Sarapan bersama

...~Happy Reading~...

“Oke, kalian berdua mau sarapan apa?” tanya Nasya ketika sudah mengajak kedua anak asuh nya ke meja makan.

“Ryan mau nasi goreng!” jawab Ryan dengan mata berbinar nya setiap kali Nasya menghidangkan nasi goreng buatan nya. Sejak pertama kali Ryan mencoba nasi goreng buatan Nasya ketika di kampung Olin, Ryan begitu kecanduan. Hanya saja, Nasya tidak bisa membuatkan nya setiap hari.

Nasya selalu mengubah ubah menu sarapan dan makanan anak- anak agar tidak cepat bosan. Maka dari itu, setiap kali Nasya memasak nasi goreng, Ryan pasti akan selalu meminta nambah, bahkan juga meminta untuk di jadikan bekal ke sekolah.

“Ryana juga mau itu aja,” saut Ryana yang masih terlihat sangat mengantuk, bahkan anak itu kini merebahkan kepala nya di meja makan dengan mata sedikit terpejam.

“Ryana, ini itu meja makan, untuk makan bukan buat tidur!” seru Ryan begitu kesal, terlebih ketika melihat adik kembar nya itu menguap tepat di depan nya, karena Ryan dan Ryana duduk bersebalahan.

“Ryan berisik,” ketus Ryana lalu kembali memejamkan mata nya.

“Sudah sudah, gapapa. Ini buat Ryan, dan ini untuk Ryana. Habiskan, agar tidak telat berangkat ke sekolah nya,” ujar Nasya seraya memberikan dua piring untuk kedua anak asuh nya.

“Suapin,” rengek Ryana langsung memutas kepala nya hingga kini menghadap ke arah Nasya.

“Ryana, jangan manja! Kasihan kak Nasya juga mau kuliah!” seru Ryan semakin bertambah kesal.

“Ryan kenapa berisik banget sih! Ryana kan masih ngantuk!” balas Ryana tak kalah seru.

“Kamu itu jangan terlalu manja!”

“Ryana gak manja! Cuman males dan masih ngantuk!” kata Ryana meralat tuduhan saudara kembar nya.

“Itu sama saja!” jawab Ryan ketus.

“Allahuakbar, astagfirullah aladzim, sudah cukup!” kata Nasya dengan tegas melerai keduannya.

Nasya pun berinisiatif untuk memindahkan piring Ryana dan membawa nya ke kursi yang agak jauh dari Ryan agar tidak bertengkar kembali. Kini, tempat duduk Ryana berada di sisi kanan Adnan, sementara Nasya berada di sebelah Ryana.

“Ryan, habiskan ya. Kak Nasya sudah siapkan yang untuk bekal kamu,” ujar Nasya setelah mendudukkan diri nya di kursi.

“Makasih kak Nasya,” kata Ryan tersenyum manis menatap Nasya, lalu ia segera melahap kembali makanan nya.

Sementara itu, Nasya dengan telaten menyuapkan makanan untu Ryana yang ternyata kembali memejamkan mata, namun mulut nya juga tidak bisa berhenti mengunyah. Nasya menyuapi Ryana dengan sesekali ia menyuap ke mulut nya sendiri. Bahkan ia tidak perduli dengan tatapan Adnan yang sejak tadi melihat interaksi Nasya dengan kedua anak nya.

Bahkan, piring Adnan hingga kini masih kosong. Sejak tadi ia hanya terdiam dan mengamati bagaimana Nasya menangani kedua anak nya. Dan ternytaa Nasya berhasil, meredamkan ledakan demi ledakan akibat pertengkaran Ryan dan Ryana.

“Bapak gak makan?” tanya Nasya dnegna mulut yang masih terisi makanan dan ia baru sadar bahwa sejak tadi Adnan belum makan.

“Makanlah,” ujar Adnan dengan wajah datar nya.

“Maaf ya Pak, saya lapar. Dan tidak memperhatikan bapak apakah sudah makan atau belum,” gumam Nasya tidak enak, karena posisi nya yang hanya sebagai pembantu malah asik makan sementara bos nya belum makan dan malah memperhatikan nya.

Adnan hanya menganggukkan kepala nya tanpa membuka mulut. Ia pun kembali menatap dua anak nya yang masih makan, terlebih Ryan yang makan dengan begitu lahap sehingga membuatnya penasaran, seenak apa masakan Nasya sampai bisa membuat kedua anak nya makan sebanyak itu, pikir Adnan.

Padahal, Ryan dan Ryana sangat jarang sekali sarapan dengan nasi. Biasanya, mereka akan sarapan dengna sup atau roti atau mungkin sereal. Dan sejak kedatanagn Nasya, hampir setiap hari mereka sarapan dengan nasi.

“Siapkan bekal juga untuk ku. Aku tidak selera sarapan!” ujar Adnan tiba- tiba dan ia langsung bangkit dari kursi nya dan memutuskan untuk pergi ke ruang kerja nya sebentar.

Uhuukkk hukk hukk

Nasya yang masih memakan sarapan nya, seketika langsung tersedak ketika mendengar bahwa bos nya ingin di buatkan bekal juga. Tentu saja itu hal yang aneh, bos nya sudah tua mengapa harus membawa bekal juga seperti Ryan dan Ryana, batin Nasya yang amish merasa bingung.

Terpopuler

Comments

oppa seo joon

oppa seo joon

bayinya ad 3 siap2 aj kerepotan

2023-10-10

2

yatun divia

yatun divia

Efek saking penasarannya sama nasgor bikinan kamu Nasya tp malu buat cobain di depan kamu 🤣🤣

2023-06-21

3

yatun divia

yatun divia

Halah halah pak duda terlalu gengsi padahal pingin dan penasaran banget 🤣🤣🤣

2023-06-21

3

lihat semua
Episodes
1 Nasya Andira
2 Gadis kuat
3 Pasar
4 Ryan dan Ryana
5 Sarapan
6 Kerusuhan dua R
7 Bertemu dua R
8 Tawaran ke Jakarta
9 Perkenalan
10 Serba bisa
11 Ulah Ryana
12 Pengen nangis
13 Kuliah
14 Tiga anak
15 Quality time
16 Kesal tanpa sebab
17 Sarapan bersama
18 Membuat bekal
19 Terpesona
20 Bingung
21 Sensitif
22 Mie instan
23 Tragedi mie instan
24 Seperti bebek
25 Ngawur
26 Bosan
27 Bertengkar
28 Pengen kabur
29 kesombongan Ajeng
30 Kemarahan Ajeng
31 Barbie
32 Pengumuman Give Away
33 Normal
34 Utang atau Kredit
35 Cantik
36 Konsentrasi
37 Tidur bersama
38 Makan malam
39 Kedatangan Olin
40 Berebut mie instan
41 Sakit
42 Roti tawar
43 Jualan roti tawar
44 Salah paham
45 Salah paham II
46 Mencuci
47 Takut
48 Ya sudah
49 Resmi
50 Duda labil
51 Lembur
52 Duda posesif
53 Camping dadakan
54 Jangan Marah lagi
55 Malu
56 Dilema
57 Kepergok
58 Diamnya Ryana
59 Mulut pedas Ryana
60 Mengalah
61 Pilihan Sulit
62 Sahabat
63 Move on
64 Abay
65 Ke sekolah
66 Bertemu
67 Mencoba kuat
68 Melupakan
69 Nuna
70 Pulang kampung
71 Permintaan Ryan
72 Menghindar
73 Pertukaran Mahasiswa
74 Ingin pamit
75 Ingin es krim
76 Tanah sengketa
77 Rumah sakit
78 Ajakan
79 Minta maaf
80 Happy Ending
81 Menikah dengan pak Duda
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Nasya Andira
2
Gadis kuat
3
Pasar
4
Ryan dan Ryana
5
Sarapan
6
Kerusuhan dua R
7
Bertemu dua R
8
Tawaran ke Jakarta
9
Perkenalan
10
Serba bisa
11
Ulah Ryana
12
Pengen nangis
13
Kuliah
14
Tiga anak
15
Quality time
16
Kesal tanpa sebab
17
Sarapan bersama
18
Membuat bekal
19
Terpesona
20
Bingung
21
Sensitif
22
Mie instan
23
Tragedi mie instan
24
Seperti bebek
25
Ngawur
26
Bosan
27
Bertengkar
28
Pengen kabur
29
kesombongan Ajeng
30
Kemarahan Ajeng
31
Barbie
32
Pengumuman Give Away
33
Normal
34
Utang atau Kredit
35
Cantik
36
Konsentrasi
37
Tidur bersama
38
Makan malam
39
Kedatangan Olin
40
Berebut mie instan
41
Sakit
42
Roti tawar
43
Jualan roti tawar
44
Salah paham
45
Salah paham II
46
Mencuci
47
Takut
48
Ya sudah
49
Resmi
50
Duda labil
51
Lembur
52
Duda posesif
53
Camping dadakan
54
Jangan Marah lagi
55
Malu
56
Dilema
57
Kepergok
58
Diamnya Ryana
59
Mulut pedas Ryana
60
Mengalah
61
Pilihan Sulit
62
Sahabat
63
Move on
64
Abay
65
Ke sekolah
66
Bertemu
67
Mencoba kuat
68
Melupakan
69
Nuna
70
Pulang kampung
71
Permintaan Ryan
72
Menghindar
73
Pertukaran Mahasiswa
74
Ingin pamit
75
Ingin es krim
76
Tanah sengketa
77
Rumah sakit
78
Ajakan
79
Minta maaf
80
Happy Ending
81
Menikah dengan pak Duda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!