...~Happy Reading~...
Hari libur, seperti biasa Nasya akan menghabiskan waktu nya untuk membersihkan rumah nya. Di mulai dari Mencuci, menyapu dan lain-lain. Baru setelah itu, ia akan pergi ke pasar untuk menyetok sayuran untuk dirinya memasak bekal di sekolah. Selain bekerja di warung makan, setiap paginya Nasya juga menerima pesanan dari teman temannya. Karena masakan Nasya yang cukup enak, di tambah beberapa temannya merasa iba karena Nasya sebatang kara, sehingga mereka membantu Nasya dengan memesan sarapan.
“Besok, mau masak apa ya?” gumam Nasya berfikir, di depan pintu masuk pasar. Sehingga tanpa sadar, ketika ada sebuah mobil yang lewat di samping nya, membuat pakaian nya kotor karena memang ada sisa air hujan yang masih menggenang di sana.
“Arrkkhhhh!” pekik Nasya begitu kesal, lantaran mobil itu langsung meluncur pergi begitu saja tanpa meminta maaf padanya.
Sementara itu, di dalam mobil yang tadi tidak sengaja membuat pakaian Nasya basah, kini seorang anak kecil masih terus merengek dan menangis lantaran menginginkan sesuatu namun tidak di berikan oleh orang tuanya.
“Dady jahat, pokoknya Dady jahat!” seru anak itu masih dengan isak tangis nya tersedu- sedu.
“Dady, why not apologize to that aunty? Karena Dady, pakaian nya kotor,” ujar salah satu anak kecil yang seumuran dengan gadis yang menangis tadi.
“Sayang, apa kamu tidak melihat adik kamu sejak tadi menangis? Daddy terburu- buru.” Jawab sang ayah seraya menghela nafas nya dengan cukup berat.
“Tapi Daddy tetap salah, seharusnya Dady meminta maaf,” ucap anak itu lagi seraya menggelengkan kepala nya.
“Ryan, lebih baik kamu diam. Aku sedang menangis!” saut gadis kecil itu dengan nada kesal.
“Harusnya kamu yang diam, hanya karena gulali kamu membuat orang lain rugi!” balas anak kecil laki laki itu yang begitu jengah dengan saudara kembarnya.
Ryan, dan Ryana, kembar namun tak serupa. Keduanya memiliki sifat yang sangat jauh berbeda. Ryan, lebih perduli dengan sekitarnya, ia begitu peka dan dewasa meskipun banyak diam. Sementara Ryana, dia sangat ceroboh, manja dan suka bersikap semaunya. Bahkan anak itu bila tidak menyukai seseorang akan langsung mengatakannya tepat di depan orang tersebut.
“Cukup! Kalau kalian bertengkar lagi, Dady akan menurunkan kalian disini!” ancam sang ayah seraya menghela napas nya dengan kasar, “Ini kali terakhir Daddy mengajak kalian kesini. Tahun depan, biar Olin yang datang ke Jakarta. Dady sudah capek dengan drama kalian!”
“Dady!” seru keduanya bersamaan, seolah tidak setuju dengan perkataan sang ayah, “Yang suka membuat drama Ryana, mengapa Ryan juga kena imbas nya!” imbuh Ryan jelas tidak setuju.
Di Jakarta, kedua anak yang baru berusia tujuh tahun itu selalu sendiri. Pulang dari sekolah, maka keduanya akan tidur dan menunggu sang ayah pulang untuk menemani nya belajar. Bukan karena tidak mampu membayar guru les atau pengasuh, namun setiap ada orang baru yang mengajar mereka, keduanya sepakat menolak dan membuat ulah. Sehingga membuat para pekerja nya kabur dan menolak bekerja di sana.
Hanya ada satu pembantu yang sudah seusia dengan Olin, tukang kebun dan juga beberapa sekuriti yang berjaga di depan serta satu orang supir yang mengantar jemput Ryan dan Ryana ke sekolah. Sementara Olin, ia betah untuk hidup di kampung halaman nya, dan begitu enggan untuk tinggal di kota dan menemani para cucu nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Yulie
oh ini kecilnya Ryan sama Ryana🤔🤔🤔 trus bapaknya namanya Adnan Bimantara yg nanti nikah sama Nasya
2023-11-16
3
Katherina Ajawaila
Nanti pasti Nasya yg jd pengasuh y Thour, semoga kedua bocah manut y sm Nasya
2023-03-30
0
Eka suci
oh mom Nasya, ibu tiri rasa ibu kandung✌️
2023-03-15
0