawa mimpi.

Dalam mimpinya, mata Madu disuguhkan sebuah ranjang yang dilengkapi kelambu putih yang menjuntai apik, dengan beberapa bunga bunga khas seperti kamar pengantin.

Lebih lebih, di sudut sudut kamar terlihat lilin lilin cantik menerangi kamar yang lampunya sengaja diremang-remangkan. Satu kata untuk kamar yang entah milik siapa itu, yaitu ROMANTIS.

"Wow... kamar siapa ini? Dan bayangan orang itu, siapa yang ada di dalam ranjang itu?" Madu yang terkagum-kagum, dan penasaran tentang sosok bayangan yang nampak dibalik tirai kelambu segera melangkah. Mengikis jarak ke ranjang tersebut. Lalu menghela kelambu itu, sehingga orang yang ada di dalamnya terlihat sudah oleh penglihatannya.

"Royco... ?" Madu terkejut dengan bola mata itu langsung membulat tertuju pada inti tubuh Royco yang sudah mengacung sombong.

Royco pun kini sedang melambainya untuk naik ke kasur.

Bagai kerbau yang dicucuk hidungnya, Madu segera saja menurut tanpa canggung duduk di sisi Royco yang berpose seksi tanpa menggunakan sehelai busana pun. Inilah yang diinginkan oleh Madu. Bercumbu mesra bersama Pria yang didamba-dambanya. Main sampai pagi, siang, sore dan lanjut malam lagi ya hayo. Madu akan rela melebarkan kedua jenjang kakinya demi bisa Royco tusuk-tusuk kewanitaannya.

"Roy, hal inilah yang aku tunggu-tunggu darimu. Sekarang puas kan aku Roy, agar rasa dahagaku akan cumbuan mesramu terhapuskan." Pinta Madu seraya tangan nakal itu, meraba lembut dada bidang milik Royco.

Royco pun langsung tersenyum seraya tangan itu memegang kedua bahu Madu, untuk menuntunnya agar duduknya saling menghadap.

"Kamu sudah siap untuk aku puaskan, Madu?" Tanya Royco dengan tangan itu masih memegang kedua bahunya.

Madu langsung mengangguk setuju, dengan mata itu terlihat berharap sekali, dan dia pun langsung berkata kepada Royco, "Seratus persen aku sudah sangat siap Roy, karena 'punyaku' hanya untuk kamu seorang."

Setelah itu Madu langsung memejamkan kedua matanya, seraya memasang bibir sensualnya untuk Royco pagut. Siap empat lima!

Royco pun langsung menyentuh lembut tengkuk Madu, sehingga membuat Madu terlihat menggeliat, karena seketika itu hasrat kewanitaannya langsung memuncak. Oleh sebab itu, mulutnya reflek langsung mengerang lirih. "Ahhh...hmmmpt..."

Melihat Madu siap dengan posenya, Royco mulai mendekatkan bibirnya dengan bibir Madu. Setelah itu, Royco tanpa ragu langsung memagut bibir itu,

hingga mereka berdua pun saling bertukar saliva.

Sambil terus membelit lidah, dengan perlahan Royco menuntun tubuh Madu hingga terbaring terlentang di atas bed.

Chups... chups... chups...

Dengan penuh rakusnya, mereka berdua terus bertukar saliva. Terlihat juga tangan Royco memainkan gundukan kenyal, kokek kokek balonku ada dua itu yang menempel di dada Madu.

"Ahhh... hmmmpt... yes, baby... " Madu terlihat langsung mendongak ke atas, disertai racauanya saat gundukan kembarnya di r*mas lembut oleh Royco.

Bosan dengan itu, Royco kembali menarik tubuh Madu hingga terduduk, berharap dengan itu, dia bisa mudah melepaskan kain yang masih membungkus tubuh Madu.

Setelah tubuh Madu dalam keadaan polos seluruhnya. Royco kembali memainkan gundukan bukit kembar itu, menggunakan tangan dan sesekali menyesapnya dengan lidah.

"Hmmmpt... enak Roy... " racau Madu dengan tangan itu, semakin erat mendekap kepala Royco menempel di dadanya.

Gedubrakkk...

Madu dengan tiba-tiba saja terjatuh ke lantai, bersama dengan bantal guling yang dalam dekapanya.

"Auww! Bokong ku sakit sekali," pekiknya yang kesakitan. "Loh kok, bukanya saya tadi sedang bersama Royco? Kemana Royco? Dan kamar yang indah itu... kenapa kamar itu berubah menjadi kamar ku sendiri? Apa tadi aku hanya bermimpi yah?" Sambung Madu yang terlihat terheran-heran.

"Ah, sial! Ternyata cuma mimpi. Huuffft, coba saja saya tidak terjatuh. Mungkin aku sudah bisa di puaskan oleh Royco. Yah meskipun cuma dalam mimpi tapi setidaknya, aku bisa kembali merasakan tusukan-tusukan liar dari pusakanya." Gumam Madu tersenyum mesum, seraya memeluk guling.

Tersadar Madu pun langsung berdiri, dan ia pun langsung melemparkan bantal guling ke atas bednya.

Gubrakk...

Madu langsung membanting tubuhnya ke atas bed, sambil menatap langit-langit kamarnya, Ia pun membayangkan kembali tentang mimpi basahnya bersama Royco.

"Royco... Royco... kenapa dirimu bisa membuat ku begitu sangat menggilaimu?" racau Madu yang tidak mengerti dengan perasaan yang dialaminya terhadap Royco.

"Ah, sudahlah. Lama-lama juga, Royco pasti mau kok untuk aku ajak lagi bermain di ranjang. Secara laki-laki mana sih yang tak tergoda? Jika aku membuka paha ku." gumamnya sangat percaya diri.

Terpopuler

Comments

Virushe Aira

Virushe Aira

kenapa namanya Cowok y royco..

2022-09-29

1

Nova

Nova

😆😆😆😆😆😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣 pelacur murahan loe madu

2022-09-23

1

Nia Elva Melinda

Nia Elva Melinda

emak sableng, durhaka ke anak karna ga ngrawat dari bayi sekarang udah ketemu malah mantunya di goda goda jugaa

2022-08-03

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!