Kembali Kecewa

"Niar, kamu capek nggak?" tanya Pak Fandi.

"Sedikit sih, memangnya kenapa, Yah?" tanya Daniar.

"Kalau kamu nggak capek, kita mampir dulu ke catering," ucap Pak Fandi.

"Catering? Mau ngapain, Yah?" tanya Daniar.

"Ya kita mau mencicipi makanan untuk sajian prasmanan nanti," jawab Pak Fandi.

Deg-deg-deg!

Jantung Daniar kembali berpacu dengan cepat. Dia merasa sesak melihat ayahnya begitu antusias mengurusi pernikahan Daniar.

Ya, wajar saja, Daniar adalah putri sulung dari pasangan Pak Fandi dan Bu Salma. Karena ini pertama kalinya bagi pasangan itu untuk menikahkan putrinya, mereka kemudian berbagi tugas agar pernikahan Daniar berjalan sempurna.

"Ayah, besok saja kita pergi ke catering-nya, ya. Daniar ingin segera bertemu ibu. Daniar kangen sama ibu," jawab Daniar mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Uuh, kamu itu Niar! Sudah mau jadi istri orang, tapi tetap manja," ledek Pak Fandi seraya terkekeh.

Daniar ikut tertawa kecil. Sejurus kemudian, dia melingkarkan kedua tangannya dan bersandar di punggung sang ayah. Maafkan Niar, Yah, batinnya.

Tingtong-tingtong!

Bel di rumah Bu Aisyah terus berbunyi. Membuat Bu Aisyah menggerutu saat acara dzikirnya terganggu.

"Ish, siapa yang datang malam-malam begini?" Gumam bu Aisyah.

Tiba di ruang tamu, Bu Aisyah melihat anak buahnya telah duduk di kursi tamu. Rupanya, sang suami sudah terlebih dahulu membukakan pintu.

"Ah, Ibu ... Bapak baru saja mau masuk ke dalam untuk memanggil Ibu," ucap Pak Agis. "Itu, di ruang tamu ada Yandri," lanjutnya.

"Iya, Ibu sudah lihat. Sebentar ya, Pak. Ibu samperin anak itu dulu," pamit Bu Aisyah seraya menghampiri Yandri.

"Assalamu'alaikum, Bu! Maaf mengganggu waktu istirahat Ibu," ucap Yandri seraya berdiri menyambut kehadiran Bu Aisyah.

"Duduklah, Pak Yan," titah bu Aisyah.

Yandri kembali duduk. Sejenak dia menundukkan kepala. Entahlah, dia merasa tak enak hati harus kembali melibatkan Bu Aisyah untuk mengatasi masalah keuangannya.

"Ada apa, Yan? Apa ada masalah, sampai kamu datang malam-malam begini?" tanya Bu Aisyah. "Bagaimana perjalanan kamu ke kota? Apa kamu sudah menemui kakakmu? Apa berhasil?" Bu Aisyah mencecar Yandri dengan berbagai pertanyaan.

Yandri semakin menundukkan kepala mendengar pertanyaan Bu Aisyah.

"Hhh, sudah aku duga," tukas Bu Aisyah, menghela napasnya.

"Maafkan saya, Bu," jawab Yandri yang tidak mengindahkan nasihat Bu Aisyah beberapa hari yang lalu.

"Yan, kamu itu sudah seperti putra Ibu sendiri, dan Ibu sangat ikhlas membantu kamu. Jadi jangan sungkan jika kamu memang butuh bantuan Ibu," ucap bu Aisyah, "hanya satu yang Ibu minta dari kamu. Bersikaplah tegas kepada ibu dan saudara kamu. Jangan biarkan mereka terus meminjam dengan menjaminkan gaji kamu. Ini sudah sangat kelewatan, Yan. Dan sekarang, giliran kamu butuh uang, gaji kamu sudah habis untuk membayar pinjaman mereka," tutur Bu Aisyah.

Yandri hanya bisa diam mendengar penuturan atasannya itu. Ya, dari awal, Bu Aisyah sudah menawarkan kebaikan untuk memberikan pinjaman kepada Yandri. Hanya saja, Yandri merasa tidak enak. Pinjamannya kepada tabungan sekolah tiga bulan yang lalu, belum mampu dia lunasi. Padahal, pinjaman tersebut bukan untuk kebutuhan pribadinya. Melainkan untuk keperluan adiknya yang ingin membeli ponsel baru.

"Dengar Yan, Ibu berkata seperti ini karena Ibu sangat peduli sama kamu. Suatu hari nanti, kamu akan menikah dan berkeluarga. Jika kamu tidak tegas hari ini, maka mereka akan terus-menerus mengganggu kehidupan kamu. Mungkin kamu bisa bersabar, tapi istrimu kelak? Apa dia bisa bersabar melihat gaji suaminya habis hanya untuk membayar utang orang lain?" tanya Bu Aisyah

"Ta-tapi mereka bukan orang lain, Bu. Mereka adalah ibu dan saudara saya," kata Yandri yang seolah membela keluarganya.

"Ibu tahu, tapi kamu jangan lupa, Yan. Saat kamu menikah nanti, kewajiban utama kamu adalah bertanggungjawab baik secara lahir maupun secara batin terhadap istri kamu. Sedangkan ibu dan saudara kamu, mereka hanya akan menjadi kerabat. Kamu lebih wajib menafkahi istri kamu ketimbang mereka. Paham kamu?" tegas Bu Aisyah.

Yandri mengangguk.

"Baiklah, berapa uang yang kamu butuhkan?" tanya Bu Aisyah.

"Ti-tiga juta, Bu," jawab yandri.

"Sebentar!"

Bu Aisyah pergi ke dalam untuk mengambil dompetnya. Sejurus kemudian, Bu Aisyah kembali lagi seraya membawa dompetnya.

"Ini, tiga juta. Segera bayarkan, supaya kamu bisa mengikuti PPL. Nanti, laporkan saja pada bagian bendahara," ucap Bu Aisyah.

"Iya, Bu. Terima kasih banyak," jawab Yandri.

Setelah menerima uang pinjaman itu, Yandri berpamitan kepada Ibu Aisyah.

.

.

"Mau ke mana, Bu?" tanya Daniar yang merasa heran melihat ibunya sudah rapi di pagi hari.

"Ibu mau melunasi uang sewa gedung, Niar," jawab Bu Salma.

Daniar terkejut mendengar maksud ibunya. Dia kembali merasa bersalah karena belum menceritakan tentang kebenarannya.

"Tidak usah, Bu. Biar nanti saja," ucap Daniar.

"Tidak bisa Niar, lebih baik kita bayar sekarang saja. Mumpung ada uang juga. Toh sekarang ataupun nanti, ya tetap harus dibayar juga, 'kan?" jawab Bu Salma.

"Bu, undangannya sudah jadi. Mau disebar sekarang, atau nanti?" tanya Danita, adik pertama Daniar.

Kembali Daniar terhenyak mendengar perkataan Danita. Ya, dia baru ingat jika dia kembali memesan undangan untuk keluarga jauhnya.

"Tidak usah disebar, Dek!" celetuk Daniar yang membuat Bu Salma dan Danita saling melempar pandang. "Ma-maksud Kakak, ti-dak usah disebar sekarang-sekarang. A-acaranya, 'kan ma-sih lama," lanjut Daniar.

"Ish, tidak apa-apa, Kakak. Mumpung Nita libur kerja. Biar Nita sebar hari ini saja," tukas Danita.

"Adek kamu benar, Niar. Kita bagi-bagi tugas saja. Ibu ke gedung untuk melunasi sewanya. Adek mengantarkan undangan, dan kamu ... emm, bukankah kamu sama ayah bakalan pergi ke catering untuk mencicipi masakannya?" timpal Bu Salma.

Kedua lutut Daniar terasa lemas mendengar ucapan ibunya. Ini tidak bisa dibiarkan lagi. Aku tidak mungkin diam dan melihat mereka sibuk mempersiapkan pernikahan yang tidak akan jadi kenyataan, batin Daniar.

"Ibu, apa kita bisa bicara?" ucap Daniar.

"Nanti saja ya, Niar. Ibu sedang terburu-buru. Ibu janji, kita akan bicara setelah Ibu kembali. Oke," jawab Bu Salma seraya hendak berlalu dari hadapan kedua putrinya.

Daniar mencekal pergelangan tangan Bu Salma untuk mencegah kepergiannya.

"Tidak Ibu, Niar harus bicara sekarang. Ini tentang pernikahan Niar," tegas Daniar.

Bu Salma menghentikan langkahnya. Dia kembali menatap Danita.

"Ada apa Kak Niar, sepertinya serius sekali?" tanya Danita.

"Duduklah, Dek!" perintah Daniar kepada adiknya, "ayo bu, kita duduk juga," ajak Daniar kepada ibunya.

Mereka akhirnya duduk saling berhadapan satu sama lain.

"Se-sebenarnya, ti-tidak akan ada pernikahan di keluarga ini, Bu," ucap Daniar, terbata.

"Apa maksud Kakak?" tegur Danita.

"Benar, Dek. Tidak akan ada pernikahan antara Kakak dan mas Seno. Hubungan kami sudah berakhir," tegas Daniar seraya mengangkat wajahnya agar bulir bening tidak tumpah dari matanya.

"Apa maksud kamu berakhir, Nak? Ada apa ini? Bisa kamu jelaskan pada kami?" cecar Bu Salma kepada Daniar.

"I-iya, Bu. Pertunangan Daniar dan mas Seno sudah putus," jawab Daniar lirih.

"Ta-tapi kenapa?" tanya Bu Salma.

"Ka-karena Daniar sadar kalau ternyata kami tidak cocok satu sama lain," jawab Daniar, mencoba menutupi kebusukan sikap Seno.

"Hah, tidak cocok?" tukas Bu Salma yang lagi-lagi mendapatkan kejutan dari putri sulungnya. "Semudah itu kalian memutuskan sebuah hubungan hanya karena tidak cocok. Apa kamu sadar, Niar. Undangan sudah tersebar, dan orang tua kamu sudah mempersiapkan segalanya hampir 50 %, dan sekarang kamu bilang pernikahan kalian batal hanya karena ketidakcocokan kalian. Ish, apa kalian pernah memikirkan perasaan kami sebagai orang tua? Kenapa, Niar? Kenapa?"

Bu Salma terlihat berbicara penuh emosi. Dia merasa tidak habis pikir dengan jalan pikiran Daniar yang kembali membuat kecewa di hatinya.

"I-ibu, Ni-niar hanya..." Daniar sudah kehabisan kata-kata untuk menjelaskan permasalahan yang sedang dia hadapi.

"Benarkah apa yang Ayah dengar?"

Terpopuler

Comments

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

haah,, kenapa sih Niar gak jujur aja, kalau bakal calon lakinya menghamili orang lain

2024-03-07

0

Chima

Chima

sabar niar,tuhan bersamamu

2022-10-09

4

Nurul

Nurul

kejujuran itu hal yang utama. sepahit apa pun

2022-09-08

4

lihat semua
Episodes
1 Lelaki Egois
2 Ide yang Konyol
3 Keputusan Sepihak
4 Menginap
5 Semuanya Terbongkar
6 Singa Betina yang Kelaparan
7 Pulang
8 Kekecewaan Bu Renata
9 Kisah Pemuda Desa
10 Kembali Kecewa
11 Kebenaran
12 Mencoba Melupakan
13 Gunjingan Tetangga
14 Nasihat Seorang Sahabat
15 Akhiri Apa yang Harus Diakhiri!
16 Lamaran
17 Rencana Perjodohan Part 1
18 Rencana Perjodohan Part 2
19 Rencana Bu Salma
20 Kunjungan Dadan
21 Kencan
22 Bertemu
23 Ungkapan Cinta Dadan
24 Jangan-jangan, Jodoh!
25 Jawaban Daniar
26 Kekecewaan Dadan
27 Bertemu Lagi
28 Lepaskan Dia!
29 Dia Istriku!
30 Kegelisahan Daniar
31 Mengungkap Rahasia
32 Teman Baru
33 Menjadi Penyemangat
34 Kelakar Double D
35 Salah Sasaran
36 Tentang Yandri
37 Hibah
38 Menjadi Sebuah Alasan
39 Desakan Danita
40 Dilema
41 Ide Gila
42 Kecemasan Yandri
43 Tawaran Kesepakatan
44 Sandiwara yang Manis
45 Kembali Menuai Kecewa
46 Menemui Ayah
47 Lamaran Tak Terduga
48 Pemuda Gentleman
49 Ragu
50 Tekad Yandri
51 Mengenalkan Daniar
52 Ijab Qabul
53 Pacar Halal
54 Trending Topic
55 Siska Cemburu
56 Ujian Pertama
57 Saran Bu Maryam
58 Bertahan
59 Jujur
60 Harapan Yandri
61 Pengalaman Baru
62 Mulai Diuji
63 Kesabaran Yandri
64 Mendapatkan Pekerjaan
65 Nikah Itu Ibadah
66 Nanas dan Mangga Muda
67 Ngidam
68 Garis Dua
69 Kejutan Ibu Mertua
70 Meminta Pulang
71 Kembali Diuji
72 Menginap
73 Tragedi
74 USG
75 Kunjungan Danita
76 Perjuangan Yandri
77 Buah Dari Kesabaran
78 Pertengkaran Pertama
79 Kontraksi
80 Pertolongan Tuhan Itu, Nyata!
81 Kelahiran Bintang
82 Welcome Baby B
83 Rencana Aqiqah
84 Lamaran Habibah
85 Antara Aqiqah dan Menikah
86 Terus Mengalah
87 Belajar Mandiri
88 Niat Baik Yandri
89 Rencana Ulang Tahun
90 Kado
91 Ulang Tahun Alakadarnya
92 Keputusan Bu Maryam
93 Hubungan Sebab Akibat
94 Raihan Berulah
95 Laporan Pak Agus
96 Kekhawatiran Yandri
97 Tamu Tak Diundang
98 Tertangkap Basah
99 Mengambil Sikap
100 Hamil
101 Pengakuan Mia
102 Pendidikan Itu, Penting!
103 Musibah
104 Kecelakaan Bu Maryam
105 Mengambil Keputusan
106 Syarat Mia
107 Kunjungan Bu Maryam dan Yoga
108 Kekecewaan Daniar
109 Nasihat Bu Salma
110 Pernikahan Raihan
111 Pulang
112 Kejutan
113 Menagih Janji
114 Ingkar
115 Selalu Mengalah
116 Ujian Lagi
117 Kembali Berkorban
118 Marhaban Yaa Ramadhan
119 Kunjungan Bu Maryam
120 Entah Siapa yang Salah
121 Mengusir Menantu
122 Ternyata, Cemburu
123 Hanya Karena Baju Lebaran
124 Drama Baju Lebaran
125 Menyambut Hari Kemenangan
126 Pindah
127 Ternyata, Tidak Jauh Lebih Baik
128 Tekanan Demi Tekanan
129 Pulang Kampung
130 Hidup Baru
131 Bintang Sakit
132 Puncak Kemarahan Daniar
133 Tragedi Wisuda
134 Kabar Duka
135 Pindah Lagi
136 Tawaran Kerja
137 Kebenaran
138 Memulai dari Awal
139 Lulus
140 Meminta Restu
141 Kembali Disalahkan
142 Ujian Masuk
143 Nasihat Pak Alam
144 Mulai Lebih Baik
145 Membujuk Yandri
146 Melepas Kerinduan
147 Rasanya Sesak Sekali
148 Penyesalan Daniar
149 Harta, Tahta dan Saudara
150 Hadiah Ulang Tahun
151 Kedatangan Aminah dan Rahmat
152 Perdebatan Kecil
153 Kembali Kecewa
154 Kebaikan Yandri
155 Panen Ikan
156 Kecelakaan
157 Menemui Yandri
158 Kunjungan Kamad
159 Pejuang Tangguh
160 Hikmah
161 Kunjungan Teman PPG
162 Pulang
163 Kebenaran
164 Keluh Kesah Daniar
165 Kembali Terluka
166 Emosi
167 Pergi dari Rumah
168 Kecemasan Bu Salma
169 Berdamai
170 Permintaan Yandri
171 Kejutan Luar Biasa
172 Bertahanlah!
173 Lelaki Paling Sabar
174 Kembali Berjihad
175 Kebijakan Kamad
176 Kemarahan Bu Maryam
177 Yandri Kembali Pulang
178 Kembali Berdebat
179 Menjemput Yandri
180 Menjenguk Khodijah
181 Ide Raihan
182 Mencari Alamat
183 Membawa Khodijah Berobat
184 Keputusan Khodijah
185 Khodijah Pulang
186 Kembali Bekerja
187 Dugaan Malpraktik
188 Hamil
189 Kabar Gembira
190 Mengeluh
191 Berdebat
192 Ingin Pulang
193 Permintaan Habibah
194 Kebingungan Daniar
195 Memilih
196 Salah Paham
197 Bedrest
198 Suami Siaga
199 Mengambil Cuti
200 Berita Duka
201 Berduka
202 Amarah Ibu Mertua
203 Kehilangan
204 Mengambil Tindakan
205 Pingsan
206 Bungkam
207 Histerektomi
208 Kedatangan Yandri
209 Histeris
210 Penolakan Daniar
211 Perubahan Sikap Daniar
212 Bertahan, atau Melepaskan
213 Memilih Berpisah
214 Meminta Berpisah
215 Menolak Berpisah
216 Menggugat Cerai
217 Mimpi
218 Percintaan Terakhir
219 Mediasi yang Gagal
220 Hancur
221 Nasihat yang Berbeda
222 Rumah Masa Depan
223 Hak Asuh
224 Berteman
225 Janji Ayah Bunda
226 Piknik
227 Saran Daniar
228 Sombong
229 Ingin Menghapus Rasa
230 Diusir
231 Merasa Terabaikan
232 Perdebatan Habibah dan Bu Maryam
233 Mobil Baru
234 Permintaan Konyol Bu Maryam
235 Bersaing
236 Penolakan Enna
237 Rencana Habibah
238 Usaha Siska
239 Masih Seperti Dulu.
240 Pertemuan Tak Terduga
241 Kecewa
242 Pertemuan Yandri dan Siska
243 Gelap Mata
244 Sebuah Penawaran
245 Permintaan Bintang
246 Lamaran yang Aneh
247 Memutuskan Pindah
248 Janji Bu Maryam
249 Kebohongan Pertama
250 Alasan Bintang
251 Usaha Baru
252 Peluang Usaha
253 Hari Ulang Tahun
254 Cupcake Viral
255 Teguran Bu Indah.
256 It's Not Bad Idea
257 Resign
258 Pulang
259 Stars Bakery
260 Mencari Keluarga
261 Kehilangan Jejak
262 Kecewa Lagi
263 Sandiwara Bu Maryam
264 Permainan Habibah
265 Desakan Bu Maryam
266 Pertunangan Yandri
267 Luapan Emosi Bintang
268 Inikah Karma?
269 Ucapan itu Do'a
270 Simbol Pertunangan
271 Suster Yuna
272 Mencari Kesalahan
273 Bola Sepak
274 Menjemput Bu Maryam
275 Topeng Siska
276 Pilihan Terakhir
277 Merajuk
278 Meja 13
279 Rupa Daniar
280 Ingin Pulang
281 Kebenaran
282 Epilog Rindu
283 Setelah Hujan
284 Promo Karya
Episodes

Updated 284 Episodes

1
Lelaki Egois
2
Ide yang Konyol
3
Keputusan Sepihak
4
Menginap
5
Semuanya Terbongkar
6
Singa Betina yang Kelaparan
7
Pulang
8
Kekecewaan Bu Renata
9
Kisah Pemuda Desa
10
Kembali Kecewa
11
Kebenaran
12
Mencoba Melupakan
13
Gunjingan Tetangga
14
Nasihat Seorang Sahabat
15
Akhiri Apa yang Harus Diakhiri!
16
Lamaran
17
Rencana Perjodohan Part 1
18
Rencana Perjodohan Part 2
19
Rencana Bu Salma
20
Kunjungan Dadan
21
Kencan
22
Bertemu
23
Ungkapan Cinta Dadan
24
Jangan-jangan, Jodoh!
25
Jawaban Daniar
26
Kekecewaan Dadan
27
Bertemu Lagi
28
Lepaskan Dia!
29
Dia Istriku!
30
Kegelisahan Daniar
31
Mengungkap Rahasia
32
Teman Baru
33
Menjadi Penyemangat
34
Kelakar Double D
35
Salah Sasaran
36
Tentang Yandri
37
Hibah
38
Menjadi Sebuah Alasan
39
Desakan Danita
40
Dilema
41
Ide Gila
42
Kecemasan Yandri
43
Tawaran Kesepakatan
44
Sandiwara yang Manis
45
Kembali Menuai Kecewa
46
Menemui Ayah
47
Lamaran Tak Terduga
48
Pemuda Gentleman
49
Ragu
50
Tekad Yandri
51
Mengenalkan Daniar
52
Ijab Qabul
53
Pacar Halal
54
Trending Topic
55
Siska Cemburu
56
Ujian Pertama
57
Saran Bu Maryam
58
Bertahan
59
Jujur
60
Harapan Yandri
61
Pengalaman Baru
62
Mulai Diuji
63
Kesabaran Yandri
64
Mendapatkan Pekerjaan
65
Nikah Itu Ibadah
66
Nanas dan Mangga Muda
67
Ngidam
68
Garis Dua
69
Kejutan Ibu Mertua
70
Meminta Pulang
71
Kembali Diuji
72
Menginap
73
Tragedi
74
USG
75
Kunjungan Danita
76
Perjuangan Yandri
77
Buah Dari Kesabaran
78
Pertengkaran Pertama
79
Kontraksi
80
Pertolongan Tuhan Itu, Nyata!
81
Kelahiran Bintang
82
Welcome Baby B
83
Rencana Aqiqah
84
Lamaran Habibah
85
Antara Aqiqah dan Menikah
86
Terus Mengalah
87
Belajar Mandiri
88
Niat Baik Yandri
89
Rencana Ulang Tahun
90
Kado
91
Ulang Tahun Alakadarnya
92
Keputusan Bu Maryam
93
Hubungan Sebab Akibat
94
Raihan Berulah
95
Laporan Pak Agus
96
Kekhawatiran Yandri
97
Tamu Tak Diundang
98
Tertangkap Basah
99
Mengambil Sikap
100
Hamil
101
Pengakuan Mia
102
Pendidikan Itu, Penting!
103
Musibah
104
Kecelakaan Bu Maryam
105
Mengambil Keputusan
106
Syarat Mia
107
Kunjungan Bu Maryam dan Yoga
108
Kekecewaan Daniar
109
Nasihat Bu Salma
110
Pernikahan Raihan
111
Pulang
112
Kejutan
113
Menagih Janji
114
Ingkar
115
Selalu Mengalah
116
Ujian Lagi
117
Kembali Berkorban
118
Marhaban Yaa Ramadhan
119
Kunjungan Bu Maryam
120
Entah Siapa yang Salah
121
Mengusir Menantu
122
Ternyata, Cemburu
123
Hanya Karena Baju Lebaran
124
Drama Baju Lebaran
125
Menyambut Hari Kemenangan
126
Pindah
127
Ternyata, Tidak Jauh Lebih Baik
128
Tekanan Demi Tekanan
129
Pulang Kampung
130
Hidup Baru
131
Bintang Sakit
132
Puncak Kemarahan Daniar
133
Tragedi Wisuda
134
Kabar Duka
135
Pindah Lagi
136
Tawaran Kerja
137
Kebenaran
138
Memulai dari Awal
139
Lulus
140
Meminta Restu
141
Kembali Disalahkan
142
Ujian Masuk
143
Nasihat Pak Alam
144
Mulai Lebih Baik
145
Membujuk Yandri
146
Melepas Kerinduan
147
Rasanya Sesak Sekali
148
Penyesalan Daniar
149
Harta, Tahta dan Saudara
150
Hadiah Ulang Tahun
151
Kedatangan Aminah dan Rahmat
152
Perdebatan Kecil
153
Kembali Kecewa
154
Kebaikan Yandri
155
Panen Ikan
156
Kecelakaan
157
Menemui Yandri
158
Kunjungan Kamad
159
Pejuang Tangguh
160
Hikmah
161
Kunjungan Teman PPG
162
Pulang
163
Kebenaran
164
Keluh Kesah Daniar
165
Kembali Terluka
166
Emosi
167
Pergi dari Rumah
168
Kecemasan Bu Salma
169
Berdamai
170
Permintaan Yandri
171
Kejutan Luar Biasa
172
Bertahanlah!
173
Lelaki Paling Sabar
174
Kembali Berjihad
175
Kebijakan Kamad
176
Kemarahan Bu Maryam
177
Yandri Kembali Pulang
178
Kembali Berdebat
179
Menjemput Yandri
180
Menjenguk Khodijah
181
Ide Raihan
182
Mencari Alamat
183
Membawa Khodijah Berobat
184
Keputusan Khodijah
185
Khodijah Pulang
186
Kembali Bekerja
187
Dugaan Malpraktik
188
Hamil
189
Kabar Gembira
190
Mengeluh
191
Berdebat
192
Ingin Pulang
193
Permintaan Habibah
194
Kebingungan Daniar
195
Memilih
196
Salah Paham
197
Bedrest
198
Suami Siaga
199
Mengambil Cuti
200
Berita Duka
201
Berduka
202
Amarah Ibu Mertua
203
Kehilangan
204
Mengambil Tindakan
205
Pingsan
206
Bungkam
207
Histerektomi
208
Kedatangan Yandri
209
Histeris
210
Penolakan Daniar
211
Perubahan Sikap Daniar
212
Bertahan, atau Melepaskan
213
Memilih Berpisah
214
Meminta Berpisah
215
Menolak Berpisah
216
Menggugat Cerai
217
Mimpi
218
Percintaan Terakhir
219
Mediasi yang Gagal
220
Hancur
221
Nasihat yang Berbeda
222
Rumah Masa Depan
223
Hak Asuh
224
Berteman
225
Janji Ayah Bunda
226
Piknik
227
Saran Daniar
228
Sombong
229
Ingin Menghapus Rasa
230
Diusir
231
Merasa Terabaikan
232
Perdebatan Habibah dan Bu Maryam
233
Mobil Baru
234
Permintaan Konyol Bu Maryam
235
Bersaing
236
Penolakan Enna
237
Rencana Habibah
238
Usaha Siska
239
Masih Seperti Dulu.
240
Pertemuan Tak Terduga
241
Kecewa
242
Pertemuan Yandri dan Siska
243
Gelap Mata
244
Sebuah Penawaran
245
Permintaan Bintang
246
Lamaran yang Aneh
247
Memutuskan Pindah
248
Janji Bu Maryam
249
Kebohongan Pertama
250
Alasan Bintang
251
Usaha Baru
252
Peluang Usaha
253
Hari Ulang Tahun
254
Cupcake Viral
255
Teguran Bu Indah.
256
It's Not Bad Idea
257
Resign
258
Pulang
259
Stars Bakery
260
Mencari Keluarga
261
Kehilangan Jejak
262
Kecewa Lagi
263
Sandiwara Bu Maryam
264
Permainan Habibah
265
Desakan Bu Maryam
266
Pertunangan Yandri
267
Luapan Emosi Bintang
268
Inikah Karma?
269
Ucapan itu Do'a
270
Simbol Pertunangan
271
Suster Yuna
272
Mencari Kesalahan
273
Bola Sepak
274
Menjemput Bu Maryam
275
Topeng Siska
276
Pilihan Terakhir
277
Merajuk
278
Meja 13
279
Rupa Daniar
280
Ingin Pulang
281
Kebenaran
282
Epilog Rindu
283
Setelah Hujan
284
Promo Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!