...~Happy Reading~...
Anak Olin, yang tak lain adalah ibu dari Ryan dan Ryana, sudah meninggal sejak Ryan dan Ryana masih kecil. Namanya Riri, ia mengalami kecelakaan ketika hendak pergi ke kantor suaminya. Beruntung, dulu ia tidak membawa anak anak, andai saat itu Riri pergi dengan membawa dua buah hatinya, maka saat ini Adnan hanya akan tinggal seorang diri tanpa anak dan istri. Dan sudah bisa di pastikan hidup nya akan jauh sangat berantakan. Dan sejak saat itu, Adnan atau menantu Olin, tidak berniat untuk menikah sama sekali.
Setiap beberapa bulan sekali atau kadang satu tahun sekali, maka Adnan dan kedua anaknya akan datang ke kampung untuk mengunjungi Olin dan juga makam Riri. Kedua anak itu sadar dan tahu bahwa ibu nya sudah meninggal, maka dari itu, mereka sangat senang bila di ajak pulang kampung. Dan menurut mereka, hanya di kampung itu, mereka bisa mendapatkan kehangatan dari sang ibu, karena di sana tempat ibu nya beristirahat untuk selama-lamanya.
“Jadi, kalian besok mau ikut Dady pulang? Atau tinggal disini?” tawar Adnan ketika sudah sampai di rumah Olin.
“Disini!” jawab keduanya namun masih dengan nada ketus.
“Baiklah, jangan repotkan Olin. Dan jangan membuat Olin marah, kalau tidak, maka Olin kalian akan semakin tua,” kata Adnan menghela napas nya dengan cukup kasar.
“Eh eh eh, apa apaan ini, kenapa kalian mengejek umur Olin, hah?” saut Olin yang baru saja keluar dari dalam rumah.
“Bukan kami Olin, tapi Dady!” jawab keduanya begitu kompak, hingga membuat Adnan langsung memberikan tatapan tajam pada kedua anak nya.
“Sepertinya, dulu Riri mengidam kompor, hingga membuat kedua anakku jadi kompor semuanya!” cetus Adnan mendengus kesal.
“Bukankah kamu yang tukang kompor?” sindir Olin balik.
“Bu!” tegur Adnan kembali mendengus hingga membuat Olin terkekeh.
Meskipun Olin hanya seorang mertua bagi Adnan. Namun, hubungan keduanya sangat dekat layaknya seorang ibu dan anak kandung. Orang tua Adnan dan Riri bersahabat, hingga membuat mereka semakin dekat.
“Sudah, sudah. Sekarang, mana pesanan Ibu?” tanya Olin langsung mengadahkan tangan di depan Adnan.
Ya, tadi Olin sempat memesan beberapa sayuran kepada Adnan saat Adnan mengatakan bahwa hampir sampai di rumah Olin. Karena rumah nya melewati sebuah pasar, hingga membuat Adnan mau tak mau harus mampir ke pasar, namun belum sempat dirinya membeli pesanan Olin, Ryana sudah lebih dulu membuat drama panjang.
Hanya sebuah gulali, namun Adnan tidak mau memberikan nya kepada Ryana. Sehingga membuat gadis itu menangis dan langsung berteriak histeris. Tidak ingin putrinya menjadi bahan pertontonan, akhirnya Adnan segera menggendong nya dan membawa putrinya pulang dengan buru buru.
“Hayoloh Dady,” ledek Ryan setengah berbisik.
“Kosong, Bu. Tadi—“
“Bohong Olin! Dady bohong!” saut Ryana dengan cepat, “Dady yang ngajarin Ryana agar tidak berbohong, tapi kenapa Dady malah berbohong?”
Andai Ryana bukan putri kandung nya, mungkin Adnan sudah mencekik anak itu, batinnya. Entah Adnan harus bersyukur memiliki anak yang kelewat pintar, atau harus bersedih karena memiliki putri yang tidak bisa di ajak kerja sama.
“Iya Olin, Dady berbohong. Bahkan, tadi Dady udah nyipratin baju orang di pasar. Dady bawa mobil gak hati hati, kasihan deh Olin. Masa dady gak mau berhenti dan minta maaf,” imbuh Ryan semakin membuat Adnan frustasi.
“Kenapa kalian begitu jahat sama Dady hah?” tanya Adnan dengan suara lirih namun juga menahan geram nya.
“Karena Dady, gak sayang kami!” jawab keduanya bersamaan, lalu mereka segera berlari menuju kamar. Sementara Olin hanya terkekeh melihat menantunya selalu kalah telak oleh anak-anaknya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Nur Cahya
aq kirim 2 🌹🌹deh thor...
terus semangat ya...
2023-01-26
1
나의 햇살
karena gk dibelikan gulali 🤣🤣🤣
2022-12-19
1
Jumadin Adin
seru bocah kembar yg heboh
2022-11-15
0