Kuliah

...~Happy Reading~...

Malam hari nya, ketika anak anak sudah tertidur. Nasya pun segera keluar dari kamar Ryan dan menuju kamar nya sendiri yang berada di lantai bawah, tepat bersebelahan dengan kamar mbok Yem dan yang lain nya.

“Hay Sya,” sapa seorang laki laki yang tiba tiba menghampiri Nasya di ruang TV belakang.

FYI , di belakang, ada sebuah ruangan untuk menonton televisi bagi para pekerja. Di tempat itu juga biasanya para pekerja di rumah itu berkumpul dan makan bersama. Dan kini, karena Nasya belum mengantuk, ia memilih untuk duduk di sana sesaat.

“Hemmm ... siapa ya? Aku lupa, maaf,” cicit Nasya sedikit lirih karena belum hafal dengan teman teman nya.

“Yoga, Sya. Ckckckc mentang mentang orang jelek ya, jadi gampang di lupain,” jawab laki laki yang bernama Yoga terkekeh.

“Bukan begitu, maaf ya. Aku hanya sedikit capek aja,” keluh Nasya menghela nafas nya berat.

“Ya gapapa sih, aku gak baper kok. Tenang saja,” kata Yoga begitu santai, “OH ya, bagaimana kerjaan kamu? Betah gak?” tanya nya lagi.

Nasya menggelengkan kepala nya, “Aku gak tau Ga, capek banget. Pengen pulang kampung lagi aja rasanya, tapi—“

"Kok gitu? apakah mereka berdua sangat nakal?" tanya Yoga.

"Enggak kok, mereka gak nakal. Hanya saja, yah mungkin memang akunya yang kurang betah saja," jawab Nasya memberikan alasan.

"Jangan gitu dong Sya. Kamu kan baru memulai, masa harus nyerah secepat itu sih? dan aku lihat, sepertinya Ryan juga udah nyaman sama kamu."

"Iya, Ryan memang nyaman dengan ku, tapi Ryana," gumam Nasya menundukkan kepala nya ketika mengingat tentang Ryana.

"Ryana memang seperti itu. Kalau kamu capek, abaikan saja dia, biarkan saja. Asal semua keperluan nya kamu siapkan. Selebihnya, biarkan saja nanti dia akan luluh dengan sendiri nya. Selama ini kami seperti itu kalau udah capek ngadepin dia," jelas Yoga panjang lebar.

"Iks, jahat deh." kata Nasya sedikit memanyunkan bibir nya, lalu di balas kekehan olehan Yoga.

Keduanya pun melanjutkan obrolan dengan bercerita tentang keseharian. Hingga tiba-tiba....

“Nasya!” panggil seseorang kembali membuat Nasya dan Yoga seketika langsung membalikkan tubuh menatap ke arah sumber suara, “Ikut saya sebentar!” ucap nya dengan wajah datar, membuat Nasya lagi lagi menghela nafas dengan berat.

“Semangat Sya, katanya mau kuliah.” Ucap Yoga memberikan semangat kepada Nasya, membuat gadis itu sedikit menyunggingkan senyum lalu menganggukkan kepala.

Tidak ingin membuat majikan nya menunggu lama, akhirnya Nasya segera pamit kepada Yoga dan mengikuti Adnan yang sudah terlebih dulu meninggalkan nya. Ternyata Adnan membawa Nasya menuju ruang kerja nya, membuat Nasya semakin merasa takut karena ia masih begitu canggung berhadapan dengan Adnan.

“A—ada apa ya Pak?” tanya Nasya sedikit menundukkan kepala.

Pluk!

Nasya langsung mengangkat kepala nya kala mendengar bahwa majikan nya seperti melempar sesuatu ke atas meja.

“Mulai besok,kamu sudah bisa masuk kuliah. Jadwal kuliah mu satu minggu tiga kali. Kalau nanti kamu ada jam pagi, maka kamu bisa berangkat sama anak- anak. Dan kalau siang atau sore, nanti anak anak akan saya jemput ketika makan siang, agar kamu bisa pergi,” ucap Adnan datar tanpa ekspresi.

“Ta—tapi Pak, saya baru beberapa hari disini. Bu—bukankah perjanjian nya setelah saya satu bulan. Kalau saya tidak betah, nanti—“

“Saya sudah membayar mahal untuk biaya pendaftaran kamu, apakah kamu akan mengecewakan saya dan Olin?” tanya Adnan dengan cepat memotong ucapan Nasya, hingga membuat gadis itu seketika terdiam.

Adnan memang mengatakan bahwa dirinya akan membantu mendaftarkan Nasya setelah satu bulan bekerja. Namun, ketika ia pikir- pikir kembali, ia tidak mau kehilangan pekerja lagi. Jadi Adnan sengaja mengikat Nasya dengan mendaftarkan nya kuliah agar tidak ada alasan bagi Nasya untuk berhenti kerja. Dan benar saja sesuai dugaan nya, ketika tadi dirinya pulang kerja, ia langsung mendapatkan banyak drama dari sang putri, yang Adnan sendiri tahu pasti Nasya sangat kesulitan.

Terlebih ketika tadi Adnan mendengar sendiri bahwa Nasya sudah lelah dan ingin pulang, Adnan tidak mau. Ia rasanya sudah lelah mencari pengasuh dua anak nya. Dan menurut nya, Nasya juga tidak terlalu buruk. Terbukti, bahwa anak laki laki nya sudah sangat dekat dengan Nasya, hanya saja putri nya memang sedikit sulit untuk adaptasi dengan orang lain, namun Adnan yakin lambat laun, pasti Nasya bisa menaklukkan Ryana.

Terpopuler

Comments

sur yati

sur yati

si bawel Ryana di lem biru ja

2024-01-31

2

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

apa kali sama2 Cowok y Ryan sm punya udh cocok aja, lain Ryana karna cewek takut bersaing🤫🤫🤫🤫

2023-03-30

0

Dara Utami

Dara Utami

nikahin nasys dong

2023-02-21

0

lihat semua
Episodes
1 Nasya Andira
2 Gadis kuat
3 Pasar
4 Ryan dan Ryana
5 Sarapan
6 Kerusuhan dua R
7 Bertemu dua R
8 Tawaran ke Jakarta
9 Perkenalan
10 Serba bisa
11 Ulah Ryana
12 Pengen nangis
13 Kuliah
14 Tiga anak
15 Quality time
16 Kesal tanpa sebab
17 Sarapan bersama
18 Membuat bekal
19 Terpesona
20 Bingung
21 Sensitif
22 Mie instan
23 Tragedi mie instan
24 Seperti bebek
25 Ngawur
26 Bosan
27 Bertengkar
28 Pengen kabur
29 kesombongan Ajeng
30 Kemarahan Ajeng
31 Barbie
32 Pengumuman Give Away
33 Normal
34 Utang atau Kredit
35 Cantik
36 Konsentrasi
37 Tidur bersama
38 Makan malam
39 Kedatangan Olin
40 Berebut mie instan
41 Sakit
42 Roti tawar
43 Jualan roti tawar
44 Salah paham
45 Salah paham II
46 Mencuci
47 Takut
48 Ya sudah
49 Resmi
50 Duda labil
51 Lembur
52 Duda posesif
53 Camping dadakan
54 Jangan Marah lagi
55 Malu
56 Dilema
57 Kepergok
58 Diamnya Ryana
59 Mulut pedas Ryana
60 Mengalah
61 Pilihan Sulit
62 Sahabat
63 Move on
64 Abay
65 Ke sekolah
66 Bertemu
67 Mencoba kuat
68 Melupakan
69 Nuna
70 Pulang kampung
71 Permintaan Ryan
72 Menghindar
73 Pertukaran Mahasiswa
74 Ingin pamit
75 Ingin es krim
76 Tanah sengketa
77 Rumah sakit
78 Ajakan
79 Minta maaf
80 Happy Ending
81 Menikah dengan pak Duda
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Nasya Andira
2
Gadis kuat
3
Pasar
4
Ryan dan Ryana
5
Sarapan
6
Kerusuhan dua R
7
Bertemu dua R
8
Tawaran ke Jakarta
9
Perkenalan
10
Serba bisa
11
Ulah Ryana
12
Pengen nangis
13
Kuliah
14
Tiga anak
15
Quality time
16
Kesal tanpa sebab
17
Sarapan bersama
18
Membuat bekal
19
Terpesona
20
Bingung
21
Sensitif
22
Mie instan
23
Tragedi mie instan
24
Seperti bebek
25
Ngawur
26
Bosan
27
Bertengkar
28
Pengen kabur
29
kesombongan Ajeng
30
Kemarahan Ajeng
31
Barbie
32
Pengumuman Give Away
33
Normal
34
Utang atau Kredit
35
Cantik
36
Konsentrasi
37
Tidur bersama
38
Makan malam
39
Kedatangan Olin
40
Berebut mie instan
41
Sakit
42
Roti tawar
43
Jualan roti tawar
44
Salah paham
45
Salah paham II
46
Mencuci
47
Takut
48
Ya sudah
49
Resmi
50
Duda labil
51
Lembur
52
Duda posesif
53
Camping dadakan
54
Jangan Marah lagi
55
Malu
56
Dilema
57
Kepergok
58
Diamnya Ryana
59
Mulut pedas Ryana
60
Mengalah
61
Pilihan Sulit
62
Sahabat
63
Move on
64
Abay
65
Ke sekolah
66
Bertemu
67
Mencoba kuat
68
Melupakan
69
Nuna
70
Pulang kampung
71
Permintaan Ryan
72
Menghindar
73
Pertukaran Mahasiswa
74
Ingin pamit
75
Ingin es krim
76
Tanah sengketa
77
Rumah sakit
78
Ajakan
79
Minta maaf
80
Happy Ending
81
Menikah dengan pak Duda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!