Singa Betina yang Kelaparan

Aziz dan kawan-kawan memekik keras mendengar ucapan Seno.

"Ada apaan nih, kok berisik banget?" tanya Gun yang sudah berdiri di hadapan mereka.

"Tahu, nih. Sampai terdengar keluar tuh, teriakan kalian," timpal Sandi.

"Si Seno putus sama tunangannya," jawab Aziz.

"Apa?!" Kali ini, Gun dan Sandi yang memekik keras secara bersamaan.

"Lo serius, Sen? Kok bisa?" tanya Sandi, teman dekat Seno.

Sandi benar-benar tidak menyangka jika pertunangan kawan karibnya bisa putus begitu saja setelah terjalin cukup lama. Ya, meskipun dia menyadari jika Seno adalah pria brengsek. Namun, Sandi tahu betul kalau Daniar begitu mencintai Seno. Berulang kali Seno melakukan kesalahan, Daniar selalu memaafkannya. Makanya, Sandi merasa begitu terkejut mendengar kabar tersebut.

"Shakila hamil, dan dia meminta Daniar untuk ngelepasin gue," ucap Seno.

Bugh!

Tanpa diduga, satu pukulan keras mendarat di rahang kanan Seno. Semua orang begitu terkejut melihat kejadian yang sangat cepat itu.

"Gila lu, Ziz! Kenapa lu pukul si Seno!" teriak Bryan.

"Dia memang pantas untuk dipukul, Yan. Udah tahu punya tunangan, masih aja main gila sama cewek lain! Gua heran sama lu, kurang baik apa sih, Daniar sama lu? Dia tuh cantik, lembut dan selalu memahami elu. Bahkan, di saat lu main gila sama cewek lain, berulang kali dia maafin lu. Tega banget lu mainin hati Daniar," cecar Aziz yang menyimpan kekaguman tersendiri kepada tunangan sahabatnya itu.

"Brengsek! Aaargh!" Seno berteriak seraya mengacak rambutnya. Apa yang dikatakan Aziz memang benar. Namun, Seno tak mampu merubah keadaan. Saat ini pun, dia tidak bisa mundur lagi karena permainan gila yang dia lakukan bersama Shakila, kini telah membuahkan hasil. Seno pun hanya merutuki kesialannya malam ini.

Glek-glek-glek!

Karena merasa frustasi, akhirnya Seno kembali meraih botol minum dan menenggak isinya hingga ludes. Tanpa dia sadari, seorang gadis menatap Seno dengan senyum menyeringai tersungging di kedua sudut bibirnya. Hmm, semoga saja ini malam keberuntungan aku, batin gadis itu yang kembali mengalihkan tatapannya kepada film yang membuat darahnya berdesir hebat.

Brak!

Aziz menendang meja melihat tingkah Seno yang hanya bisa melampiaskan rasa frustasinya lewat minuman. Sejurus kemudian, dia keluar dan pergi meninggalkan basecamp tempat mereka berkumpul untuk menghabiskan malam.

Teman-teman Seno hanya bisa saling tatap melihat Seno yang mabuk-mabukan. Meskipun sudah diingatkan, tapi Seno tetap mengabaikan nasihat teman-temannya. Kehilangan Daniar membuat pikirannya kacau. Seno membenci Daniar karena tidak mau mengikuti solusinya.

"Kamu mau putus, 'kan, Niar? Oke ... tidak masalah. Memangnya siapa kamu, Niar ... kamu itu tidak lebih dari seorang gadis kampung yang sangat kuno bagiku. Aku masih muda, Niar. Wajar kalau aku menginginkan kebebasan aku sebelum aku benar-benar menikah denganmu. Toh, nanti ... kalau kita sudah menikah, aku pasti akan menjadi milik kamu, Daniar. Milik kamu se-u-tuhnya." Seno sepertinya mulai mabuk. Dia terus meracau menyebut nama Daniar.

Seno berdiri. Namun, sepersekian detik kemudian, tubuhnya kembali ambruk di atas sofa. Sepertinya, dia benar-benar kehilangan kesadarannya.

"San, sebaiknya kamu bawa si Seno pulang," ucap Gun kepada temannya.

"Idih, ogah! Gua nggak mau urusan lagi sama bokap nyokapnya dia," tolak Sandi.

Gun menatap Bryan.

"Sorry, gua ada urusan," ucap Bryan seraya beranjak dari tempat duduknya.

"Ish, masa harus gua lagi sih," gerutu Gun.

"Biar aku saja yang mengantarkan dia pulang," ucap seorang gadis yang sudah berdiri di hadapan teman-temannya.

"Lu yakin, Via?" tanya Max yang berdiri di sampingnya.

Devia –nama sang gadis– mengangguk. "Iya, Max. Lagian, gua 'kan bawa mobil," ucap Devia.

"Oh, ya sudah kalau gitu. Biar gua papah si Seno ke dalam mobil lu," tukas Gun yang nggak mau pagi-pagi harus ngurusin muntahnya si Seno akibat pengaruh alkohol.

Tanpa menunggu persetujuan yang lainnya, Gun mengangkat tangan Seno dan merangkulnya di pundak dia. Dibantu oleh Bryan, akhirnya gun memapah Seno untuk memasuki mobil Devia.

"Ya sudah, gua pergi dulu, ya!" pamit Devia kepada teman-teman nya.

Gun dan kawan-kawan hanya melambaikan tangan menanggapi ucapan pamit Devia.

.

.

Daniar membolak-balikkan badan ke kiri dan ke kanan. Entahlah, meskipun matanya terpejam. Namun, hati Daniar tetap merasa gelisah. Senyum kebahagiaan yang terpancar di wajah kedua orang tuanya saat Daniar dilamar, kembali melintas dalam benaknya. Dan entah esok atau lusa, senyum itu pasti akan sirna tatkala mereka tahu tentang putusnya pertunangan anaknya.

Ya Tuhan ... apa yang harus aku katakan pada ayah dan ibu, jerit Daniar dalam hatinya.

Daniar mengerjapkan mata. Tenggorokannya terasa kering. Dia pun bangun dan berjalan ke dapur untuk mengambil air minum. Namun, saat dia hendak menuangkan air ke dalam gelas. Tiba-tiba tangannya terasa licin hingga akhirnya gelas itu pun terjatuh.

"Astagfirullahaladzim!" pekik Daniar.

Entah kenapa, tiba-tiba saja hati Daniar merasa tidak nyaman. Ingatannya kembali kepada Seno yang telah menjadi mantan tunangan. Daniar merasa, jika sesuatu terjadi pada Seno.

"Ada apa, Niar?"

Pertanyaan Ratih sontak membuat Daniar terkejut.

"Eh, Mbak," jawab Daniar.

"Kamu nggak pa-pa, kan, Niar?" tanya Ratih yang merasa cemas saat melihat pecahan gelas berserakan di lantai.

"Nggak pa-pa, Mbak. Tangan Daniar cuma licin saja, jadi gelasnya jatuh," jawab Daniar.

"Ya sudah, Mbak ambilkan minumnya. Kamu duduk saja, Niar," perintah Ratih seraya mengambil gelas dan mengisinya dengan air putih. Sejurus kemudian, Ratih menyodorkan air minum tersebut kepada Daniar.

"Terima kasih, Mbak," jawab Daniar.

"Sama-sama," jawab Ratih.

Setelah memastikan Daniar menghabiskan air minumnya, Ratih berjalan untuk mengambil sapu dan pengki.

"Biar Niar yang bersihkan, Mbak," ucap Daniar, hendak mengambil alih peralatan itu dari tangan Ratih.

"Ish, tidak usah Niar. Kamu tidurlah, bukankah besok pagi kamu akan pulang? Perjalanan ke Tasik cukup lama, kamu perlu tenaga untuk melewati perjalanan itu. Tidurlah, biar Mbak yang membereskan semua ini," tutur Ratih.

"Tapi, Mbak," ucap Daniar yang merasa tidak enak karena selalu merepotkan Ratih.

"Tidurlah, Niar!" tegas Ratih.

"Baiklah," jawab Daniar terlihat lesu.

Daniar mengalah. Setelah minum, dia kemudian kembali ke kamar untuk beristirahat.

.

.

Devia memarkirkan mobilnya menuju apartemen. Sejenak, dia menghampiri pos satpam.

"Permisi, Pak. Abang saya mabuk berat. Bisakah Bapak membantu saya membawanya ke unit?" Devia meminta bantuan satpam untuk membawa Seno yang diakui sebagai kakaknya ke unit apartemen miliknya.

"Baiklah, Nona," jawab salah seorang satpam yang bernama Robby.

"Ah, terima kasih Pak," ucap Devia seraya membalikkan badan untuk kembali ke halaman parkir.

Satpam yang bernama Robby memanggil salah seorang temannya. Mereka kemudian mengikuti Devia. Tiba di sana, Robby dan temannya kemudian mengeluarkan Seno dan memapahnya menuju unit yang dimaksud oleh Devia.

"Terima kasih, Pak," ucap Devia sambil menyerahkan beberapa lembar uang lima puluh ribuan sebagai tip untuk para satpam itu.

"Sama-sama, Non. Kalau begitu, kami permisi dulu," pamit Robby.

Devia mempersilakan. Setelah kedua satpam itu pergi, Devia segera menutup pintunya. Adegan demi adegan film dewasa yang tadi dia tonton, kembali berseliweran di kepala, membuat mahkotanya berkedut hebat. Tak tahan menahan hasrat yang sudah menggebu, Devia pun memasuki kamar.

"Kali ini, kamu tidak akan pernah bisa lari lagi dari singa betina yang sedang kelaparan, Tuan Seno Adiwijaya." gumam Devia yang langsung menerkam Seno begitu buasnya.

Terpopuler

Comments

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

heeemm,,buaya ketemu singa betina,, cocok dah

2024-03-07

0

𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe

𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe

Devia ngeri juga ya 🤧🤧

2023-01-20

0

ℤℍ𝔼𝔼💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈

ℤℍ𝔼𝔼💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈

ko ad cewe model gitu sih🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️

2023-01-20

1

lihat semua
Episodes
1 Lelaki Egois
2 Ide yang Konyol
3 Keputusan Sepihak
4 Menginap
5 Semuanya Terbongkar
6 Singa Betina yang Kelaparan
7 Pulang
8 Kekecewaan Bu Renata
9 Kisah Pemuda Desa
10 Kembali Kecewa
11 Kebenaran
12 Mencoba Melupakan
13 Gunjingan Tetangga
14 Nasihat Seorang Sahabat
15 Akhiri Apa yang Harus Diakhiri!
16 Lamaran
17 Rencana Perjodohan Part 1
18 Rencana Perjodohan Part 2
19 Rencana Bu Salma
20 Kunjungan Dadan
21 Kencan
22 Bertemu
23 Ungkapan Cinta Dadan
24 Jangan-jangan, Jodoh!
25 Jawaban Daniar
26 Kekecewaan Dadan
27 Bertemu Lagi
28 Lepaskan Dia!
29 Dia Istriku!
30 Kegelisahan Daniar
31 Mengungkap Rahasia
32 Teman Baru
33 Menjadi Penyemangat
34 Kelakar Double D
35 Salah Sasaran
36 Tentang Yandri
37 Hibah
38 Menjadi Sebuah Alasan
39 Desakan Danita
40 Dilema
41 Ide Gila
42 Kecemasan Yandri
43 Tawaran Kesepakatan
44 Sandiwara yang Manis
45 Kembali Menuai Kecewa
46 Menemui Ayah
47 Lamaran Tak Terduga
48 Pemuda Gentleman
49 Ragu
50 Tekad Yandri
51 Mengenalkan Daniar
52 Ijab Qabul
53 Pacar Halal
54 Trending Topic
55 Siska Cemburu
56 Ujian Pertama
57 Saran Bu Maryam
58 Bertahan
59 Jujur
60 Harapan Yandri
61 Pengalaman Baru
62 Mulai Diuji
63 Kesabaran Yandri
64 Mendapatkan Pekerjaan
65 Nikah Itu Ibadah
66 Nanas dan Mangga Muda
67 Ngidam
68 Garis Dua
69 Kejutan Ibu Mertua
70 Meminta Pulang
71 Kembali Diuji
72 Menginap
73 Tragedi
74 USG
75 Kunjungan Danita
76 Perjuangan Yandri
77 Buah Dari Kesabaran
78 Pertengkaran Pertama
79 Kontraksi
80 Pertolongan Tuhan Itu, Nyata!
81 Kelahiran Bintang
82 Welcome Baby B
83 Rencana Aqiqah
84 Lamaran Habibah
85 Antara Aqiqah dan Menikah
86 Terus Mengalah
87 Belajar Mandiri
88 Niat Baik Yandri
89 Rencana Ulang Tahun
90 Kado
91 Ulang Tahun Alakadarnya
92 Keputusan Bu Maryam
93 Hubungan Sebab Akibat
94 Raihan Berulah
95 Laporan Pak Agus
96 Kekhawatiran Yandri
97 Tamu Tak Diundang
98 Tertangkap Basah
99 Mengambil Sikap
100 Hamil
101 Pengakuan Mia
102 Pendidikan Itu, Penting!
103 Musibah
104 Kecelakaan Bu Maryam
105 Mengambil Keputusan
106 Syarat Mia
107 Kunjungan Bu Maryam dan Yoga
108 Kekecewaan Daniar
109 Nasihat Bu Salma
110 Pernikahan Raihan
111 Pulang
112 Kejutan
113 Menagih Janji
114 Ingkar
115 Selalu Mengalah
116 Ujian Lagi
117 Kembali Berkorban
118 Marhaban Yaa Ramadhan
119 Kunjungan Bu Maryam
120 Entah Siapa yang Salah
121 Mengusir Menantu
122 Ternyata, Cemburu
123 Hanya Karena Baju Lebaran
124 Drama Baju Lebaran
125 Menyambut Hari Kemenangan
126 Pindah
127 Ternyata, Tidak Jauh Lebih Baik
128 Tekanan Demi Tekanan
129 Pulang Kampung
130 Hidup Baru
131 Bintang Sakit
132 Puncak Kemarahan Daniar
133 Tragedi Wisuda
134 Kabar Duka
135 Pindah Lagi
136 Tawaran Kerja
137 Kebenaran
138 Memulai dari Awal
139 Lulus
140 Meminta Restu
141 Kembali Disalahkan
142 Ujian Masuk
143 Nasihat Pak Alam
144 Mulai Lebih Baik
145 Membujuk Yandri
146 Melepas Kerinduan
147 Rasanya Sesak Sekali
148 Penyesalan Daniar
149 Harta, Tahta dan Saudara
150 Hadiah Ulang Tahun
151 Kedatangan Aminah dan Rahmat
152 Perdebatan Kecil
153 Kembali Kecewa
154 Kebaikan Yandri
155 Panen Ikan
156 Kecelakaan
157 Menemui Yandri
158 Kunjungan Kamad
159 Pejuang Tangguh
160 Hikmah
161 Kunjungan Teman PPG
162 Pulang
163 Kebenaran
164 Keluh Kesah Daniar
165 Kembali Terluka
166 Emosi
167 Pergi dari Rumah
168 Kecemasan Bu Salma
169 Berdamai
170 Permintaan Yandri
171 Kejutan Luar Biasa
172 Bertahanlah!
173 Lelaki Paling Sabar
174 Kembali Berjihad
175 Kebijakan Kamad
176 Kemarahan Bu Maryam
177 Yandri Kembali Pulang
178 Kembali Berdebat
179 Menjemput Yandri
180 Menjenguk Khodijah
181 Ide Raihan
182 Mencari Alamat
183 Membawa Khodijah Berobat
184 Keputusan Khodijah
185 Khodijah Pulang
186 Kembali Bekerja
187 Dugaan Malpraktik
188 Hamil
189 Kabar Gembira
190 Mengeluh
191 Berdebat
192 Ingin Pulang
193 Permintaan Habibah
194 Kebingungan Daniar
195 Memilih
196 Salah Paham
197 Bedrest
198 Suami Siaga
199 Mengambil Cuti
200 Berita Duka
201 Berduka
202 Amarah Ibu Mertua
203 Kehilangan
204 Mengambil Tindakan
205 Pingsan
206 Bungkam
207 Histerektomi
208 Kedatangan Yandri
209 Histeris
210 Penolakan Daniar
211 Perubahan Sikap Daniar
212 Bertahan, atau Melepaskan
213 Memilih Berpisah
214 Meminta Berpisah
215 Menolak Berpisah
216 Menggugat Cerai
217 Mimpi
218 Percintaan Terakhir
219 Mediasi yang Gagal
220 Hancur
221 Nasihat yang Berbeda
222 Rumah Masa Depan
223 Hak Asuh
224 Berteman
225 Janji Ayah Bunda
226 Piknik
227 Saran Daniar
228 Sombong
229 Ingin Menghapus Rasa
230 Diusir
231 Merasa Terabaikan
232 Perdebatan Habibah dan Bu Maryam
233 Mobil Baru
234 Permintaan Konyol Bu Maryam
235 Bersaing
236 Penolakan Enna
237 Rencana Habibah
238 Usaha Siska
239 Masih Seperti Dulu.
240 Pertemuan Tak Terduga
241 Kecewa
242 Pertemuan Yandri dan Siska
243 Gelap Mata
244 Sebuah Penawaran
245 Permintaan Bintang
246 Lamaran yang Aneh
247 Memutuskan Pindah
248 Janji Bu Maryam
249 Kebohongan Pertama
250 Alasan Bintang
251 Usaha Baru
252 Peluang Usaha
253 Hari Ulang Tahun
254 Cupcake Viral
255 Teguran Bu Indah.
256 It's Not Bad Idea
257 Resign
258 Pulang
259 Stars Bakery
260 Mencari Keluarga
261 Kehilangan Jejak
262 Kecewa Lagi
263 Sandiwara Bu Maryam
264 Permainan Habibah
265 Desakan Bu Maryam
266 Pertunangan Yandri
267 Luapan Emosi Bintang
268 Inikah Karma?
269 Ucapan itu Do'a
270 Simbol Pertunangan
271 Suster Yuna
272 Mencari Kesalahan
273 Bola Sepak
274 Menjemput Bu Maryam
275 Topeng Siska
276 Pilihan Terakhir
277 Merajuk
278 Meja 13
279 Rupa Daniar
280 Ingin Pulang
281 Kebenaran
282 Epilog Rindu
283 Setelah Hujan
284 Promo Karya
Episodes

Updated 284 Episodes

1
Lelaki Egois
2
Ide yang Konyol
3
Keputusan Sepihak
4
Menginap
5
Semuanya Terbongkar
6
Singa Betina yang Kelaparan
7
Pulang
8
Kekecewaan Bu Renata
9
Kisah Pemuda Desa
10
Kembali Kecewa
11
Kebenaran
12
Mencoba Melupakan
13
Gunjingan Tetangga
14
Nasihat Seorang Sahabat
15
Akhiri Apa yang Harus Diakhiri!
16
Lamaran
17
Rencana Perjodohan Part 1
18
Rencana Perjodohan Part 2
19
Rencana Bu Salma
20
Kunjungan Dadan
21
Kencan
22
Bertemu
23
Ungkapan Cinta Dadan
24
Jangan-jangan, Jodoh!
25
Jawaban Daniar
26
Kekecewaan Dadan
27
Bertemu Lagi
28
Lepaskan Dia!
29
Dia Istriku!
30
Kegelisahan Daniar
31
Mengungkap Rahasia
32
Teman Baru
33
Menjadi Penyemangat
34
Kelakar Double D
35
Salah Sasaran
36
Tentang Yandri
37
Hibah
38
Menjadi Sebuah Alasan
39
Desakan Danita
40
Dilema
41
Ide Gila
42
Kecemasan Yandri
43
Tawaran Kesepakatan
44
Sandiwara yang Manis
45
Kembali Menuai Kecewa
46
Menemui Ayah
47
Lamaran Tak Terduga
48
Pemuda Gentleman
49
Ragu
50
Tekad Yandri
51
Mengenalkan Daniar
52
Ijab Qabul
53
Pacar Halal
54
Trending Topic
55
Siska Cemburu
56
Ujian Pertama
57
Saran Bu Maryam
58
Bertahan
59
Jujur
60
Harapan Yandri
61
Pengalaman Baru
62
Mulai Diuji
63
Kesabaran Yandri
64
Mendapatkan Pekerjaan
65
Nikah Itu Ibadah
66
Nanas dan Mangga Muda
67
Ngidam
68
Garis Dua
69
Kejutan Ibu Mertua
70
Meminta Pulang
71
Kembali Diuji
72
Menginap
73
Tragedi
74
USG
75
Kunjungan Danita
76
Perjuangan Yandri
77
Buah Dari Kesabaran
78
Pertengkaran Pertama
79
Kontraksi
80
Pertolongan Tuhan Itu, Nyata!
81
Kelahiran Bintang
82
Welcome Baby B
83
Rencana Aqiqah
84
Lamaran Habibah
85
Antara Aqiqah dan Menikah
86
Terus Mengalah
87
Belajar Mandiri
88
Niat Baik Yandri
89
Rencana Ulang Tahun
90
Kado
91
Ulang Tahun Alakadarnya
92
Keputusan Bu Maryam
93
Hubungan Sebab Akibat
94
Raihan Berulah
95
Laporan Pak Agus
96
Kekhawatiran Yandri
97
Tamu Tak Diundang
98
Tertangkap Basah
99
Mengambil Sikap
100
Hamil
101
Pengakuan Mia
102
Pendidikan Itu, Penting!
103
Musibah
104
Kecelakaan Bu Maryam
105
Mengambil Keputusan
106
Syarat Mia
107
Kunjungan Bu Maryam dan Yoga
108
Kekecewaan Daniar
109
Nasihat Bu Salma
110
Pernikahan Raihan
111
Pulang
112
Kejutan
113
Menagih Janji
114
Ingkar
115
Selalu Mengalah
116
Ujian Lagi
117
Kembali Berkorban
118
Marhaban Yaa Ramadhan
119
Kunjungan Bu Maryam
120
Entah Siapa yang Salah
121
Mengusir Menantu
122
Ternyata, Cemburu
123
Hanya Karena Baju Lebaran
124
Drama Baju Lebaran
125
Menyambut Hari Kemenangan
126
Pindah
127
Ternyata, Tidak Jauh Lebih Baik
128
Tekanan Demi Tekanan
129
Pulang Kampung
130
Hidup Baru
131
Bintang Sakit
132
Puncak Kemarahan Daniar
133
Tragedi Wisuda
134
Kabar Duka
135
Pindah Lagi
136
Tawaran Kerja
137
Kebenaran
138
Memulai dari Awal
139
Lulus
140
Meminta Restu
141
Kembali Disalahkan
142
Ujian Masuk
143
Nasihat Pak Alam
144
Mulai Lebih Baik
145
Membujuk Yandri
146
Melepas Kerinduan
147
Rasanya Sesak Sekali
148
Penyesalan Daniar
149
Harta, Tahta dan Saudara
150
Hadiah Ulang Tahun
151
Kedatangan Aminah dan Rahmat
152
Perdebatan Kecil
153
Kembali Kecewa
154
Kebaikan Yandri
155
Panen Ikan
156
Kecelakaan
157
Menemui Yandri
158
Kunjungan Kamad
159
Pejuang Tangguh
160
Hikmah
161
Kunjungan Teman PPG
162
Pulang
163
Kebenaran
164
Keluh Kesah Daniar
165
Kembali Terluka
166
Emosi
167
Pergi dari Rumah
168
Kecemasan Bu Salma
169
Berdamai
170
Permintaan Yandri
171
Kejutan Luar Biasa
172
Bertahanlah!
173
Lelaki Paling Sabar
174
Kembali Berjihad
175
Kebijakan Kamad
176
Kemarahan Bu Maryam
177
Yandri Kembali Pulang
178
Kembali Berdebat
179
Menjemput Yandri
180
Menjenguk Khodijah
181
Ide Raihan
182
Mencari Alamat
183
Membawa Khodijah Berobat
184
Keputusan Khodijah
185
Khodijah Pulang
186
Kembali Bekerja
187
Dugaan Malpraktik
188
Hamil
189
Kabar Gembira
190
Mengeluh
191
Berdebat
192
Ingin Pulang
193
Permintaan Habibah
194
Kebingungan Daniar
195
Memilih
196
Salah Paham
197
Bedrest
198
Suami Siaga
199
Mengambil Cuti
200
Berita Duka
201
Berduka
202
Amarah Ibu Mertua
203
Kehilangan
204
Mengambil Tindakan
205
Pingsan
206
Bungkam
207
Histerektomi
208
Kedatangan Yandri
209
Histeris
210
Penolakan Daniar
211
Perubahan Sikap Daniar
212
Bertahan, atau Melepaskan
213
Memilih Berpisah
214
Meminta Berpisah
215
Menolak Berpisah
216
Menggugat Cerai
217
Mimpi
218
Percintaan Terakhir
219
Mediasi yang Gagal
220
Hancur
221
Nasihat yang Berbeda
222
Rumah Masa Depan
223
Hak Asuh
224
Berteman
225
Janji Ayah Bunda
226
Piknik
227
Saran Daniar
228
Sombong
229
Ingin Menghapus Rasa
230
Diusir
231
Merasa Terabaikan
232
Perdebatan Habibah dan Bu Maryam
233
Mobil Baru
234
Permintaan Konyol Bu Maryam
235
Bersaing
236
Penolakan Enna
237
Rencana Habibah
238
Usaha Siska
239
Masih Seperti Dulu.
240
Pertemuan Tak Terduga
241
Kecewa
242
Pertemuan Yandri dan Siska
243
Gelap Mata
244
Sebuah Penawaran
245
Permintaan Bintang
246
Lamaran yang Aneh
247
Memutuskan Pindah
248
Janji Bu Maryam
249
Kebohongan Pertama
250
Alasan Bintang
251
Usaha Baru
252
Peluang Usaha
253
Hari Ulang Tahun
254
Cupcake Viral
255
Teguran Bu Indah.
256
It's Not Bad Idea
257
Resign
258
Pulang
259
Stars Bakery
260
Mencari Keluarga
261
Kehilangan Jejak
262
Kecewa Lagi
263
Sandiwara Bu Maryam
264
Permainan Habibah
265
Desakan Bu Maryam
266
Pertunangan Yandri
267
Luapan Emosi Bintang
268
Inikah Karma?
269
Ucapan itu Do'a
270
Simbol Pertunangan
271
Suster Yuna
272
Mencari Kesalahan
273
Bola Sepak
274
Menjemput Bu Maryam
275
Topeng Siska
276
Pilihan Terakhir
277
Merajuk
278
Meja 13
279
Rupa Daniar
280
Ingin Pulang
281
Kebenaran
282
Epilog Rindu
283
Setelah Hujan
284
Promo Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!