Langkah Oceanus terhenti kala menatap seorang wanita yang hampir membuatnya terjatuh. Wanita itu tampak sibuk dengan pekerjaannya. Rasa lelah menghampiri wanita tersebut namun ia tetap mengerjakan apa yang sudah diperintahkan untuknya.
Sedangkan Oceanus datang kemari memang ingin melihat wanita tersebut. Ia penasaran bagaimana nasib Aurora ketika sudah menjadi budak Agustus yang kejam itu. Napasnya terhenti ketika tahu jika Aurora semakin cantik dengan pakaian rapi.
Hampir ia tak mengenali namun terdapat beberapa hal yang ada di diri Aurora yang membuat Oceanus tahu siapa wanita itu.
Oceanus meneguk ludahnya susah payah. Ia berusaha menepis semua persangka dirinya. Lagipula ia hanya kagum dan tidak lebih.
"Aurora!"
Aurora menoleh ke belakang dan wanita itu tampak tengah melamun. Tak tau atau hanya perasaan Oceanus saja jika Aurora tidak menyukai kedatangannya. Bahkan dengan Agustus maupun Sargon dia juga bersikap yang sama.
Di sini Oceanus tahu kenapa Aurora melakukan hal itu. Wanita tersebut pasti masih tidak terima dengan nasib yang menimpa dirinya.
Aurora memang wanita yang malang harus menerima segala kekejaman dunia.
"Ada apa Pangeran?" Aurora sudah mulai patuh. Ia menundukkan kepalanya ketika pangeran datang.
"Kau sedang sibuk?" tanya Oceanus pada Aurora. Senyum pria itu mengembang. Padahal sebelumnya ia adalah pria yang sangat kaku dan bahkan tak tahu bagaimana cara tersenyum.
"Ya Pangeran," jawab singkat Aurora. Aurora rasa kalimat tersebut cukup menjelaskan kondisinya.
"Siapa yang memberi mu pakaian? Kau lebih pantas memakai pakaian seperti ini. Apa kau ingin pakaian dari ku?"
Aurora mengerutkan keningnya. Ia melamun dengan perasaan yang kebingungan. Bagaimana mungkin Oceanus menawarkan sesuatu yang sangat tak terduga? Di pikiran Aurora kira-kira jenis setan mana yang telah berhasil mengubah Oceanus. Atau Oceanus hanya menginginkan keuntungan darinya?
Jika benar begitu Aurora akan memastikan Oceanus juga masuk dalam daftar hitam dirinya.
"Tidak Pangeran. Saya hanya budak rendahan tidak pantas mendapatkan pakaian dari Pangeran."
"Jika saya tidak ingin kau menolaknya?"
"Maafkan saya Pangeran, Pangeran Agustus bisa marah. Permisi Pangeran saya harus menyiapkan air untuk Pangeran Agustus mandi."
Entah kenapa Oceanus tidak suka mendengarnya. Pria itu mengeraskan rahang. Ia tak suka ditolak. Oceanus mencekal tangan Aurora dan memberikan intimidasi.
"Kau menolak ku budak sialan?" Benar apa yang diduga oleh Aurora, Oceanus hanya berpura-pura baik dan terbukti pria itu sekarang tengah mengeluarkan sifat aslinya.
"Maafkan saya Pangeran. Saya tidak bermaksud."
"Di mana Agustus?" tanya Oceanus dingin.
"Pangeran Agustus sedang menghadiri rapat."
Rencana Oceanus ingin melaporkan kejadian ini kepada Agustus agar Agustus menghukum Aurora yang tidak tahu sopan santun dan malah berani menolak orang yang statusnya lebih tinggi darinya.
"Kau tidak takut jika aku melaporkan kejadian ini pada Agustus."
Aurora yang sedari tadi menahan diri dan terima direndahkan tiba-tiba akhirnya menunjukkan taringnya. Ia tak ingin terus begini.
"Pangeran? Apa Anda juga tidak tahu sopan santu? Saya adalah seorang budak? Anda sudah menyentuh budak? Apa tangan suci Anda tidak ternodai?"
Oceanus menyeringai. "Mungkin karena perbedaan negara kita sehingga kau tidak mengetahui bagaimana di negara ini. Di sini bebas memperlakukan budak seperti apa karena budak adalah barang kita."
Aurora lupa jika dia sedang berada di zaman tanpa HAM dan perasaan. Wanita itu merutuki dirinya.
"Maafkan saya Pangeran. Tetapi saya sedang ingin menyiapkan pemandian Pangeran Agustus."
"Kau temani aku sebentar!"
"Pange.... Pangeran lepaskan saya."
"Oceanus apa yang kau lakukan pada budak ku? Lepaskan dia!"
Oceanus menoleh ke sumber suara dan pangeran tersebut tersenyum kepada Agustus
"Budak mu? Ini budak kita bersama. Ah, ya Agustus apakah kau tahu kalau dia pembangkang?"
"Sudah dari dulu kau saja yang baru menyadarinya."
Agustus menatap Aurora sengit.
"Kau! Cepat siapkan pemandian ku!! Aku ingin mandi!!"
Aurora terkesiap dan mengangguk. Setelah ia memasuki area pribadi Agustus, Aurora mendumel marah dan memaki mereka semua.
"Mereka pikir aku siapa?" Aurora ingat bahwa dia sudah sangat lama tidak mengunjungi teman-teman budaknya yang ia ajak memberontak.
Aurora juga sudah lama tidak mengajari mereka caranya membaca dan menulis.
"Semoga kalian baik-baik saja."
_____________
Aurora mengusap keningnya ketika sudah menyelesaikan pekerjaannya. Wanita itu menjadi mandiri ketika sebelumnya menjadi seorang anak yang manja di masa moderen.
Agustus masuk dengan wajah datarnya. Pria itu membuka bajunya dan membuat Aurora terkesiap cepat memalingkan wajah.
Bahkan di masa depan pun Aurora jarang melihat laki-laki bertelanjang. Tanpa rasa malu Agustus masuk ke dalam kolam yang penuh dengan bunga aroma terapi.
Aurora terkejut ketika melihat Agustus tengah memperhatikannya. Ia menundukkan kepala sambil mengehela napas panjang.
"Kenapa kau masih di sana? Cepat bersihkan tubuh ku!"
Aurora mengangkat wajahnya dan menatap Agustus dengan cengo. Apa dia harus membersihkan tubuh itu? Itu artinya Aurora harus menyabuni tubuh tersebut.
Seketika Aurora menegang dan wajahnya memerah. Wanita itu tak tahu harus bersikap seperti apa.
Kemudian tiba-tiba Agustus menarik tangannya dari dalam kolam hingga membuat Aurora ikut terjatuh ke dalam kolam tersebut.
Aurora tersengal-sengal dan keluar dari dalam air tersebut dengan napas terengah-engah.
"Pangeran apa yang kau lakukan?!"
"Kau lambat."
"Bersihkan tubuh ku."
Dari dekat Agustus bisa melihat wajah Aurora yang sangat cantik. Apalagi air menetes di wajahnya membuat Aurora makin berkesan.
Agustus menetralkan detak jantungnya. Pria itu bersandar di tepian kolam.
"Kenapa masih diam? Cepat lakukan."
"Ba...baik Pangeran."
Aurora memutuskan berjalan lebih dekat dengan Agustus. Wajah mereka berjarak sangat dekat hingga Aurora bisa mendengar degup jantung milik Agustus.
Aurora mencengkram tangannya dan mengigit bibirnya.
Hal itu menggoda Agustus. Pria itu tersenyum miring dan meletakkan sabun di tangan Aurora.
"Tidak boleh seorang budak terpesona dengan seorang Pangeran."
Aurora tersadar. Wanita itu tersenyum tipis dan memandikan Agustus. Agustus tidak mengenakan apapun dan Aurora menjaga jarak agar tidak menyentuh sesuatu.
Tangan lembutnya menyabuni Agustus membuat ia merasakan betapa lembutnya tangan tersebut, selain itu Aurora juga memijat kepala Agustus dan beberapa bagian tubuh lainnya hingga Agustus merasa nyaman. Ia juga menatap Aurora yang sibuk dengan tugasnya.
Wanita itu sangat cantik.
"Kau hanya boleh menjadi budak ku saja! Jangan pernah mau kau menjadi budak Oceanus dan Sargon."
Aurora mengangkat wajahnya. "Maksud Pangeran."
"Apa kah perkataan ku belum jelas juga?"
Aurora tidak mengerti namun ia paham maksudnya. Yang tidak ia pahami itu kenapa Agustus bersikap demikian.
Wanita itu menyirami tubuh Agustus dengan air kolam. Ia juga beranjak dari kolam. Ketika dia berdiri dan berjalan keluar kolam bajunya yang basah menerawang tubuh indahnya.
Agustus terpana dengan pemandangan tersebut namun dia tetap diam dan memperhatikan tubuh itu. Hingga tiba-tiba Aurora memintanya keluar dari kolam.
Agustus tersenyum miring. Tubuh telanjangnya keluar dari dalam kolam dan refleks Aurora menundukkan pandangan.
"Ambilkan kainnya."
Aurora dengan wajah terus menunduk meraba kain Agustus dan menyerahkan kain tersebut dengan tangan gemetar.
Agustus mengambilnya dengan kasar dan menyentak tangan Aurora.
"Kau harus ingat perkataan ku. Jangan pernah kau mencoba untuk melawan dan membangkang ku. Jangan pernah dekat dengan siapapun selain aku. Kau itu hanya budak ku."
"Pangeran Sargon mengatakan aku milik kalian bertiga."
Rahang Agustus mengeras. Pria itu refleks mencekik leher Aurora hingga memerah.
"Apa yang kau ucapkan, hah? Kau hanyalah milik ku," ujar Agustus dengan nada posesif.
____________
Tbc
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Nagita salsabila
nitip ya..
2022-12-27
0
✨ Canddy MinSuga😼
ga sabar manantikn k'3 pangeran bertarung memperebutkan aurora pasti seru 😁
lanjut thorr
2022-08-07
1
Uswatun Khasanah
bagus.. lanjut Au.. buat pesonamu menjerat mereka.. 😏
2022-08-07
1