Pulang

"Ish, kenapa kepalaku berat sekali," gumam Seno saat terbangun di pagi hari.

"Morning, Honey!" Devia datang menyapa Seno seraya membawa secangkir teh lemon hangat. "Minumlah! Ini akan meredakan sakit di kepalamu," lanjut Devia seraya menyerahkan cangkir tersebut.

"Kau? Sedang apa kau di sini?" tanya Seno seraya bangkit. "Ish!" Seno meringis saat kepalanya mulai berdenyut.

"Haish, tenanglah, Seno."

Kini Devia duduk di samping Seno dan membantu Seno untuk bangun. Setelah itu, Devia mendekatkan cangkir tersebut di bibir Seno. "Minumlah!" perintah Devia.

Seno menurut. Dia kemudian mereguk teh lemon hangat buatan temannya itu. Namun, saat menyadari Devia hanya mengenakan jubah handuk, Seno pun mulai mengernyitkan kening. Sambil mereguk minumannya, Seno mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.

"Di mana aku?" tanya Seno seraya menatap tajam ke arah Devia.

"Kamu sedang berada di apartemen aku, Sen," jawab Devia.

"Apartemen kamu?" ulang Seno.

"Ya, apartemen aku," jawab Devia seraya beranjak dari tempat tidur.

Devia melangkahkan kaki menuju lemari pakaian. Dia membuka lemari tersebut dan mengambil setelan jeans beserta t-shirt berwarna abu. Tanpa merasa malu, Devia membuka jubah handuknya dan mulai mengenakan helai demi helai kain yang akan membalut tubuh mulusnya.

"Ish, apa urat malu kamu sudah hilang? Berani kamu bertelanjang bulat seperti itu di hadapan seorang laki-laki. Benar-benar tidak tahu diri!" bentak Seno.

Sambil menarik celana jeans-nya, Devia tersenyum sinis. "Ayolah, Sen ... tidak usah menjadi orang munafik. Bukankah kau juga menikmatinya semalam? Lenguhan panjang kamu semalam, tidak akan bisa membohongi aku jika kamu juga sangat menikmati malam panjang kita," balas Devia yang langsung membuat mata Seno terbelalak sempurna.

"Apa kau bilang?"

Seno berdiri. Namun, saat selimut terjatuh dari tubuhnya, Seno menyadari jika sesuatu terjadi antara dirinya dan wanita itu. "Apa yang kau lakukan padaku?" tanya Seno.

Sekarang, Devia melangkahkan kaki menuju meja rias. Sejenak, dia mematut dirinya di depan cermin meja rias. Dia membuka lilitan handuk di kepalanya, hingga rambutnya yang masih terlihat basah, jatuh tergerai begitu saja.

"Bukan hanya aku yang melakukan, Sen. Tapi kita! Hmm, memangnya apa lagi yang pria dan wanita dewasa lakukan di saat tidur seranjang? Main ludo?" ledek Devia yang mengira jika Seno pura-pura tidak tahu tentang kejadian semalam.

"Ish, nggak jelas banget!" gerutu Seno.

Jengah dengan perkataan Devia. Seno akhirnya memunguti pakaian dia yang berserakan tak karuan di atas lantai. Nasi sudah menjadi bubur. Seno akhirnya menyadari jika semalam mungkin dia telah bercampur dengan Devia. Sudah tanggung juga, akhirnya Seno pun memakai pakaiannya di depan Devia.

Devia menatap bagian belakang tubuh Seno seraya menyeringai. Rasa penasaran mencicipi tubuh atletis laki-laki itu, kini sudah terobati. Devia pun hanya mengulum senyum saat kembali merasakan mahkotanya yang berdenyut.

.

.

Matahari mulai muncul. Namun, Ridwan sudah duduk di kursi depan kontrakan Ratih. Semalaman Ridwan tidak mampu memejamkan mata. Bayangan wajah muram Daniar, membuat Ridwan tidak mampu merangkai mimpi. Pada akhirnya, Ridwan memutuskan untuk pergi ke rumah Ratih begitu selesai solat subuh.

"Astaghfirullah, Wan!" pekik Ratih yang begitu terkejut mendapati orang tengah tertidur bersandar di kursi berandanya.

Ridwan mengerjap. Sejurus kemudian, dia menegakkan tubuhnya. "Mbak Ratih," jawab Ridwan.

"Ngapain kamu tidur di sini?" tanya Ratih, "tunggu-tunggu, apa semalaman kamu tidur di sini?" tanya Ratih, curiga.

Ridwan hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Sebenarnya ... Ridwan sudah sejak subuh berada di sini, Mbak. Itu ... anu, semalam Ridwan nggak bisa tidur. Ridwan kepikiran terus sama Daniar. Jadi, selepas subuh, Ridwan kemari," jawab Ridwan, jujur.

Ratih hanya tersenyum mendengar kejujuran Ridwan. Dia kemudian membuka lebih lebar lagi daun pintu rumah kontrakannya.

"Masuklah! Daniar sedang berganti pakaian. Sambil menunggu Daniar, kamu bisa sarapan dulu, Wan. Mbak sudah masak nasi goreng tadi," ucap Ratih.

"Siap, Mbak!" jawab Ridwan.

Ratih tersenyum. Dia kemudian melangkahkan kakinya.

"Loh, Mbak mau ke mana?" tanya Ridwan.

"Mbak mau memberikan ini pada bang Atta," ucap Ratih seraya menunjukkan rantang yang dia bawa.

Ridwan tersenyum. "Sampaikan salam Ridwan untuk bang Atta, Mbak," pinta Ridwan.

"Oke," jawab Ratih.

Setelah Ratih pergi, Ridwan mengayunkan langkahnya menuju dapur. Ridwan sudah tidak segan lagi saat berada di rumah kontrakan Ratih. Baginya, Ratih sudah seperti kakaknya sendiri. Terlebih lagi, Ratih dan kakak perempuan Ridwan bersahabat.

Tiba di dapur, Ridwan segera mengambil piring dan menyendok nasi goreng buatan Ratih. Dia makan begitu lahapnya. Memikirkan Daniar semalaman, membuat Ridwan melupakan makan malamnya.

.

.

Daniar menyisir rambutnya. Hari ini, dia memutuskan untuk pulang. Ya, meskipun terselip keraguan dalam hati. Namun, Daniar harus bisa menyampaikan kabar buruk ini kepada orang tuanya.

Sejenak, Daniar duduk dan menatap bayangannya di cermin. Dadanya kembali sesak saat mengingat perintah mantan ibu mertuanya. Ya Tuhan, bagaimana cara aku menyampaikan semua keputusan ini kepada ayah? Dari mana aku harus memulainya? batin Daniar.

Drrt... Drrt...

Daniar terhenyak saat mendengar ponselnya bergetar di atas nakas. Dia kemudian mengambil benda pintar itu.

"Ayah?" gumam Daniar.

Hmm, baru saja Daniar memikirkan tentang pria paruh baya itu. Dan kini, pria itu sudah menghubungi anaknya. Apa ini yang dikatakan kontak batin antara anak dan ayah?

Daniar mengangkat telepon dari ayahnya.

"Assalamu'alaikum, Yah!" sapa Daniar.

"Niar, kapan kamu akan pulang? Kita harus segera mengurus semua keperluan untuk acara pernikahan kamu. Bukankah waktunya sudah semakin dekat?" kata ayah Daniar di ujung telepon.

Mendengar perkataan sang ayah, Daniar hanya mampu bergeming. Hatinya semakin pilu. Sesak di dadanya semakin bertambah. Ya Tuhan ... apa yang harus aku katakan pada ayah? batin daniar

"Niar, Sayang ... kok diam?" Ayah Daniar kembali bertanya.

"Eh, eng-enggak, Yah. Niar nggak pa-pa. Ayah tunggu Niar pulang dulu, ya? Jangan urus semuanya sendirian. Niar nggak mau Ayah kecapean," jawab Daniar.

"Lantas, kapan kamu pulang, Nak?"

"Insya Allah, hari ini Niar pulang, Yah."

"Ya sudah, hati-hati di jalan, Nak. Kabari Ayah jika sudah sampai di terminal Indihiang. Biar Ayah jemput kamu."

"Iya, Yah. Nanti Niar kabari. Niar tutup teleponnya ya, Yah. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Daniar menutup sambungan teleponnya saat sang ayah sudah menjawab salam. Sejenak, Daniar menghela napas.

Bagaimanapun caranya, aku harus mengatakan semua ini kepada ayah dan ibu. Aku tidak mau mereka terus berharap pada hubungan yang hampa ini. Semuanya telah berakhir, dan aku harus bisa mengatakan jika semuanya telah berakhir.

Daniar mengakhiri riasannya. Sejurus kemudian, dia membawa tas jinjingnya dan keluar kamar.

"Sarapan dulu, Niar!"

Daniar terkejut saat mendengar suara Ridwan dari arah dapur. Seketika Daniar menoleh. Tampak sahabatnya itu sedang asyik melahap nasi goreng yang dibuat Ratih dan dirinya selepas solat subuh tadi.

"Kamu di sini, Wan?" Daniar berbasa-basi dengan Ridwan.

Ridwan mengangguk

"Kapan datang?" tanya Daniar seraya duduk di hadapan Ridwan.

"Hmm, sekitar dua jam yang lalu," jawab Ridwan, masih asyik mengunyah makanannya.

"Kok nggak ngabarin Niar?" tanya Daniar lagi.

"Heee, nggak enak Niar, masa subuh-subuh gangguin anak gadis," gurau Ridwan.

Daniar hanya bisa tersenyum mendengar jawaban Ridwan.

"Kamu jadi, pulang hari ini?" tanya Ridwan.

Daniar mengangguk.

"Baiklah, biar nanti aku antarkan!" jawab Ridwan.

"Eh, nggak usah, Wan. Aku bisa sendiri, kok," Jawab Daniar.

"Ssst! Aku tidak suka penolakan Niar. Jangan protes dan makanlah!" ucap Ridwan seraya menyendok nasi untuk Daniar.

Daniar hanya tersenyum kecut melihat kebaikan Ridwan.

Ya Tuhan ... seandainya Seno juga memiliki sikap seperti Ridwan?

Terpopuler

Comments

ℤℍ𝔼𝔼💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈

ℤℍ𝔼𝔼💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈

pilih Ridwan aja deh niar pasting akan menyesal,,, drpd laki² kyk seno

2023-01-20

1

Chima

Chima

ridwan kok baik banget ya

2022-09-17

1

Tika

Tika

ridwan dan seno itu berbeda niar

2022-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 Lelaki Egois
2 Ide yang Konyol
3 Keputusan Sepihak
4 Menginap
5 Semuanya Terbongkar
6 Singa Betina yang Kelaparan
7 Pulang
8 Kekecewaan Bu Renata
9 Kisah Pemuda Desa
10 Kembali Kecewa
11 Kebenaran
12 Mencoba Melupakan
13 Gunjingan Tetangga
14 Nasihat Seorang Sahabat
15 Akhiri Apa yang Harus Diakhiri!
16 Lamaran
17 Rencana Perjodohan Part 1
18 Rencana Perjodohan Part 2
19 Rencana Bu Salma
20 Kunjungan Dadan
21 Kencan
22 Bertemu
23 Ungkapan Cinta Dadan
24 Jangan-jangan, Jodoh!
25 Jawaban Daniar
26 Kekecewaan Dadan
27 Bertemu Lagi
28 Lepaskan Dia!
29 Dia Istriku!
30 Kegelisahan Daniar
31 Mengungkap Rahasia
32 Teman Baru
33 Menjadi Penyemangat
34 Kelakar Double D
35 Salah Sasaran
36 Tentang Yandri
37 Hibah
38 Menjadi Sebuah Alasan
39 Desakan Danita
40 Dilema
41 Ide Gila
42 Kecemasan Yandri
43 Tawaran Kesepakatan
44 Sandiwara yang Manis
45 Kembali Menuai Kecewa
46 Menemui Ayah
47 Lamaran Tak Terduga
48 Pemuda Gentleman
49 Ragu
50 Tekad Yandri
51 Mengenalkan Daniar
52 Ijab Qabul
53 Pacar Halal
54 Trending Topic
55 Siska Cemburu
56 Ujian Pertama
57 Saran Bu Maryam
58 Bertahan
59 Jujur
60 Harapan Yandri
61 Pengalaman Baru
62 Mulai Diuji
63 Kesabaran Yandri
64 Mendapatkan Pekerjaan
65 Nikah Itu Ibadah
66 Nanas dan Mangga Muda
67 Ngidam
68 Garis Dua
69 Kejutan Ibu Mertua
70 Meminta Pulang
71 Kembali Diuji
72 Menginap
73 Tragedi
74 USG
75 Kunjungan Danita
76 Perjuangan Yandri
77 Buah Dari Kesabaran
78 Pertengkaran Pertama
79 Kontraksi
80 Pertolongan Tuhan Itu, Nyata!
81 Kelahiran Bintang
82 Welcome Baby B
83 Rencana Aqiqah
84 Lamaran Habibah
85 Antara Aqiqah dan Menikah
86 Terus Mengalah
87 Belajar Mandiri
88 Niat Baik Yandri
89 Rencana Ulang Tahun
90 Kado
91 Ulang Tahun Alakadarnya
92 Keputusan Bu Maryam
93 Hubungan Sebab Akibat
94 Raihan Berulah
95 Laporan Pak Agus
96 Kekhawatiran Yandri
97 Tamu Tak Diundang
98 Tertangkap Basah
99 Mengambil Sikap
100 Hamil
101 Pengakuan Mia
102 Pendidikan Itu, Penting!
103 Musibah
104 Kecelakaan Bu Maryam
105 Mengambil Keputusan
106 Syarat Mia
107 Kunjungan Bu Maryam dan Yoga
108 Kekecewaan Daniar
109 Nasihat Bu Salma
110 Pernikahan Raihan
111 Pulang
112 Kejutan
113 Menagih Janji
114 Ingkar
115 Selalu Mengalah
116 Ujian Lagi
117 Kembali Berkorban
118 Marhaban Yaa Ramadhan
119 Kunjungan Bu Maryam
120 Entah Siapa yang Salah
121 Mengusir Menantu
122 Ternyata, Cemburu
123 Hanya Karena Baju Lebaran
124 Drama Baju Lebaran
125 Menyambut Hari Kemenangan
126 Pindah
127 Ternyata, Tidak Jauh Lebih Baik
128 Tekanan Demi Tekanan
129 Pulang Kampung
130 Hidup Baru
131 Bintang Sakit
132 Puncak Kemarahan Daniar
133 Tragedi Wisuda
134 Kabar Duka
135 Pindah Lagi
136 Tawaran Kerja
137 Kebenaran
138 Memulai dari Awal
139 Lulus
140 Meminta Restu
141 Kembali Disalahkan
142 Ujian Masuk
143 Nasihat Pak Alam
144 Mulai Lebih Baik
145 Membujuk Yandri
146 Melepas Kerinduan
147 Rasanya Sesak Sekali
148 Penyesalan Daniar
149 Harta, Tahta dan Saudara
150 Hadiah Ulang Tahun
151 Kedatangan Aminah dan Rahmat
152 Perdebatan Kecil
153 Kembali Kecewa
154 Kebaikan Yandri
155 Panen Ikan
156 Kecelakaan
157 Menemui Yandri
158 Kunjungan Kamad
159 Pejuang Tangguh
160 Hikmah
161 Kunjungan Teman PPG
162 Pulang
163 Kebenaran
164 Keluh Kesah Daniar
165 Kembali Terluka
166 Emosi
167 Pergi dari Rumah
168 Kecemasan Bu Salma
169 Berdamai
170 Permintaan Yandri
171 Kejutan Luar Biasa
172 Bertahanlah!
173 Lelaki Paling Sabar
174 Kembali Berjihad
175 Kebijakan Kamad
176 Kemarahan Bu Maryam
177 Yandri Kembali Pulang
178 Kembali Berdebat
179 Menjemput Yandri
180 Menjenguk Khodijah
181 Ide Raihan
182 Mencari Alamat
183 Membawa Khodijah Berobat
184 Keputusan Khodijah
185 Khodijah Pulang
186 Kembali Bekerja
187 Dugaan Malpraktik
188 Hamil
189 Kabar Gembira
190 Mengeluh
191 Berdebat
192 Ingin Pulang
193 Permintaan Habibah
194 Kebingungan Daniar
195 Memilih
196 Salah Paham
197 Bedrest
198 Suami Siaga
199 Mengambil Cuti
200 Berita Duka
201 Berduka
202 Amarah Ibu Mertua
203 Kehilangan
204 Mengambil Tindakan
205 Pingsan
206 Bungkam
207 Histerektomi
208 Kedatangan Yandri
209 Histeris
210 Penolakan Daniar
211 Perubahan Sikap Daniar
212 Bertahan, atau Melepaskan
213 Memilih Berpisah
214 Meminta Berpisah
215 Menolak Berpisah
216 Menggugat Cerai
217 Mimpi
218 Percintaan Terakhir
219 Mediasi yang Gagal
220 Hancur
221 Nasihat yang Berbeda
222 Rumah Masa Depan
223 Hak Asuh
224 Berteman
225 Janji Ayah Bunda
226 Piknik
227 Saran Daniar
228 Sombong
229 Ingin Menghapus Rasa
230 Diusir
231 Merasa Terabaikan
232 Perdebatan Habibah dan Bu Maryam
233 Mobil Baru
234 Permintaan Konyol Bu Maryam
235 Bersaing
236 Penolakan Enna
237 Rencana Habibah
238 Usaha Siska
239 Masih Seperti Dulu.
240 Pertemuan Tak Terduga
241 Kecewa
242 Pertemuan Yandri dan Siska
243 Gelap Mata
244 Sebuah Penawaran
245 Permintaan Bintang
246 Lamaran yang Aneh
247 Memutuskan Pindah
248 Janji Bu Maryam
249 Kebohongan Pertama
250 Alasan Bintang
251 Usaha Baru
252 Peluang Usaha
253 Hari Ulang Tahun
254 Cupcake Viral
255 Teguran Bu Indah.
256 It's Not Bad Idea
257 Resign
258 Pulang
259 Stars Bakery
260 Mencari Keluarga
261 Kehilangan Jejak
262 Kecewa Lagi
263 Sandiwara Bu Maryam
264 Permainan Habibah
265 Desakan Bu Maryam
266 Pertunangan Yandri
267 Luapan Emosi Bintang
268 Inikah Karma?
269 Ucapan itu Do'a
270 Simbol Pertunangan
271 Suster Yuna
272 Mencari Kesalahan
273 Bola Sepak
274 Menjemput Bu Maryam
275 Topeng Siska
276 Pilihan Terakhir
277 Merajuk
278 Meja 13
279 Rupa Daniar
280 Ingin Pulang
281 Kebenaran
282 Epilog Rindu
283 Setelah Hujan
284 Promo Karya
Episodes

Updated 284 Episodes

1
Lelaki Egois
2
Ide yang Konyol
3
Keputusan Sepihak
4
Menginap
5
Semuanya Terbongkar
6
Singa Betina yang Kelaparan
7
Pulang
8
Kekecewaan Bu Renata
9
Kisah Pemuda Desa
10
Kembali Kecewa
11
Kebenaran
12
Mencoba Melupakan
13
Gunjingan Tetangga
14
Nasihat Seorang Sahabat
15
Akhiri Apa yang Harus Diakhiri!
16
Lamaran
17
Rencana Perjodohan Part 1
18
Rencana Perjodohan Part 2
19
Rencana Bu Salma
20
Kunjungan Dadan
21
Kencan
22
Bertemu
23
Ungkapan Cinta Dadan
24
Jangan-jangan, Jodoh!
25
Jawaban Daniar
26
Kekecewaan Dadan
27
Bertemu Lagi
28
Lepaskan Dia!
29
Dia Istriku!
30
Kegelisahan Daniar
31
Mengungkap Rahasia
32
Teman Baru
33
Menjadi Penyemangat
34
Kelakar Double D
35
Salah Sasaran
36
Tentang Yandri
37
Hibah
38
Menjadi Sebuah Alasan
39
Desakan Danita
40
Dilema
41
Ide Gila
42
Kecemasan Yandri
43
Tawaran Kesepakatan
44
Sandiwara yang Manis
45
Kembali Menuai Kecewa
46
Menemui Ayah
47
Lamaran Tak Terduga
48
Pemuda Gentleman
49
Ragu
50
Tekad Yandri
51
Mengenalkan Daniar
52
Ijab Qabul
53
Pacar Halal
54
Trending Topic
55
Siska Cemburu
56
Ujian Pertama
57
Saran Bu Maryam
58
Bertahan
59
Jujur
60
Harapan Yandri
61
Pengalaman Baru
62
Mulai Diuji
63
Kesabaran Yandri
64
Mendapatkan Pekerjaan
65
Nikah Itu Ibadah
66
Nanas dan Mangga Muda
67
Ngidam
68
Garis Dua
69
Kejutan Ibu Mertua
70
Meminta Pulang
71
Kembali Diuji
72
Menginap
73
Tragedi
74
USG
75
Kunjungan Danita
76
Perjuangan Yandri
77
Buah Dari Kesabaran
78
Pertengkaran Pertama
79
Kontraksi
80
Pertolongan Tuhan Itu, Nyata!
81
Kelahiran Bintang
82
Welcome Baby B
83
Rencana Aqiqah
84
Lamaran Habibah
85
Antara Aqiqah dan Menikah
86
Terus Mengalah
87
Belajar Mandiri
88
Niat Baik Yandri
89
Rencana Ulang Tahun
90
Kado
91
Ulang Tahun Alakadarnya
92
Keputusan Bu Maryam
93
Hubungan Sebab Akibat
94
Raihan Berulah
95
Laporan Pak Agus
96
Kekhawatiran Yandri
97
Tamu Tak Diundang
98
Tertangkap Basah
99
Mengambil Sikap
100
Hamil
101
Pengakuan Mia
102
Pendidikan Itu, Penting!
103
Musibah
104
Kecelakaan Bu Maryam
105
Mengambil Keputusan
106
Syarat Mia
107
Kunjungan Bu Maryam dan Yoga
108
Kekecewaan Daniar
109
Nasihat Bu Salma
110
Pernikahan Raihan
111
Pulang
112
Kejutan
113
Menagih Janji
114
Ingkar
115
Selalu Mengalah
116
Ujian Lagi
117
Kembali Berkorban
118
Marhaban Yaa Ramadhan
119
Kunjungan Bu Maryam
120
Entah Siapa yang Salah
121
Mengusir Menantu
122
Ternyata, Cemburu
123
Hanya Karena Baju Lebaran
124
Drama Baju Lebaran
125
Menyambut Hari Kemenangan
126
Pindah
127
Ternyata, Tidak Jauh Lebih Baik
128
Tekanan Demi Tekanan
129
Pulang Kampung
130
Hidup Baru
131
Bintang Sakit
132
Puncak Kemarahan Daniar
133
Tragedi Wisuda
134
Kabar Duka
135
Pindah Lagi
136
Tawaran Kerja
137
Kebenaran
138
Memulai dari Awal
139
Lulus
140
Meminta Restu
141
Kembali Disalahkan
142
Ujian Masuk
143
Nasihat Pak Alam
144
Mulai Lebih Baik
145
Membujuk Yandri
146
Melepas Kerinduan
147
Rasanya Sesak Sekali
148
Penyesalan Daniar
149
Harta, Tahta dan Saudara
150
Hadiah Ulang Tahun
151
Kedatangan Aminah dan Rahmat
152
Perdebatan Kecil
153
Kembali Kecewa
154
Kebaikan Yandri
155
Panen Ikan
156
Kecelakaan
157
Menemui Yandri
158
Kunjungan Kamad
159
Pejuang Tangguh
160
Hikmah
161
Kunjungan Teman PPG
162
Pulang
163
Kebenaran
164
Keluh Kesah Daniar
165
Kembali Terluka
166
Emosi
167
Pergi dari Rumah
168
Kecemasan Bu Salma
169
Berdamai
170
Permintaan Yandri
171
Kejutan Luar Biasa
172
Bertahanlah!
173
Lelaki Paling Sabar
174
Kembali Berjihad
175
Kebijakan Kamad
176
Kemarahan Bu Maryam
177
Yandri Kembali Pulang
178
Kembali Berdebat
179
Menjemput Yandri
180
Menjenguk Khodijah
181
Ide Raihan
182
Mencari Alamat
183
Membawa Khodijah Berobat
184
Keputusan Khodijah
185
Khodijah Pulang
186
Kembali Bekerja
187
Dugaan Malpraktik
188
Hamil
189
Kabar Gembira
190
Mengeluh
191
Berdebat
192
Ingin Pulang
193
Permintaan Habibah
194
Kebingungan Daniar
195
Memilih
196
Salah Paham
197
Bedrest
198
Suami Siaga
199
Mengambil Cuti
200
Berita Duka
201
Berduka
202
Amarah Ibu Mertua
203
Kehilangan
204
Mengambil Tindakan
205
Pingsan
206
Bungkam
207
Histerektomi
208
Kedatangan Yandri
209
Histeris
210
Penolakan Daniar
211
Perubahan Sikap Daniar
212
Bertahan, atau Melepaskan
213
Memilih Berpisah
214
Meminta Berpisah
215
Menolak Berpisah
216
Menggugat Cerai
217
Mimpi
218
Percintaan Terakhir
219
Mediasi yang Gagal
220
Hancur
221
Nasihat yang Berbeda
222
Rumah Masa Depan
223
Hak Asuh
224
Berteman
225
Janji Ayah Bunda
226
Piknik
227
Saran Daniar
228
Sombong
229
Ingin Menghapus Rasa
230
Diusir
231
Merasa Terabaikan
232
Perdebatan Habibah dan Bu Maryam
233
Mobil Baru
234
Permintaan Konyol Bu Maryam
235
Bersaing
236
Penolakan Enna
237
Rencana Habibah
238
Usaha Siska
239
Masih Seperti Dulu.
240
Pertemuan Tak Terduga
241
Kecewa
242
Pertemuan Yandri dan Siska
243
Gelap Mata
244
Sebuah Penawaran
245
Permintaan Bintang
246
Lamaran yang Aneh
247
Memutuskan Pindah
248
Janji Bu Maryam
249
Kebohongan Pertama
250
Alasan Bintang
251
Usaha Baru
252
Peluang Usaha
253
Hari Ulang Tahun
254
Cupcake Viral
255
Teguran Bu Indah.
256
It's Not Bad Idea
257
Resign
258
Pulang
259
Stars Bakery
260
Mencari Keluarga
261
Kehilangan Jejak
262
Kecewa Lagi
263
Sandiwara Bu Maryam
264
Permainan Habibah
265
Desakan Bu Maryam
266
Pertunangan Yandri
267
Luapan Emosi Bintang
268
Inikah Karma?
269
Ucapan itu Do'a
270
Simbol Pertunangan
271
Suster Yuna
272
Mencari Kesalahan
273
Bola Sepak
274
Menjemput Bu Maryam
275
Topeng Siska
276
Pilihan Terakhir
277
Merajuk
278
Meja 13
279
Rupa Daniar
280
Ingin Pulang
281
Kebenaran
282
Epilog Rindu
283
Setelah Hujan
284
Promo Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!