...~Happy Reading~...
“Assalamualaikum, Olin!” panggil Nasya pagi pagi sudah bertamu ke rumah Olin.
Pagi ini, sebelum berangkat ke sekolah, Nasya harus mengantarkan sarapan untuk Olin dan tamu nya. Olin tahu bahwa Nasya sering membuat bekal yang di jual di sekolah, sehingga membuatnya ikut memesan karena hari ini ada anak menantu dan cucunya yang menginap dari Jakarta.
“Waalaikumsalam,” jawab Olin tersenyum ketika melihat Nasya sudah datang dengan membawa pesanan nya, “Untung saja kamu cepet datang nya Nasya , astaga itu cucu saya sudah berisik dari tadi.”
“Hehehe, maaf ya Olin. Tadi Nasya sedikit kesiangan bangun nya,” kata Nasya sedikit tidak enak hati.
“Kamu pasti begadang lagi? Nasya , jangan terlalu capek, nanti kamu sakit.”
Sebenarnya, Olin sudah menawarkan beberapa bantuan kepada Nasya , salah satunya agar tinggal di rumah Olin dan Olin juga menawarkan biaya kehidupan Nasya . Namun, gadis itu begitu keras kepala sehingga menolak dan bahkan sempat marah kepada Olin. Nasya tidak mau bekerja selama satu minggu, dan hendak mencari pekerjaan lain, lantaran Olin men tranfers gajinya beberapa kali lipat dari biasanya.
Namun saat itu, Abay juga ikut membantu sampai akhirnya Nasya mau kembali bekerja, dan ia juga tidak mau di gaji sampai beberapa bulan. Ia menganggap bahwa uang yang di berikan Olin sebagai bentuk pinjaman, itulah yang membuat Olin tidak tega dan menyayangi Nasya yang sangat mandiri dan pekerja keras.
“Hehehe iya, Olin. Ya sudah, Nasya mau berangkat sekolah dulu. Salam untuk dua R,” kata Nasya terkekeh, ketika mengingat dua anak kecil yang berada di foto rumah Olin.
Nasya memang belum pernah bertemu langsung dengan anak dan cucu Olin, namun Nasya sering datang ke rumah Olin dan melihat beberapa foto yang di pajang di sana. Maka dari itu, ia mengenal siapa dua R, yakni Ryan dan Ryana.
“Kamu gak mau mampir dulu? Barang kali mau berkenalan sama Ryan dan Ryana?” kata Olin menawarkan, sebenarnya ingin sekali Nasya mampir. Namun, ia juga melihat jam di tangan nya yang sudah hampir telat.
“Gak deh Olin, nanti aja kapan kapan. Nasya buru buru soal nya,” ucap Nasya memperlihatkan jam nya.
“Baiklah, kamu hati hati ya, dan terimakasih.”
“Nasya yang makasih, Olin.” Ucap Nasya tersenyum, lalu ia segera pamit pergi dari halaman rumah Olin dengan mengayuh sepeda kesayangan nya.
Meskipun Olin mempunyai warung makan, namun warung itu hanya menjual makanan serba mie. Dan juga, baru akan di buka jam sepuluh pagi, biasanya jam segini bagian Abay yang berbelanja bahan makanan, barulah nanti jam delapan Olin datang ke warung dan membantu Abay. Kemudian barulah di lanjut oleh Nasya sepulang sekolah.
“Siapa dia, Bu?” tanya Adnan yang baru saja keluar untuk mengambil koran pagi.
“Oh, dia pegawai di warung, Ibu.” Jawab Olin membalikkan tubuh dan menatap Adnan, “Ayo sarapan dulu,” ajak nya.
“Adnan gak terbiasa sarapan berat Bu, Adnan minum kopi saja,” jawab Adnan seraya mengangkat secangkir kopi di tangan nya.
Hal yang paling ia sukai sejak dulu ketika berada di kampung halaman istri nya adalah, suasana yang begitu tenang dan udara yang sejuk. Adnan paling suka menikmati pagi harinya dengan duduk di sebuah gazebo yang berada di halaman rumah dengan secangkir kopi dan membaca koran. Sejak dirinya sekolah, memang Adnan sangat suka membaca, namun sayang hobi nya itu tidak menurun kepada dua anak nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
thour coba di ke temuin Nasya sm bocah dua yg rempong🥰🥰🥰🥰
2023-03-30
1
Nur Cahya
sama...
aq juga suka baca tp ygaq baca novel dan cerpen .. sekrng bacaan nya novel online🤭🤭
2023-01-26
1
💕febhy ajah💕
kta punya hoby yg sama adnan
2022-11-01
4