Semuanya Terbongkar

Daniar melangkahkan kaki mendekati ranjang. Sedetik kemudian, dia pun merebahkan diri di samping Ratih. Kedua tangannya dia lipat di atas perut. Matanya menatap kosong langit-langit kamar. Bengkak di kelopak matanya semakin kentara.

Perlahan, bulir bening itu kembali menetes dari kedua sudut mata Daniar. Entah apa yang sedang dia pikirkan. Namun, Ratih paham benar jika saat ini, Daniar sedang tidak baik-baik saja.

Perlahan, Ratih menyeka bulir air mata yang menetes di pipi berkulit putih milik Daniar. Sontak Daniar pun menoleh. Daniar memasang senyum yang menegaskan jika dia baik-baik saja. Namun, Ratih menggelengkan kepalanya. Bahasa isyarat dari bagian tubuh Ratih seolah berkata, 'jangan pendam kesedihan kamu sendirian'.

Melihat tatapan yang teduh dari wanita yang sudah dianggapnya kakak, Daniar pun semakin tak kuasa menyimpan dukanya. Dia mulai memiringkan badan menghadap Ratih. Seketika, Daniar menyusupkan wajahnya di dada Ratih seraya menangis tersedu-sedu.

Ratih tak berbicara. Dia juga tidak banyak bertanya. Hanya tangannya saja memeluk erat tubuh Daniar. Mencoba menyalurkan sebuah kekuatan yang mampu menopang ketegaran Daniar.

Puas menangis, akhirnya Daniar menarik diri dari pelukan Ratih.

"Maafkan Niar, Mbak," ucap lirih Daniar.

"Tidak apa-apa, Niar. Terkadang, manusia juga butuh menangis untuk melepaskan beban yang menghimpitnya," jawab Ratih.

Mungkin Daniar sedang terluka oleh sesuatu hal, dan Ratih tidak ingin menguak luka itu dengan bertanya tentang alasan Daniar menangis. Ratih akan menunggu Daniar menceritakannya secara suka rela.

Daniar kembali menelentangkan tubuhnya, pun dengan Ratih. Mereka sama-sama diam dan menatap langit-langit kamar. Untuk beberapa saat, keheningan terjadi di antara mereka. Hingga akhirnya, Daniar membuka suara.

"Mbak!" panggil Daniar.

"Hmm," jawab Ratih memiringkan badan.

"Saat pertunangan Mbak putus dengan mas Dewa dulu, apa yang Mbak katakan pada kedua orang tua Mbak?" tanya Daniar, masih menatap kosong ke atas.

Ratih menghela napas. "Mbak nggak bilang apa-apa, Dek. Karena, Mas Dewa sendiri yang datang ke rumah dan berkata langsung kepada orang tua Mbak," jawab Ratih.

"Kalau boleh tahu, siapa yang meminta putus Mbak?" tanya Daniar.

"Mas Dewa. Waktu itu, mas Dewa berniat melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Dan orang tua Mbak keberatan jika pernikahan Mbak harus diundur. Kata mereka, ada baiknya kita segera menikah ketika sudah dilamar. Soalnya, jika dibiarkan berlama-lama, ujiannya pun akan lebih hebat lagi," jawab Ratih panjang lebar.

"Terus, bagaimana tanggapan orang tua Mbak saat mas Dewa datang untuk memutuskan pertunangan?" tanya Daniar lagi.

"Setiap orang tua, pasti akan merasa kecewa, Dek. Namun, jika mereka pikir ini yang terbaik untuk anaknya, maka mereka bisa menerimanya dengan lapang dada. Terlebih lagi, mas Dewa juga cukup gentle untuk mengakui semua keinginannya," ucap Ratih.

"Seandainya Seno juga bisa bersikap gentleman seperti mas Dewa," gumam Daniar yang masih bisa didengar oleh Ratih.

"Memangnya Seno kenapa, Niar? Terus, kenapa juga kamu bertanya seperti itu?" tanya Ratih seolah mendapatkan celah untuk mengorek informasi.

"Pertunangan Niar sama Seno sudah berakhir, Mbak," jawab Daniar.

"Apa?!" pekik Ratih, "Mbak nggak salah dengar, 'kan, Niar?" tanyanya lagi.

Daniar menggelengkan kepala. "Mbak nggak salah dengar. Pertunangan Daniar memang baru saja berakhir, Mbak," jangan Daniar.

"Tapi kenapa, Niar?" Ratih kembali bertanya.

"Seno menghamili wanita lain." Daniar menjawab pertanyaan Ratih dengan suara serak. Sepertinya, dia tak kuasa menahan kesedihan hingga kembali menangis.

"Hhh, sudah kuduga," gumam Ratih.

Daniar menoleh saat mendengar Ratih bergumam. Dia merasa heran, kenapa Ratih bisa berbicara seperti itu? Apa mungkin Ratih mengetahui sesuatu yang tidak Daniar ketahui?

"Kenapa Mbak berbicara seperti itu? Apa Mbak tahu sesuatu tentang Seno?" tanya Daniar semakin penasaran.

"Dulu, saat Mbak tahu kamu bertunangan dengan Seno, Mbak merasa pertunangan kalian tidak akan bertahan lama. Sebenarnya, Mbak sangat menyayangkan keputusan kamu. Namun, Mbak sadar jika Mbak tidak punya hak untuk memcampuri hubungan kalian. Karena itu, Mbak selalu mencoba menepis kata hati Mbak," jangan Ratih.

Daniar menatap lekat kepada Ratih. "Kenapa Mbak mempunyai pikiran seperti itu? Apa kami memang tidak cocok di mata Mbak?" tanya Daniar.

"Sebenarnya bukan masalah ketidakcocokan, Niar. Hanya saja, Mbak selalu merasa jika Seno bukan laki-laki yang pantas untuk kamu cintai. Asal kamu tahu, Niar. Sebelum kalian bertunangan, Mbak sempat memergoki Seno sedang berjalan dengan wanita lain. Bahkan, setelah kalian bertunangan pun, bisa-bisanya Seno menggoda teman kerja Mbak. Karena itu, Mbak selalu merasa jika Seno bukan laki-laki yang baik untuk kamu. Dan sekarang, terbukti, 'kan jika Seno bukan laki-laki baik. Jika memang dia pria sejati, dia tidak akan mungkin sampai menghamili anak orang," tutur Ratih panjang lebar.

Daniar hanya diam mendengar penuturan Ratih yang membongkar semua kelakuan Seno di belakang Daniar. Sungguh, Daniar tidak pernah menyangka jika Seno telah berubah menjadi pria yang sangat brengsek. Padahal, dulu saat dia berpacaran dengan Seno, laki-laki itu begitu baik dan sopan terhadap keluarganya. Dia juga tidak segan-segan membantu kondisi keuangan orang tua Daniar, di saat ayah Daniar mengalami kecelakaan dan tak bisa bekerja untuk beberapa bulan.

"Ternyata, semua kebaikannya itu, palsu," gumam Daniar.

"Sudahlah, Niar. Lupakan Seno! Di dunia ini, laki-laki bukan hanya Seno seorang. Kamu itu wanita cantik, Mbak yakin jika suatu hari nanti, kamu bisa menemukan pengganti Seno yang jauh lebih baik segalanya dari laki-laki tidak tahu diri itu," ucap Ratih, kesal.

Daniar tersenyum kecut. Mana ada laki-laki yang mau sama perempuan yang sudah hina seperti Daniar, Mbak, batin Daniar.

"Sudah malam, sebaiknya kita tidur," ajak Ratih seraya memadamkan lampu duduk di samping ranjangnya.

Daniar mengangguk. Dia kemudian memejamkan mata, berharap mimpi akan membawa dia pada sebuah ketenangan, hingga dia tidak merasakan sesak lagi.

.

.

Sementara itu, di sebuah rumah yang cukup besar, tampak beberapa orang pemuda dan pemudi sedang bercengkerama. Sebagian ada yang sedang bermain gitar dan bernyanyi di teras depan. Sebagian lagi sedang bermain kartu di ruang tengah. Dan sebagian lagi, sedang menonton film yang sebenarnya tidak layak untuk ditonton. Tiba-tiba....

Brakk!

Sandi dan Gun, tampak terkejut melihat sebuah motor menabrak sepeda yang terparkir di depan rumah.

"Ish, apa-apaan lu, Sen?!" teriak Gun.

"Tahu nih, datang-datang main tabrak sepeda orang saja," timpal Sandi.

"Aaah, pada berisik lu!" jawab Seno seraya nyelonong memasuki rumah tersebut.

Seno meraih botol anggur dari atas meja. Masih dengan posisi berdiri, dia menenggak isi botol itu hingga tak bersisa. Sedetik kemudian, Seno kembali meraih botol yang kedua dan menenggaknya juga.

"Astaga, Sen! Bisa-bisa, lu teler akut kalau cara minum lu kek gitu!" seru Aziz.

"Allaaah, banyak bacot lu! Sini, bagi botol lu! Gua masih sanggup buat minum ginian sebanyak sepuluh botol," tukas Seno dengan angkuhnya.

Aziz hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan temannya. "Lu kenapa sih, Sen? Datang-datang nge-gas gitu," tanya Aziz.

Seno mendaratkan bokongnya di sofa. Sejurus kemudian, dia bersandar dan menengadah, memejamkan mata.

"Daniar mutusin gue," jawab Seno, nyaris tanpa suara.

"Apa?!"

Terpopuler

Comments

𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe

𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe

Syukurin lah kamu Seno di putusin Daniar. Emang itu pantas kamu dapatkan

2023-01-20

0

💜Ϝιαℓσνα💜

💜Ϝιαℓσνα💜

buang aja jauh2 ke antartika laki2 kyk seno... masi byk cowo yg lebih baik

2023-01-20

2

🍭ͪ ͩ🐣ᷡ ᷤꮯ𑜼ӟꮪ🍒⃞⃟🦅🍀⃟🩷️

🍭ͪ ͩ🐣ᷡ ᷤꮯ𑜼ӟꮪ🍒⃞⃟🦅🍀⃟🩷️

nah mbak ratih masih lebih beruntung darimu niar lah seno iss amit2

2023-01-20

1

lihat semua
Episodes
1 Lelaki Egois
2 Ide yang Konyol
3 Keputusan Sepihak
4 Menginap
5 Semuanya Terbongkar
6 Singa Betina yang Kelaparan
7 Pulang
8 Kekecewaan Bu Renata
9 Kisah Pemuda Desa
10 Kembali Kecewa
11 Kebenaran
12 Mencoba Melupakan
13 Gunjingan Tetangga
14 Nasihat Seorang Sahabat
15 Akhiri Apa yang Harus Diakhiri!
16 Lamaran
17 Rencana Perjodohan Part 1
18 Rencana Perjodohan Part 2
19 Rencana Bu Salma
20 Kunjungan Dadan
21 Kencan
22 Bertemu
23 Ungkapan Cinta Dadan
24 Jangan-jangan, Jodoh!
25 Jawaban Daniar
26 Kekecewaan Dadan
27 Bertemu Lagi
28 Lepaskan Dia!
29 Dia Istriku!
30 Kegelisahan Daniar
31 Mengungkap Rahasia
32 Teman Baru
33 Menjadi Penyemangat
34 Kelakar Double D
35 Salah Sasaran
36 Tentang Yandri
37 Hibah
38 Menjadi Sebuah Alasan
39 Desakan Danita
40 Dilema
41 Ide Gila
42 Kecemasan Yandri
43 Tawaran Kesepakatan
44 Sandiwara yang Manis
45 Kembali Menuai Kecewa
46 Menemui Ayah
47 Lamaran Tak Terduga
48 Pemuda Gentleman
49 Ragu
50 Tekad Yandri
51 Mengenalkan Daniar
52 Ijab Qabul
53 Pacar Halal
54 Trending Topic
55 Siska Cemburu
56 Ujian Pertama
57 Saran Bu Maryam
58 Bertahan
59 Jujur
60 Harapan Yandri
61 Pengalaman Baru
62 Mulai Diuji
63 Kesabaran Yandri
64 Mendapatkan Pekerjaan
65 Nikah Itu Ibadah
66 Nanas dan Mangga Muda
67 Ngidam
68 Garis Dua
69 Kejutan Ibu Mertua
70 Meminta Pulang
71 Kembali Diuji
72 Menginap
73 Tragedi
74 USG
75 Kunjungan Danita
76 Perjuangan Yandri
77 Buah Dari Kesabaran
78 Pertengkaran Pertama
79 Kontraksi
80 Pertolongan Tuhan Itu, Nyata!
81 Kelahiran Bintang
82 Welcome Baby B
83 Rencana Aqiqah
84 Lamaran Habibah
85 Antara Aqiqah dan Menikah
86 Terus Mengalah
87 Belajar Mandiri
88 Niat Baik Yandri
89 Rencana Ulang Tahun
90 Kado
91 Ulang Tahun Alakadarnya
92 Keputusan Bu Maryam
93 Hubungan Sebab Akibat
94 Raihan Berulah
95 Laporan Pak Agus
96 Kekhawatiran Yandri
97 Tamu Tak Diundang
98 Tertangkap Basah
99 Mengambil Sikap
100 Hamil
101 Pengakuan Mia
102 Pendidikan Itu, Penting!
103 Musibah
104 Kecelakaan Bu Maryam
105 Mengambil Keputusan
106 Syarat Mia
107 Kunjungan Bu Maryam dan Yoga
108 Kekecewaan Daniar
109 Nasihat Bu Salma
110 Pernikahan Raihan
111 Pulang
112 Kejutan
113 Menagih Janji
114 Ingkar
115 Selalu Mengalah
116 Ujian Lagi
117 Kembali Berkorban
118 Marhaban Yaa Ramadhan
119 Kunjungan Bu Maryam
120 Entah Siapa yang Salah
121 Mengusir Menantu
122 Ternyata, Cemburu
123 Hanya Karena Baju Lebaran
124 Drama Baju Lebaran
125 Menyambut Hari Kemenangan
126 Pindah
127 Ternyata, Tidak Jauh Lebih Baik
128 Tekanan Demi Tekanan
129 Pulang Kampung
130 Hidup Baru
131 Bintang Sakit
132 Puncak Kemarahan Daniar
133 Tragedi Wisuda
134 Kabar Duka
135 Pindah Lagi
136 Tawaran Kerja
137 Kebenaran
138 Memulai dari Awal
139 Lulus
140 Meminta Restu
141 Kembali Disalahkan
142 Ujian Masuk
143 Nasihat Pak Alam
144 Mulai Lebih Baik
145 Membujuk Yandri
146 Melepas Kerinduan
147 Rasanya Sesak Sekali
148 Penyesalan Daniar
149 Harta, Tahta dan Saudara
150 Hadiah Ulang Tahun
151 Kedatangan Aminah dan Rahmat
152 Perdebatan Kecil
153 Kembali Kecewa
154 Kebaikan Yandri
155 Panen Ikan
156 Kecelakaan
157 Menemui Yandri
158 Kunjungan Kamad
159 Pejuang Tangguh
160 Hikmah
161 Kunjungan Teman PPG
162 Pulang
163 Kebenaran
164 Keluh Kesah Daniar
165 Kembali Terluka
166 Emosi
167 Pergi dari Rumah
168 Kecemasan Bu Salma
169 Berdamai
170 Permintaan Yandri
171 Kejutan Luar Biasa
172 Bertahanlah!
173 Lelaki Paling Sabar
174 Kembali Berjihad
175 Kebijakan Kamad
176 Kemarahan Bu Maryam
177 Yandri Kembali Pulang
178 Kembali Berdebat
179 Menjemput Yandri
180 Menjenguk Khodijah
181 Ide Raihan
182 Mencari Alamat
183 Membawa Khodijah Berobat
184 Keputusan Khodijah
185 Khodijah Pulang
186 Kembali Bekerja
187 Dugaan Malpraktik
188 Hamil
189 Kabar Gembira
190 Mengeluh
191 Berdebat
192 Ingin Pulang
193 Permintaan Habibah
194 Kebingungan Daniar
195 Memilih
196 Salah Paham
197 Bedrest
198 Suami Siaga
199 Mengambil Cuti
200 Berita Duka
201 Berduka
202 Amarah Ibu Mertua
203 Kehilangan
204 Mengambil Tindakan
205 Pingsan
206 Bungkam
207 Histerektomi
208 Kedatangan Yandri
209 Histeris
210 Penolakan Daniar
211 Perubahan Sikap Daniar
212 Bertahan, atau Melepaskan
213 Memilih Berpisah
214 Meminta Berpisah
215 Menolak Berpisah
216 Menggugat Cerai
217 Mimpi
218 Percintaan Terakhir
219 Mediasi yang Gagal
220 Hancur
221 Nasihat yang Berbeda
222 Rumah Masa Depan
223 Hak Asuh
224 Berteman
225 Janji Ayah Bunda
226 Piknik
227 Saran Daniar
228 Sombong
229 Ingin Menghapus Rasa
230 Diusir
231 Merasa Terabaikan
232 Perdebatan Habibah dan Bu Maryam
233 Mobil Baru
234 Permintaan Konyol Bu Maryam
235 Bersaing
236 Penolakan Enna
237 Rencana Habibah
238 Usaha Siska
239 Masih Seperti Dulu.
240 Pertemuan Tak Terduga
241 Kecewa
242 Pertemuan Yandri dan Siska
243 Gelap Mata
244 Sebuah Penawaran
245 Permintaan Bintang
246 Lamaran yang Aneh
247 Memutuskan Pindah
248 Janji Bu Maryam
249 Kebohongan Pertama
250 Alasan Bintang
251 Usaha Baru
252 Peluang Usaha
253 Hari Ulang Tahun
254 Cupcake Viral
255 Teguran Bu Indah.
256 It's Not Bad Idea
257 Resign
258 Pulang
259 Stars Bakery
260 Mencari Keluarga
261 Kehilangan Jejak
262 Kecewa Lagi
263 Sandiwara Bu Maryam
264 Permainan Habibah
265 Desakan Bu Maryam
266 Pertunangan Yandri
267 Luapan Emosi Bintang
268 Inikah Karma?
269 Ucapan itu Do'a
270 Simbol Pertunangan
271 Suster Yuna
272 Mencari Kesalahan
273 Bola Sepak
274 Menjemput Bu Maryam
275 Topeng Siska
276 Pilihan Terakhir
277 Merajuk
278 Meja 13
279 Rupa Daniar
280 Ingin Pulang
281 Kebenaran
282 Epilog Rindu
283 Setelah Hujan
284 Promo Karya
Episodes

Updated 284 Episodes

1
Lelaki Egois
2
Ide yang Konyol
3
Keputusan Sepihak
4
Menginap
5
Semuanya Terbongkar
6
Singa Betina yang Kelaparan
7
Pulang
8
Kekecewaan Bu Renata
9
Kisah Pemuda Desa
10
Kembali Kecewa
11
Kebenaran
12
Mencoba Melupakan
13
Gunjingan Tetangga
14
Nasihat Seorang Sahabat
15
Akhiri Apa yang Harus Diakhiri!
16
Lamaran
17
Rencana Perjodohan Part 1
18
Rencana Perjodohan Part 2
19
Rencana Bu Salma
20
Kunjungan Dadan
21
Kencan
22
Bertemu
23
Ungkapan Cinta Dadan
24
Jangan-jangan, Jodoh!
25
Jawaban Daniar
26
Kekecewaan Dadan
27
Bertemu Lagi
28
Lepaskan Dia!
29
Dia Istriku!
30
Kegelisahan Daniar
31
Mengungkap Rahasia
32
Teman Baru
33
Menjadi Penyemangat
34
Kelakar Double D
35
Salah Sasaran
36
Tentang Yandri
37
Hibah
38
Menjadi Sebuah Alasan
39
Desakan Danita
40
Dilema
41
Ide Gila
42
Kecemasan Yandri
43
Tawaran Kesepakatan
44
Sandiwara yang Manis
45
Kembali Menuai Kecewa
46
Menemui Ayah
47
Lamaran Tak Terduga
48
Pemuda Gentleman
49
Ragu
50
Tekad Yandri
51
Mengenalkan Daniar
52
Ijab Qabul
53
Pacar Halal
54
Trending Topic
55
Siska Cemburu
56
Ujian Pertama
57
Saran Bu Maryam
58
Bertahan
59
Jujur
60
Harapan Yandri
61
Pengalaman Baru
62
Mulai Diuji
63
Kesabaran Yandri
64
Mendapatkan Pekerjaan
65
Nikah Itu Ibadah
66
Nanas dan Mangga Muda
67
Ngidam
68
Garis Dua
69
Kejutan Ibu Mertua
70
Meminta Pulang
71
Kembali Diuji
72
Menginap
73
Tragedi
74
USG
75
Kunjungan Danita
76
Perjuangan Yandri
77
Buah Dari Kesabaran
78
Pertengkaran Pertama
79
Kontraksi
80
Pertolongan Tuhan Itu, Nyata!
81
Kelahiran Bintang
82
Welcome Baby B
83
Rencana Aqiqah
84
Lamaran Habibah
85
Antara Aqiqah dan Menikah
86
Terus Mengalah
87
Belajar Mandiri
88
Niat Baik Yandri
89
Rencana Ulang Tahun
90
Kado
91
Ulang Tahun Alakadarnya
92
Keputusan Bu Maryam
93
Hubungan Sebab Akibat
94
Raihan Berulah
95
Laporan Pak Agus
96
Kekhawatiran Yandri
97
Tamu Tak Diundang
98
Tertangkap Basah
99
Mengambil Sikap
100
Hamil
101
Pengakuan Mia
102
Pendidikan Itu, Penting!
103
Musibah
104
Kecelakaan Bu Maryam
105
Mengambil Keputusan
106
Syarat Mia
107
Kunjungan Bu Maryam dan Yoga
108
Kekecewaan Daniar
109
Nasihat Bu Salma
110
Pernikahan Raihan
111
Pulang
112
Kejutan
113
Menagih Janji
114
Ingkar
115
Selalu Mengalah
116
Ujian Lagi
117
Kembali Berkorban
118
Marhaban Yaa Ramadhan
119
Kunjungan Bu Maryam
120
Entah Siapa yang Salah
121
Mengusir Menantu
122
Ternyata, Cemburu
123
Hanya Karena Baju Lebaran
124
Drama Baju Lebaran
125
Menyambut Hari Kemenangan
126
Pindah
127
Ternyata, Tidak Jauh Lebih Baik
128
Tekanan Demi Tekanan
129
Pulang Kampung
130
Hidup Baru
131
Bintang Sakit
132
Puncak Kemarahan Daniar
133
Tragedi Wisuda
134
Kabar Duka
135
Pindah Lagi
136
Tawaran Kerja
137
Kebenaran
138
Memulai dari Awal
139
Lulus
140
Meminta Restu
141
Kembali Disalahkan
142
Ujian Masuk
143
Nasihat Pak Alam
144
Mulai Lebih Baik
145
Membujuk Yandri
146
Melepas Kerinduan
147
Rasanya Sesak Sekali
148
Penyesalan Daniar
149
Harta, Tahta dan Saudara
150
Hadiah Ulang Tahun
151
Kedatangan Aminah dan Rahmat
152
Perdebatan Kecil
153
Kembali Kecewa
154
Kebaikan Yandri
155
Panen Ikan
156
Kecelakaan
157
Menemui Yandri
158
Kunjungan Kamad
159
Pejuang Tangguh
160
Hikmah
161
Kunjungan Teman PPG
162
Pulang
163
Kebenaran
164
Keluh Kesah Daniar
165
Kembali Terluka
166
Emosi
167
Pergi dari Rumah
168
Kecemasan Bu Salma
169
Berdamai
170
Permintaan Yandri
171
Kejutan Luar Biasa
172
Bertahanlah!
173
Lelaki Paling Sabar
174
Kembali Berjihad
175
Kebijakan Kamad
176
Kemarahan Bu Maryam
177
Yandri Kembali Pulang
178
Kembali Berdebat
179
Menjemput Yandri
180
Menjenguk Khodijah
181
Ide Raihan
182
Mencari Alamat
183
Membawa Khodijah Berobat
184
Keputusan Khodijah
185
Khodijah Pulang
186
Kembali Bekerja
187
Dugaan Malpraktik
188
Hamil
189
Kabar Gembira
190
Mengeluh
191
Berdebat
192
Ingin Pulang
193
Permintaan Habibah
194
Kebingungan Daniar
195
Memilih
196
Salah Paham
197
Bedrest
198
Suami Siaga
199
Mengambil Cuti
200
Berita Duka
201
Berduka
202
Amarah Ibu Mertua
203
Kehilangan
204
Mengambil Tindakan
205
Pingsan
206
Bungkam
207
Histerektomi
208
Kedatangan Yandri
209
Histeris
210
Penolakan Daniar
211
Perubahan Sikap Daniar
212
Bertahan, atau Melepaskan
213
Memilih Berpisah
214
Meminta Berpisah
215
Menolak Berpisah
216
Menggugat Cerai
217
Mimpi
218
Percintaan Terakhir
219
Mediasi yang Gagal
220
Hancur
221
Nasihat yang Berbeda
222
Rumah Masa Depan
223
Hak Asuh
224
Berteman
225
Janji Ayah Bunda
226
Piknik
227
Saran Daniar
228
Sombong
229
Ingin Menghapus Rasa
230
Diusir
231
Merasa Terabaikan
232
Perdebatan Habibah dan Bu Maryam
233
Mobil Baru
234
Permintaan Konyol Bu Maryam
235
Bersaing
236
Penolakan Enna
237
Rencana Habibah
238
Usaha Siska
239
Masih Seperti Dulu.
240
Pertemuan Tak Terduga
241
Kecewa
242
Pertemuan Yandri dan Siska
243
Gelap Mata
244
Sebuah Penawaran
245
Permintaan Bintang
246
Lamaran yang Aneh
247
Memutuskan Pindah
248
Janji Bu Maryam
249
Kebohongan Pertama
250
Alasan Bintang
251
Usaha Baru
252
Peluang Usaha
253
Hari Ulang Tahun
254
Cupcake Viral
255
Teguran Bu Indah.
256
It's Not Bad Idea
257
Resign
258
Pulang
259
Stars Bakery
260
Mencari Keluarga
261
Kehilangan Jejak
262
Kecewa Lagi
263
Sandiwara Bu Maryam
264
Permainan Habibah
265
Desakan Bu Maryam
266
Pertunangan Yandri
267
Luapan Emosi Bintang
268
Inikah Karma?
269
Ucapan itu Do'a
270
Simbol Pertunangan
271
Suster Yuna
272
Mencari Kesalahan
273
Bola Sepak
274
Menjemput Bu Maryam
275
Topeng Siska
276
Pilihan Terakhir
277
Merajuk
278
Meja 13
279
Rupa Daniar
280
Ingin Pulang
281
Kebenaran
282
Epilog Rindu
283
Setelah Hujan
284
Promo Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!